
Keluar dari ruangan pribadi Prabu Jabang Wiyagra, Maha Patih Lare Damar langsung memerintahkan seluruh pasukan yang ada di istana Kerajaan Wiyagra Malela, baik Pasukan Bara Jaya maupun Pasukan Maha Wira, untuk menangkap semua orang yang ada di dalam daftar tersebut.
"Perintah dari Sang Maha Raja! Tangkap semua orang yang tertulis dalam daftar ini!" Perintah Maha Patih Lare Damar kepada semua pasukan yang ada di sana.
Semua pejabat istana pun panik. Terutama bagi mereka yang memang sudah melakukan pengkhianatan kepada Prabu Jabang Wiyagra. Mereka semua berlari ke kamar mereka masing-masing, untuk mengemasi barang-barang mereka. Sekaligus, mereka cukup memberitahu teman-temannya yang lain, agar secepatnya pergi meninggalkan istana Kerajaan Wiyagra Malela, karena mereka sudah ketahuan. Namun aksi tersebut dengan cepat bisa dihentikan oleh para Pasukan Bara Jaya dan Pasukan Maha Wira. Banyak sekali para pejabat istana, beserta para pengawal pribadi mereka yang ditangkap secara paksa. Dengan cara yang sangat-sangat kasar. Bahkan banyak dari mereka yang dipukuli dan ditendang.
Suasana di dalam istana seketika kacau balau. Semua orang kepanikan karena melihat hal yang mengerikan tersebut. Karena para Pasukan Bara Jaya dan Pasukan Maha Wira tidak hanya memukul dan menendang saja, tetapi mereka juga mulai menyerang dengan pedang yang ada di tangan mereka. Para pejabat yang diketahui melakukan pengkhianatan, tidak ada satupun yang dibiarkan hidup. Dan bagi siapa saja yang membela para pejabat tersebut, juga akan dihabisi pada saat itu juga. Prabu Jabang Wiyagra mendengar dengan jelas teriakan-teriakan dari para pejabat yang telah berkhianat kepadanya. Tetapi beliau sama sekali tidak peduli dengan hal itu. Prabu Jabang Wiyagra justru merasa sangat puas, karena pada akhirnya beliau bisa dengan leluasa menjatuhkan hukuman.
Banyaknya bukti-bukti kuat yang telah ditunjukkan oleh Bajur kepadanya. Prabu Jabang Wiyagra tidak perlu lagi mengadili mereka dengan cara lain. Mereka semua harus segera dibersihkan, karena Prabu Jabang Wiyagra tidak mau lagi membuang-buang waktu untuk mengurusi para pejabat yang licik. Musuh utamanya hanyalah Patri Asih. Dan Prabu Jabang Wiyagra sudah mengetahui semua rahasia yang selama ini telah disembunyikan oleh Patri Asih. Sehingga Prabu Jabang Wiyagra tidak perlu lagi menginterogasi siapapun. Semuanya sudah sangat jelas. Dan tidak ada lagi informasi yang harus digali. Semua yang dibutuhkan oleh Prabu Jabang Wiyagra, sudah beliau dapatkan dari Bajur.
__ADS_1
Istana masih dalam keadaan yang kacau. Banyak para pejabat yang terbunuh dalam kejadian tersebut. Bahkan para pengawal pejabat itu pun harus mati sia-sia, karena membela tuan mereka. Sedangkan untuk mereka yang menyerah dan tidak melakukan perlawanan, akan dipariskan di halaman istana, di hadapan semua orang. Terutama kepada para pejabat istana yang lainnya. Maha Patih Lare Damar memperingatkan semua orang, agar tidak macam-macam dengan Prabu Jabang Wiyagra. Jika nasib mereka tidak mau seperti para pejabat yang berkhianat tersebut. Maha Patih Lare Damar juga memerintahkan kepada semua orang untuk tutup mulut, dan pura-pura tidak tahu atas semua yang terjadi di istana ini.
"Ingat! Mereka semua tidak pernah ada di istana ini! Paham kalian semua?!"
"Paham Gusti Patih!"
