DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 125


__ADS_3

Setelah pencarian yang begitu panjang, akhirnya didapatkanlah satu kabar dari Patih Kinjiri. Kalau sekarang Ditya Kalana bekerja sama dengan Maha Patih Jogo Rogo. Posisi Maha Patih Jogo Rogo saat ini berada di gua yang terletak di sebuah bukit.


Maha Patih Jogo Rogo merekrut banyak sekali warga desa. Dan mereka direkrut secara paksa. Bahkan Maha Patih Jogo Rogo juga meminumkan air yang sudah diberi mantra, untuk membuat para warga desa takluk kepadanya, juga menuruti semua kemauannya.


Sedangkan Ditya Kalana dan para pengikutnya bertugas untuk menculik setiap orang yang sekiranya pantas untuk mereka jadikan pasukan. Setiap orang yang sudah terpengaruh dengan mantra Maha Patih Jogo Rogo, pasti akan sangat sulit untuk disembuhkan.


Otak mereka juga sudah tercuci dengan semua perkataan dari Maha Patih Jogo Rogo. Namun perilaku Maha Patih Jogo Rogo yang sekarang sudah melenceng dari tujuannya, mulai membuat para pasukan yang telah lama bersamanya menjadi kurang percaya lagi kepada dirinya.


Namun mereka jelas tidak akan berani melakukan perlawanan, karena Maha Patih Jogo Rogo adalah orang yang sangat sakti. Selama ini dia menyembunyikan kesaktiannya dari Prabu Garan Darang, karena dia tidak mau diperlakukan seperti seorang budak rendahan.


Kesaktian Maha Patih Jogo Rogo ternyata melebihi dari apa yang diperkirakan oleh Patih Kinjiri dan pasukannya. Patih Kinjiri sama sekali tidak menyangka kalau Maha Patih Jogo Rogo memiliki ilmu yang jauh lebih tinggi, dan jauh lebih sulit dari pada ilmu yang lainnya.


Patih Kinjiri langsung memberikan kabar terbaru itu kepada salah seorang pasukannya, untuk disampaikan kepada Prabu Jabang Wiyagra. Setelah mendengarkan semuanya, Prabu Jabang Wiyagra mengerti apa yang terjadi di wilayah kekuasaan Patih Kinjiri.


Pasukan yang dikirim Patih Kinjiri untuk menemui Prabu Jabang Wiyagra diberi sebuah bekal, berupa air yang dimasukkan ke dalam sebuah kendi berukuran kecil. Air itu adalah air yang sudah diberi mantra dan juga bunga tujuh rupa, oleh Prabu Jabang Wiyagra.

__ADS_1


Prabu Jabang Wiyagra ingin Patih Kinjiri menuangkan air-air itu ke sumber mata air seluruh warga desa. Nantinya, air itu akan berguna untuk menangkal pengaruh dari mantra yang digunakan oleh Maha Patih Jogo Rogo. Sehingga para warga desa tidak akan terkena dampak apa pun dari mantra milik Maha Patih Jogo Rogo.


Namun yang menjadi masalah adalah, para warga desa pasti akan dibunuh karena mereka akan dianggap tidak berguna. Namun bagi seorang Prabu Jabang Wiyagra, risiko besar ini akan tetap diambil. Lebih baik para warga desa yang diculik, mati ditangan Maha Patih Jogo Rogo, daripada harus mati di tangan Patih Kinjiri dan pasukannya.


Karena para warga desa yang sudah terpengaruh akan menjadi musuh besar bagi Kerajaan Wiyagra Malela. Dan juga bisa membahayakan para warga desa yang belum terpengaruh. Apapun kondisinya, keputusan berarti itu tetap akan menjadi keputusan yang harus dipilih oleh mereka semua.


Dan untuk memperkecil jumlah korban penculikan, Prabu Jabang Wiyagra juga memberintahkan agar pasukan yang berjaga di setiap wilayah ditambah jumlahnya. Semakin banyak pasukan yang berjaga maka para warga desa dan warga kota akan semakin aman.


