
Setelah dirasa cukup untuk mendapatkan semua yang dibutuhkan, Prabu Jabang Wiyagra lalu memutuskan untuk kembali ke istana Kerajaan Wiyagra Malela. Beliau berpesan kepada Prabu Putra Candrasa, agar merawat Ratu Mekar Senggani dengan baik. Seperti kakak kandungnya sendiri. Karena Ratu Mekar Senggani telah dirubah jalan pikirannya oleh Prabu Jabang Wiyagra. Sehingga dia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan Ratu Mekar Senggani tidak akan lagi menjadi budak hawa nafsu seperti dulu.
Meskipun perubahan yang dialami oleh Ratu Mekar Senggani adalah sebuah pemaksaan, tetapi hal itu jauh lebih baik, daripada harus menunggu waktu yang jauh lebih lama lagi. Apalagi Ratu Mekar Senggani sempat berubah menjadi orang yang tidak waras. Prabu Putra Candrasa dan Ratu Sukma Jaya dengan terpaksa akhirnya mau menerima Ratu Mekar Senggani di kerajaan mereka, untuk mereka jadikan keluarga selamanya. Karena itu adalah perintah langsung dari Sang Maha Raja, Prabu Jabang Wiyagra.
Meskipun Ratu Sukma Jaya merasa sangat cemburu dengan adanya Ratu Mekar Senggani di istana ini, tetapi Ratu Sukma Jaya tidak mampu berbuat apa-apa. Ratu Sukma Jaya hanya bisa pasrah dengan perintah Prabu Jabang Wiyagra. Akhirnya Prabu Putra Candrasa memerintahkan para dayang untuk membersihkan tubuh Ratu Mekar Senggani, yang sudah berbulan-bulan tidak dimandikan. Ratu Mekar Senggani yang sudah dirubah jalan pikirnya, sempat berterima kasih kepada Prabu Putra Candrasa dan Ratu Sukma Jaya. Karena sudah mau menerimanya menjadi anggota keluarga Kerajaan Putra Malela.
Ratu Mekar Senggani merasa dilahirkan kembali ke dunia ini. Karena mulai sekarang, dia tidak akan merasakan kesepian lagi. Sebagai anggota keluarga kerajaan yang baru, Ratu Mekar Senggani juga akan mendapatkan pelayanan yang sama, seperti yang didapatkan oleh Ratu Sukma Jaya. Apalagi Ratu Mekar Senggani diangkat menjadi kakak perempuan dari Prabu Putra Candrasa, oleh Sang Maha Raja, Prabu Jabang Wiyagra. Ratu Sukma Jaya menatap tajam ke arah suaminya. Yang sedari tadi hanya berdiam diri di halaman istana megah itu.
Prabu Putra Candrasa masih bertanya-tanya dalam hatinya, apa tujuan Prabu Jabang Wiyagra mengangkat Ratu Mekar Senggani menjadi anggota keluarga Kerajaan Putra Malela. Bahkan Prabu Jabang Wiyagra mengangkat Ratu Mekar Senggani secara mendadak, tanpa ada pemberitahuan apapun terlebih dahulu. Namun Prabu Putra Candrasa sudah bisa memahami, apa alasan Prabu Jabang Wiyagra melakukan hal itu. Semua itu Prabu Jabang Wiyagra lakukan, agar Ratu Sukma Jaya mau menerima kehadiran Ratu Mekar Senggani di Kerajaan Putra Malela.
__ADS_1
Karena kalau Prabu Jabang Wiyagra mengatakan akan melakukan kunjungan, dan berniat mengangkat Ratu Mekar Senggani menjadi anggota keluarga kerajaan, sudah pasti Ratu Sukma Jaya tidak akan mau menyetujuinya. Dikarenakan Ratu Sukma Jaya adalah seorang pencemburu. Apalagi saat dia mengetahui kalau paras Ratu Mekar Senggani jauh lebih indah daripada parasnya. Ratu Sukma Jaya takut, kalau sampai Prabu Putra Candrasa tergoda dengan kecantikan yang dimiliki Ratu Mekar Senggani.
Meskipun Prabu Putra Candrasa sendiri sudah menjelaskannya berkali-kali kepada istri tercintanya, tapi tetap saja Ratu Sukma Jaya masih belum bisa menerima kehadiran Ratu Mekar Senggani di kehidupan mereka berdua. Ditambah lagi dengan cerita-cerita masa lalu dari Ratu Mekar Senggani, yang terkenal dengan kebiasaan buruknya, yang suka menggoda kaum laki-laki, dan menjerumuskan mereka ke hal yang tidak baik. Namun Prabu Putra Candrasa bukanlah seorang laki-laki yang seperti itu.
