
Di tengah malam yang dingin, dengan sorot mata yang tajam dan tatapan yang penuh kegelapan. Sebagai seorang ratu jahat yang kejam, dia dikenal karena kekuatannya yang tak terbantahkan dan kebijaksanaannya yang licik. Namun, hari itu suasana hatinya dipenuhi kegelisahan yang tak tertahankan.
Desas-desus tentang serangan musuh telah menyebar di seluruh kerajaan. Ratu Mekar Senggani mendengar berbagai laporan dan rumor yang menyebutkan bahwa pasukan pemberontak telah berkumpul dengan maksud menggulingkan kekuasaannya yang tirani. Desas-desus itu semakin kuat dan mencekam, seolah-olah menyelinap ke dalam benak Ratu Mekar Senggani dan merajai pikirannya yang gelap.
Ratu Mekar Senggani berjalan gelisah di sepanjang lorong istana yang ramai lalu lalang para pejabat dan pelayan. Tersesat dalam kegelisahannya, ia berpikir tentang rencana yang telah ia susun untuk mempertahankan tahtanya. Namun, ia merasa tidak yakin apakah itu cukup untuk melawan serangan yang mungkin akan datang.
Hatinya yang penuh kebencian dan ambisi berjuang dengan rasa takut yang jarang dirasakannya. Kekuasaan dan ketakutan bersaing satu sama lain di dalam dirinya. Ratu Mekar Senggani mencoba memadamkan ketidakpastiannya dengan memerintahkan pengawalnya untuk meningkatkan keamanan istana, tetapi itu tidak membuat hatinya tenang.
Melihat ratu yang gelisah, Maha Patih setianya, Maha Patih Baruncing, berusaha meredakan kegelisahan Ratu Mekar Senggani. Ia berjalan mendekat dengan hati-hati dan berkata,
"Gusti Ratu, jangan biarkan desas-desus meruntuhkan kekuatan Gusti Ratu. Musuh hanya mencoba menakut-nakuti Gusti Ratu. Kekuatan dan kecerdikan kita sudah terbukti, dan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela tidak akan mampu mengalahkan kita."
Ratu Mekar Senggani mendongak dan menatap Maha Patih Baruncing dengan tatapan penuh keraguan. Meski berusaha meyakinkan dirinya sendiri, keraguannya tetap bersemayam di dalam hatinya. Namun, ia memutuskan untuk menunjukkan kekuatannya yang tak tergoyahkan kepada dunia luar. Ratu Mekar Senggani dengan tegas mengeluarkan perintah untuk mengumpulkan pasukan elitnya dan mengintensifkan pelatihan mereka.
Berita tentang persiapan Ratu Mekar Senggani dan pasukannya pun menyebar. Desas-desus tentang serangan musuh pun mulai memudar. Karena Prabu Jabang Wiyagra sendiri belum memberikan respon apapun. Rakyat merasa terdorong oleh ketegasan dan keberanian Ratu Mekar Senggani, dan mereka pun percaya bahwa tak ada kekuatan yang dapat menggulingkan pemerintahannya.
__ADS_1
Jauh di dalam hatinya, Ratu Mekar Senggani masih merasakan kecemasan. Namun, ia belajar untuk mengendalikan ketakutannya dan menyembunyikannya di balik tirai kekuasaan. Ia memutuskan bahwa ketakutan adalah beban yang tidak berguna, dan dia harus berdiri teguh di hadapan musuhnya.
Dengan tekad yang baru ditemukan, Ratu Mekar Senggani mengerahkan pasukan elitnya dan mempersiapkan pertahanan istana dengan penuh semangat. Hatinya yang sebelumnya gusar kini bergelora dengan keberanian dan keinginan untuk mempertahankan takhtanya. Ratu jahat yang kejam itu siap menghadapi serangan musuh dengan segala kekuatannya, dan dia bersumpah untuk melindungi kerajaannya dengan setiap tetesan darah dalam dirinya.
Dengan semua persiapan yang sudah dilakukannya, Ratu Mekar Senggani kembali mengeluarkan perintah kepada Maha Patih Baruncing dan juga para Patih di kerajaannya, untuk mempersiapkan kapal-kapal perang mereka. Sesuai dengan strategi yang ia bentuk bersama Maha Patih Baruncing, Ratu Mekar Senggani ingin melakukan penyerangan lewat jalur perairan.
