DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 62


__ADS_3

Prabu Suta Rawaja benar-benar dibuat geram dengan ulah para pejabatnya yang korup. Selama ini, para pejabat sebenarnya sudah berperilaku jujur dan tidak curang.


Tapi semakin lama para pejabat itu seperti tidak dihargai dan pada akhirnya mereka pun membelot dan menggunakan dana kerajaan untuk kepentingan mereka.


Selama ini Prabu Suta Rawaja memberikan bayaran yang tidak sepadan dengan kerja keras mereka selama di Kerajaan Rawaja Pati. Sehingga banyak pejabat yang terpaksa berbuat curang.


Tragisnya, banyak sekali pejabat istana di kerajaan besar ini yang hidupnya melarat dan serba kekurangan. Begitu juga dengan rakyatnya yang seakan diperbudak.


Orang yang kaya akan semakin kaya, sedangkan orang yang miskin akan terus menerus ditekan agar mereka tetap bisa dimanfaatkan. Hal ini juga yang kemudian memancing pemberontakan di Kerajaan Rawaja Pati.


Banyak para petani yang kemudian bergabung menjadi satu, dan melakukan penyerangan kepada orang-orang kaya. Mereka semua merampas apa saja yang bisa mereka rampas.


Orang-orang kaya yang pelit akan dibunuh dan banyak juga yang disiksa. Mereka ditindas, dan sekarang posisi mereka dibalik. Orang yang tadinya kaya sekarang diperbudak oleh orang-orang yang miskin.


Setiap satu minggu sekali, para penguasaha dan orang-orang kaya di Kerajaan Rawaja Pati harus memberikan sebagian besar harta mereka untuk orang yang miskin.


Jika mereka menolak, maka mereka akan langsung dihabisi. Dan semua yang mereka miliki akan diambil. Banyak juga orang kaya yang dipaksa untuk bertani dan bekerja keras di pertambangan.


Keadaan ini membuat ekonomi Kerajaan Rawaja Pati semakin kacau, dan sulit dikendalikan. Para prajurit juga banyak yang berpihak kepada rakyat, dan memberikan bantuan persenjataan kepada mereka.


Sejak kekalahan Maha Patih Raseksa di istana, banyak para Patih kerajaan yang memilih untuk keluar, dan melepaskan jabatan mereka. Prabu Suta Rawaja tidak bisa melakukan apa-apa, karena dia sudah kalah oleh rakyatnya sendiri.


Setiap hari selalu saja ada kekacauan yang terjadi. Rakyat saling bunuh satu sama lain. Prajurit pemberontak dan prajurit yang masih setia kepada istana saling serang.


Para pejabat istana banyak yang dibunuh karena mereka banyak melakukan korup.

__ADS_1


Untuk mengembalikan kekuasaannya yang sudah kacau, Prabu Suta Rawaja memilih untuk membentuk pasukannya sendiri.


Dia juga masih memiliki pasukan rahasia yang setia kepadanya. Sedikit demi sedikit dia melakukan penaklukkan di setiap desa dan setiap kota yang ada dibawah kekuasaan Kerajaan Rawaja Pati.


Pasukan rahasianya dikenal dengan nama Layang Pati. Layang Pati memiliki ciri khas pakaian serba hitam, dan mereka menggunakan kuda. Mereka juga menggunakan topeng untuk menutupi wajah mereka.


Mereka semua adalah murid dari Prabu Suta Rawaja sendiri. Mereka sudah dilatih selama bertahun-tahun. Dan mereka baru ditugaskan ketika dalam keadaan yang benar-benar mendesak, jika para prajurit dan pejabat istana tidak sanggup.


Jumlah mereka hanya tiga ratus orang. Tapi mereka sanggup mengalahkan ribuan orang yang kemampuannya juga hampir sama dengan mereka. Hal itu karena mereka tidak pernah terpecah.


Setiap kali dalam penyerangan, entah itu serangan kecil atau pun besar, mereka selalu melakukannya bersama-sama. Mereka semua tidak pernah sekali pun membagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan serangan.


Doktrin yang dilakukan oleh Prabu Suta Rawaja benar-benar sudah melekat pada mereka. Mereka semua adalah orang-orang yang radikal. Mereka akan membunuh siapa saja yang berani membangkang kepada Prabu Suta Rawaja. Sekali pun itu adalah saudara mereka sendiri.


Diketahui mereka juga tidak pernah menambahkan jumlah mereka. Dari dulu jumlah mereka masih sama. Selalu saja tiga ratus orang. Tapi setiap dari mereka pasti selalu memiliki pengganti, kalau ada dari mereka yang mati.


