DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 225


__ADS_3

"Bagaimana keadaan pasukan kalian Panglima? Maha Patih?" Tanya Maha Patih Lare Damar.


"Semua pasukan dalam keadaan baik-baik saja, Gusti Patih. Tidak lama lagi kita bisa menaklukkan daerah-daerah yang lain. Yang tentunya kita membutuhkan banyak sekali sumber daya." Jawab Panglima Galang Tantra.


Pagi itu Maha Patih Lare Damar dan yang lainnya sedang berkumpul di markas yang dibuat oleh Maha Patih Kumbandha dan Panglima Galang Tantra. Di sana juga sudah ada Bamantara, Utari Gita, Pramusita, Arsanti, dan juga Mbah Kangkas. Sedangkan Arya Panunggul dan Puger Satriya masih tetap berada di Padepokan Mbah Kangkas, karena mereka berdua harus mempersiapkan pasukan untuk penyerangan selanjutnya.


Penyerangan selanjutnya akan dilakukan dengan cara mengapit seluruh bala bantuan untuk Prabu Barajang. Dengan begitu akan banyak pasukan Prabu Barajang yang kalah dalam pertempuran, karena mereka tidak mendapatkan bantuan pasukan dari kerajaan yang lainnya. Maha Patih Lare Damar ingin Panglima Galang Tantra dan Maha Patih Kumbandha menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang ada di bawah pemerintahan Prabu Barajang terlebih dahulu, sebelum menaklukkan wilayah yang lainnya.


Pasukan Kerajaan Bala Bathara sekarang sudah bertambah banyak. Kalau mereka tidak dipecah sedikit demi sedikit, maka kekuatan Prabu Barajang tidak akan berkurang. Karena kekuatan pasukan Kerajaan Bala yang sekarang sudah hampir setara dengan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Hal itu akan menjadi masalah besar bagi Prabu Jabang Wiyagra sendiri. Kalau sampai kekuatan Prabu Barajang terus-menerus membengkak, maka akan semakin banyak musuh yang harus dihadapi oleh para pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela.


"Menurutku, Prabu Barajang akan melakukan serangan sedikit demi sedikit. Karena jumlah pasukannya banyak, dia memiliki banyak kesempatan untuk melakukan uji coba kepada para pasukan kita. Setelah dia tahu seberapa besar kekuatan pasukan di tempat ini, baru dia akan melakukan penyerangan yang sesungguhnya." Jelas Maha Patih Lare Damar.


"Benar Gusti Patih, hamba pun memikirkan hal yang sama. Sekarang, Puger Satriya dan Arya Panunggul juga sudah siap dengan pasukan mereka di padepokan hamba. Kalau sampai terjadi penyerangan secara mendadak, kita masih bisa melakukan perlawanan." Ucap Mbah Kangkas.


"Kalau begitu, sebaiknya kita segera mempersiapkan semua pasukan yang ada di tempat ini. Jangan sampai kita kecolongan oleh para pasukan yang dikirim oleh Prabu Barajang. Pertahanan kita harus benar-benar kuat dan kokoh. Jangan sampai lengah sedikitpun. Lengah sedikit saja, bisa-bisa pasukan kita habis tanpa sisa."

__ADS_1


"Baik Gusti Patih. Kami semua akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga tempat ini sampai pasukan bantuan dari Kerajaan Wiyagra Malela datang." Jawab Panglima Galang Tantra.


"Ya. Harus. Kalian harus melakukannya. aku sendiri akan kembali ke Kerajaan Wiyagra Malela, untuk memberitahukan semua yang terjadi di tempat ini. Sekaligus untuk meminta bantuan persenjataan. Tapi aku juga harus menemui Pangeran Rawaja Pati terlebih dahulu sebelum kembali ke Kerajaan Wiyagra Malela."


"Baik Gusti Patih. Hati-hati di jalan."


*


*


*


"Pasukanku yang gagah dan pemberani!" Ucap Prabu Barajang di hadapan ribuan pasukannya yang sekarang berkumpul di luar benteng istana.


"Hari ini! Aku perintahkan kalian semua untuk berjuang merebut kembali tanah kita yang dirampas oleh Jabang Wiyagra! Raja yang gila kuasa itu harus di bumihanguskan dari Tanah Jawa ini!"

