DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 228


__ADS_3

"Akhirnya, yang aku tunggu-tunggu sekarang sudah nampak di depan mataku." Ucap Prabu Barajang sembari menatap jauh ke arah perbatasan Kota Karta Mulya.


"Benar Gusti Prabu. Tidak akan lama lagi kita akan benar-benar sampai di perbatasan kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra." Jawab Maha Patih Kana Raga.


"Aku sudah tidak sabar lagi Maha Patih. Aku ingin menggempur habis seluruh wilayah yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Aku ingin menunjukkan kekuatanku kepada Prabu Jabang Wiyagra. Supaya dia paham, siapa yang pantas berkuasa di tanah Jawa ini."


"Tentu saja Gusti prabu akan melakukannya. dan sudah pasti Gusti Prabu Barajang-lah yang pantas menjadi Maha Raja di Tanah Jawa ini."


Maha Patih Kana Raga berusaha meyakinkan Prabu Barajang, agar semakin percaya kepadanya. Padahal Maha Patih Kana Raga hanya ingin membakar dendam dan kebencian dalam diri Prabu Barajang. Agar dia memiliki kesempatan untuk menghabisinya diam-diam.


"Kalau begitu, persiapkan semua pasukan kita mulai dari sekarang. Kita beristirahat dulu sebentar, kita tunggu sampai malam hari tiba. Setelah malam hari, barulah kita melakukan penyerangan."


"Kenapa tidak sekarang saja Gusti Prabu? Musuh sudah ada di depan mata. Kita hanya tinggal mengarahkan pasukan dan melihat mereka di bantai habis-habisan."


"Tidak untuk sekarang ini. Aku ingin para pasukan beristirahat dulu sebentar, sembari mempersiapkan semuanya. Aku ingin lebih berhati-hati saja Maha Patih. Aku tidak mau kalah dua kali."


"Baik Gusti Prabu."


Akhirnya mau tidak mau Maha Patih Kana Raga harus menuruti perintah dari Prabu Barajang. Karena dia tidak mau kalau sampai Prabu Barajang curiga dengan pengkhianatannya. Nyi Dwi Sangkar sudah mewanti-wanti agar Maha Patih Kana Raga tidak ceroboh dalam melakukan segala hal. karena salah sedikit saja maka semua rencana yang sudah dibuat oleh Nyi Dwi Sangkar akan rusak.

__ADS_1


"Pasukan! Kita semua beristirahat di tempat ini. Nanti malam kita semua akan melakukan penyerangan. Kalian bersiap-siaplah. Makanlah sebanyak mungkin. Persiapkan tenaga kalian dengan baik. Jangan sampai ada yang kelelahan." Perintah Maha Patih Kana Raga kepada pasukannya.


Para pasukan pun langsung membuat tenda dan juga beberapa posko penjagaan di area tersebut. Meskipun itu wilayah kekuasaan Ratu Mekar Senggani, tapi tidak ada satu orang pun yang berani melarang Prabu Barajang berada di sana. Karena Kerajaan Bala Bathara dan Kerajaan Panca Warna memiliki hubungan yang sangat dekat. dan semua orang yang ada di Kerajaan Panca Warna juga sudah mengetahui tentang penyerangan itu.


Namun mereka juga meminta kepada Prabu Barajang untuk tidak merusak wilayah kekuasaan Ratu Mekar Senggani. Karena seluruh rakyat dan juga para abdi setia Ratu Mekar Senggani masih sangat berharap kalau ratu mereka akan kembali, suatu hari nanti. Sedangkan Prabu Barajang yang dikenal sangat rakus akan kekuasaan justru sangat berharap kalau Ratu Mekar Senggani terbunuh di tangan Prabu Jabang Wiyagra.


Karena jika Ratu Mekar Senggani mati di tangan Prabu Jabang Wiyagra, Kerajaan Panca Warna akan kehilangan seorang pemimpin yang sangat dicintai itu. Kerajaan Panca Warna akan runtuh. Dan Prabu Barajang akan memanfaatkan keruntuhan itu untuk mengambil alih seluruh wilayah kekuasaan Ratu Mekar Senggani, agar wilayah Kerajaan Bala Bathara semakin meluas.


*


*


*


"Hamba mendengar kabar kalau mereka sudah sampai di dekat perbatasan Kota Karta Mulya, Gusti Prabu." Ucap Patih Daraka kepada Prabu Jabang Wiyagra.


