DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 288


__ADS_3

"Mereka sudah sangat dekat dengan posisi kita sekarang ini Gusti Prabu. Sebaiknya Gusti Prabu mengikuti rencana yang sudah hamba siapkan. Hamba khawatir, kita tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari tempat ini saat mereka datang, Gusti Prabu." Ucap Maha Patih Jala Karang kepada Prabu Gala Ganda.


Namun Prabu Gala Ganda persikuku untuk tetap bertahan di kerajaannya. Ia masih belum mau mengikuti rencana yang sudah disiapkan oleh Maha Patih Jala Karang.


"Istana ini memiliki banyak sekali kenangan, Maha Patih. Aku membangun istana ini dengan susah payah, selama bertahun-tahun. Berat rasanya kalau aku harus meninggalkannya begitu saja. Apalagi kalau sampai istana ini diduduki oleh Prabu Jabang Wiyagra dan para pengikutnya." Jawab Prabu Gala Ganda.


Maha Patih Jala Karang bisa memahami apa yang dirasakan oleh Prabu Gala Ganda. Istana ini tentu saja sangat berarti bagi Prabu Gala Ganda. Prabu Gala Ganda membangun istana ini selama bertahun-tahun, hingga berubah menjadi sangat megah seperti sekarang. Prabu Gala Ganda mendirikan pemerintahannya dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Meskipun dengan cara yang sedikit curang, tetapi usaha yang ia lakukan untuk membangun pemerintahannya begitu sangat keras.


"Mohon maaf Gusti Prabu. Keselamatan Gusti Prabu adalah hal yang sangat penting untuk sekarang ini. Kalau Gusti Prabu selamat dari pertempuran ini, Gusti Prabu bisa membangun kembali istana Kerajaan Putra Bathara yang baru. Dengan pemerintahan yang baru. Gusti Prabu bisa memulainya kembali dari awal. Dan hamba siap untuk menemani Gusti Prabu sampai akhir."


"Terima kasih atas kesetiaan yang sudah kamu berikan, Maha Patih. Kalau memang terpaksa aku harus meninggalkan istana ini, maka aku harus meninggalkannya dengan penuh perjuangan. Aku tidak mau meninggalkannya begitu saja, tanpa sebuah pengorbanan. Dan setelah ini, aku akan kembali membangun pemerintahanku."


Melihat banyak sekali perubahan yang terjadi kepada Prabu Gala Ganda, Maha Patih Jala Karang merasa sangat senang dan bangga. Sekarang Prabu Gala Ganda bisa jauh lebih tenang untuk menghadapi segala situasi dan kondisi. Tidak seperti dulu yang selalu urakan. Sekarang Prabu Gala Ganda cenderung untuk memperhatikan pemerintahannya agar berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sudah lama Prabu Gala Ganda tidak lagi membahas tentang Prabu Jabang Wiyagra. Setidaknya sampai pertempuran besar ini dimulai.

__ADS_1


Seperti masih ada sedikit kebaikan dalam diri Prabu Gala Ganda. Apalagi setelah dia menerima Maha Patih Jala Karang sebagai abdi setianya, banyak sekali perubahan dalam dirinya yang terjadi. Karena Maha Patih Jala Karang tidak pernah bosan, dan tidak takut sedikitpun, untuk mengingatkan Prabu Gala Ganda, ketika dia berbuat salah. Bukan berarti Maha Patih Jala Karang ini adalah orang yang lancang, bukan. Tapi dia hanya ingin Prabu Gala Ganda berubah menjadi orang baik. Maha Patih Jala Karang juga ciri khas orang yang tidak menyukai peperangan. Sangat berbeda dengan Prabu Gala Ganda.


Sebelumnya Prabu Gala Ganda adalah orang yang sangat menyukai kekacauan dan kekejaman. Namun setelah Maha Patih Jala Karang menjabat di istana Kerajaan Putra Bathara, sifat Prabu Gala Ganda secara perlahan mulai berubah. Dia mulai bisa membedakan mana yang harus dipilih, dan mana yang tidak boleh dipilih. Mana yang sekiranya merugikan, dan mana yang sekiranya menguntungkan, untuk semua orang. Hal itu membuat nama Prabu Gala Ganda menjadi bersih di mata rakyatnya. Yang padahal semua orang pun tahu, kalau Prabu Gala Ganda dibenci oleh rakyatnya sendiri, karena kekejaman yang ia lakukan.


