DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 297


__ADS_3

Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima merasa sangat senang mendapatkan undangan dari Prabu Jabang Wiyagra. Mereka juga memberitahu para pendekar yang sudah ikut dengan mereka untuk menjalankan tugas beberapa hari yang lalu. Para pendekar itu juga sangat senang, karena mereka bisa mendapatkan kehormatan untuk duduk bersama dengan Prabu Jabang Wiyagra. Mereka akhirnya sama-sama mempersiapkan diri untuk berangkat ke istana Kerajaan Wiyagra Malela.


Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima bertemu di perbatasan Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro, bersama dengan para pendekar yang sudah mereka bawa.


"Untuk mempersingkat perjalanan, kita gunakan ilmu kita berdua, Panglima Bima." Ucap Panglima Bayu Kusuma.


"Baik Panglima Bayu."


Sekejap Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima peserta para pendekar yang ikut dengan mereka pun lenyap dari daerah perbatasan itu. Semua orang yang melihatnya terkejut, dan bertanya-tanya apa yang terjadi kepada mereka. Karena sangat tidak biasa Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima bertemu dan pergi bersama-sama. Apalagi mereka berdua membawa pendekar-pendekar terbaik di Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro.


Kehadiran Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima peserta para pendekar mereka masing-masing, membuat semua orang yang ada di sana merasa khawatir. Mereka kembali teringat dengan peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saat pemimpin Padepokan Ageng Singo Negoro pergi bersama-sama dengan pemimpinan Padepokan Ageng Maja Lingga. Yang ternyata kepergian mereka berdua adalah untuk berperang. Dan untuk menentukan siapa yang paling kuat di antara mereka berdua.


Namun itu dulu, sebelum kedua padepokan besar tersebut berdamai. Sekarang kedua belah pihak telah bersatu padu. Mereka bahkan mendapatkan undangan khusus dari Prabu Jabang Wiyagra, untuk menikmati sebuah jamuan yang sudah disediakan oleh Prabu Jabang Wiyagra untuk mereka semua. Prabu Jabang Wiyagra juga sudah menunggu mereka bersama dengan Mbah Kangkas, di halaman istana Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Jabang Wiyagra sudah tidak sabar ingin berbincang-bincang dengan Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima.


"Terakhir bertemu dengan mereka berdua, adalah saat aku berperang dengan Ratna Malangi dan pasukannya. Sampai sekarang aku belum pernah bertemu dengan mereka lagi. Semoga saja mereka berdua benar-benar menerima undangan khusus dariku." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.


"Tentu saja mereka akan menerimanya Gusti Prabu. Ada banyak orang di luar sana yang mengharapkan undangan khusus dari Gusti Prabu Jabang Wiyagra. Tapi mereka belum memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Sudah pasti Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini."

__ADS_1


"Ya. Kamu benar Mbah Kangkas. Lain waktu, aku akan mengundang yang lainnya juga. Agar tidak ada rasa iri di antara mereka."


"Tenang saja Gusti Prabu. Meskipun tidak semua Panglima diundang untuk bertemu dengan Prabu Jabang Wiyagra, tetapi mereka tidak pernah iri, apalagi dengki satu sama lain. Mereka tentunya bisa mengerti dan memahami. Gusti Prabu Jabang Wiyagra begitu sibuk dengan urusan pemerintahan. Begitu juga dengan para Panglima yang lainnya. Mereka juga memegang banyak sekali tanggung jawab besar."


"Iya Mbah. Aku selalu mendoakan mereka, semoga mereka semua selalu dalam keadaan baik-baik saja. Walaupun sebenarnya, aku juga ingin sekali mengumpulkan mereka semua menjadi satu, seperti dulu, tetapi waktu belum berpihak kepadaku. Ternyata menjadi seorang raja besar bukan hal yang mudah Mbah. Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan melangkah sejauh ini."


"Yang Maha Kuasa tahu mana yang terbaik untuk kita semua Gusti Prabu. Terkadang ada beberapa hal yang memang tidak kita sukai, tapi kalau Yang Maha Kuasa sudah menghadirkannya ke kehidupan kita, maka itulah yang terbaik untuk kita."


