
Ternyata, setelah membantu Prabu Gala Ganda untuk melawan Pasukan Bara Jaya, Patri Asih dan pasukannya langsung pergi menuju ke suatu tempat. Tempat di mana pendekar beraliran hitam berkumpul di sana. Mereka semua adalah orang-orang yang membenci pemerintahan Prabu Jabang Wiyagra. Dan sama-sama memiliki ambisi untuk menghancurkan Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka semua berkumpul menjadi satu. Untuk menyusun strategi penyerangan ke Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan berkumpulnya seluruh pendekar aliran hitam, yang berasal dari berbagai daerah, maka kekuatan pasukan Patri Asih akan semakin bertambah kuat dan bertambah banyak.
Namun Patri Asih masih belum cukup puas dengan kehadiran mereka. Patri Asih ingin menguburkan kekuatan yang jauh lebih besar lagi. Dia ingin mengajak Intan Senggani yang sekarang berada di sebuah gua, untuk bergabung dengannya. Patri Asih juga memerintahkan para pasukannya untuk memaksa sisa-sisa pasukan Intan Senggani, agar mau bergabung menjadi bagian dari pasukannya tersebut. Tetapi banyak yang tidak setuju dengan rencana itu. Karena Intan Senggani dan Patri Asih jelas memiliki ambisi yang sama besarnya. Kalau mereka berhasil menaklukkan Kerajaan Wiyagra Malela, maka mereka akan sulit untuk membagi tahta. Tapi Patri Asih tetap menginginkan hal itu.
"Aku memiliki rencana lain untuk Intan Senggani. Setelah kita semua berhasil menaklukan Kerajaan Wiyagra Malela, aku akan menyingkirkan Intan Senggani. Dan sepenuhnya, kitalah yang akan menduduki istana Kerajaan Wiyagra Malela." Ucap Patri Asih kepada semua orang yang berkumpul di sana.
Lalu salah satu orang mengangkat tangannya, meminta izin untuk berbicara.
"Mohon maaf Nyi, kami sangat setuju kalau Nyai Patri Asih yang memegang tambuk kekuasaan di Kerajaan Wiyagra Malela. Tapi, kalau Intan Senggani diikutsertakan dalam penyerangan ini, saya khawatir kalau nantinya dia akan membuat masalah. Apalagi jika ada para mantan pasukannya yang ikut bersama kita." Ungkap orang itu.
__ADS_1
"Ya. Aku tahu apa yang kalian khawatirkan. Intan Senggani memang memiliki ambisi yang sama denganku. Tapi dia terlalu lemah untuk menjadi seorang pemimpin. Apalagi dia hanya bersembunyi di balik punggung kakaknya, Mekar Senggani. Dia hanyalah gadis bodoh yang tidak memiliki kuasa apa-apa atas kerajaannya sendiri. Bahkan jauh lebih buruk daripada para pengais sampah." Kata Intan Senggani.
"Kalau begitu, kami setuju untuk menerima Intan Senggani. Asalkan, kami bisa mengabdi kepada Nyai Patri Asih, kalau Nyai Patri Asih bisa merebut tahta Kerajaan Wiyagra Malela." Kata salah seorang lagi dari mereka.
"Ya. Aku tidak akan melupakan kalian. Selama kalian bisa setia terhadapku, maka kalian bisa mendapatkan apa saja yang kalian inginkan." Ungkap Patri Asih.
Nafsu itu memang mengakar kepada semua orang. Hal itu sudah biasa terjadi di lingkaran orang-orang beraliran hitam. Karena ilmu yang dipelajari, membuat sifat dan sikap mereka berubah. Meskipun tidak semua orang yang beraliran ilmu hitam itu jahat, tapi mereka memiliki karakter yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Mereka akan cenderung untuk melakukan kekerasan yang mengerikan, daripada orang-orang pada umumnya. Sama halnya dengan Patri Asih dan para pengikutnya ini. Yang tidak akan segan untuk menerapkan kekejaman, dan menciptakan penderitaan untuk semua orang.
