
Sebagian besar musuh Prabu Jabang Wiyagra sudah tertangkap, dan tinggal menyisakan Mbah Gagang, Nyai Dwi Sangkar, dan juga Maha Patih Kana Raga. Mereka bertiga adalah musuh yang masih berada di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.
Sedangkan di luar, Prabu Jabang Wiyagra masih harus menghadapi kerajaan-kerajaan besar lain yang masih berusaha untuk menghancurkan kekuasaannya dengan berbagai cara. Salah satu kerajaan yang paling mencolok adalah Kerajaan Wesi Kuning.
Kerajaan Wesi Kuning dipimpin oleh Prabu Bawesi. Prabu Bawesi memiliki seorang Maha Patih yang bernama Maha Patih Galangan. Dibawah kepemimpinan Prabu Bawesi, Kerajaan Wesi Kuning menjadi sebuah kerajaan besar yang menjadi penghasil emas terbesar di Tanah Jawa.
Kerajaan Wesi Kuning juga memiliki sebuah pasukan khusus yang disebut sebagai 'Pasukan Emas'. Seperti namanya, Pasukan Emas milik Prabu Bawesi, yang dipimpin oleh Maha Patih Galangan, adalah sebuah pasukan yang menggunakan baju besi yang terbuat dari baja dan dilapisi emas.
Kerajaan Wesi Kuning mungkin akan menjadi lawan yang berat untuk Kerajaan Wiyagra Malela. Karena kerajaan besar itu memiliki hasil bumi yang melimpah, terutama dari pertambangan emas. Akan banyak sekali kerajaan-kerajaan besar yang membantu Kerajaan Wesi Kuning.
Prabu Bawesi pasti akan menyogok semua pendekar sebanyak mungkin yang ia bisa, untuk menjadi pasukannya dalam melawan Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Bawesi dikatakan juga memiliki kesaktian yang tidak main-main. Konon katanya, Prabu Bawesi adalah keturunan 'buta (buto)'.
Yaitu bangsa raksasa yang memiliki tinggi badan jauh melebihi manusia pada umumnya. Karena seorang keturunan 'buto', Prabu Bawesi memiliki tubuh yang tinggi dan besar. Tingginya tiga kali lipat dari tinggi orang dewasa. Saat dia berdiri, maka tidak ada satu pun orang yang tidak akan melihatnya.
Dengan tubuhnya yang besar dan kekar itu, Prabu Bawesi bisa merobohkan sebuah pohon hanya dengan satu ibu jarinya. Sehingga, untuk melawan Prabu Bawesi, Prabu Jabang Wiyagra harus turun tangan secara langsung. Karena sangat tidak mungkin kalau dia hanya mengerahkan pasukannya saja.
Ditambah lagi dengan adanya Maha Patih Galangan dengan 'Pasukan Emasnya', yang selalu siap siaga untuk menjaga keamanan dan keselamatan Prabu Bawesi. Menurut Sang Maha Guru, kesaktian Maha Patih Galangan kurang satu tingkat saja dengan Maha Patih Putra Candrasa.
__ADS_1
Yang artinya, Maha Patih Putra Candrasa juga bisa dibuat kerepotan jika hanya mengandalkan kekuatan murni yang ia miliki untuk menghadapi Maha Patih Galangan. Maha Patih Putra Candrasa harus benar-benar menggunakan akalnya agar bisa mengalahkan Maha Patih Galangan.
Kalau Sang Maha Guru sudah angkat bicara, artinya akan ada masalah besar yang menimpa Prabu Jabang Wiyagra dan Kerajaan Wiyagra Malela.
"Aku ingin kau berhati-hati Nanda Prabu. Karena Prabu Bawesi benar-benar bukan orang sembarangan, ataupun orang-orang yang sudah kau penjarakan di dalam penjara bawah tanah. Dia jauh lebih baik dari mereka semua."
".....Dalam hal strategi perang, baik serangan ataupun pertahanan, Prabu Bawesi dan Maha Patih Galangan sudah sangat berpengalaman. Jadi kau harus menggunakan cara lain atau taktik serangan yang belum pernah kau terapkan." Ucap Sang Maha Guru.
Seperti biasanya, setiap kali ada masalah besar, Sang Maha Guru akan selalu hadir di ruang singgasana Prabu Jabang Wiyagra. Dia akan memberikan wejangan kepada anak Didi kesayangannya itu, untuk lebih berhati-hati mulai dari sekarang. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya.