"Bagus. Semuanya sesuai dengan rencanaku. kita hanya tinggal menunggu kedatangan mereka saja. Seberapa besar pun pasukan yang ia miliki, semuanya harus habis di tempat ini." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.


"Apakah tidak sebaiknya kita menguranginya sedikit demi sedikit Gusti Prabu?

__ADS_1


"Kalau kita kurangi sedikit demi sedikit, maka semua rencana yang sudah aku buat akan gagal, Patih. Dan Prabu Barajang bisa memikirkan strategi lain untuk menghancurkan Kerajaan Wiyagra Malela. Dia sudah lebih cerdas sekarang. Karena mendapatkan dukungan dari Nyi Dwi Sangkar."


"Kalau begitu, apa yang harus hamba lakukan Gusti Prabu?"


"Kamu tetaplah pasang badan di posisimu. Pusatkan semua kekuatan di wilayah istana ini dan pastikan semua rakyat sudah mengungsikan diri mereka masing-masing."


"Baik Gusti Prabu!"


Prabu Jabang Wiyagra memiliki rencana untuk menghimpit seluruh kekuatan pasukan yang dimiliki Prabu Barajang. Kalau berhadapan secara langsung, ataupun melakukan penyerangan sekarang, akan banyak pasukan Kerajaan Wiyagra Malela yang mati. Karena sekarang jumlah pasukan yang ada di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, tidaklah sebanding dengan pasukan yang dibawa oleh Prabu Barajang.


Prabu Jabang Wiyagra hanya mengandalkan para Patih, pendekar, dan juga para pendukung lainnya, yang ada di sini. Mangku Cendrasih dan Pangeran Rawaja Pati sudah berada di posisi mereka masing-masing, yang telah ditentukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Bagi Prabu Jabang Wiyagra, kekuatan dua orang ini sudah lebih dari cukup untuk membantunya mengalahkan Prabu Barajang. Sedangkan untuk Prabu Sura Kalana, dia harus tetap berada di istananya.


Prabu Jabang Wiyagra khawatir kalau sampai Prabu Barajang juga melakukan penyerangan ke wilayah Kerajaan Batih Reksa. Karena kalau sampai wilayah Kerajaan Batih Reksa juga ditembus oleh musuh, maka Prabu Jabang Wiyagra-lah yang akan dihimpit oleh musuh-musuhnya. Dan semua rencana yang sudah dia persiapkan akan gagal total karena dia harus membagi pasukannya, untuk melindungi Kerajaan Batih Reksa.


Kalau Prabu Sura Kalana tetap berada di istananya, Prabu Sura Kalana bisa memegang kendali penuh atas semua pasukan yang ada. Kalau sampai mereka kalah dalam penyerangan, maka Prabu Sura Kalana bisa menarik mundur seluruh pasukannya ke wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Tetapi jika Prabu Sura Kalana sekarang berada di istana Kerajaan Wiyagra Malela, maka sudah pasti dia akan kehilangan seluruh pasukannya, dan bahkan kerajaannya.


Karena para pasukan Prabu Barajang sudah diperintahkan untuk menghabisi siapa saja yang berhubungan dengan kerajaan. Jadi tidak ada harapan, kalau akan ada prajurit yang selamat dari penyerangan tersebut. Apalagi sekarang kekuatan pasukan Prabu Barajang didukung oleh persenjataan yang jauh lebih lengkap, dan juga kemampuan bela diri yang jauh lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya.


Akan menjadi sebuah masalah besar bagi Prabu Jabang Wiyagra, kalau sampai Kerajaan Batih Reksa berhasil ditembus oleh pasukan Prabu Barajang. Meskipun jalur rahasia yang menuju ke istana Kerajaan Wiyagra Malela sudah ditutup oleh Prabu Sura Kalana, tapi tetap saja musuh bisa masuk dan melewati kembali jalur tersebut. Penutupan jalur itu masih harus melewati proses yang akan berlangsung sangat lama.

__ADS_1


Dikarenakan Prabu Sura Kalana memutuskan untuk menutup jalur tersebut, dengan cara menanam pepohonan yang jumlahnya sangatlah banyak. Kalau dihitung-hitung, akan memakan waktu dua sampai empat tahun. Sedangkan para pasukan Prabu Barajang diibaratkan sudah ada di depan kedua matanya. Dan pepohonan yang ia tanam tidak akan tumbuh begitu cepat, secara ajaib. Perlu waktu lama untuk menunggu pohon-pohon itu tumbuh menjadi pohon-pohon yang besar.


__ADS_2