Seperti yang sudah ditebak oleh Prabu Jabang Wiyagra dan juga Prabu Sura Kalana, Ratu Mekar Senggani akan memulai penyerangannya di wilayah perairan Kerajaan Batih Reksa. Karena menurutnya, wilayah kerajaan itu sangat mudah ditembus. Dan memiliki pertahanan yang lemah, karena jumlah pasukannya tidak terlalu banyak. Sehingga akan memudahkan semua pasukannya masuk ke wilayah kekuasaan Prabu Sura Kalana.
Nantinya, Ratu Mekar Senggani akan membuka jalur baru yang mengarah ke wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan begitu, semua impiannya untuk mengalahkan Prabu Jabang Wiyagra bisa terwujudkan. Sekaligus dia juga ingin melemahkan semua ketakutan dan kegelisahan yang ada di dalam dirinya saat ini. Yang telah menggerogotinya sejak lama.
Panglima Galang Tantra memimpin pasukan Pasukan Bara Jaya dengan gagah berani dan penuh strategi. Sehingga semua tentang dirinya tidak terbaca sama sekali. Panglima Galang Tantra beserta Pasukan Bara Jaya yang jumlahnya lima puluh orang itu berusaha untuk menyelinap ke dalam wilayah istana Kerajaan Panca Warna. Panglima Galang Tantra memberikan kode khusus kepada para pasukannya.
Dihadapan mereka sudah ada sebuah benteng yang mengelilingi sebuah kota. Kota tersebut dijaga ketat oleh para pasukan dari Ratu Mekar Senggani. Ilmu yang dimiliki oleh Panglima Galang Tantra membuat dirinya dan pasukannya tidak terlihat. Hanya terdengar derap kaki saja. Itu pun tidak terlalu mencurigakan bagi para penjaga yang ada di sana. Sehingga Panglima Galang Tantra dan pasukannya bisa dengan leluasa masuk ke dalam kota.
Namun ternyata di sana ada beberapa orang pendekar, yang juga ikut membantu para penjaga yang ada di sana. Para pendekar itu sedikit banyaknya memiliki ilmu kebatinan, sehingga mereka sedikit mencurigai suasana yang terasa jauh berbeda, daripada hari-hari sebelumnya.
__ADS_1
"Penjaga! Ayo kita semua berkeliling sekarang! Seperti ada yang tidak beres di tempat ini!" Teriak salah seorang pendekar yang kala itu berada di bawah benteng.
"Ada apa?!" Tanya salah seorang penjaga benteng.
"Kami merasakan ada sesuatu yang tidak baik di tempat ini. Sebaiknya kita mulai beritahukan kepada pasukan yang lain untuk memeriksa semua tempat, kalau perlu setiap rumah yang ada di kota ini." Jawab si pendekar itu.
"Kalian cepat pergi beritahukan kepada para pimpinan pasukan yang lain. Menyebarlah ke seluruh tempat! Sekarang!" Perintah seorang pimpinan pasukan penjaga di benteng itu.
"Baik! Kami pergi sekarang!"
Para pendekar itu pun pergi menyebar semua orang yang ada di sana. Sekaligus untuk memberitahukan kepada para pasukan yang lain agar tetap waspada dengan keadaan yang ada di sekitar sini. Kota ini begitu luas dan sangat megah, karena lokasinya cukup dekat dengan istana. Sehingga ribuan pasukan berjaga di tempat ini setiap hari dan setiap malam.
Bagi para pasukan biasa, jelas mereka pasti akan digempur habis-habisan oleh para pasukan yang ada di kota ini. Tetapi tidak dengan Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya. Mereka sama sekali tidak terlihat sedikitpun. Hanya saja kejadian tadi sedikit membuat Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya khawatir.
Karena jika sampai mereka ketahuan memasuki area terlarang ini. Maka mereka akan diserang oleh ribuan pasukan yang datang dari berbagai arah. Dan serangan besar-besaran dari Ratu Mekar Senggani tidak akan terelakkan. Terutama dengan Maha Patih Baruncing yang sudah pasti akan turun langsung untuk menghadapi Panglima Galang Tantra.
__ADS_1
Walaupun sekarang sebagian besar pasukan Ratu Mekar Senggani sudah memasuki wilayah perairan, tapi tetap saja Ratu Mekar Senggani masih memiliki jumlah pasukan yang sangat banyak. Dengan jumlah pasukan yang terbatas, Panglima Galang Tantra bisa kehilangan seluruh anggota pasukannya. Karena jumlah mereka hanya lima puluh orang saja. Tanpa adanya bantuan pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela.