
Maha Patih Jogo Rogo mulai mendapatkan perintah dari Prabu Garan Darang. Dia diperintahkan untuk membebaskan desa-desa yang sudah ditaklukkan oleh para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela.
Yang kemudian perintah tersebut diteruskan kepada para Patih yang lainnya. Karena pada dasarnya semua Patih di Kerajaan Mangkon Rogo tidak ada yang mau menerima perintah langsung dari Prabu Garan Darang.
Mereka semua merasa dirugikan akibat istri-istri mereka yang kebanyakan sudah pernah 'bermain' dengan Prabu Garan Darang. Sehingga sekarang mereka melakukan aksi balas dendam, dengan membangkang kepada perintah yang diberikan Prabu Garan Darang.
Apalagi yang bisa dilakukan Prabu Garan Darang, selain meminta bantuan kepada Maha Patih Jogo Rogo untuk membereskan masalah ini. Sekarang, banyak juga pasukan yang mulai melepaskan diri dari jabatan mereka.
Kebanyakan dari mereka sudah merasa tidak sanggup lagi menghadapi para pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela yang memiliki kekuatan di atas rata-rata. Pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela seakan tidak pernah kehabisan taktik untuk melawan balik.
Mereka selalu memiliki rencana jitu untuk mengalahkan para pasukan dari Kerajaan Mangkon Rogo. Banyak pasukan dari Kerajaan Mangkon Rogo yang terluka dan tewas. Meski sudah seperti itu, Prabu Garan Darang masih tetap mendesak para bawahnnya untuk terus berjuang.
Mereka semua diberi uang dalam jumlah besar, agar mereka semua mau berperang melawan pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Para pasukan dari Kerajaan Mangkon Rogo sudah selayaknya prajurit bayaran, yang melakukan tugas demi segepok uang.
Faktanya, akibat perbuatannya itu, tidak ada satu pun pasukan yang mau membela Prabu Garan Darang. Mereka semua ingin sekali lepas dari Prabu Garan Darang yang semakin hari semakin menggila dalam menindas mereka semua.
Tapi apalah daya, mereka hanyalah prajurit kecil yang tidak punya pengaruh apa-apa. Kalau pun mati, mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa upacara pemakaman. Nama mereka bahkan bisa sudah dihapus dari Kerajaan Mangkon Rogo.
Mental para pasukan dari Kerajaan Mangkon Rogo benar-benar sudah kacau balau. Mereka semua sudah tidak bisa lagi bertempur kalau hanya untuk sebuah sumpah kesetiaan keprajuritan. Sekali lagi, mereka bertempur karena segepok uang.
Dengan seluruh harta kekayaan Kerajaan Kerajaan Mangkon Rogo, tentunya Prabu Garan Darang mampu menyewa banyak pasukan untuk bertempur demi kerajaan besarnya. Dan semua itu terpaksa ia lakukan karena dia tidak mau kehilangan tahtanya.
"Aku tidak mau tahu bagaimana caranya. Aku tidak mau kehilangan tahtaku. Kau harus kerahkan semua pasukanmu untuk bertempur. Soal dana, aku akan memberikannya setelah semuanya usai." Ucap Prabu Garan Darang kepada Maha Patih Jogo Rogo.
__ADS_1
Namun Maha Patih Jogo Rogo bukanlah orang bodoh. Dia tahu kalau Prabu Garan Darang akan mengingkari janjinya soal dana yang akan diberikan. Untuk itu, dia beralasan kalau semua pasukannya tidak bertempur, jika dana yang mereka inginkan belum diberikan.
"Dengar! Maha Patih Jogo Rogo! Aku adalah seorang raja! Perintahku adalah hukum! Dan sudah sepantasnya mereka mematuhi perintahku!" Bentak Prabu Garan Darang.
Maha Patih Jogo Rogo sama sekali tidak takut dengan gertakan Prabu Garan Darang. Karena dia juga sama sekali tidak peduli dengan raja yang suka membuat masalah itu.
"Mohon maaf Gusti Prabu, tapi itulah syaratnya. Kalau tidak setuju, Gusti Prabu bisa memulai pertempuran sendirian saja." Jawab Maha Patih Jogo Rogo.
Prabu Garan Darang menjadi sangat kesal mendengar jawaban dari Maha Patih Jogo Rogo. Sebelumnya Maha Patih Jogo Rogo adalah orang yang selalu mendukungnya dalam hal apa pun. Tapi sekarang Maha Patih Jogo Rogo juga bersikap sama seperti bawahan yang lainnya.
"Maha Patih Jogo Rogo, aku tahu ini soal urusan pribadi kita. Ini soal aku dan istrimu bukan? Tenang Maha Patih, aku sudah tidak lagi tertarik dengan istrimu itu. Dan aku masih memiliki banyak perempuan."
".....Jadi, bagaimana jika kita berdamai dan melupakan masalah pribadi kita. Lalu kita pusatkan perhatian kita kepada musuh-musuh kita. Bagaimana?"
Mendengar ucapan itu, Maha Patih Jogo Rogo semakin merasa jijik kepada Prabu Garan Darang. Gara-gara perlakuan spesial Prabu Garan Darang kepada istrinya, Maha Patih Jogo Rogo tidak pernah lagi mendapatkan perhatian dari istri yang sebelumnya sangat mencintainya itu.
Karena perubahan sikap istrinya itu, Maha Patih Jogo Rogo menjadi sangat marah. Dia bersumpah untuk membalas semua perbuatan Prabu Garan Darang suatu hari nanti. Dan hari itu jatuh di hari ini. Sikap Maha Patih Jogo Rogo sangat dingin kepada Prabu Garan Darang.
Begitu juga dengan para Patih yang lainnya. Mereka yang mendukung Maha Patih Jogo Rogo tidak kau menjalankan perintah dari Prabu Garan Darang. Mereka semua juga menjadi korban kebejatan Prabu Garan Darang.
Bahkan sampai ada dari mereka yang istrinya bunuh diri. Karena terus menerus mendapatkan pelecehan dari Prabu Garan Darang. Dan tidak hanya satu orang yang menjadi korban. Melainkan banyak dari mereka yang juga mengalami nasib sama.
"Dananya Gusti Prabu. Kalau tidak. Kami bisa pergi dari sini." Jawab Maha Patih Jogo Rogo.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingat dengan sumpahmu?!" Tanya Prabu Garan Darang dengan nada marah.
Maha Patih Jogo Rogo kemudian membalikkan wajahnya dan menatap kedua mata Prabu Garan Darang dengan sangat tajam.
"Apa kau juga lupa dengan tanggung jawabmu sebagai seorang raja? Hah? Aku yakin ayahmu juga pasti menyesal memiliki anak sepertimu." Jawab Maha Patih Jogo Rogo dengan senyum sinis.
Prabu Garan Darang yang mendengar jawaban itu merasa tidak terima dan langsung turun dari singgasananya.
"Kurang ajar kalian semua!" Ucap Prabu Garan Darang dengan langsung menyerang Maha Patih Jogo Rogo.
Maha Patih Jogo Rogo, dibantu para bawahannya pun langsung menyerang balik Prabu Garan Darang. Prabu Garan Darang diserang secara bersama-sama oleh Maha Patih Jogo Rogo dan para bawahannya. Dia tidak diberi kesempatan untuk melawan.
Dengan semua kemampuan yang ia miliki, Prabu Garan Darang berusaha menghajar mereka semua satu persatu. Prabu Garan Darang memang memiliki kesaktian yang tinggi. Dan sulit untuk dikalahkan, sekali pun dia dikeroyok.
Bahkan saat dia melawan Maha Patih Jogo Rogo, mereka berdua selalu mendapatkan hasil yang sama. Satu pukulan dibalas dengan satu pukulan. Lain dengan para Patih yang justru kerepotan melawan Prabu Garan Darang.
Prabu Garan Darang memang tidak bisa dianggap remeh. Dibalik sifatnya yang urakan, ternyata dia juga memiliki keahlian dalam ilmu kanuragan, yang selama ini tidak pernah disangka-sangka. Maha Patih Jogo Rogo juga tidak menyangka kalau Prabu Garan Darang sehebat itu.
Di dalam ruangan singgasana tersebut, suasana semakin memanas. Maha Patih Jogo Rogo dengan yang lainnya mulai repot menghadapi Prabu Garan Darang yang semakin gencar menyerang mereka. Dia bahkan menggunakan ilmu pukulannya dan membuat salah satu Patih tewas di tempat.
Melihat kalau kesempatan untuk mengalahkan Prabu Garan Darang tidak begitu besar, ditambah dengan salah satu Patih ada yang mati, Maha Patih Jogo Rogo langsung menarik mundur para bawahannya. Mereka semua langsung bergegas kabur dari istana menggunakan kuda mereka masing-masing.
Mereka semua dikejar oleh ratusan prajurit istana yang berusaha menyerang mereka dengan panah. Prabu Garan Darang tidak segan memberikan mereka beberapa kepeng koin emas, agar mereka terus menyerang Maha Patih Jogo Rogo dan para bawahannya yang berusaha kabur.
__ADS_1
Namun Maha Patih Jogo Rogo dan para bawahannya itu kebal terhadap senjata. Dan kuda yang mereka gunakan adalah kuda yang sering mereka gunakan dalam pertempuran. Sehingga mereka sulit dikejar dan para prajurit kehilangan jejak mereka.
Karena setelah berhasil menjauh, Maha Patih Jogo Rogo beserta bawahannya langsung meninggalkan kuda-kuda mereka. Untungnya mereka semua sudah membuat rute pelarian untuk mengantisipasi hal semacam ini. Jadi mereka tidak perlu bingung mereka harus lari kemana.