DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 137


__ADS_3

Pangeran Rawaja Pati berhadapan dengan Maha Patih Galangan yang masih sanggup untuk bertarung. Sedangkan Prabu Bawesi dibawa ke dalam oleh para tabib kerajaan. Dan di sisi lain, sebagian besar pasukan yang ada di wilayah Kerajaan Wesi Kuning sedang bergerak menuju istana, setelah mendapatkan laporan kalau Prabu Bawesi terluka parah.


Bahkan para raja-raja yang ada di bawah kepemimpinan Prabu Bawesi juga berangkat ke istana Kerajaan Wesi Kuning. Pasukan tersebut datang dengan menggunakan berbagai macam senjata, dan juga berasal dari berbagai lapisan kesatuan kemiliteran yang ada di seluruh wilayah Kerajaan Wesi Kuning.


Maha Patih Galangan masih terus berusaha untuk menyerang Pangeran Rawaja Pati yang jelas-jelas kemampuannya tidak sebanding dengan dirinya. Pangeran Rawaja Pati kau lebih hebat dan jauh lebih tangkas daripada Maha Patih Galangan, yang kesaktiannya belum seberapa itu.


Ditambah lagi dengan para pasukan siluman naga yang sekarang sudah mulai menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di istana, sedikit demi sedikit. Sehingga terjadi kekacauan yang sangat besar di Kerajaan Wesi Kuning. Yang menimbulkan kepanikan.


Para pasukan siluman naga milik Pangeran Rawaja Pati benar-benar sangat beringas dan tidak pandang bulu untuk menghancurkan apa saja yang ada di depan mereka. Sampai-sampai, benteng-benteng besar yang mengelilingi istana sudah hancur berhamburan.


Padahal, benteng-benteng besar itu dibuat selama bertahun-tahun oleh Prabu Bawesi sendiri. Dan sekarang dan juga hanya dalam waktu kurang dari satu hari. Prabu Bawesi jelas tidak mengetahui hal tersebut, karena dia sudah tidak sadarkan diri.


Begitu juga dengan Maha Patih Galangan yang tidak bisa berbuat banyak saat melihat benteng-benteng besar itu dihancurkan dengan mudahnya. Karena dia masih terus disibukkann oleh Pangeran Rawaja Pati yang sekarang sudah mulai membalas semua serangannya.


Maha Patih Galangan mendapatkan pukulan di dada bagian kirinya, yang membuatnya tidak bisa bertarung dengan baik. Tulang-tulang rusuk di dadanya seakan rasanya mulai patah satu persatu. Dan mempunyai kesulitan mengatur nafasnya.


Karena luka di dadanya itu, Maha Patih Galangan menjadi tidak fokus, dan pandangannya mulai kabur. Melihat kesempatan itu, Pangeran Rawaja Pati langsung menyerang Maha Patih Galangan habis-habisan.

__ADS_1


Tanpa henti, Pangeran Rawaja Pati terus menerus memukul wajah Maha Patih Galangan dengan cepat dan sangat keras. Sehingga membuat rahang dan juga hidung Maha Patih Galangan menjadi retak. Bahkan mengeluarkan banyak darah.


Maha Patih Putra Candrasa yang mendengar kalau ada derap kaki kuda, langsung menghentikan Pangeran Rawaja Pati. Yang berarti pasukan bantuan Prabu Bawesi berada tidak jauh dari tempat ini. Karena yang paling penting, Prabu Bawesi sudah kalah. Dan Maha Patih Putra Candrasa berhasil diselamatkan.


"Sudah cukup! Ayo kita pergi sekarang Pangeran! Pasukan bantuan Prabu Bawesi sudah dekat dengan tempat ini!" Ucap Maha Patih Putra Candrasa.


"Ya sudah! Ayo kita pergi!"


Maha Patih Putra Candrasa dan Pangeran Rawaja Pati, peserta seluruh pasukan siluman naganya pun pergi meninggalkan istana Kerajaan Wesi Kuning. Meninggalkan para prajurit istana dan juga Maha Patih Galangan yang sudah terluka parah.


Tapi masalahnya sekarang, gerbang utama istana sudah dalam keadaan hancur, begitu juga dengan menara penjaganya. Tidak ada satu pun prajurit yang berada disana. Hanya ada puing-puing bangunan yang sudah berserakan dan acak-acakan.


Semua pasukan bantuan itu pun lalu masuk ke halaman istana. Disanalah baru mereka mengetahui, kalau ratusan prajurit penjaga istana sudah tewas, tanpa menyisakan satu pun prajurit yang hidup. Hanya ada Maha Patih Galangan yang masih bisa bertahan, itu pun dalam keadaan yang sudah sangat memperihatinkan.


Setelah itu, barulah muncul beberapa orang tabib dan juga pelayan istana yang langsung menemui mereka semua, untuk memberitahukan keadaan Prabu Bawesi yang semakin parah. Bahkan para tabib istana sudah kebingungan, bagaimana caranya menyembuhkan Prabu Bawesi.


Ajian Rengkah Gunung memang daya hantam yang sangat luar biasa. Prabu Bawesi bisa bertahan sampai sejauh ini pun, itu sudah bagus. Karena tidak semua orang mampu menahan serangan Ajian Rengkah Gunung dari Maha Patih Putra Candrasa. Kebanyakan dari mereka tubuhnya langsung hancur lebur.

__ADS_1


Para raja-raja yang masuk ke dalam ruang pengobatan untuk melihat Prabu Bawesi juga tidak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya bisa menyalurkan tenaga yang mereka miliki untuk menjaga agar Prabu Bawesi tetap hidup. Karena kalau sampai Prabu Bawesi mati, maka hancurlah sudah Kerajaan Wesi Kuning.


Semua raja yang hadir di sana terus-menerus berusaha menyalurkan energi mereka untuk Prabu Bawesi. Tetapi semua energi yang mereka kerahkan hanya mampu membuat Prabu Bawesi tenang dan tidak lagi mengalami kejang-kejang. sedangkan luka dalamnya sangat sulit untuk disembuhkan.


Para raja-raja itu pun memerintahkan pasukan mereka masing-masing, untuk mencari tabib-tabib terbaik yang ada di wilayah mereka. Bahkan mereka sepakat untuk memberikan hadiah dalam jumlah besar, kalau ada orangnya mampu menyembuhkan luka dalam Prabu Bawesi.


Akhirnya seluruh pasukan pun bergerak, berpencar ke sana kemari, mendatangi setiap pedesaan dan perkotaan yang ada di wilayah mereka untuk mencari para tabib-tabib terbaik. Jelas itu akan membutuhkan waktu yang lama, karena jarak dari satu kota ke kota yang lain, dan desa dari desa yang lain, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sekalipun menggunakan kuda.


Para tabib-tabib istana yang ada di semua kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Wesi Kuning juga mulai dikerahkan. Mereka semua bekerja sama untuk mengembalikan kesehatan Prabu Bawesi seperti sedia kala. Kalau Prabu Bawesi tetap dalam keadaan seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan kalau Prabu Jabang Wiyagra akan mengambil alih kekuasaan.


Dan hal tersebut jelas tidak diinginkan oleh para raja-raja yang ada di bawah kepemimpinan Prabu Bawesi. Karena jika sampai Prabu Jabang Wiyagra mengambil alih kekuasaan Kerajaan Wesi Kuning, maka para pejabat-pejabat yang korup akan langsung dibunuh. Dan semua para pekerja tambang yang diperbudak akan mendapatkan sesuatu yang lebih layak.


Para pekerja tambang jelas akan diberi gaji yang cukup untuk biaya hidup mereka. Dan itu akan mengurangi sedikit hasil penjualan dari semua emas yang ada. Sedangkan selama ini, semua keuntungan hanya dibagikan kepada para petinggi kerajaan. Dan hanya digunakan untuk kepentingan orang-orang yang ada di atas.


Berbeda dengan mereka yang diperbudak di pertambangan emas. Nasib mereka benar-benar memperihatinkan. Setiap hari ada saja orang yang mati karena kelaparan dan kehausan. Ditambah juga dengan pekerjaan berat yang harus mereka lakukan tanpa henti. Dan orang-orang yang ada di atas sama sekali tidak mempedulikan hal tersebut.


Yang terpenting bagi mereka hanyalah kekuasaan dan kekayaan. Dan kalau sampai Prabu Jabang Wiyagra berhasil mengambil alih semuanya, maka semua raja yang terlibat dalam perbudakan tersebut akan dibunuh. Hal yang lebih mengerikannya adalah, mereka semua akan dikurung di penjara bawah tanah. Yang akan membuat mereka sangat-sangat menderita.

__ADS_1


__ADS_2