DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 42


__ADS_3

Pergerakan Gabah Lanang mulai merambah ke desa-desa lain. Bukan hanya itu, tapi Gabah Lanang juga sudah mulai menyerang kerajaan-kerajaan kecil yang berada dibawah kepemimpinan Kerajaan Antasura. Sebuah kerajaan pertama yang ia taklukkan tidak begitu baik dalam pertahanan. Karena dengan mudah bisa dijebol oleh Gabah Lanang.


“Seharunya kamu menyerah saja padaku raja bodoh. Tidak perlu ada prajuritmu yang mati.” Ucap Gabah Lanang pada Sang Raja.


Namun Sang Raja tersebut tidak mau menyerah begitu saja. Dia masih setia dengan Kerajaan Antasura.


“Kalau pun aku harus mati, tidak masalah Gabah Lanang. Aku lebih baik mati sebagai pejuang, dari pada hidup sebagai pecundang.”


Sang Raja pun langsung menyerang Gabah Lanang dengan seluruh kemampuan dan kesaktian yang ia miliki. Serangan-serangan dari Sang Raja tersebut mampu dihindari dengan mudah oleh Gabah Lanang.


Tak kehabisan akal, Sang Raja memanggil para patih dan abdi kerajaan yang memiliki ilmu kanuragan untuk menyerang Gabah Lanang secara bersamaan.


“Ayo kita gabungkan seluruh kesaktian kita.” Perintah Sang Raja kepada para abdinya.


Kedelapan orang itu langsung memasang kuda-kuda dan bersiap mengeluarkan juru andalan yang mereka punya. Dengan satu hentakan, mereka pun akhirnya berhasil mengenai tubuh Gabah Lanang.


Gabah Lanang terseret beberapa langkah ke belakang. Tapi dia tidak merasakan sakit sama sekali ditubuhnya. Sang Raja juga keheranan, sekali pun Gabah Lanang kuat, setidaknya ada satu inci saja dari bagian tubuhnya yang terluka. Tapi nyatanya tidak. Gabah Lanang masih berdiri dengan tegak.


“Jika memang kematian yang kalian inginkan, maka aku akan mengabulkannya.” Ucap Gabah Lanang yang juga mulai mengambil posisi untuk mengeluarkan ilmunya.


Hanya dengan dua kepalan tangannya, Gabah Lanang mampu membuat kedelapan orang itu langsung terpelanting. Mereka semua langsung terluka dan jatuh. Mereka tidak sanggup lagi untuk bangkit. Terutama dengan Sang Raja yang sudah sekarat.


Tubuhnya membiru akibat serangan dari Gabah Lanang. Walau pun dia dan para abdi istana lainnya sudah berusaha menghalau serangan dari Gabah Lanang, tapi tetap saja mereka tidak mampu.

__ADS_1


Pertahanan tubuh mereka terlalu lemah untuk seorang Gabah Lanang yang sudah menjadi orang sakti mandaraguna. Hingga pada akhirnya Sang Raja tidak sanggup lagi untuk menahan sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya.


Sang Raja pun akhirnya tewas bersama dengan tiga orang abdi setianya. Sisanya, mereka terpaksa meminta ampun dan menjadi budak Gabah Lanang. Mereka terpaksa berkhianat karena mereka tidak mau mati.


Hal yang sama juga dilakukan oleh para prajurit. Mereka yang sebelumnya melawan para pasukan Gabah Lanang pun akhirnya meletakkan senjata mereka di tanah, tanda kalau mereka sudah menyerah.


Namun ada dua orang pimpinan prajurit yang tidak mau meletakkan senjatanya. Dia memilih untuk lari ke dalam istana, karena dia teringat dengan keluarga raja mereka yang masih berada di dalam istana.


Kedua orang itu langsung memberitahukan apa yang terjadi di luar. Dan segera mereka membawa kabur seluruh keluarga istana, dan juga orang-orang yang masih setia kepada raja mereka.


Dari kedua orang itu, hanya satu yang ikut pergi bersama keluarga kerajaan. Sedangkan yang satunya lagi memutuskan untuk tetap berada disana, menghadang para prajurit yang sekarang sudah membelot kepada kerajaan.


Sangat disayangkan, orang itu pun harus berakhir tewas ditangan pasukannya sendiri, atas perintah dari Gabah Lanang. Para prajurit sebenarnya sangat sedih dengan semua kejadian ini. Tapi apa boleh buat, mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan.


Gabah Lanang akhirnya sudah menduduki satu kerajaan dan juga beberapa desa di wilayahnya. Atas pendudukan itu, Gabah Lanang akhirnya memutuskan untuk menjadikan istana ini sebagai istana kerajaannya.


