
Prabu Barajang benar-benar memotong akses semua orang yang masuk ke Kerajaan Bala Bathara. Bahkan Kerajaan Bala Bathara sekarang hanya menjalankan jalur ekonomi di dalam wilayahnya sendiri, secara mandiri. Bamantara masih terus berusaha mencari informasi yang berkembang di masyarakat.
Dia mencari tahu tentang rumor yang mengatakan kalau Prabu Barajang sedang berperang dengan Prabu Gala Ganda.
Tapi Bamantara benar-benar menemukan kesulitan untuk menggali informasi mengenai rumor tersebut. Tidak ada satupun orang yang bercerita secara detail mengenai pertikaian Prabu Barajang dan Prabu Gala Ganda. Semua orang di Kerajaan Bala Bathara ini, hanya berani memberikan informasi secukupnya saja kepada Bamantara. Mereka tidak berani menceritakan semuanya, karena takut diburu oleh pasukan Prabu Barajang.
Ada satu informasi penting yang Bamantara dapatkan, yaitu tentang mata-mata Prabu Barajang yang disebar di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Bala Bathara. Para mata-mata itu bertugas untuk mencari mata-mata pihak musuh yang dikirimkan ke Kerajaan Bala Bathara. Sekaligus untuk mengawasi para masyarakat yang berani membuka mulut mengenai pertikaian dua saudara kandung tersebut.
Prabu Barajang sudah sangat teliti dalam mengatur keamanan di seluruh wilayah kekuasaannya. Dia tidak lagi ceroboh seperti dulu. Semua yang ia lakukan selalu melalui perhitungan yang matang. Apalagi sekarang sudah banyak pendekar-pendekar sakti yang mulai memberikan dukungan kepadanya. Semenjak adanya Mbah Gagang di Kerajaan Bala Bathara, kekuatan Prabu Barajang semakin besar dan semakin berkembang.
Para pasukan di Kerajaan Bala Bathara juga sudah mulai dilatih dengan metode pelatihan yang lebih baik daripada sebelumnya. Dan yang melatih seluruh pasukan yang ada di Kerajaan Bala Bathara adalah Mbah Gagang sendiri. Mbah Gagang memang dikenal sakti dan memiliki banyak ilmu kanuragan tingkat tinggi. Di usianya yang sudah tua, dia masih sanggup untuk melatih ribuan pasukan.
Dan semenjak dia melarikan diri, kesaktian Mbah Gagang sudah semakin bertambah. Dia memiliki ilmu-ilmu kanuragan yang jarang sekali dimiliki orang lain. Bahkan sekarang para prajurit Kerajaan Bala Bathara sudah memiliki ilmu kekebalan yang membuat musuh mereka semakin kesulitan untuk menghadapinya. Meskipun ilmu mereka belum seberapa, tapi hal itu tetap membawa pengaruh besar kepada Kerajaan Bala Bathara.
Dengan bertambah kuatnya para prajurit, maka akan semakin bertambah kuat pula kekuasaan Prabu Barajang. Prabu Barajang bahkan sudah tidak peduli lagi siapa yang ia hadapi, sekalipun saudaranya sendiri. Walaupun berita peperangan antara Kerajaan Bala Bathara dan Kerajaan Putra Bathara masih simpang siur belum jelas, tapi dengan adanya kekuatan pasukan yang terus dikembangkan menjadi salah satu bukti, kalau kemungkinan besar, perang saudara itu memang benar-benar terjadi.
__ADS_1
Entah kapan dan di mana lokasi pertempuran dua kerajaan besar itu, Mbah Kangkas sendiri masih berusaha untuk mencari tahu. Begitu juga dengan Arya Panunggul yang mulai mencoba untuk menjelajahi wilayah-wilayah penting yang ada di Kerajaan Bala Bathara. Sedangkan untuk wilayah Kerajaan Putra Bathara, sudah ada anggota Pasukan Bara Jaya yang lain, yang ditugaskan oleh Panglima Galang Tantra di sana.
Namun seberapa besarpun usaha yang dia lakukan, Arya Panunggul juga menemukan hasil yang sama, seperti yang lainnya. Dimana tidak ada satu orang pun yang berani membicarakan tentang pertikaian dua kerajaan besar itu. Semua rakyat Kerajaan Bala Bathara benar-benar sudah ditekan, dan diancam untuk tidak membuka mulut, kecuali jika mereka ingin mati. Sehingga itu menyulitkan Arya Panunggul untuk menggali informasi.
Dengan informasi yang minim dan tidak jelas, Arya Panunggul dan pasukannya tidak bisa melakukan tindakan apa-apa selain bertahan di Padepokan Mbah Kangkas. Dan yang paling membuat Mbah Kangkas heran adalah, serangan pasukan dari Kerajaan Bala Bathara berhenti semenjak adanya Arya Panunggul dan pasukannya di padepokannya ini. Padahal sebelumnya serangan sangat sering terjadi. Bahkan sampai menimbulkan korban.
