DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 34


__ADS_3

Semenjak penyerangan itu. Tidak ada lagi bentrokan atau pun orang-orang yang datang untuk mengganggu Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka semua hidup aman dan tentram. Walau pun itu hanya berlaku untuk sementara. Tapi setidaknya, ada hari dimana mereka tidak mendengar ada pertikaian dan pertarungan. Baik di tempat mereka, atau pun di tempat lainnya.


Prabu Suta Rawaja sudah berhasil kembali ke istana, setelah ia bertemu dengan para prajurit yang menyusulnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk membuat perkemahan bersama dengan pasukannya dan para abdinya yang masih tersisa. Perkemahan itu terletak di sebuah tanah lapang yang sangat luas.


Disana juga dibangun tempat untuk mengobati para prajurit yang terluka. Termasuk Maha Patih Raseksa dan beberapa Patih serta Punggawa kerajaan yang belum sadarkan diri. Mereka semua benar-benar terluka sangat parah. Puing-puing yang menimpa mereka, dan juga efek serangan dari musuh, membuat tubuh mereka lamban dalam proses pengobatan.


Beruntung para tabib istana tidak ada yang dibunuh. Sehingga mereka masih bisa merawat orang-orang yang terluka. Di dalam tendanya, Prabu Suta Rawaja hanya bisa merenung dan diam tanpa bisa berkata apa-apa. Sampai saat ini dia belum memberikan perintah apa pun kepada para pasukannya. Dia masih tertekan dengan kejadian semalam.


Banyak juga kerajaan-kerajaan kecil yang tidak datang ke pesta tadi malam, hadir disana dan memberikan bantuan tenaga. Namun mereka belum berani menemui Prabu Suta Rawaja, karena mereka takut mengganggu. Apalagi setelah mereka semua tahu semua peristiwa yang terjadi tadi malam. Mereka ingin membiarkan Prabu Suta Rawaja merenung dalam kesendiriannya.


“Kita mungkin seharusnya sudah mati kalau hadir dalam pesta tadi malam. Sama seperti yang lainnya.” Ucap salah satu dari mereka dalam perbincangan itu.


Mereka semua berkumpul di luar sembari menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa sendiri dari kerajaan mereka masing-masing. Mereka semua berharap kalau Prabu Suta Rawaja mau mempertimbangkan kembali peperangan mereka dengan Kerajaan Wiyagra Malela, dan semua kerajaan yang ada dibawahnya.


“Ya. Aku berharap, Prabu Suta Rawaja bisa memikirkan kembali soal perang dengan Kerajaan Wiyagra Malela. Belum perang saja sudah banyak yang mati. Bagaimana nanti?”

__ADS_1


“Kalian benar. Bisa-bisa semua kerajaan yang ada di Tanah Jawa ini habis hanya karena perang ini. Coba pikir saja, yang mendapat untung jelas Prabu Suta Rawaja. Sedangkan kita? Kita hanya raja kecil yang hanya dipandang sebelah mata.”


“Iya benar sekali. Selama ini semua yang kita lakukan selalu saja dianggap kurang dan tidak pernah dipuji oleh Prabu Suta Rawaja. Kita selalu saja dianggap remeh. Tapi saat semuanya sudah kacau, dia memohon-mohon bantuan dari kita.”


“Kita lihat saja nanti. Kalau semakin kacau, apa boleh buat? Kita ada di tengah bukan? Membela mati. Membelot juga mati.”


“Jangan bilang seperti itu. Kita terlihat seperti sampah kalau kita berfikir seperti itu. Aku memiliki kabar bagus. Dan juga ide yang bagus.”


“Soal apa?”


Mereka berenam saling berbagi keluh kesah satu sama lain. Dan salah satu dari mereka memiliki kabar yang menurutnya bagus untuk ia ceritakan kepada teman-temannya yang sama-sama seorang raja. Dia mendapatkan kabar, kalau sebenarnya Prabu Suta Rawaja sudah dikirimi surat oleh Prabu Jabang Wiyagra.


Namun, Prabu Suta Rawaja menyepelekan surat tersebut. Dan dia juga memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap si pengantar surat, dan membunuhnya. Setelah itu, mayat si pengirim surat itu dikirim ke Kerajaan Wiyagra Malela. Dan jelas itu membuat Prabu Jabang Wiyagra marah besar. Hasilnya, sekarang keadaan menjadi kacau dan rumit.


“Hmmm... Pantas saja. Itu artinya Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan semuany sejak awal. Dia juga pasti sudah mempersiapkan segala hal untuk dua kemungkinan yang akan terjadi.”

__ADS_1


“Ya. Jadi sekarang, keputusan kita bagaimana?”


“Kita ikuti saja Prabu Suta Rawaja terlebih dahulu. Karena dia masih memiliki peluang besar untuk menang. Lagi pula, penyerangan malam tadi adalah serangan kejutan. Dan semua orang kabarnya sedang mabuk. Jelas pihak musuh menang telak.”


“Apa yang kamu katakan benar juga. Tapi kalau Prabu Suta Rawaja tetap merenung dan merenung tanpa melakukan apa-apa, itu akan berimbas besar kepada kita. Bisa-bisa Prabu Jabang Wiyagra juga menyerang kita secara tiba-tiba.”


“Emmm... Begini saja, bagaimana kalau kita coba dulu dengan Prabu Suta Rawaja. Kalau keadaan tidak membaik, kita tahu harus berpihak kepada siapa.”


“Nah! Aku setuju denganmu soal itu. Bagaimana yang lain?”


Mereka semua pun menyetujui keputusan itu. Mereka sama halnya dengan orang lain, tidak pernah suka dengan peperangan, kecuali jika mereka sudah disakiti terlebih dahulu. Tapi mereka masih bisa mentoleransi untuk sebuah negosiasi.


Mereka hanya berharap kalau keadaan akan segera membaik. Dan Prabu Suta Rawaja tidak mengambil keputusan secara sepihak saja. Tapi juga memutuskan sesuatu dengan semua suara tangannya yang ada. Sehingga tidak ada lagi keraguaan diantara para pendukungnya.


Karena para pendukungnya tidak mau kalau hanya dimanfaatkan untuk ambisi pribadinya saja. Mereka juga mau kerajaan mereka berkembang menjadi kerajaan yang besar. Dan hidup dalam kedamaian satu sama lain. Bersatu padu untuk bersaing dengan negara lain yang sudah semakin maju. Bukan saling gigit dengan kawan sendiri.

__ADS_1


Hanya saja para pendukung Prabu Suta Rawaja kebanyakan masih terikat dengan balas budi. Mereka tidak sampai hati kalau harus meninggalkan Prabu Suta Rawaja begitu saja. Karena Prabu Suta Rawaja yang sudah memberikan mereka kehidupan dan juga membuat mereka berkembang menjadi seorang raja seperti sekarang.


Namun kebanyakan dari mereka sebenarnya sudah membenci Prabu Suta Rawaja yang selalu bersikap angkuh dan semaunya sendiri. Dia juga tidak pernah mau mengotori tangannya sendiri. Sehingga sudah banyak sekali masalah yang terjadi di Kerajaan Rawaja Pati. Yang mengakibatkan kematian para pendukung Prabu Suta Rawaja. Dan kematian mereka adalah kematian yang sia-sia.


__ADS_2