Prabu Putra Candrasa adalah orang yang sangat setia kepada istrinya. Bahkan untuk membuktikan kesetiaannya itu, Prabu Putra Candrasa dengan terpaksa pernah meludahi wajah Ratu Mekar Senggani. Agar Ratu Sukma Jaya percaya, kalau Prabu Putra Candrasa tidak memiliki perasaan apapun kepada Ratu Mekar Senggani. Tapi yang namanya cemburu, tetaplah cemburu. Hingga saat ini, Ratu Sukma Jaya belum mampu meredam rasa cemburunya kepada Ratu Mekar Senggani. Yang sekarang sudah menjadi bagian penting dari istana ini.
*
*
__ADS_1
Melihat istana Kerajaan Panca Warna mengalami kebakaran hebat, pasti rakyat akan merangsak masuk ke dalam. Mereka akan menyerang siapa saja yang ada di sana. Dan menjarah setiap barang-barang berharga, yang bisa mereka jual, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Intan Senggani dan semua pasukan Kerajaan Panca Warna pasti akan kalang kabut menghadapi rakyat yang sudah marah, dan menyerang secara membabi buta. Dan kemungkinan besar, para prajurit istana juga akan melakukan hal yang sama. Yaitu menjarah apa saja yang berguna.
Intan Senggani dengan terpaksakan lengser dari kedudukannya sebagai seorang Ratu Kerajaan Panca Warna. Dia tidak akan bisa lagi menduduki singgasana Kerajaan Panca Warna. Karena rakyat Kerajaan Panca Warna masih sangat setia kepada Ratu Mekar Senggani, yang telah memberikan kehidupan layak kepada mereka semua. Tidak seperti Intan Senggani yang hanya memikirkan perutnya sendiri. Rakyat Kerajaan Panca Warna pasti akan berjuang mati-matian untuk melengserkan Intan Senggani dari singgasana kebesarannya, secara paksa.
Dengan demikian, para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela tidak perlu repot-repot untuk menaklukkan Kerajaan Panca Warna. Para prajurit juga tidak perlu lagi menghadapi rakyat yang menghalangi tugas mereka. Sang Ratu Kerajaan Panca Warna akan memerangi rakyatnya sendiri. Jadi para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela hanya perlu membersihkan sisa-sisa pertarungannya saja. Selebihnya, mereka hanya tinggal menonton sekumpulan tikus yang saling menggigit satu sama lain. Hal itu akan menjadi sebuah pemandangan indah, bagi prajurit Kerajaan Wiyagra Malela.
Selama ini tidak pernah terpikirkan dalam benak Prabu Jabang Wiyagra untuk menggunakan cara tersebut. Namun setelah melihat sebuah kesempatan yang sangat bagus, Prabu Jabang Wiyagra tidak mungkin bisa menyia-nyiakannya. Setelah semuanya selesai nanti, Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya akan datang memberikan bantuan kepada rakyat Kerajaan Panca Warna. Dengan Ratu Mekar Senggani yang sekarang sudah berada di bawah kendalinya, Prabu Jabang Wiyagra akan mengembalikan tahta Kerajaan Panca Warna kepada Ratu Mekar Senggani, yang telah berubah.
Kesetiaan rakyat Kerajaan Panca Warna kepada Ratu Mekar Senggani memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Dengan adanya Ratu Mekar Senggani yang sudah berubah menjadi orang baik, maka Kerajaan Panca Warna akan dibimbing oleh Prabu Jabang Wiyagra menuju sebuah era baru. Ditambah lagi dengan Ratu Mekar Senggani yang memiliki kecerdasan luar biasa. Sehingga Kerajaan Panca Warna akan siap menerima perubahan-perubahan baik di era yang baru tersebut. Rakyat Kerajaan Panca Warna sudah bisa dipastikan akan meninggalkan budaya lama mereka. Kalau Ratu Mekar Senggani tetap menjadi seorang pemimpin di Kerajaan Panca Warna.
__ADS_1
Karena di dada satupun ucapan yang bisa dipercaya oleh rakyat Kerajaan Panca Warna, kecuali ucapan yang keluar dari mulut Ratu Mekar Senggani. Tapi sudah pasti itu bukanlah hal yang mudah. Karena Intan Senggani dan para abdi setianya pasti akan mencari cara untuk menghalangi tujuan besar Prabu Jabang Wiyagra. Yang sudah pasti akan berujung kepada pertarungan. Prabu Jabang Wiyagra sendiri sudah siap, kalau beliau sampai harus turun tangan langsung untuk berhadapan dengan Intan Senggani.