
Prabu Gala Ganda masih terus menunggu dan menunggu, sembari mengawasi para pasukannya yang sedang dilatih oleh Maha Patih Rangkat Sena, di tempat pelatihan yang ada di istana. Maha Patih Rangkat Sena mencari orang-orang yang memiliki fisik lebih kuat dari prajurit yang lainnya.
Maha Patih Rangkat Sena berupaya untuk mengembalikan kekuatan pasukan Kerajaan Putra Bathara yang telah melemah. Terutama kepercayaan mereka kepada Prabu Gala Ganda. Para prajurit sempat meragukan kepemimpinan Prabu Gala Ganda, karena kekalahan mereka dalam serangan beberapa hari yang lalu.
Pertumbuhan ekonomi di Kerajaan Putra Bathara juga tersendat, karena kerugian perang yang terjadi. Akibatnya, banyak fasilitas istana yang tidak berjalan. Bahkan beberapa tempat hiburan di beberapa wilayah Kerajaan Putra Bathara juga sepi pengunjung. Tidak seperti biasanya, yang selalu ramai dan tidak pernah sepi.
Para raja dari kerajaan-kerajaan kecil juga kecewa dengan kepemimpinan Prabu Gala Ganda yang tidak pasti, dan tidak jelas bagaimana kedepannya. Banyak raja-raja kecil yang ser perlahan melepaskan diri mereka dari kekuasaan Prabu Gala Ganda. Mereka tidak mau lagi ikut campur dengan masalah Kerajaan Putra Bathara.
Sebagai seorang raja besar yang adikuasa, Prabu Gala Ganda merasa sangat dihina oleh para pendukungnya sendiri. Prabu Gala Ganda ingin melancarkan rencana licik untuk mereka semua. Namun Maha Patih Rangkat Sena tidak menyetujui hal tersebut, dikarenakan bisa membuat situasi semakin memanas dan menjadi semakin rumit.
"Lalu apa rencanamu Maha Patih?"
"Begini Gusti Prabu, sebaiknya Gusti Prabu mengutamakan saja keamanan istana Kerajaan Putra Bathara. Kalau situasi di istana aman, dan bisa terkendali, maka Gusti Prabu bisa membuktikan kepada semua orang, kalau Gusti Prabu tetap layak menjadi seorang pemimpin."
"....Gusti Prabu juga harus mengembangkan kembali ekonomi Kerajaan Putra Bathara yang sempat tersendat. Dengan begitu, akan banyak orang yang percaya lagi kepada Gusti Prabu Gala Ganda. Karena kalau kita menggunakan cara yang kasar, justru mereka akan memberontak."
__ADS_1
Prabu Gala Ganda berfikir, kalau apa yang dikatakan oleh Maha Patih Rangkat Sena memang benar adanya. Salah satu contoh saja, Ratu Mekar Senggani. Walaupun sebenarnya Ratu Mekar Senggani bukanlah orang yang baik, tapi karena dia sangat peduli kepada rakyatnya, dia tetaplah menjadi seorang pemimpin sampai sekarang. Bahkan kisah dicintai oleh rakyatnya sendiri.
Prabu Gala Ganda hanya setuju untuk menjalankan rencana Maha Patih Rangkat Sena. Prabu Gala Ganda kemudian memerintahkan Maha Patih Rangkat Sena untuk membuat sebuah pesta kecil-kecilan untuk para prajurit yang nantinya masuk ke dalam kategori prajurit terbaik. Dengan begitu, para pasukannya akan senang dan merasa berhutang budi kepada Prabu Gala Ganda.
Maha Patih Rangkat Sena menyetujui rencana ini. Dia langsung memberitahukan kepada para Patih kerajaan, untuk mempersiapkan pesta yang akan diadakan beberapa hari ke depan.
"Pesta? Pesta apa Gusti Patih?"
"Gusti Prabu Gala Ganda ingin mengembalikan kepercayaan pasukannya. Jadi jangan mengadakan pesta untuk para prajurit yang masuk ke dalam kelompok pasukan terbaik."
"Baiklah Gusti Patih. Akan kami persiapkan semuanya."
Prajurit itu adalah seorang mata-mata yang merupakan salah satu anggota Pasukan Bara Jaya. Karena dia memiliki sebuah tanda di punggung tangan kanannya. Yaitu lambang kekuatan api. Lambang kekuatan api yang digambarkan dengan segitiga yang menghadap ke atas. Simbol ini menggambarkan api yang naik ke atas dengan kekuatan dan semangatnya.
