
Pertarungan masih terus-menerus berlanjut antara Maha Patih Kumbandha dan juga Panglima Galang Tantra. Pihak pasukan Prabu Barajang tidak mau kalah. Mereka terus berusaha melakukan perlawanan dengan sisa-sisa tenaga dan pasukan yang mereka miliki. Walaupun pada dasarnya mereka itu lemah dan sangat payah tetapi mereka tetap ingin berusaha untuk mempertahankan wilayah pelabuhan ini.
Bahkan beberapa orang prajurit yang berhasil lolos, mulai melaporkan kejadian tersebut ke semua prajurit yang ada di daerah-daerah kekuasaan Prabu Barajang yang lain. Jelas saja para prajurit yang lain pun langsung mengumpulkan pasukan mereka masing-masing untuk menuju ke wilayah pelabuhan tersebut. Dengan membawa berbagai senjata yang mereka miliki.
Sampai sekarang ini, Prabu Barajang masih belum mengetahui tentang penyerangan tersebut, dikarenakan letak istana Kerajaan Bala Bathara dan pelabuhan terbilang cukup jauh. Ditambah dengan para pasukan yang tersebar ke beberapa tempat, sehingga cukup merepotkan para pasukan yang lain untuk memberikan laporan.
Pelabuhan tersebut benar-benar sudah rusak parah dan juga mengalami kerugian yang sangat besar, dikarenakan banyak sekali tempat-tempat penting yang sudah dibakar oleh para pasukan utusan Prabu Jabang Wiyagra. Pasukan Bara Jaya yang dipimpin oleh Panglima Galang Tantra berhasil membunuh ratusan prajurit Prabu Barajang yang datang ke sana.
Sedikit demi sedikit Panglima Galang Tantra dan Maha Patih Kumbandha mulai menguasai seluruh lapisan pelabuhan. Baik para Patih maupun para prajurit yang datang ke tempat itu tidak bisa berbuat apa-apa, selain pasrah dengan kematian yang sudah menanti di depan mereka. Karena mereka sudah kalah jumlah dan kalah kuat dari pasukan dua orang besar itu.
Ratusan mayat bergelimpangan di pelabuhan, membuat suasana di sana semakin mengerikan. Setelah berhasil menguasai pelabuhan itu, Panglima Galang Tantra dan Maha Patih Kumbandha langsung menyerang ke berbagai daerah yang ada di sekitaran pelabuhan. Mereka semua memasuki rumah-rumah warga yang menjadi tempat persembunyian para prajurit dan para Patih yang selamat.
Mereka berdua benar-benar tidak memberikan kesempatan kepada para pasukan Prabu Barajang untuk hidup. Bagi para warga yang mencoba untuk melindungi para prajurit ini, dengan terpaksa akan dibakar rumahnya sampai hangus, beserta dengan seluruh isinya. Tanpa mempedulikan lagi siapa saja yang ada di dalam rumah itu. Karena semua orang yang ada di tempat ini adalah musuh mereka.
"Apa kita akan terus melanjutkan penyerangan ini Panglima?" Tanya Maha Patih Kumbandha.
__ADS_1
"Pasukan kita pasti akan kelelahan jika kita terus-menerus melakukan penyerangan. Kita kuasai dulu setidaknya ada dua desa, barulah setelah itu kita merencanakan kembali penyerangan ke wilayah yang lainnya." Jawab Panglima Galang Tantra.
"Baiklah Panglima. Aku ikuti rencanamu saja."
"Ya sudah. Ayo kita lanjut lagi."
"Ayo."
Mereka berdua berjalan kembali menuju para pasukan yang sudah semakin liar melakukan penyerangan. Panglima Galang Tantra dan Maha Patih Kumbandha memerintahkan para pasukan mereka masing-masing untuk mengusir semua orang dari sana. Semua warga maupun para prajurit yang sudah kalah dipaksa pergi dari daerah mereka sendiri, karena semua tempat yang sudah diserang hanya boleh diduduki oleh para pasukan Maha Patih Kumbandha dan Panglima Galang Tantra saja.
