DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 319


__ADS_3

Semua orang yang ada di Kerajaan Panca Warna seakan tidak percaya dengan kedatangan Ratu Mekar Senggani. Apalagi Ratu Mekar Senggani datang bersama dengan Prabu Jabang Wiyagra. Yang sebelumnya merupakan musuh besarnya. Ratu Mekar Senggani mendahulukan orang-orang yang bertahan di dalam hutan terlebih dahulu. Dia belum menemui orang-orang yang ada di daerah perkotaan ataupun pedesaan. Karena kebanyakan dari mereka sudah membentuk suatu aliansi kejahatan. Dan banyak melakukan kerusuhan. Yang membuat banyak sekali orang menderita, bahkan ada banyak orang yang harus kehilangan anggota keluarga mereka.


"Semuanya sudah berlangsung sangat lama, Gusti Ratu. Semenjak Gusti Ratu pergi, semuanya berjalan dengan sangat buruk. Ratu Intan Senggani memimpin dengan sangat kejam dan tidak perasaan. Dia bahkan tidak peduli saat kami sedang terkena wabah kelaparan. Dia hanya peduli kepada dirinya sendiri. Banyak para pejabat istana yang korup dan berbuat curang. Karena mereka tidak mendapatkan hak mereka, sebagaimana mestinya." Ucap salah seorang dari mereka.


Mereka adalah mantan para prajurit istana, dan juga para warga desa, yang memilih bertahan di dalam hutan. Mereka melakukan hal itu, karena mereka kesulitan untuk membedakan mana kawan dan mana lawan. Akhirnya mereka harus bertahan di tempat seperti ini. Sering sekali mereka kekurangan makanan, kalau mereka tidak menemukan hewan buruan. Mereka sebenarnya ingin sekali bercocok tanam di tempat ini, tetapi itu adalah hal yang sangat berbahaya untuk mereka lakukan. Karena akan ada kelompok lain yang datang untuk menjarah hasil panen yang mereka miliki. Tanpa menyisakan sedikitpun hasil panennya untuk mereka. Padahal orang-orang inilah yang telah bersusah payah, agar tetap bisa makan.


Namun usaha mereka akan sia-sia, kalau ada kelompok-kelompok bandit yang datang ke tempat mereka. Sehingga mereka harus berpindah-pindah tempat. Dari satu hutan-hutan yang lainnya, agar para kelompok bandit tidak menemukan keberadaan mereka. Dan setidaknya, mereka bisa hidup lebih aman. Meskipun mereka dalam keadaan yang aman sekalipun, mereka tidak akan pernah mendapatkan ketenangan dan kedamaian. Bagaimana bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian? Kalau hampir setiap hari mereka terus berpindah-pindah tempat, karena mereka semua ingin selamat. Dan hal tersebut sudah terjadi selama berbulan-bulan. Padahal sebenarnya, kalau mereka mau, para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela dengan senang hati akan membantu mereka.


Tetapi seluruh rakyat Kerajaan Panca Warna tidak ada yang bisa mempercayai pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Karena yang mereka tahu, pasukan Kerajaan Wiyagra Malela adalah musuh mereka.

__ADS_1


"Kami selalu berpikir kalau para prajurit itu adalah musuh kami. Dan mereka dikirimkan untuk menghabisi kami. Itulah mengapa tidak ada satupun dari kami yang mau menerima itikad baik dari para prajurit Gusti Prabu Jabang Wiyagra." Jelas orang itu.


Ratu Mekar Senggani hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar hal itu. Hanya karena rasa benci dan tidak suka, mereka semua rela menderita. Padahal kalau mereka mau menerima bantuan dari para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, tentunya mereka tidak akan menderita seperti ini. Mereka semua akan berada dalam perlindungan Prabu Jabang Wiyagra sepenuhnya. Mereka tidak perlu khawatir lagi soal kelompok bandit, atau kelompok apapun, yang berusaha menyerang mereka. Mereka semua hanya perlu mengikuti arahan dari para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Tanpa harus memberikan imbalan apapun.