__ADS_1


Prabu Barajang terus berusaha untuk menghasut para pasukannya agar membenci Prabu Jabang Wiyagra dan semua orang-orang yang mendukungnya. Prabu Barajang ingin pasukannya satu pemikiran dengan dirinya. Karena kekalahan sebelumnya, banyak orang yang tidak percaya lagi dengan dirinya. Dan sekarang, Prabu Barajang ingin mengembalikan keadaan seperti sedia kala.


"Jika kalian berhasil menaklukkan para pasukan yang dikirimkan Prabu Jabang Wiyagra, aku akan memberikan kenaikan pangkat. Dan aku berjanji! Aku! Prabu Barajang! Akan memakmurkan kalian semua!"


Para petinggi pun bersorak, yang kemudian diikuti oleh para pasukan. Para petinggi istana yang mendukung Prabu Barajang, juga sedang berusaha untuk untuk mengembalikan kepercayaan semua orang kepada Prabu Barajang. Sudah pasti, para petinggi ini memiliki kepentingan mereka sendiri. Tapi Prabu Barajang sendiri tidak mempedulikan hal itu. Selama mereka ada di bawah kepemimpinannya, maka bisa dipastikan semuanya akan aman-aman saja.


Ditambah dengan ekonomi di Kerajaan Bala Bathara sekarang sudah semakin meningkat, berkat nasehat dari Nyi Dwi Sangkar dan Maha Patih Kana Raga. Bahkan sekarang pasukan Kerajaan Bala Bathara sudah bertambah kuat dan bertambah banyak. Karena itulah Prabu Barajang berani melakukan perlawanan kepada para pasukan Prabu Jabang Wiyagra. Walaupun sebelumnya dia sempat ragu dengan pasukannya sendiri.


Di dalam hatinya yang paling dalam, Prabu Barajang masih trauma ketika mendengar nama Prabu Jabang Wiyagra. Kekalahan pasukannya dalam jumlah besar itu, membuatnya ragu dengan dirinya sendiri dan juga orang-orang yang mendukungnya sekarang. Tetapi semua itu berhasil ia lewati berkat semangat yang terus diberikan oleh Nyi Dwi Sangkar. Karena Nyi Dwi Sangkar memang masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Prabu Barajang.


Karena keluarganya sendiri sedang dalam kesusahan, yaitu Prabu Barajang, Nyi Dwi Sangkar yang sebelumnya ingin mengasingkan diri bersama dengan Maha Patih Kana Raga, saat ini lebih memilih untuk membantu Prabu Barajang mengembalikan kekuasaannya yang sebelumnya berada di ambang keruntuhan. Kalau saja tidak ada Nyi Dwi Sangkar, Mbah Gagang, dan Maha Patih Kana Raga, mungkin Kerajaan Bala Bathara sudah hancur lebur.


Kemungkinan besarnya yang sekarang berperang dengan Prabu Jabang Wiyagra adalah Prabu Gala Ganda. Bukan Prabu Barajang. Karena jika Prabu Barajang sampai kehilangan kekuasaannya, maka Prabu Gala Ganda-lah yang akan mengambil alih seluruh wilayah kekuasaan yang ada di Kerajaan Bala Bathara. Dan Prabu Gala Ganda-lah yang menjadi raja besarnya. Kerajaan Bala Bathara akan ia hapus, dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Putra Bathara.


Tetapi impian-impian Prabu Gala Ganda harus pupus, dikarenakan Nyi Dwi Sangkar datang dengan membawa sebuah perubahan besar bagi Kerajaan Bala Bathara. Dan tanpa Prabu Barajang sadari, saat ini dia hanyalah dijadikan pemimpin boneka oleh Nyi Dwi Sangkar. Sebenarnya, Nyi Dwi Sangkar sendirilah yang ingin menguasai Kerajaan Bala Bathara dan seluruh isinya. Kalau sampai Nyi Dwi Sangkar benar-benar menjadi seorang ratu, maka akan banyak sekali pertikaian yang terjadi.

__ADS_1


Dia memiliki impian yang sama seperti Prabu Jabang Wiyagra, yaitu menyatukan Tanah Jawa di bawah satu kepemimpinan. Tetapi apa yang dilakukan oleh Nyi Dwi Sangkar jelas sudah salah. Niat yang sebenarnya hanyalah ingin menyaingi kekuasaan yang Prabu Jabang Wiyagra miliki, sebagai balas dendam atas penolakan cintanya kepada Prabu Jabang Wiyagra, dahulu kala.


__ADS_2