Prabu Jabang Wiyagra tersenyum kepada Mbah Kangkas. Selama menjadi seorang penasehat, Mbah Kangkas tidak pernah lelah membimbing dan memberikan nasehat kepada Prabu Jabang Wiyagra. Karena terkadang Prabu Jabang Wiyagra juga bisa sangat ceroboh dalam menentukan sikapnya. Apalagi saat Prabu Jabang Wiyagra sedang marah besar. Beliau bisa mengambil sebuah tindakan tanpa perhitungan. Namun Mbah Kangkas selalu berhasil mencegah beliau, kalau keputusan tersebut bisa menjerumuskan Prabu Jabang Wiyagra.


*


*


"Aku merasa sangat senang karena kalian semua sudah mau hadir di istanaku ini. Aku harap undanganku tidak mengganggu waktu kalian." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada mereka semua.


"Kami justru merasa sangat berterima kasih kepada Gusti Prabu Jabang Wiyagra, karena sudah mau mengundang kami ke istana besar ini, Gusti Prabu. Mohon maaf karena sudah membuat Gusti Prabu menunggu terlalu lama." Kata Panglima Bayu Kusuma.

__ADS_1


"Tidak. Tidak. Aku juga jarang sekali duduk di halaman ini. Yang terpenting sekarang kalian semua sudah hadir di tempat ini. Mari kita masuk."


"Mari Gusti Prabu."


Mereka semua pun masuk ke dalam istana, dengan disambut oleh para pelayan dan juga para pengawal Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Jabang Wiyagra dan Mbah Kangkas lalu membawa mereka semua ke sebuah ruangan yang telah disediakan. Di ruangan tersebut tersedia banyak sekali makanan dan minuman yang nikmat, khas Kerajaan Wiyagra Malela. Semua makanan dan minuman tersebut ditujukan untuk Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima, serta para pendekar yang diundang dalam jamuan tersebut.


Setelah semuanya duduk, Prabu Jabang Wiyagra mempersilahkan mereka untuk menikmati apa saja yang tersedia di meja. Sembari menikmati makanan dan minuman, Prabu Jabang Wiyagra mengungkapkan rasa terima kasihnya yang begitu besar kepada Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima, serta kepada para pendekar yang diikutsertakan dalam tugas besar, hari yang lalu. Karena keberhasilan mereka, sekarang para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela telah berhasil menembus pertahanan pasukan Kerajaan Panca Warna.


"Aku benar-benar berterima kasih atas keberhasilan yang sudah kalian capai. Dan aku juga memiliki beberapa hadiah untuk kalian semua, yang hadir di tempat ini."


"Kami juga sangat berterima kasih Gusti Prabu. Tetapi kami semua melakukan ini, atas dasar rasa cinta kami kepada Kerajaan Wiyagra Malela. Berkat kepemimpinan Gusti Prabu yang sangat-sangat bijak, sekarang Maja Lingga dan Singo Negoro sudah berkembang menjadi sebuah kota yang besar. Serta, Maja Lingga dan juga Singo Negoro sekarang telah bersatu. Bahkan menjadi saudara dekat dan erat." Jawab Panglima Dala Bima.


"Panglima Dala Bima, dan Panglima Bayu Kusuma, serta semua orang yang hadir di tempat ini. Aku sudah menyiapkan hadiah untuk kalian semua. Tolong terimalah dia dariku ini."


Prabu Jabang Wiyagra lalu memerintahkan para pelayan dan juga para prajurit, untuk membawakan hadiah yang sudah beliau siapkan untuk para tamunya. Para pendekar yang ikut dalam tugas tersebut mendapatkan uang dan juga perhiasan. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan rencana lambang Kerajaan Wiyagra Malela. Begitu juga dengan Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima. Mereka berdua bahkan diberi sebuah pedang, yang memiliki lambang Kerajaan Wiyagra Malela pada bilah pedangnya.


Semua orang yang hadir dalam jamuan tersebut merasa sangat senang dengan hadiah yang mereka terima dari Prabu Jabang Wiyagra. Mereka sama sekali tidak pernah menyangka, dan tidak pernah mengharapkan imbalan apapun dari Prabu Jabang Wiyagra. Mereka melakukan semua tugas dari Prabu Jabang Wiyagra semata-mata karena mereka ingin menunjukkan rasa cinta mereka kepada Kerajaan Wiyagra Malela. Dan mereka sudah membuktikannya, dengan keberhasilan besar yang mereka telah wujudkan bersama.

__ADS_1


__ADS_2