"Kenapa kalian bersikap seperti orang bodoh? Hah?!" Bentak Ratu Mekar Senggani.


Semua orang yang ada di sana hanya bisa diam, tanpa memberikan jawaban. Apa yang sudah mereka lakukan memang salah. Bahkan semakin menambah masalah. Prabu Jabang Wiyagra sangat memaklumi hal tersebut, dikarenakan mereka sekarang dalam situasi perang. Apalagi setelah Prabu Jabang Wiyagra memutuskan untuk mengerahkan seluruh pasukannya. Tentu rakyat Kerajaan Panca Warna berpikir kalau para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela ditugaskan hanya untuk menghabisi mereka semua. Padahal tujuan Prabu Jabang Wiyagra mengerahkan seluruh pasukannya adalah, untuk mengamankan wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, dari pengaruh orang-orang yang sedang berusaha untuk menjatuhkan kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra.


Pada intinya, kedua belah pihak sama-sama salah paham. Prabu Jabang Wiyagra dan Ratu Mekar Senggani berusaha untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut, dengan mengajak orang-orang yang ada di sana, untuk ikut dengan Prabu Jabang Wiyagra dan Ratu Mekar Senggani. Mereka semua akan dipertemukan secara langsung dengan para pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Agar mereka semua bisa saling memahami satu sama lain. Kalau mereka sudah saling mengerti dan memahami maksud mereka masing-masing, tentunya tidak akan ada lagi pergesekan di antara pasukan Prabu Jabang Wiyagra dan juga orang-orang yang ada di Kerajaan Panca Warna. Bahkan mereka bisa dipersatukan menjadi satu kekuatan besar.

__ADS_1


"Sekarang, untuk menghentikan kesalahpahaman ini, kalian ikutlah bersamaku, untuk bertemu dengan para pasukanku. Di sana kalian bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain. Bagaimana?" Tanya Prabu Jabang Wiyagra.


"Kami mengikuti saja perintah dari Gusti Ratu Mekar Senggani." Jawab orang itu yang mewakili teman-temannya.


"Baiklah. Kalian ikut bersamaku, dan juga Gusti Prabu Jabang Wiyagra. Setelah ini aku tidak mau ada lagi pergesekan di antara kalian. Aku ingin perang saudara ini berhenti secepatnya. Kalian paham?"


"Paham Gusti Ratu."


Prabu Jabang Wiyagra dan Ratu Mekar Senggani akhirnya kembali ke markas terdekat pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, yang ada di wilayah Kerajaan Panca Warna. Dengan mengajak semua orang yang tinggal di hutan tersebut. Agar mereka tidak lagi sengsara dan menderita. Mereka bisa saling bertukar pikiran, dan juga bergotong-royong untuk membangun kembali wilayah Kerajaan Panca Warna. Karena semenjak penyerangan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela ke kerajaan ini, banyak sekali tempat-tempat yang rusak. Bahkan tidak jarang juga ditemukan kuburan-kuburan massal, yang dibuat oleh pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, maupun pasukan dari Kerajaan Panca Warna sendiri.

__ADS_1


Dan kebanyakan kuburan massal tersebut berisi para prajurit yang gugur dalam pertempuran. Namun tidak sedikit pula rakyat Kerajaan Panca Warna yang ada di dalamnya. Karena banyak sekali rakyat Kerajaan Panca Warna yang diprovokasi oleh para prajurit, untuk melakukan perlawanan kepada pasukan Prabu Jabang Wiyagra. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi para prajurit yang bertanggung jawab. Para pasukan Kerajaan Panca Warna yang bertanggung jawab, justru akan melindungi rakyat Ratu Mekar Senggani. Bahkan mereka rela mengorbankan nyawa mereka, demi melindungi rakyat yang tidak bersalah, yang menjadi korban perang besar ini. Hal itu menimbulkan perpecahan di antara para prajurit Kerajaan Panca Warna. Yang membuat mereka saling menyerang.


__ADS_2