DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 102


__ADS_3

Setelah sampai di benteng pertahanan Patih Kinjiri, Prabu Jabang Wiyagra disambut oleh ribuan pasukannya yang sedang berjaga di benteng tersebut. Mereka semua merasa sangat senang atas kedatangan Prabu Jabang Wiyagra. Apalagi bagi mereka, pasukan yang sudah lama tinggal di benteng ini.


Melihat keadaan semua orang yang ada di benteng itu, Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat prihatin karena semuanya terlihat sangat kacau. Benteng tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah, dan bahkan beberapa bagiannya hampir saja runtuh.


Banyak rumah warga desa yang juga mengalami kerusakan akibat dari peperangan beberapa hari yang lalu. Melihat hal itu, Prabu Jabang Wiyagra langsung memerintahkan beberapa pasukan berkuda untuk kembali ke istana Kerajaan Wiyagra Malela.


Prabu Jabang Wiyagra ingin mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk menggantikan para prajurit yang sudah lama menjaga benteng ini. Namun para pasukan Patih Kinjiri menolak dengan halus. Mereka semua sudah sepakat untuk tidak meninggalkan tempat ini sampai semuanya benar-benar selesai.


Prabu Jabang Wiyagra sangat terharu melihat kesetiaan mereka kepada tanggung jawab yang sedang mereka panggul. Prabu Jabang Wiyagra pun tidak bisa menolak permintaan mereka. Karena itu adalah sebuah hal yang luar biasa, dan juga berasal dari dalam hati mereka sendiri.


Prabu Jabang Wiyagra akhirnya Pergi untuk menjenguk Patih Kinjiri yang saat itu masih dalam keadaan lemah. Beruntungnya, Patih Kinjiri sudah sadarkan diri dan menurut para tabib, tidak lama lagi Patih Kinjiri sudah bisa sembuh dari luka-luka yang ada di tubuhnya.


"Terima kasih atas kedatangan Gusti Prabu ke tempat ini. Hamba sangat senang dan sangat berterima kasih sekali. Hamba sangat senang ketika mendengar kabar kalau Kerajaan Wiyagra Malela dalam keadaan baik-baik saja." Ucap Patih Kinjiri yang masih terduduk lemas di ranjangnya.


"Sudahlah Patih pikirkan saja dirimu sendiri untuk saat ini. Aku akan menugaskan yang lainnya untuk sementara waktu mengambil alih posisimu. Sampai keadaanmu benar-benar membaik dan pulih seperti sedia kala." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Gusti Prabu. Karena ini adalah tugas hamba. Sangat tidak baik Kalau tugas hamba yang belum selesai ini digantikan oleh orang lain. Mohon maaf Gusti Prabu."


Prabu Jabang Wiyagra benar-benar merasa sangat bangga dengan kesetiaan Patih Kinjiri. Bahkan kesetiaan itu sudah ditiru oleh pasukannya. Sehingga semua pasukan yang ada di tempat ini tahu apa artinya sebuah tanggung jawab. Hal ini tidak jauh berbeda dengan masa dimana Prabu Jabang Wiyagra saat belum membangun Kerajaan Wiyagra Malela.


Dia merasakan banyak sekali luka, penderitaan, kegagalan dan juga masih banyak hal lainnya yang terasa sangat menyakitkan untuknya hingga sampai saat ini. Prabu Jabang Wiyagra juga sama-sama mengucapkan terima kasih kepada Patih Kinjiri, yang sudah berjuang dengan sangat gigih dan tidak mudah menyerah.


"Kerajaan Wiyagra Malela akan selalu mengingat jasa-jasamu. Begitu juga dengan aku." Ucap Prabu Jabang Wiyagra sembari memeluk Patih Kinjiri.


Tubuh Patih Kinjiri terlihat jauh lebih kurus daripada sebelumnya. Karena dia sudah mengalami banyak hal di tempat ini. Wajahnya putih pucat dan terlihat sangat lesu. Prabu Sura Kalana langsung memerintahkan para tabib terbaiknya untuk memeriksa keadaan Patih Kinjiri.


"Tapi dia bisa sembuh totalkan?" TanyaPrabu Jabang Wiyagra kepada para tabib yang memeriksa Patih Kinjiri.