Semua orang yang hadir di tempat itu, memiliki kepentingan mereka masing-masing. Ada yang ingin mendapatkan sebuah jabatan dengan cara instan, ada yang ingin menjadi kepala desa, ada yang ingin menjadi seorang panglima perang, dan ada juga yang ingin menjadi prajurit istana. Karena jabatan-jabatan tersebut adalah jabatan terhormat. Tidak sembarangan orang bisa mendapatkannya. Apalagi pada masa pemerintahan sekarang, yang sebagian besar dikendalikan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Dikarenakan Prabu Jabang Wiyagra sangat ketat dalam memilih setiap orang yang akan menjadi pejabat di dalam pemerintahannya.
__ADS_1
Orang-orang seperti ini, akan sangat kesulitan untuk mendapatkan sebuah jabatan. Sehingga mereka akan menggunakan cara lain untuk bisa mendapatkannya. Ya, salah satunya adalah, dengan bergabung bersama Patri Asih dan juga para pengikutnya. Apalagi sekarang Patri Asih menjadi satu-satunya orang yang paling berpengaruh, di antara para penganut aliran ilmu hitam. Tak jarang orang datang mencarinya, untuk membereskan masalah mereka, dengan cara yang cepat. Namun, bagi siapa saja yang meminta bantuan kepada Patri Asih, maka selamanya akan terus terikat dengan dirinya. Patri Asih tidak akan membiarkan orang itu pergi. Kecuali orang itu memang tidak berguna.
Patri Asih ya sudah sangat ingin menjadi seorang Ratu, juga berusaha untuk mempengaruhi pemikiran masyarakat di sekitarnya. Agar mereka mau membantu Patri Asih merampas tahta Kerajaan Wiyagra Malela. Sebagian besar masyarakat tidak mau ikut dengan Patri Asih, karena hal itu dianggap terlalu gila untuk dilakukan. Apalagi Sang Maha Raja, Prabu Jabang Wiyagra, adalah orang yang sangat sakti mandraguna. Tidak semua orang bisa mengalahkannya. Apalagi orang-orang seperti Patri Asih. Karena bagi masyarakat yang memiliki pemikiran luas, Patri Asih sama sekali tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin.
Dari caranya berbicara, banyak orang yang bisa memahami, kalau Patri Asih hanya menginginkan kekuasaan. Bukan persatuan. Patri Asih berniat menggunakan tahta Kerajaan Wiyagra Malela untuk melakukan penyerangan ke semua kerajaan yang bersahabat dengan Kerajaan Wiyagra Malela. Patri Asih pakan berkeinginan kuat, kalau dia ingin sekali melakukan penyerangan ke Negeri Campa. Negeri seberang dengan orang-orang bermata sipit, dan berkulit putih. Patri Asih ingin menaklukkan negeri tersebut, karena banyak sekali orang cerdas di sana. Kalau Negeri Campa bisa ditaklukkan, maka Patri Asih bisa memanfaatkan mereka.
Padahal, banyak sekali orang-orang di Nusantara ini, yang juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata manusia biasa. Namun Patri Asih yang sudah dibutakan matanya oleh kekuasaan, sama sekali tidak bisa melihat hal itu. Dia bahkan tidak mampu mempelajari dengan baik, bagaimana keadaan yang ada di sekitarnya. Patri Asih sama sekali tidak mengetahui, kalau Prabu Jabang Wiyagra telah mengirimkan mata-mata ke dalam kelompoknya sendiri. Di antara para pendekar yang menjadi pengikut baru Patri Asih, ada beberapa orang utusan Sang Maha Raja. Mereka semua ditugaskan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, tentang pergerakan yang dilakukan Patri Asih dan juga para pengikut setianya.
Prabu Jabang Wiyagra ingin menggunakan cara yang jauh lebih halus untuk mengalahkan Patri Asih. Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah kehilangan banyak sekali orang di kerajaannya. Beliau tidak mau kalau hal itu terjadi lagi. Jadi, Prabu Jabang Wiyagra akan menggunakan cara lain untuk mengalahkan Patri Asih. Rencana ini memang sangat beresiko. Karena kalau sampai para utusan Prabu Jabang Wiyagra ketahuan, maka habislah mereka semua. Dan semua rencana Prabu Jabang Wiyagra untuk mengetahui pergerakan Patri Asih, akan gagal. Atau bisa saja memberikan dampak yang sangat buruk kepada kerajaannya.
__ADS_1