
Maha Patih Kana Raga yang masih tidak terima dengan kekalahannya di pertempuran terakhir mulai melakukan sebuah perencanaan khusus untuk kembali menyusun kekuatan Kerajaan Gelap Ngampar, yang sempat mengalami kemunduran selama beberapa waktu terakhir.
Maha Patih Kana Raga boleh menata kembali ekonomi yang ada di Kerajaan Gelap Ngampar. Dan kembali membuka perekrutan untuk para pemuda yang ingin menjadi prajurit. Kebanyakan dari para pemuda yang masuk keprajuritan didasari dari rasa terpaksa, karena kebutuhan ekonomi yang menuntut mereka untuk melakukan itu.
Ditambah lagi dengan Kerajaan Gelap Ngampar yang baru kembali bangkit dari keterpurukannya akibat kekalahan dalam perang besar, sehingga banyak sekali rakyat yang merasakan penderitaan. Sedangkan Maha Patih Kana Raga sama sekali tidak mempedulikan hal tersebut. Yang dia inginkan hanyalah kekuasaan Kerajaan Gelap Ngampar.
Karena sekarang kekuasaan Kerajaan Gelap Ngampar sudah sepenuhnya ia pegang dan ia kendalikan. Maha Patih Kana Raga suka kembali menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang sempat melepaskan diri, dan juga kerajaan-kerajaan besar yang awalnya sudah tidak percaya lagi kepada dirinya.
Karena kalah dalam penaklukan tersebut, para raja-raja besar itu pun akhirnya mau tidak mau berpihak kepada Maha Patih Kana Raga. Awalnya, mereka sebenarnya ingin meminta bantuan kepada Prabu Jabang Wiyagra. Tapi rasa egois yang tinggi, seakan menutup jalan mereka menuju kebebasan yang sesungguhnya.
Di bawah kepemimpinan Maha Patih Kana Raga yang sekarang, tetap hasilnya tidak akan pernah berubah. Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah lebih dulu mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Maha Patih Kana Raga, kepada Kerajaan Wiyagra Malela. Dan Maha Patih Kana Raga tidak pernah bisa membaca pergerakan dari Prabu Jabang Wiyagra.
Padahal sekarang, Prabu Jabang Wiyagra memiliki kekuatan dan juga jumlah pasukan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Pasukan Kerajaan Wiyagra Malela dilatih jauh lebih keras dan lebih tegas, karena ada informasi yang masuk kepada Prabu Jabang Wiyagra, kalau musuh-musuhnya di masa lalu akan kembali dan menggabungkan kekuatan menjadi satu.
Jelas musuh-musuhnya itu akan bergabung dengan Maha Patih Kana Raga, karena mereka bisa memanfaatkan semua pasukan yang ada di Kerajaan Gelap Ngampar. Dengan begitu, semua yang mereka inginkan bisa tercapai dengan sangat mudah. Karena musuh-musuh masa lalu Prabu Jabang Wiyagra, bukanlah orang-orang sembarangan.
Mereka semua adalah orang-orang yang sudah berpengalaman dalam segala hal. Bahkan mereka juga memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi. Maka butuh kekuatan lebih bagi Prabu Jabang Wiyagra untuk menghadapi mereka semua.
__ADS_1
Dan untuk kedua kalinya, Prabu Jabang Wiyagra kembali menemui Eyang Badranaya untuk meminta bantuannya mengerahkan seluruh pasukan lelembut yang ada di Gunung Khayangan.
Semua pasukan yang ada di Gunung Khayangan jelas sudah bersiap, dan sudah mengetahui hal tersebut. Karena setiap hari mereka selalu mengawasi daerah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela dari kejauhan.
Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang telah mereka ucapkan kepada Prabu Jabang Wiyagra. Mereka semua sudah berjanji untuk membantu setiap masalah yang terjadi di Kerajaan Wiyagra Malela.
Terutama jika masalah tersebut sampai mengancam keselamatan Prabu Jabang Wiyagra dan juga seluruh keluarga istana. Jumlah pasukan yang ada di Gunung Khayangan sekarang bertambah lebih banyak dari pada sebelumnya.
