DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 317


__ADS_3

Walaupun dengan sangat terpaksa, Prabu Jabang Wiyagra pada akhirnya harus tetap menggunakan Keris Ngerah Pati. Karena hanya dengan keris tersebutlah, Prabu Jabang Wiyagra bisa meluluhkan perasaan dan pemikiran Ratu Mekar Senggani, meski hanya untuk sesaat. Selebihnya, Prabu Jabang Wiyagra akan berusaha untuk mengingatkan kembali Ratu Mekar Senggani. Prabu Jabang Wiyagra akan menggunakan kekuatan yang ada di dalam Keris Ngerah Pati, untuk membuat Ratu Mekar Senggani bisa menerima semua kejadian menyakitkan yang ada di dalam hidupnya.


Dengan begitu, Prabu Jabang Wiyagra akan lebih mudah untuk merubah jalan pemikiran Ratu Mekar Senggani, yang sudah tidak mau lagi mendengar soal Kerajaan Panca Warna. Prabu Jabang Wiyagra akhirnya memutuskan untuk pergi bersama dengan Mbah Kangkas, menuju istana Kerajaan Putra Malela. Tidak lupa, Prabu Jabang Wiyagra juga sudah memberitahu Prabu Putra Candrasa terlebih dahulu, kalau dirinya akan datang. Prabu Putra Candrasa langsung memberitahukan hal tersebut kepada Ratu Mekar Senggani. Dengan alasan, kalau Prabu Jabang Wiyagra ingin bertemu dengan dirinya.


Ratu Mekar Senggani pun menyambut dengan baik kabar tersebut. Dia bahkan menyiapkan beberapa hidangan kecil untuk Prabu Jabang Wiyagra dan Mbah Kangkas, sebentar lagi akan sampai ke istana Kerajaan Putra Malela. Seperti biasa, Prabu Jabang Wiyagra dan Mbah Kangkas menggunakan ilmu melipat bumi yang mereka miliki, agar bisa sampai dengan cepat ke istana Kerajaan Putra Malela. Prabu Jabang Wiyagra ingin sekali masalah ini cepat selesai. Beliau cukup berharap, kalau Ratu Mekar Senggani mau menduduki tahtanya kembali. Agar pemerintahan di Kerajaan Panca Warna tidak mengalami kekosongan pemimpin.


Kalau Ratu Mekar Senggani tidak mau lagi memerintah di Kerajaan Panca Warna, Prabu Jabang Wiyagra akan sangat kebingungan. Karena beliau juga belum menemukan orang yang tepat untuk menjadi seorang pemimpin di Kerajaan Panca Warna. Semua abdi setianya sudah menempati posisi mereka masing-masing. Jadi Prabu Jabang Wiyagra tidak memiliki orang yang pas, untuk menggantikan kedudukan Ratu Mekar Senggani di Kerajaan Panca Warna. Dan kalaupun ada, pasti akan banyak perdebatan di antara rakyat Kerajaan Panca Warna. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pemberontakan besar-besaran.


*


*

__ADS_1


Setelah sampai di istana Kerajaan Putra Malela, Prabu Jabang Wiyagra langsung disambut dengan hangat oleh Prabu Putra Candrasa. Prabu Putra Candrasa juga memanggil Ratu Mekar Senggani, yang saat itu sedang mempersiapkan hidangan untuk Prabu Jabang Wiyagra, bersama dengan istri Prabu Putra Candrasa, Ratu Sukma Jaya. Ratu Mekar Senggani merasa sangat senang dengan adanya Prabu Jabang Wiyagra di sana. Karena banyak hal yang bisa ia pelajari dari Prabu Jabang Wiyagra. Yang mampu merubahnya menjadi orang yang lebih baik.


"Selamat datang Maha Raja. Silahkan nikmati hidangan yang telah disediakan." Sambut Ratu Mekar Senggani.


"Terima kasih Mekar Senggani."


Prabu Jabang Wiyagra lalu mencicipi beberapa hidangan yang ada di atas meja. Untuk menghormati Ratu Mekar Senggani, yang sudah mau membuatkan hidangan untuknya. Setelah itu Prabu Jabang Wiyagra mengatakan masuk kedatangannya kepada Ratu Mekar Senggani. Sembari beliau menggunakan kekuatan dari Keris Ngerah Pati, yang ada di balik jubah panjangnya. Ratu Mekar Senggani sama sekali tidak menyadari hal tersebut. Karena dia tetap berada dalam keadaan yang sadar. Hanya saja, dia bisa mempercayai semua yang diucapkan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepada dirinya.


"Maksud kedatanganku ke tempat ini adalah untuk mengajakmu kembali ke istana Kerajaan Panca Warna. Seluruh rakyatmu sekarang sedang berperang dengan para pasukanku. Aku tidak mau menginginkan hal itu. Karena sama saja aku membunuh rakyatku sendiri. Aku harap, kamu bisa memahaminya, Mekar Senggani." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Ratu Mekar Senggani.