Beruntunglah Prabu Gala Ganda, karena sekarang ada seseorang yang mampu menundukkan sifat bobroknya itu. Meskipun Maha Patih Jala Karang jauh lebih muda dari Prabu Gala Ganda, tetapi Maha Patih Jala Karang selalu menghadapi setiap masalah dengan sikap orang yang sudah dewasa. Setelah hampir satu tahun menjabat di istana Kerajaan Putra Bathara, usaha Maha Patih Jala Karang untuk merubah tabiat bobrok Prabu Gala Ganda, ternyata mulai membuahkan hasil. Padahal sebelumnya Maha Patih Jala Karang sudah sangat geram, dan sangat membenci sifat Prabu Gala Ganda yang selalu ingin menang sendiri.


"Maha Patih, apakah menurutmu Aku ini orang yang jahat?" Tanya Prabu Gala Ganda, yang membuat Maha Patih Jala Karang terkejut.


"Mengapa Gusti Prabu mempertanyakan hal itu? Menurut hamba, Gusti Prabu bukanlah orang yang jahat. Kalau memang Gusti Prabu adalah orang yang jahat, tentu hamba pun tidak akan berada di tempat ini sekarang." Jawab Maha Patih Jala Karang.


"Maha Patih."


"Hamba Gusti Prabu."

__ADS_1


"Kalau Yang Maha Kuasa tidak memberikan kesempatan untuk hidup dalam pertempuran ini, maka aku meminta satu hal kepadamu."


"Apa itu Gusti Prabu?"


"Aku ingin kamu membangun kembali pemerintahan Kerajaan Putra Bathara. Jadilah seorang raja yang bijak dan jujur. Janganlah kamu mengikuti jejakku. Dan aku juga ingin, kamu menyampaikan permintaan maafku kepada Prabu Jabang Wiyagra. Bisa kamu melakukannya?"


Hati Maha Patih Jala Karang mulai merasakan kekhawatiran, mendengar apa yang Prabu Gala Ganda ucapkan kepadanya. Itu nampak terdengar seperti sebuah kata-kata terakhir orang yang akan mati.


"Mohon maaf Gusti Prabu. Tentu saja hamba mau melakukannya. Tapi akan lebih baik kalau permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Gusti Prabu sendiri. Dan hamba juga akan lebih senang, kalau Gusti Prabu Gala Ganda-lah yang tetap menjadi seorang raja di Kerajaan Putra Bathara ini."


"Ya. Aku hanya ingin menyampaikan wasiatku kepadamu. Aku adalah orang yang sangat jahat, Maha Patih. Yang Maha Kuasa mungkin tidak akan memberikan kesempatan kedua kepadaku. Jadi sebelum aku mati, aku harus memastikan kalau aku memiliki seorang pewaris. Aku tidak mau kalau sampai kerajaan ini hancur begitu saja. Aku rasa kamu adalah orang yang sangat cocok untuk meneruskan pemerintahan ini."


"....Jangan pernah lupa dengan pesan yang aku berikan kepadamu, Maha Patih. Jangan sampai kamu dibutakan oleh tahta dan kuasa. Aku tidak ingin hidupmu berakhir seperti diriku. Sekarang aku sudah menerima akibat dari apa yang aku perbuat. Aku sakit parah Maha Patih. Dan para tabib istana sudah mengatakan kalau hidupku tidak akan lama lagi. Karena itulah aku menolak untuk mengikuti rencanamu, melarikan diri dari istanaku ini. Aku hidup di tempat ini. Maka aku pun harus mati di tempat ini."

__ADS_1


Maha Patih Jala Karang sama sekali tidak pernah menyangka, kalau ternyata Prabu Gala Ganda selama ini mengalami sakit parah. Prabu Gala Ganda mendapatkan sakit yang sulit ditemukan obatnya. Banyak organ bagian dalamnya yang rusak. Karena disebabkan oleh berbagai hal, yang pernah dilakukan oleh Prabu Gala Ganda. Dan Prabu Gala Ganda selalu menyembunyikan penyakitnya itu dari semua orang. Terutama kepada Maha Patih Jala Karang. Karena Prabu Gala Ganda ingin Maha Patih Jala Karang lebih fokus untuk mempelajari setiap situasi dan kondisi yang ada di istana ini.


Prabu Gala Ganda berharap kalau Maha Patih Jala Karang bisa menggantikan posisinya sebagai seorang raja, di Kerajaan Putra Bathara. Karena Prabu Gala Ganda sama sekali tidak memiliki seorang pewaris. Selama ini Prabu Gala Ganda selalu takut mendapatkan saingan. Sehingga Prabu Gala Ganda tidak pernah mau melakukan pernikahan, karena takut tersaingi oleh anak-anaknya sendiri. Tetapi sekarang, semua itu telah berakhir. Prabu Gala Ganda mengalami sakit yang parah dan tidak bisa disembuhkan. Maka dia harus memiliki seseorang yang bisa dipercaya, untuk meneruskan pemerintahannya.


__ADS_2