Sebelumnya, Sang Maha Guru tidak terlalu ikut campur ke dalam peperangan Prabu Jabang Wiyagra dengan kerajaan-kerajaan lain, karena itu sudah menjadi hal yang biasa. Namun untuk kali ini, Sang Maha Guru pakan siap membantu jika dirinya dibutuhkan dalam peperangan.
Prabu Jabang Wiyagra semakin merasa khawatir mendengar ucapan dari Sang Maha Guru. Karena tidak pernah sekalipun Sang Maha Guru menawarkan diri untuk bergabung secara langsung ke dalam peperangan. Biasanya Sang Maha Guru akan lebih banyak bertapa di dalam gua, untuk mendoakan Prabu Jabang Wiyagra.
"Nggih Romo. Terimakasih Romo. Kami semua yang berada di sini sangat-sangat membutuhkan bantuan dan doa restu dari Romo. Kalau Romo ingin turun tangan secara langsung, saya tidak akan bisa melarangnya." Ucap Prabu Jabang Wiyagra dengan santun.
"Iya Nanda Prabu. Aku akan segera mempersiapkan semua muridku, karena perang ini akan mengakibatkan perpecahan yang sangat besar, di antara kerajaan-kerajaan yang lainnya yang tidak mendukungmu."
__ADS_1
".....Akan ada beberapa kerajaan yang juga sama-sama menginginkan kekalahan Prabu Bawesi. Namun jelas, itu hanya ambisi kekuasaan, bukan sebuah perjuangan seperti yang kau lakukan, Nanda Prabu."
"......Dan untuk sebagiannya lagi, ada yang terpaksa mendukung, dan ada yang dengan sukarela mendukung Kerajaan Wesi Kuning. Mereka akan mempertaruhkan segalanya habis-habisan demi bisa mengalahkanmu."
Perasaan Prabu Jabang Wiyagra mulai berkecamuk. Prabu Jabang Wiyagra harus mempersiapkan banyak sekali hal untuk memenangkan peperangan tersebut. Demi tercapai impiannya untuk mempersatukan seluruh Tanah Jawa, di bawah kekuasaannya.
Salah satu alasan kuat yang membuat Prabu Jabang Wiyagra ingin menyerang Kerajaan Wesi Kuning adalah pertambangan emas. Pertambangan emas yang dimiliki oleh Kerajaan Wesi Kuning sudah mengorbankan banyak sekali orang-orang tidak bersalah.
Para pekerja tambang emas diperbudak untuk bekerja sepanjang hari tanpa henti. Mereka bahkan tidak diberi makanan dan minuman yang layak, sehingga banyak dari mereka yang jatuh sakit dan kemudian mati di tempat itu.
Dan semua orang yang diperbudak dalam pertambangan emas tersebut bukanlah orang-orang yang berasal dari Kerajaan Wesi Kuning sendiri. Melainkan orang-orang yang diculik dan dijual oleh sekelompok bandit, yang disinyalir kelompok tersebut dipimpin oleh Prabu Garan Darang.
Karena pada saat kekuasaannya digulingkan oleh mendiang Prabu Bambang Pura, Prabu Garan Darang sempat melarikan diri bersama dengan pasukannya yang tersisa. Prabu Garan Darang kemudian membentuk sekelompok pasukan yang kemudian menjadi kelompok bandit.
Prabu Garan Darang ternyata memiliki sebuah tempat, yang di mana tempat tersebut dibuat oleh pasukan Kerajaan Wesi Kuning, atas perintah dari Prabu Bawesi. Jadi sekarang, Prabu Garan Darang dan pasukannya berada di bawah pimpinan Prabu Bawesi. Yang bertugas menculik orang-orang untuk diperbudak di pertambangan.
Prabu Jabang Wiyagra mendapatkan kabar tersebut dari mata-matanya. Mata-mata Kerajaan Wiyagra Malela mengatakan, kalau Prabu Garan Darang dan pasukannya, bertempat di sebuah kota yang masuk ke dalam wilayah Kerajaan Wesi Kuning.
__ADS_1
Walaupun sekarang Prabu Garan Darang tidak terkenal seperti dulu, Karena kekuasaannya sudah runtuh, bukan berarti dia bukan orang yang berbahaya. Prabu Garan Darang masih menjadi buronan Kerajaan Wiyagra Malela sampai sekarang. Dan dia belum mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.
Dengan adanya Prabu Garan Darang, maka kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Bawesi akan semakin bertambah kuat. Karena bisa saja, sekarang Prabu Garan Darang sudah menambahkan ilmu kesaktiannya.