DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 270


__ADS_3

Dikarenakan Panglima Galang Tantra sedang menjalankan tugas dari Prabu Jabang Wiyagra. Maka seluruh kekuatan Pasukan Bara Jaya sementara dipegang penuh oleh Prabu Jabang Wiyagra sendiri. Prabu Jabang Wiyagra menugaskan para anggota Pasukan Bara Jaya untuk berjaga di istana Kerajaan Wiyagra Malela, secara bergantian. Prabu Jabang Wiyagra khawatir dengan keadaan Istana. Karena istana akan menjadi sasaran utama bagi musuh yang sudah putus asa.


Orang-orang yang membenci Prabu Jabang Wiyagra, akan menghalalkan segala cara agar bisa mengalahkan Prabu Jabang Wiyagra. Termasuk untuk masuk ke dalam istana. Sekarang sebagian besar abdi Prabu Jabang Wiyagra sudah berada di luar istana untuk menjalankan tugas mereka masing-masing. Prabu Jabang Wiyagra ingin memulihkan kembali keadaan di seluruh wilayah kekuasaannya seperti sedia kala.


Karena setelah beberapa kali mengalami pertempuran dan juga peperangan, banyak sekali wilayah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela yang rusak dan acak-acakan. Beberapa bangunan penting juga menjadi sasaran kemarahan musuh. Apalagi setelah Ratna Malangi dan pasukannya sampai ke wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka merusak berbagai hal yang ada di seluruh wilayah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra.


Hal itu mereka lakukan semata-mata untuk melampiaskan amarah, dan ketidaksukaan mereka kepada Prabu Jabang Wiyagra, yang selalu berusaha untuk menekan pergerakan mereka semua. Orang-orang dari aliran hitam selalu saja berusaha untuk mempengaruhi masyarakat agar saling serang satu sama lain, demi keuntungan pribadi mereka. Dan tindakan yang dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra telah berhasil melumpuhkan sebagian besar pergerakan yang sudah mereka lakukan. Dengan cara memerangi semua kelompok-kelompok kecil yang ada di bawah kekuasaan mereka.


Jadi, selama ini pergerakan yang dilakukan oleh para raja yang memusuhi Prabu Jabang Wiyagra, sebagian besar telah didalangi oleh mereka semua. Yang tidak lain tujuannya adalah untuk menyingkirkan Prabu Jabang Wiyagra, dan Kerajaan Wiyagra Malela, yang sudah membuat masyarakat menjadi lebih pintar, sehingga sulit untuk dipengaruhi oleh paham-paham yang mereka bawa. Dan sekarang orang-orang beraliran hitam ini menjadi kesulitan dalam melakukan sebuah pergerakan. Karena takut dengan kekuatan yang dimiliki Prabu Jabang Wiyagra.


Mereka sudah pernah mengirimkan mata-mata ke Kerajaan Wiyagra Malela, untuk mengawasi pergerakan Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya. Tetapi mereka semua selalu gagal dalam melakukan hal itu, dikarenakan Prabu Jabang Wiyagra selalu teliti kepada setiap orang yang masuk ke Kerajaan Wiyagra Malela, terutama dengan orang-orang yang ingin mengabdi kepadanya. Menjadikan kesulitan orang-orang beraliran hitam ini semakin besar. Ditambah lagi, sekarang banyak sekali orang beraliran hitam yang pindah ke aliran putih.


Mereka lebih memilih untuk mengabdikan diri mereka kepada Prabu Jabang Wiyagra, daripada harus terus-menerus diperbudak oleh orang-orang licik yang ada di atas mereka. Meskipun Prabu Jabang Wiyagra semakin hari sudah semakin tua, tetapi pengaruhnya semakin ke sini akan semakin kuat. Yang membuat sebagian besar orang juga lebih memilih untuk mengabdi kepada Kerajaan Wiyagra Malela. bahkan tidak jarang juga orang-orang asing yang datang ke Tanah Jawa, dan tinggal di Tanah Jawa ini.


Karena semenjak pemerintahan Prabu Jabang Wiyagra berjalan, segala bentuk ekonomi yang ada di Tanah Jawa semakin hari semakin berkembang. Kedekatan Prabu Jabang Wiyagra dengan rakyatnya membuat pemikiran orang-orang yang ada di Tanah Jawa menjadi berkembang. Mereka mau bergotong-royong membangun masa depan yang jauh lebih baik lagi. Meskipun banyak sekali orang yang menjadi prajurit di Kerajaan Wiyagra Malela, tetapi Prabu Jabang Wiyagra selalu mengajari para pasukannya untuk mengedepankan perdamaian.