Para pejabat yang berkhianat, ditambah dengan para pengawal pribadi mereka, jumlah yang mencapai lima puluh enam orang. Dan sebagian besar dari mereka sudah mati di dalam istana. Sedangkan sebagian kecilnya lagi, harus mati di halaman istana Kerajaan Wiyagra Malela. Dan setelah semua yang terjadi, Maha Patih Lare Damar memerintahkan kepada para pasukannya, dan juga para pelayan, untuk membersihkan istana, dari darah yang berceceran.
"Bersihkan semua ini. Sebelum Sang Maha Raja keluar dari ruangan pribadinya, semuanya sudah harus bersih." Perintah Maha Patih Lare Damar kepada mereka.
__ADS_1
"Baik Gusti Patih."
Maha Patih Lare Damar kemudian menuju tempat pemandian. Dia ingin membersihkan tubuhnya dari darah, yang membasahi hampir seluruh bagian tubuhnya. Semuanya terjadi dengan waktu yang sangat singkat. Dan tidak ada satupun orang yang mampu menghentikan hal tersebut. Bahkan, Mbah Kangkas yang melihat tadi itu hanya bisa diam memperhatikan. Tanpa bisa berbuat apa-apa. Mbah Kangkas tahu, kalau semua itu adalah perintah langsung dari Prabu Jabang Wiyagra. Karena Maha Patih Lare Damar tidak mungkin melakukan tindakan yang kejam, tanpa adanya perintah langsung dari Sang Maha Raja, Prabu Jabang Wiyagra. Apalagi Maha Patih Lare Damar sampai harus melakukan pembunuhan di dalam istana. Sebuah tindakan yang sebenarnya sangat dilarang untuk dilakukan. Namun karena keadaan yang mendesak, Maha Patih Lare Damar terpaksa harus melakukannya.
Lagi pula, tidak akan ada satu orang yang berani menghentikan tindakan yang dilakukan Maha Patih Lare Damar. Mbah Kangkas melihat dengan sangat jelas, bagaimana para pengawal pejabat tersebut di bantai dengan cara yang sangat kejam. Karena mereka berusaha melakukan perlawanan, untuk membela tuan-tuan mereka. Mayat para pejabat dan para pengawalnya dikumpulkan menjadi satu. Lalu dibawa ke suatu tempat, menggunakan gerobak yang ditarik oleh kuda. Entah kemana Pasukan Bara Jaya membawa mayat mereka. Yang pasti, mayat-mayat tersebut ditempatkan di suatu tempat tersembunyi, yang tidak akan pernah bisa diketahui oleh siapapun. Karena keluarga mereka pun tidak boleh mengetahui hal ini. Semua orang yang ada di dalam istana, harus menutup mulut mereka rapat-rapat.
Tidak ada satupun orang yang diizinkan untuk membicarakan hal itu. Bagi siapa saja yang berani melanggarnya, maka nyawa merekalah yang akan menjadi taruhannya. Tujuan Prabu Jabang Wiyagra tidak mau keluarga mereka tahu adalah, agar semua anggota keluarga mereka tidak menanggung malu, atas perbuatan memalukan yang sudah mereka lakukan. Berkhianat kepada seorang raja besar adalah hal yang sangat memalukan. Keluarga mereka bisa dipastikan akan mendapatkan sanksi sosial yang sangat-sangat berat. Terutama dari orang-orang yang mencintai dan mendukung penuh pemerintahan Prabu Jabang Wiyagra. Masyarakat pasti akan menindas anggota keluarga para pejabat yang telah berkhianat tersebut. Yang lebih mengerikannya lagi, mereka semua bisa dihabisi. Tanpa peduli anak-anak ataupun orang dewasa.
Jadi, tujuan Prabu Jabang Wiyagra membungkam mulut semua orang, itu semua demi kebaikan keluarga para pengkhianat tersebut. Prabu Jabang Wiyagra juga akan mengatakan kepada anggota keluarga mereka, kalau para pejabat dan para pengawalnya ini, telah gugur di tangan musuh-musuh Kerajaan Wiyagra Malela. Dan hanya kepala mereka saja yang masih bisa diselamatkan. Dengan begitu, keluarga mereka tidak akan pernah tahu, kalau orang yang selama ini telah menghidupi mereka, ternyata sudah melakukan pengkhianatan. Keluarga mereka juga masih bisa mendapatkan bantuan dari istana Kerajaan Wiyagra Malela. Meskipun tidak terlalu banyak, setidaknya itu dapat membantu kehidupan mereka di masa mendatang.
__ADS_1