
Suasana di kediaman Ratu Mekar Senggani pagi itu saat ramai dengan para pedagang dan pembeli. Mereka adalah orang-orang dari negeri seberang, yang ingin menawarkan hal-hal menarik kepada Ratu Mekar Senggani.
"Bagaimana bisa tuan-tuan tahu kalau ada kerajaan kecil di tempat ini?" Tanya Ratu Mekar Senggani kepada mereka.
"Kami ini adalah para pedagang dari Selatan, Sang Ratu. Dan kami sudah terbiasa berniaga dengan orang-orang di Tanah Jawa. Terutama dengan Sang Maha Raja. Kami mendengar langsung dari Sang Maha Raja, tentang keberadaan kerajaan Sang Ratu. Sang Maha Raja yang menyarankan kami untuk datang kemari. Sekiranya Sang Ratu tertarik, Sang Ratu tak hanya bisa membeli barang-barang dari negeri kami saja. Namun, Sang Ratu juga bisa bekerja sama dengan kami. Apakah Sang Ratu berkenan?"
"Hmmm.... Jujur aku tertarik dengan penawaran kalian. Tapi, kerajaanku ini masih dalam tahap perkembangan. Aku belum berani membeli barang-barang mewah yang kalian bawa ke kerajaanku ini. Aku tidak yakin kalau aku bisa bekerjasama dengan baik."
"Tenang. Sang Ratu. Adanya kami di tempat ini adalah untuk mematahkan keraguan Sang Ratu. Kami sudah sering datang dan pergi di Tanah Jawa ini. Kami memahami betul bagaimana keadaan Sang Ratu. Begitu pula dengan Sang Maha Raja. Awalnya beliau meragukan kami dan juga dirinya sendiri. Tetapi sekarang, Kerajaan Wiyagra Malela sudah berkembang dengan sangat pesat. Banyak orang di negeri kami yang selalu menanti-nantikan sesuatu yang mewah dari Tanah Jawa ini, Sang Ratu."
__ADS_1
Ratu Mekar Senggani merasa sangat tertarik dengan penawaran yang diberikan oleh para pedagang dari Selatan tersebut. Dia kalau minta pendapat kepada para pengikutnya, dan juga kepada Panglima Lara Kencana. Panglima Lara Kencana sangat mendukung Ratu Mekar Senggani. Dia menyarankan Ratu Mekar Senggani untuk menerima penawaran dari para pedagang negeri seberang itu. Karena para pedagang dari Negeri Selatan ini memang sangat ahli dan terampil dalam hal perniagaan. Mereka juga sudah banyak membantu Prabu Jabang Wiyagra mengurus perekonomian di Kerajaan Wiyagra Malela. Hingga Kerajaan Wiyagra Malela bisa berkembang dan maju seperti sekarang. Bahkan banyak kerajinan yang unik dan mewah, yang sudah menyeberang ke banyak negara-negara tetangga. Melalui para pedagang dari Negeri Selatan tersebut.
"Baiklah. Aku terima penawaran kalian. Aku harap kita bisa bekerja sama untuk meningkatkan ekonomi di negeri kita masing-masing. Terutama dengan kerajaanku yang masih dalam tahap berkembang."
"Tentu Sang Ratu. Tentu. Kami akan memberikan sesuatu yang terbaik, yang kami miliki, untuk Sang Ratu." Jawab orang itu.
Akhirnya dibuatlah sebuah kesepakatan bersama. Wilayah Kerajaan Panca Warna yang sekarang sedang diduduki oleh Ratu Mekar Senggani, memiliki banyak sekali emas dan berlian. Kalau diperhitungkan dengan matang, tentu emas dan berlian itu tidak akan habis sampai bertahun-tahun. Itulah mengapa Kerajaan Panca Warna bisa menjadi kerajaan yang kaya raya dan makmur, padahal Ratu Mekar Senggani jarang sekali mau bersekutu dengan kerajaan lain. Karena Ratu Mekar Senggani memiliki penghasilan yang besar dari wilayahnya sendiri. Ditambah lagi dengan ladang minyak yang dari dulu seakan tidak pernah ada habisnya. Dan di semua kerajaan, pastilah membutuhkan minyak dalam kegiatan sehari-hari mereka.
Mungkin, satu-satunya kerajaan yang bisa diajak kerjasama dengan baik hanyalah Kerajaan Wiyagra Malela. Dan juga kerajaan-kerajaan yang ada di bawah pemerintahan Prabu Jabang Wiyagra. Karena dari pengalaman para pedagang ini, kerajaan lain yang tidak memiliki hubungan dengan Prabu Jabang Wiyagra, kebanyakan sangat sulit untuk diajak kerjasama. Kebanyakan dari mereka juga lebih mementingkan keuntungan pribadi. Bahkan tidak jarang mereka juga mencekik pendapatan para pedagang tersebut. Sebelum Prabu Jabang Wiyagra mulai penyerangan kepada kerajaan-kerajaan lain, keadaan bahkan jauh lebih kacau. Banyak sekali pedagang-pedagang dari negeri seberang yang dirugikan di Tanah Jawa ini.