__ADS_1


Prabu Jabang Wiyagra tidak pernah mendoktrin para pasukannya untuk mencintai peperangan dan pertempuran, sekalipun mereka memang dilatih untuk terjun langsung ke dalam medan peperangan dan pertempuran. Prabu Jabang Wiyagra ingin semua orang yang mengabdikan dirinya di Kerajaan Wiyagra Malela lebih mengutamakan perkembangan ekonomi. Karena dengan berkembangnya ekonomi di Tanah Jawa ini, maka angka kejahatan akan semakin berkurang setiap harinya.


Meskipun memerlukan proses yang panjang, tetapi dengan berjalannya waktu maka keadaan akan menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Prabu Jabang Wiyagra memberikan peringatan tegas kepada siapa saja yang berani berbuat rusuh di wilayah kekuasaannya. Prabu Jabang Wiyagra tidak akan segan untuk menindak tegas mereka semua, dengan sebuah hukuman yang sangat mengerikan dan menyakitkan. Prabu Jabang Wiyagra sudah mulai terbiasa untuk menyakiti siapa saja yang berani berbuat rusuh.


Meskipun sebelumnya Prabu Jabang Wiyagra selalu merasa bersalah ketika sudah memberikan hukuman, tetapi lama-kelamaan Prabu Jabang Wiyagra menjadi terbiasa, dan sudah mulai bisa mengontrol rasa bersalahnya itu. Bahkan, seakan-akan rasa bersalah tersebut sudah hilang dari dalam dirinya. Setelah puluhan tahun mengalami berbagai macam pertempuran dan peperangan, hati Prabu Jabang Wiyagra serasa sudah mati. Sehingga kekejaman mulai muncul dalam dirinya.


*


*


"Silahkan Mbah. Aku suka kalau mendengar ada perkembangan di Kerajaan Wiyagra Malela."


"Baik Gusti Prabu. Hamba mendapatkan banyak sekali laporan minggu ini. Terutama dari para petani dan peternak kerajaan. Mereka bilang banyak sekali tumbuh rumput dan hijau untuk makanan ternak di kerajaan ini. Tanaman juga tumbuh dengan sangat subur Gusti prabu. Para petani meminta nasihat dari Gusti Prabu, untuk apa yang akan mereka lakukan selanjutnya."


"....Para petani dan peternak kita ingin membuat berbagai macam alat yang bisa membantu meringankan pekerjaan mereka di perkebunan dan peternakan. Terutama dengan persediaan kuda untuk para prajurit. Kuda-kuda para prajurit, ada baiknya dari segi ketahanan dan keamanannya dikembangkan kembali Gusti prabu."

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana Mbah Kangkas?"


"Begini Gusti Prabu. Selama ini banyak sekali kuda-kuda prajurit yang hanya mengandalkan fisik mereka dalam pertempuran. Jubah-jubah perang untuk kuda para pasukan di Kerajaan Wiyagra Malela juga masih terbilang sangat sederhana Gusti Prabu. Para peternak dan para pandai besi ingin membuat jubah perang yang jauh lebih baik untuk mereka semua. Sehingga dapat menjamin keamanan bagi para prajurit dan juga kuda perang itu sendiri, Gusti."


"Oh.. Ya. Aku bisa memahaminya Mbah. Lalu bagaimana dengan para petani?"


"Para petani sudah merancang berbagai alat dengan para pandai besi juga Gusti Prabu. Tetapi mereka ingin meminta izin kepada Gusti Prabu terlebih dahulu. Mereka semua ingin Gusti Prabu mengetahuinya. Karena dalam pembuatan alat dan juga jubah perang untuk kuda para prajurit, membutuhkan dana yang cukup besar Gusti Prabu."


"....Meskipun ekonomi kerajaan sudah berkembang dengan sangat pesat, tetapi tidak ada satupun orang yang berani menggunakannya, kalau Gusti Prabu tidak memberikan izin kepada mereka. Begitu juga dengan para pejabat yang lainnya Gusti Prabu. Para pejabat juga ingin melakukan pembangunan secara besar-besaran demi kenyamanan semua orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela."


Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat senang mendengar banyak sekali perkembangan yang terjadi di kerajaannya. Di tengah permasalahan yang begitu pelik, masih ada harapan yang besar untuk membangun kembali kerajaannya. Bukan hanya dari segi ekonomi saja yang berkembang. Tetapi pemikiran dan kinerja setiap orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela cara perlahan juga mulai meningkat. Mereka banyak mengembangkan hal-hal yang awalnya sederhana, menjadi sebuah hal luar biasa.


"Aku mengizinkan semua perkembangan yang akan dilakukan oleh para pejabat, dan juga semua abdi setiaku, yang ada di seluruh wilayah di Kerajaan Wiyagra Malela ini. Asalkan tujuannya baik, mereka tidak perlu lagi minta izin dariku, karena sudah pasti aku akan menyetujuinya."


"Nggih Gusti Prabu. Hamba akan menyampaikannya kepada mereka semua."

__ADS_1


"Ya."


__ADS_2