Prabu Jabang Wiyagra juga memberikan kendi yang sama, yang berisi bunga tujuh rupa, tapi dengan manfaat yang berbeda. Pendiam kedua ini diserahkan kepada seluruh pimpinan pasukan, agar mereka menuangkannya di tengah-tengah wilayah, yang menjadi wilayah tugas mereka. Baik pedesaan maupun perkotaan.


Prabu Jabang Wiyagra tidak mau secara langsung melakukan penyerangan kepada Maha Patih Jogo Rogo. Prabu Jabang Wiyagra ingin membuat Maha Patih Jogo Rogo dan pasukannya kebingungan, dan menjadi kesal. Dengan begitu, Maha Patih Jogo Rogo akan mulai menunjukkan taringnya.


Sehingga Prabu Jabang Wiyagra tidak perlu mengorbankan banyak pasukan untuk menangkap Maha Patih Jogo Rogo. Dan Patih Kinjiri peserta pasukannya bisa menyergap Maha Patih Jogo Rogo di luar tempat persembunyiannya saat ini. Patih Kinjiri juga akan memiliki banyak peluang besar jika berhadapan dengan Maha Patih Jogo Rogo di luar kandang.


Karena lokasi persembunyian Maha Patih Jogo Rogo suka menjadi salah satu masalah utama bagi Patih Kinjiri dan pasukannya. Mereka akan kesulitan untuk masuk ke wilayah tersebut, karena wilayah itu dijaga dengan ketat. Dan banyak juga jebakan yang sudah dipasang oleh pasukan Maha Patih Jogo Rogo.

__ADS_1


Sehingga akan menyulitkan perjalanan pasukan Patih Kinjiri wilayah tersebut. Dikhawatirkan juga akan banyak pasukan yang mati sia-sia, hanya karena ingin menangkap Maha Patih Jogo Rogo. Seperti biasanya, Patih Kinjiri hanya bisa patuh kepada perintah Prabu Jabang Wiyagra.


Patih Kinjiri dan pasukannya juga sudah mempelajari bagaimana kondisi wilayah tersebut. Memang benar, kalau wilayah itu adalah salah satu wilayah yang tersembunyi, dan juga sulit untuk ditembus. Akan sangat berbahaya kalau Patih Kinjiri tetap memaksakan diri.


Bisa-bisa semua pasukan yang ia bawa habis tanpa sisa. Ditambah lagi dengan dirinya yang baru saja sembuh dari sakitnya. Patih Kinjiri belum sepenuhnya pulih, karena dia masih harus melewati beberapa tahap lagi, untuk mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.


Seperti yang sudah dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra, kalau Patih Kinjiri membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan itu pun harus dilalui dengan tahap sedikit demi sedikit. Kalau Patih Kinjiri memaksakan dirinya untuk tetap bertarung, maka dia akan mudah melemah dan akan mudah dikalahkan.


Patih Kinjiri juga belum mengetahui secara pasti seberapa hebat ilmu kesaktian yang dimiliki oleh Maha Patih Jogo Rogo. Karena dia belum pernah melihat secara langsung bagaimana kehebatan Maha Patih Jogo Rogo dalam pertarungan. Jadi, Patih Kinjiri belum benar-benar mengenali siapa musuhnya.


Walaupun Ki Singo Rogo dan para bawahannya sudah menjelaskan secara rinci kesaktian yang Maha Patih Jogo Rogo miliki, tapi tetap saja Patih Kinjiri belum yakin dengan kemampuannya sendiri, jika harus menghadapi Maha Patih Jogo Rogo secara langsung.


Luka akibat dari serangan arah belakang itu membuatnya sedikit trauma, karena seumur hidup dia tidak pernah kalah oleh siapapun, apalagi diserang dari arah belakang. Hampir setiap malam Patih Kinjiri bermimpi buruk mengenai perang besar yang terakhir kali ia alami.


Wajah-wajah semua pasukannya yang mati pada waktu itu, masih terlukis dengan jelas di dalam benaknya. Sulit baginya untuk tidak mengingat mereka. Apalagi mereka semua sudah sangat berjasa besar untuk keberlangsungan hidup orang-orang yang ada di benteng pertahanan ini.

__ADS_1


__ADS_2