__ADS_1
Namun setelah Prabu Jabang Wiyagra mengibarkan bendera perang kepada kerajaan-kerajaan yang serakah itu, para pedagang dari negeri seberang ini baru merasakan, bagaimana nikmatnya sebuah keuntungan dalam kerjasama. Karena Prabu Jabang Wiyagra selalu bersikap adil. Beliau juga berdagang dengan cara yang jujur dan terbuka kepada para pembelinya tersebut. Kalau pada suatu barang yang sudah rusak ataupun tidak layak untuk dipakai, maka Prabu Jabang Wiyagra tidak pernah sekalipun menutup-nutupinya dari mereka. Prabu Jabang Wiyagra akan mengatakan apa adanya, sesuai dengan yang kondisinya. Hal itu yang membuat para pedagang dari negeri seberang merasa senang berniaga dengan orang-orang di Kerajaan Wiyagra Malela.
*
*
Setelah lakukan kerjasama dengan para pedagang dari negeri seberang, Ratu Mekar Senggani mulai disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Karena untuk mengembangkan ekonomi di kerajaannya ini, Ratu Mekar Senggani benar-benar harus berjuang penuh, agar bisa mewujudkan dan mempertahankan apa yang akan ia bangun ke depannya. Ratu Mekar Senggani sudah pasti merasa sangat kerepotan. Karena dia belum terbiasa dengan kegiatan seperti ini. Dulu, sewaktu dia memerintah Kerajaan Panca Warna, yang mengurus semuanya adalah para pejabat di istana. Ratu Mekar Senggani tidak harus selalu mengurus semuanya sendirian. Karena banyak orang yang bekerja di istananya, seharian penuh tanpa henti.
Tapi mulai sekarang, Ratu Mekar Senggani harus belajar untuk mengerjakan semuanya sendiri. Dan sekarang semuanya terasa begitu melelahkan. Lebih melelahkan daripada pemerintahannya di masa yang sebelumnya. Ratu Mekar Senggani juga harus meminta bantuan kepada Prabu Jabang Wiyagra. Karena hanya Kerajaan Wiyagra Malela yang memiliki orang-orang berpendidikan tinggi, yang bisa membantunya dalam mengurus perniagaan. Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani. Karena dengan begitu, Ratu Mekar Senggani bisa mengalihkan perhatiannya, terhadapa rasa sakit yang masih ia rasakan, kepada sesuatu yang jauh lebih positif dan berguna, untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Kegiatan Ratu Mekar Senggani yang sangat menyibukkan dirinya itu, juga akan menjadi sebuah ledakan besar untuk Patih Lanja Arang. Jika ekonomi di pemerintahan Ratu Mekar Senggani bisa berkembang lebih baik lagi, maka Ratu Mekar Senggani bisa memiliki jumlah pasukan jauh lebih banyak, daripada yang ia miliki sekarang. Ratu Mekar Senggani bahkan bisa memiliki persenjataan yang lengkap. Tak hanya itu saja. Ratu Mekar Senggani juga bisa membangun ulang kerajaannya. Sedikit demi sedikit, dia bisa mengambil alih seluruh wilayah kekuasaannya, yang sekarang sedang diduduki secara paksa oleh Patih Lanja Arang. Ini adalah strategi yang sangat halus untuk menyerang orang-orang yang sedang memusuhi oleh Ratu Mekar Senggani.
Hanya dalam waktu beberapa hari saja, Ratu Mekar Senggani sudah mampu menunjukkan kinerja yang sangat baik. Meskipun Prabu Jabang Wiyagra tidak mengawasi secara langsung, tetapi beliau bisa mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani. Prabu Jabang Wiyagra hanya memberikan bantuan orang-orang terpelajar dari Padepokan Ageng Reksa Pati. Tidak lebih dari itu. Prabu Jabang Wiyagra ingin Ratu Mekar Senggani bisa berkembang dengan caranya sendiri. Seperti apa yang sudah pernah dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Dulu Prabu Jabang Wiyagra pun memulai semuanya dari nol. Dan hanya mengandalkan orang-orang di sekitarnya yang setia kepadanya. Bahkan Prabu Jabang Wiyagra sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam hal berniaga. Semuanya dilakukan hanya dengan modal tekad yang kuat.