Prabu Suta Rawaja juga diketahui ingin sekali menaklukkan kerajaan-kerajaan besar yang lainnya. Dia ingin membalas semua rasa sakit kekalahannya dari Kerajaan Wiyagra Malela.


Prabu Jabang Wiyagra jelas tidak tinggal diam saja. Dia juga mengirimkan ketujuh pendekar sakti untuk berangkat ke Kerajaan Rawaja Pati. Dia juga mengirimkan banyak sekali mata-mata yang sudah berpengalaman.


Kekuatan kelompok Layang Pati mempengaruhi keadaan di Kerajaan Rawaja Pati. Dalam waktu dua bulan, kondisi di Kerajaan Rawaja Pati sudah berhasil di kembalikan seperti semula.


Eksistensi kelompok Layang Pati memberikan keuntungan besar kepada Prabu Suta Rawaja. Prabu Suta Rawaja akhirnya memutuskan untuk menjadikan mereka sebagai pasukan khusus.


Dia menjadikan kelompok Layang Pati sebagai kelompok pasukan yang akan menjadi benteng bagi istananya, dan juga dirinya. Prabu Suta Rawaja mulai menggunakan strategi baru untuk memperkokoh kekuatan Kerajaan Rawaja Pati.

__ADS_1


Dia memaksa para pemuda di kerajaannya untuk masuk menjadi bagian dari pasukannya. Prabu Suta Rawaja juga yang nantinya akan melatih mereka semua. Untuk memastikan, kalau mereka bisa dikendalikan.


Prabu Suta Rawaja melatih para pemuda itu dengan sangat keras dan sangat kejam. Tidak jarang dari mereka juga mati dalam pelatihan itu. Sedangkan yang lulus, akan dimasukkan ke dalam pasukan Layang Pati.


Mata-mata Prabu Jabang Wiyagra melaporkan, kalau Prabu Suta Rawaja melakukan pembersihan kepada orang-orang yang telah berkhianat kepadanya. Dia tidak pandang bulu. Siapa pun yang mencoba untuk berkhianat, maka akan langsung dia habisi.


Bahkan dikatakan, kalau Prabu Suta Rawaja juga sudah mengosongkan seluruh sel penjara yang ada di kerajaannya. Karena Prabu Suta Rawaja membunuh mereka semua di depan umum.


Kecil atau besar kesalahannya, Prabu Suta Rawaja akan tetap memenggal kepala mereka, sebaga peringatan kepada semua orang yang tidak mau tunduk dibawah perintahnya.


Dengan beraninya, Prabu Suta Rawaja juga mendeklarasikan perang kepada dua kerajaan besar. Yaitu Kerajaan Ciung Wanara dan Kerajaan Cakra Buana. Yang terkenal memiliki kekuatan militer yang sangat kuat.


Dua kerajaan besar itu jelas mendapatkan dukungan dari kerajaan lain, termasuk dari Prabu Jabang Wiyagra. Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah beraliansi dengan dua kerajaan besar itu.


Prabu Suta Rawaja benar-benar sudah tidak peduli lagi aturan perang. Dia bahkan tidak sungkan untuk mengorbankan para perempuan untuk dijadikan pasukan kerajaannya.


Sehingga sekarang, kekuatan Kerajaan Rawaja Pati sudah berlipat-lipat ganda dari sebelumnya. Jumlah pasukan Kerajaan Rawaja Pati sudah lebih dari lima seratus ribu pasukan.


Jumlahnya semakin hari juga semakin bertambah setiap harinya. Sehingga kekuatan mereka semakin kuat dan mereka semakin hebat. Prabu Suta Rawaja bahkan turun langsung setiap kali ada penyerangan, untuk mendoktrin para pasukannya.


Prabu Suta Rawaja merekrut para bandit untuk melancarkan aksinya. Dia mengirim para bandit itu ke wilayah Kerajaan Cakra Buana dan Kerajaan Ciung Wanara.


Para bandit itu diutus untuk membuat kekacauan di setiap desa yang ada di wilayah Kerajaan Cakra Buana dan Kerajaan Ciung Wanara. Walau pun pada akhirnya mereka pun harus mati disana, karena setiap desa di wilayah dua kerajaan besar itu memiliki pendekar-pendekar pilih tanding.


Namun Prabu Suta Rawaja tidak peduli. Karena mereka hanyalah sekumpulan bandit yang tidak ada artinya apa-apa untuk dirinya. Yang dia mau hanyalah membuat kepanikan kepada rakyat Kerajaan Cakra Buana dan Kerajaan Ciung Wanara.

__ADS_1


Semakin banyak kekacauan yang terjadi dikalangan masyarakat, maka akan semakin banyak hal yang membuat dua kerajaan besar itu kerepotan. Dan fokus mereka akan sedikit teralihkan.


__ADS_2