Kalau rakyat sudah ketakutan dan panik, mereka akan menjadi liar dan brutal. Mereka akan melakukan apa saja demi bisa mendapatkan tempat untuk mereka tinggali. Mereka bisa mendatangi seluruh tempat yang ada dan mulai melakukan pemberontakan kepada pemerintah mereka sendiri. Mereka akan menuntut dan terus menuntut keamanan kepada raja mereka, dan pada saat itulah, Panglima Galang Tantra dan Maha Patih Kumbandha akan menolong mereka.
Panglima Galang Tantra dan Maha Patih Kumbandha akan melakukan perjanjian damai dengan mereka, serta memberikan rasa aman, kalau mereka mau berpihak kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan menyerahkan wilayah mereka sepenuhnya, di bawah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra. Karena kekuatan yang paling kuat untuk menjatuhkan orang seperti Prabu Barajang adalah dengan menghasut semua rakyatnya.
Tujuan menghasut ini bukanlah untuk tujuan jahat, tapi sebagai upaya untuk menyelamatkan rakyat Kerajaan Bala Bathara. Membuat mereka menderita untuk sementara, kemudian memberikan mereka kehidupan yang layak mereka dapatkan. Dalam masa penderitaan yang akan berlangsung panjang, Prabu Jabang Wiyagra bisa merubah cara berfikir mereka yang terlalu terbelakang. Prabu Jabang Wiyagra ingin membangunkan pikiran mereka.
__ADS_1
Pikiran-pikiran murni seorang manusia, yang pantas untuk dimanusiakan. Apa yang mereka dapatkan selama ini dari Prabu Barajang? Selain omong kosong dan janji-janji manisnya yang tidak ada satupun bisa ia capai. Itu sebenarnya sebuah penderitaan yang menyakitkan. Tapi bagi rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa, mereka jelas menganggap kalau tindakan yang dilakukan oleh Prabu Barajang itu sebuah perubahan.
Padahal, Prabu Barajang hanya ingin memanfaatkan rakyatnya dengan cara yang berbeda dari sebelumnya, namun tetap kepada tujuan yang sama. Yaitu menguasai seluruh Tanah Jawa di bawah kekejamannya. Dan sekarang, kekejaman itu sudah mendarah daging di dalam diri semua orang. Rakyat yang tidak bersalah menjadi korban penindasan sebuah pemikiran, atau bisa disebuh dengan pencucian otak. Yang jauh lebih berbahaya daripada penindasan dan pemerasan secara fisik.
*
*
*
Prabu Jabang Wiyagra memberikan apresiasi berupa kenaikan pangkat bagi para prajurit yang ikut dalam pertempuran itu. Terutama dengan para prajurit yang terluka, mereka yang terluka akan mendapatkan kenaikan gaji dan juga uang santunan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Walaupun harus ada rakyat yang menjadi korban dalam penyerangan itu, tetapi Prabu Jabang Wiyagra tetap memberikan perintah untuk melanjutkan penyerangan ke daerah-daerah lain.
Jik Maha Patih Kumbandha dan Panglima Galang Tantra tidak melanjutkan penyerangan, maka Prabu Barajang akan memiliki persiapan lebih untuk melakukan perlawanan. Sedangkan jumlah para pasukan pendukungnya masih sangat banyak. Prabu Barajang sudah pasti akan meminta bantuan para pendukungnya untuk melakukan perlawanan kepada Maha Patih Kumbandha dan Panglima Galang Tantra. Dan jumlah pasukannya yang datang akan jauh lebih besar.
Para pasukan kali ini pasti akan dilengkapi dengan berbagai macam senjata yang lebih lengkap, daripada para pasukan yang diserang di pelabuhan. Karena setelah mendapatkan kabar penyerangan di pelabuhan itu, Prabu Barajang langsung memerintahkan para Patihnya untuk mengumpulkan seluruh pasukan yang ada dan membuat pertahanan di sekitaran wilayah istana. Prabu Barajang sudah tidak lagi mementingkan wilayah yang lain.
__ADS_1
Dia tahu seberapa besar kekuatan yang musuhnya miliki, sehingga dia terpaksa melakukan hal itu. Apalagi setelah dia tahu kalau ada Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya dalam penyerangan tersebut. Kekuatan Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya sudah terkenal di seluruh Jawa. Bahhkan hingga ke luar Tanah Jawa. Karena mereka memiliki kemampuan yang luar biasa.