Siapapun nama sang mata-mata itu, yang jelas dia bukanlah orang sembarangan. Dia salah satu orang yang menjadi lulusan terbaik dari Padepokan Reksa Pati. Dalam misinya tersebut, dia diharuskan mencari informasi sebanyak mungkin tentang Kerajaan Putra Bathara. Terutama dengan Maha Patih Rangkat Sena, karena dia lebih berbahaya daripada Prabu Gala Ganda, rajanya sendiri.
__ADS_1
Maha Patih Rangkat Sena kabarnya lulusan terbaik dari sebuah padepokan. Entah dari padepkan mana, sampai sekarang tidak ada satupun orang yang tahu. Namun dilihat dari semua ilmu yang ia miliki, kelihatannya Maha Patih Rangkat Sena masih satu aliran dengan Mangku Cendrasih. Yang sama-sama memiliki ilmu kanuragan aliran hitam.
Hal itu terbukti saat Maha Patih Rangkat Sena melawan Prabu Putra Candrasa. Prabu Putra Candrasa seperti menemukan kesulitan saat berhadapan dengan Maha Patih Rangkat Sena, karena ilmu yang dimiliki Maha Patih Rangkat Sena sangat tinggi. Bahkan hampir setara dengan Prabu Putra Candrasa. Maha Patih Rangkat Sena juga sama-sama memiliki Ajian Rengkah Gunung.
Prabu Putra Candrasa melihat sendiri bagaimana Maha Patih Rangkat Sena menggunakan ajian tersebut. Maha Patih Rangkat Sena menggunakan ajian itu untuk mengalahkan para pasukan Prabu Putra Candrasa yang menghadangnya. Dan menimbulkan banyak sekali korban jiwa. Memang kekuatan Ajian Rengkah Gunung sangatlah luar biasa.
Tidak semua orang bisa memiliki ajian tersebut. Yang bisa memiliki Ajian Rengkah Gunung jelas orang-orang yang sudah sangat berpengalaman dalam ilmu kanuragan, seperti Prabu Putra Candrasa. Dengan adanya Maha Patih Rangkat Sena yang memiliki Ajian Rengkah Gunung, maka masalah akan semakin bertambah. Apalagi kalau Maha Patih Rangkat Sena sampai mengkudeta Prabu Gala Ganda.
Kalau Maha Patih Rangkat Sena sampai mengambil alih kekuasaan Kerajaan Putra Bathara, maka sudah bisa dipastikan akan terjadi banyak sekali peperangan. Kerajaan Putra Bathara bisa menjadi kerajaan pesaing yang paling kuat, di antara kerajaan-kerajaan yang lainnya. Tujuan Panglima Galang Tantra mengirimkan mata-mata, adalah untuk mengawasi pergerakan Maha Patih Rangkat Sena.
Panglima Galang Tantra juga menempatkan beberapa orang anggota pasukan Pasukan Bara Jaya di Kota Karta Mulya, untuk mencegah segala kemungkinan yang akan terjadi. Semua pasukan yang berjaga di daerah perbatasan sudah mengetahui maksud keberadaan Pasukan Bara Jaya di sana. Karena kalau Pasukan Bara Jaya sudah diturunkan, pasti ada sebuah masalah besar.
Semua anggota Pasukan Bara Jaya memiliki tanda yang sama di punggung tangan kanan mereka. Yang membedakan mereka dari para prajurit lain. Tetapi hal itu belum diketahui oleh pasukan dari kerajaan lain. Lagi pula, lambang kekuatan api tersebut bisa dihilangkan dari pandangan orang-orang. Karena lambang tersebut adalah sebuah rajah, yang diberikan langsung oleh Prabu Jabang Wiyagra.
Ketika dalam tugas penyamaran, maka lambang tersebut akan dihilangkan dari tangan mereka. Dan akan dimunculkan kembali ketika mereka sedang berkumpul dengan sesamanya, ataupun sedang berada di wilayah mereka sendiri. Sehingga pihak musuh akan sangat kesulitan untuk membedakan mana yang mata-mata dan mana yang bukan. Apalagi semua anggota Pasukan Bara Jaya bisa merubah wujud mereka menjadi seekor harimau.
__ADS_1
Dalam wujud darimu mereka, mereka bisa sepuluh kali lipat lebih tangguh. Karena mereka memiliki kuku dan taring yang tajam, yang bisa menghabisi musuh mereka dalam waktu sekejap. Mereka juga mampu berlari sangat kencang. Dan jauh lebih kencang daripada Harimau biasa. Meskipun begitu, mereka tidak boleh menggunakan ilmu mereka sembarangan.
Mereka diperbolehkan menggunakannya hanya saat-saat tertentu saja. Jika mereka menggunakan ilmu yang mereka miliki untuk kejahatan, maka ilmu yang mereka miliki akan dicabut secara paksa, dan mereka akan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah. Dan akan diperlakukan seperti para tahanan rendahan yang lainnya.