Ratu Mekar Senggani diam dan berfikir sejenak. Dia percaya dengan apa yang diucapkan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Karena sekarang dia tengah berada dalam pengaruh kekuatan Keris Ngerah Pati. Prabu Jabang Wiyagra sendiri berusaha untuk membantu Ratu Mekar Senggani agar bisa menaklukkan semua kenangan-kenangan buruk yang masih tersimpan jelas di dalam kepalanya. Agar Ratu Mekar Senggani tidak lagi merasakan rasa sakit yang sekarang sedang ia alami. Meskipun sedikit sulit, tapi akhirnya Prabu Jabang Wiyagra akhirnya bisa meluluhkan hati Ratu Mekar Senggani.

__ADS_1


Ratu Mekar Senggani mau mengikuti semua saran dari Prabu Jabang Wiyagra. Dia bahkan meminta restu kepada Prabu Putra Candrasa, dan juga Ratu Sukma Jaya, yang selama ini telah merawatnya dengan sangat baik. Ratu Mekar Senggani sudah tidak akan bisa lagi menolak permintaan dari Prabu Jabang Wiyagra. Sekalipun awalnya dia sudah sangat kuat kepada pendiriannya, untuk tidak lagi kembali ke istana Kerajaan Panca Warna.


"Aku sangat berterima kasih kepada Prabu Putra Candrasa, dan juga Ratu Sukma Jaya. Yang selama ini sudah merawatku dengan sangat baik. Dan mau menerimaku di istana ini. Aku berharap, suatu hari nanti aku bisa membalas budi baik kalian. Aku tidak akan pernah melupakan semua yang telah terjadi istana ini. Aku meminta restu kalian semua. Semoga kembalinya diriku ke istana Kerajaan Panca Warna, akan menjadi awal yang baru." Ucap Ratu Mekar Senggani kepada Prabu Putra Candrasa dan Ratu Sukma Jaya.


"Aku pasti merestuimu, saudariku. Aku akan selalu mendoakanmu, semoga Sang Hyang Wenang akan selalu melindungi dirimu. Di manapun dirimu berada. Dan jangan pernah sungkan untuk datang ke istana ini. Pintu gerbang istana selalu terbuka lebar untuk dirimu." Jawab Ratu Sukma Jaya.


Ratu Sukma Jaya bahkan sampai memberikan pelukan hangat kepada Ratu Mekar Senggani. Awalnya Ratu Sukma Jaya memang tidak suka dengan kehadiran Ratu Mekar Senggani di istananya. Tapi setelah dia melihat perubahan besar yang ada di dalam diri Ratu Mekar Senggani, Ratu Sukma Jaya menjadi iba kepadanya. Dia sudah menganggap Ratu Mekar Senggani seperti saudari kandungnya sendiri. Kalau sudah mempercayai seseorang, Ratu Sukma Jaya tidak akan mengecewakan orang tersebut. Dia akan menganggap orang itu sebagai anggota keluarganya. Dan sebagai keluarga, dia pasti akan selalu berusaha melindungi.


Ratu Mekar Senggani pun mulai mempersiapkan segalanya. Dia mengambil beberapa pakaian yang diberikan oleh Ratu Sukma Jaya kepadanya. Bahkan Ratu Mekar Senggani juga menggunakan mahkota kebesarannya. Agar saat dia sudah sampai di wilayah istana Kerajaan Panca Warna, maka semua rakyatnya akan langsung mengenali dirinya. Begitu juga dengan para prajurit istana, yang sebagian besar masih sangat mengharapkan kedatangan Ratu Mekar Senggani di istana Kerajaan Panca Warna. Karena mereka semua merindukan sosok pemimpin yang adil kepada rakyatnya. Yang hanya mereka temukan dalam diri Ratu Mekar Senggani, yang sangat-sangat mereka cintai.


Seluruh rakyat Kerajaan Panca Warna belum mengetahui, kalau Ratu Mekar Senggani akan kembali. Prabu Jabang Wiyagra memang sengaja membiarkan hal itu terjadi. Agar menjadi sebuah kejutan besar untuk seluruh rakyat Kerajaan Panca Warna. Dengan begitu mereka juga akan memberikan hormat kepada Prabu Jabang Wiyagra, yang telah membawa Ratu Mekar Senggani pulang kembali ke kerajaan besarnya. Seluruh rakyat Kerajaan Panca Warna pasti akan senang dengan kepulangan ratu tercinta mereka. Karena sudah hampir tiga tahun Ratu Mekar Senggani diasingkan oleh Prabu Jabang Wiyagra, di istana Kerajaan Putra Malela.

__ADS_1


__ADS_2