"Tentu saja itu adalah hal yang sangat mudah, Gusti Prabu. Selama Patih Kinjiri mau meminum resep yang kami berikan, dan tetap memakan makanannya, maka Patih Kinjiri akan cepat memulihkan kondisi tubuhnya." Jawab Sang Tabib.


Prabu Jabang Wiyagra merasa senang dengan hal itu, karena Prabu Sura Kalana juga sudah mempersiapkan para tabibnya dengan sangat baik. Bahkan para tabib itu membawa ramuan-ramuan terbaik yang mereka racik. Akhirnya Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan para tabib terbaik itu untuk tetap berada di sini sampai Patih Kinjiri benar-benar sembuh dari sakitnya.

__ADS_1


Sedangkan para tabib yang sebelumnya, dipindah tugaskan untuk mengurus para prajurit dan juga warga desa yang terluka. Prabu Jabang Wiyagra juga menugaskan Mangku Cendrasih, agar sesekali menjenguk keadaan Ki Singo Rogo. Untuk memastikan keadaannya juga baik-baik saja.


Ki Singo Rogo bertapa di sebuah gua yang tidak jauh dari benteng ini. Dia sedang berusaha memulihkan semua ilmu kanuragannya, dan juga kondisi tubuhnya yang sempat melemah selama beberapa waktu lalu. Luka yang dialami Ki Singo Rogo itu akibat Ajian Rengkah Gunung yang ia keluarkan. Sehingga lukanya tidak terlalu parah seperti Patih Kinjiri.


Prabu Jabang Wiyagra tahu betul siapa Ki Singo Rogo. Jadi dia tidak akan mengalami sakit seperti yang dialami Patih Kinjiri. Diketahui kalau Ki Singo Rogo juga menganut Ajian Pancasona. Kalaupun dia sampai mati, dia tetap akan hidup kembali dalam waktu yang singkat.


Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat senang karena akhirnya Patih Kinjiri dan Ki Singo Rogo bisa dipersatukan dalam sebuah tugas yang sama. Setelah sebelumnya mereka berdua bersitegang karena kesalahan yang dilakukan oleh Patih Kinjiri di masa lalu. Namun sepertinya Ki Singo Rogo sudah bisa memaafkan semua kesalahan Patih Kinjiri kepada dirinya.


Walaupun kejadian pembunuhan salah satu muridnya itu masih Membekas sampai sekarang, tapi setidaknya Patih Kinjiri dan Ki Singo Rogo masih bisa bekerja sama. Bahkan selama berada di benteng Ini Ki Singo Rogo tidak pernah membahas masa lalu yang kelam itu. Ki Singo Rogo sangat Paham bagaimana caranya bersikap. meskipun pada dasarnya dia adalah orang yang berangasan.


Terkadang Patih Kinjiri merasa tidak enak hati kepada Ki Singo Rogo, karena kesalahannya di masa lalu, yang telah membunuh murid kesayangannya. namun Ki Singo Rogo selalu bersikap baik kepada Patih Kinjiri. Bukan hanya sekedar sebagai seorang atasan saja, tapi juga seorang teman. Mungkin karena Ki Singo Rogo juga sudah berdamai dengan dirinya sendiri.


Karena mau seperti apa pun dia kecewa kepada Patih Kinjiri, hal itu tetap tidak akan mengembalikan murid kesayangannya. Justru dendam itu hanya akan menjerumuskannya kepada hal yang buruk di masa depan. Begitu pula dengan Patih Kinjiri yang ingin menebus kesalahannya dengan selalu berusaha berbuat baik kepada Ki Singo Rogo.


Patih Kinjiri juga sudah menganggap semua orang yang ada di tempat ini adalah keluarganya sendiri. Dengan begitu, rasa sakitnya di masa lalu bisa secara perlahan mulai terobati. Karena puncak kesembuhan dari sebuah penyakit adalah sebuah pemikiran.

__ADS_1


Ketika pemikiran kita sebagai manusia bisa diluruskan, maka semuanya akan baik-baik saja. Begitu juga sebaliknya. Ketika pemikiran kita tidak bersih, maka semua hal-hal baik pun akan sulit untuk hadir di kehidupan kita.


__ADS_2