Mereka juga jauh lebih kuat dan lebih tangguh karena sudah memakan banyak korban pada saat pertempuran besar dengan Maha Patih Kana Raga. darah musung-musuh mereka itulah yang kemudian mereka hisap dan mereka jadikan sebuah kekuatan.
Selama ini Eyang Badranaya yang mengurus dan menahan mereka agar tidak keluar dari Gunung Khayangan tanpa perintah yang jelas. Karena di waktu-waktu tertentu, mereka akan mengganas dan menyerang apa saja yang ada di depan mereka.
Yang bisa mengendalikan mereka hanyalah Eyang Badranaya dan juga Prabu Jabang Wiyagra. Selebihnya, tidak ada satu pun orang yang mampu menaklukkan satu saja dari para bangsa lelembut tersebut. Karena mereka terlalu kuat.
Dan sifat beringas mereka bisa membahayakan siapa saja. Mereka juga hanya mau mengabdi kepada orang-orang yang memiliki hati bersih dan juga tujuan yang lurus. Jika mereka bertemu dengan orang yang berhati busuk, maka mereka akan langsung menghabisinya.
Dulu para lembut itu dipanggil oleh Prabu Jabang Wiyagra, saat Prabu Jabang Wiyagra masih mengalami depresi berat. Sehingga sebagian besar dari mereka awalnya adalah makhluk-makhluk jahat. Karena banyak hal baik yang mereka lakukan di Gunung Khayangan, akhirnya secara perlahan mereka berubah menjadi lebih baik.
__ADS_1
Apalagi setelah Prabu Jabang Wiyagra sembuh dari sakitnya, mereka semua secara suka rela mengabdikan diri mereka kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan dengan penuh ketekunan dan kesabaran, Prabu Jabang Wiyagra mengajarkan kepada mereka tentang hal-hal baik yang harus mereka terapkan di dunia manusia ini.
Awalnya mereka merasa kesulitan karena mereka tidak biasa dengan apa yang dilakukan oleh manusia. Namun pada akhirnya mereka pun terbiasa dengan semua hal itu. Hanya saja mereka tidak bisa menghilangkan naluri mereka sebagai bangsa lelembut. Karena itu adalah sifat dasar mereka.
Atas restu dari Eyang Badranaya, Prabu Jabang Wiyagra mendapatkan jumlah pasukan yang jauh lebih besar. Dan juga jauh lebih kuat. Para pasukan itu adalah murid langsung dari Eyang Badranaya. Mereka semua adalah bangsa jin, yang selama ini menghuni gua-gua yang ada di Gunung Khayangan.
Prabu Jabang Wiyagra bahkan diwarisi sebuah ilmu yang sama persis seperti yang dimiliki oleh Mangku Cendrasih. Yang di mana ilmu tersebut mampu merubah rumput menjadi kawanan burung, biji-bijian menjadi pasukan berwujud bayangan putih, sekaligus bisa digunakan untuk mengendalikan air, api dan udara.
Karena menurut pandangan batin Eyang Badranaya, Prabu Jabang Wiyagra akan menghadapi musuh yang juga sama-sama memiliki pasukan lembut. Sehingga korban jatuh bukan hanya pasukan Kerajaan Wiyagra Malela saja, tetapi juga pasukan dari bangsa lelembut yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra.
Juga tidak menutup kemungkinan, kalau benteng yang dibangun oleh Patih Kinjiri akan mengalami keruntuhan akibat perang yang jauh lebih besar. Namun Yang Maha Kuasa akan menjatuhkan kemenangan kepada Prabu Jabang Wiyagra dan juga seluruh pasukan yang bertempur bersamanya.
Petunjuk itu Eyang Badranaya dapatkan dari hasil Tapa Brata yang ia lakukan selama beberapa minggu setelah peperangan terakhir. Eyang Badranaya juga memperingati Prabu Jabang Wiyagra untuk tetap rendah hati, dan tidak sombong dengan kekuatan besar yang sudah ia kuasai.
"Ingatlah Nanda Prabu, tidak ada yang abadi di dunia ini. Begitu juga dengan seluruh kekuatanmu. Kekuatan besar, memegang tanggung jawab yang besar. Yang Maha Kuasa memberikannya kepadamu untuk kamu gunakan dengan bijak."
"Nggih Romo. Saya akan selalu memegang teguh nasehat dari Romo."
__ADS_1