Tapi semenjak Arya Panunggul dan pasukannya ada di tempat ini, tidak ada satupun serangan dari pasukan Prabu Barajang yang datang ke Padepokan Mbah Kangkas. Arya Panunggul kemudian mencoba menghubungi Panglima Galang Tantra melalui panggilan batinnya atau telepati, untuk melaporkan apa yang terjadi di tempat ini. Dan yang paling mengejutkan adalah, ternyata Panglima Galang Tantra juga mendapatkan hasil yang sama.
Bahkan hingga sekarang mata-mata yang ia kirimkan ke Kerajaan Putra Bathara tidak kunjung memberikan kabar. Banyak sekali anggota Pasukan Bara Jaya yang digerakkan untuk mencari keberadaan sang mata-mata itu, tapi tetap saja tidak menghasilkan apapun. Bahkan beberapa anggota Pasukan Bara Jaya yang dikirimkan untuk mencari sang mata-mata juga menghilang entah ke mana. Tanpa kabar. Dan tanpa jejak.
"Itulah yang sekarang terjadi di wilayah dua kerajaan besar itu Gusti Prabu. Hamba tidak tahu lagi harus melakukan apa, karena hamba sudah mengusahakan segalanya, tapi tetap saja tidak berhasil. Mohon maafkan hamba yang sudah gagal menjalankan tugas Gusti Prabu." Ucap Panglima Galang Tantra.
"Tidak apa-apa, Panglima. Aku tahu, kalian semua sudah berusaha sebaik mungkin. Namun sepertinya nasib baik tidak berpihak kepada kalian semua. Sekarang nasib baik sedang berpihak kepada musuh-musuh kita. Mereka pasti sudah merencanakan sesuatu yang besar untuk ke depannya."
".....Dengan adanya Mbah Gagang di Kerajaan Bala Bathara, maka kekuatan pasukan kerajaan itu akan semakin besar. Dan untuk menyingkirkan Mbah Gagang dari lingkaran Prabu Barajang, dibutuhkan seseorang yang benar-benar mampu untuk menghadapinya satu lawan satu."
__ADS_1
".....Karena kalau sampai ada prajurit yang terlibat, maka semua rencananya akan menjadi kacau. Dan bisa menimbulkan pertikaian yang jauh lebih besar. Aku putuskan untuk mengirimmu, Maha Patih Lare Damar. Pergilah ke Kerajaan Bala Bathara. Aku ingin kamu singkirkan Mbah Gagang dari sana."
"Hamba Kakang Prabu. Hamba akan berusaha sebaik mungkin dan semampu hamba, agar bisa menjalankan tugas dari Kakang Prabu. Hamba mohon izin untuk pergi sekarang juga agar semuanya cepat selesai."
"Ingat Maha Patih! Jangan pernah melakukan tindakan yang bisa menjerumuskan dirimu sendiri. Tetaplah waspada di manapun kamu berada. Karena orang yang kamu hadapi bukan orang sembarangan. Mbah Gagang sekarang sudah semakin bertambah kuat dan bertambah sakti. Kamu harus hati-hati kepadanya."
"Nggih Kakang Prabu."
Maha Patih Lare Damar langsung pergi dari istana, detik itu juga. Sedangkan Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya akan ditarik mundur untuk menjaga istana, selama Maha Patih Lare Damar pergi menjalankan tugasnya. Prabu Jabang Wiyagra juga meminta Panglima Galang Tantra agar mengirimkan Puger Satriya ke Padepokan Mbah Kangkas, untuk membantu Arya Panunggul dalam tugasnya.
"Baik Gusti Prabu! Hamba akan melaksanakannya sekarang."
Panglima Galang Tantra juga pergi dari istana memberitahukan semua pasukannya yang masih berada di dekat wilayah Kerajaan Bala Bathara dan juga wilayah Kerajaan Putra Bathara. Walaupun sebenarnya Panglima Galang Tantra merasa sangat bersalah kepada para anggota Pasukan Bara Jaya yang sampai sekarang tidak bisa ditemukan. Ingin sekali rasanya Panglima Galang Tantra melanjutkan tugas ini.
Tapi keputusan Prabu Jabang Wiyagra sudah bulat, dan tidak bisa diganggu gugat. Namun bukan berarti Prabu Jabang Wiyagra tidak peduli dan membiarkan pasukannya hilang begitu saja. Prabu Jabang Wiyagra memiliki rencana yang jauh lebih baik daripada mengirimkan pasukan ke Kerajaan Bala Bathara. Prabu Jabang Wiyagra ingin bermain senyap. Dan kemungkinan besar, dia akan turun tangan secara langsung untuk menghadapi Prabu Barajang dan Prabu Gala Ganda.
__ADS_1