“Aku sekarang adalah raja kalian semua. Dan aku akan menamai kerajaan ini dengan nama, Kerajaan Jalukan Paksa. Tidak lama lagi, kerajaan ini akan menjadi kerajaan besar dan tersohor hingga ke seluruh Tanah Jawa.”


“Hidup Prabu Gabah Lanang!” Teriak Kelabang Jagad.


“Hidup!”


Mereka semua bersorak dengan sangat-sangat terpaksa. Tapi, Gabah Lanang memang cerdik. Dia kemudian memerintahkan Kelabang Jagad untuk membereskan semua mayat yang bergelimpangan bersama dengan para warga desa yang sudah menjadi pendukungnya.

__ADS_1


Sedangkan para abdi kerajaan akan diberi waktu istirahat. Gabah Lanang juga memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan pesta makan malam. Hal itu bertujuan untuk menarik simpati para abdi kerajaan yang lainnya.


Tidak lupa Gabah Lanang juga memberikan mereka beberapa kantung berisi uang. Dan untuk pejabat penting, mereka diberikan perhiasan dan juga uang yang tidak sedikit. Agar mereka lupa dengan peristiwa hari ini.


Dan ternyata benar. Sekejap para prajurit yang bersedih atas kejadian ini pun seakan dibuat lupa. Mereka seperti kehilangan ingatan, setelah mereka semua menerima sogokand dari Gabah Lanang.


Gabah Lanang juga bersikap sangat baik dan santun kepada para abdinya itu. Sehingga dengan cepat, para abdi istana membenarkan tindakan Gabah Lanang. Apalagi Gabah Lanang juga berjanji akan menaikan gaji mereka selama menjadi abdi setia di istana ini, sehingga mereka semakin senang.


Karena selama ini, para abdi mau pun pejabat istana sangat jarang mendapatkan peningkatan gaji. Bahkan sebagian besar prajurit yang sudah lama mengabdi di kerajaan ini pun, tidak kunjung mendapatkan kenaikan pangkat.


Gabah Lanang sudah tahu apa isi kepala orang-orang ini. Sehingga dia menawarkan sesuatu yang selama ini sangat mereka harapkan, tapi belum pernah mereka dapatkan. Padahal, kerajaan ini bisa dibilang cukup maju.


Pendapatan ekonomi pertahun dari kerajaan kecil ini cukup besar, karena mereka berada dibawah kepemimpinan Kerajaan Antasura. Semenjak Kerajaan Antasura mengalami pembangunan ulang, kerajaan ini juga memberikan kontribusi yang besar.


Kerajaan ini tidak hanya mengandalkan bantuan dari kerajaan besar saja, tapi mereka juga memiliki pendapatan mereka sendiri. Sehingga mereka memiliki banyak sekali harta yang disimpan oleh raja mereka. Dan Gabah Lanang memanfaatkan harta itu untuk membangun kerajaan ini dibawah kepemimpinannya.


Kerajaan Jalukan Paksa akan diperindah seindah mungkin. Gabah Lanang dan Kelabang Jagad sudah mempersiapkan semua hal yang akan mereka butuhkan untuk membangun istana Kerajaan Jalukan Paksa. Tidak lama lagi, Kerajaan Jalukan Paksa bisa bersaing dengan kerajaan yang lain.


Gabah Lanang juga memberikan julukan kepada dirinya sendiri, dia tidak mau menggunakan nama aslinya, karena terkesan seperti gelandangan. Akhirnya dia mengganti namanya dan memberikan gelar kepada namanya, yaitu Badugha Maha Raja Prabu Tunggal Digdaya.


Setelah itu, Gabah Lanang atau yang sekarang bernama Prabu Tunggal Digdaya, juga mengangkat Kelabang Jagad menjadi seorang Maha Patih di kerajaan baru ini. Nama Kelabang Jagad dirubah menjadi Maha Patih Tunggal Jagad.


Sehingga sekarang, mereka sudah membuat negara dalam negara. Biar bagaimana pun, Kerajaan Jalukan Paksa masih berada di wilayah Kerajaan Antasura. Dan Prabu Tunggal Digdaya atau Gabah Lanang, masih harus menghadapi puluhan kerajaan yang masih berpihak kepada Prabu Bujang Antasura.

__ADS_1


Dan itu akan memakan waktu yang sangat lama, karena Prabu Bujang Antasura memiliki wilayah yang sangat-sangat luas. Sekarang, Kerajaan Antasura sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sudah pasti, Prabu Bujang Antasura juga tidak akan menyerah begitu saja kepada Gabah Lanang atau Prabu Tunggal Digdaya.


__ADS_2