
Sebagai seorang raja baru, Prabu Putra Candrasa harus mempersiapkan segala hal yang dia butuhkan untuk kerajaannya. Mulai dari pakaian keprajuritan, pendidikan militer, persenjataan, pertahanan, dan juga berbagai hal penting lainnya. Terutama dengan ekonomi di Kerajaan Putra Malela. Karena semenjak kalahnya Prabu Bawesi bersama pasukannya, Kerajaan Wesi Kuning mengalami sedikit kemunduran.
Ternyata selama ini Kerajaan Wesi Kuning mendapatkan dukungan penuh dari Kerajaan Putra Bathara dan Kerajaan Bala Bathara. Dua kerajaan ini secara diam-diam sudah memberikan dukungan, dan bahkan menghasut Prabu Bawesi untuk memusuhi Prabu Jabang Wiyagra dan Kerajaan Wiyagra Malela. Utari Gita dan Bamantara yang bertugas di sana pun belum mendapatkan bukti yang cukup atas keterlibatan Prabu Barajang.
Utari Gita dan Bamantara, serta Mbah Kangkas, masih berusaha keras untuk mendapatkan semua bukti yang mereka butuhkan. Prabu Jabang Wiyagra harus memiliki alasan kuat untuk melakukan penyerangan ke Kerajaan Bala Bathara. Prabu Barajang sangat-sangat pintar dalam menyembunyikan kejahatannya kepada publik. Hampir sama seperti Prabu Garan Darang.
Dirasa cukup kesulitan, akhirnya Bamantara kembali ke Kerajaan Wiyagra Malela, untuk menghadap kepada Prabu Jabang Wiyagra. Bamantara menjelaskan semua hal yang terjadi di sana. Kalau di Kerajaan Bala Bathara, banyak sekali kelompok-kelompok perlawanan yang sudah mulai dihabisi oleh Prabu Barajang. Bamantara dan Utari Gita belum cukup kuat untuk menghadapi orang-orang Prabu Barajang.
Prabu Barajang berlindung di balik punggung pendekar-pendekar sakti yang bisa ia bayar dengan uang. Utari Gita dan Bamantara saja jelas tidak akan mampu untuk melawan kekuatan Prabu Barajang, yang semakin lama semakin besar. Dari yang Bamantara ketahui, Prabu Barajang mengalami ketakutan yang cukup parah terhadap Prabu Jabang Wiyagra. Dia takut kalau sampai kerajaannya diserang.
Sehingga sekarang, Prabu Barajang sudah mulai membuat benteng-benteng pertahanan dan juga sudah mulai melatih pasukannya jauh lebih keras. Prabu Barajang semakin ketakutan setelah ia mendengar kalau Prabu Bawesi berhasil dikalahkan oleh Prabu Jabang Wiyagra dengan sangat mudah. Apalagi Prabu Barajang, yang kesaktiannya tidak seberapa dengan Prabu Bawesi.
Kalau Prabu Barajang berhadapan secara langsung dengan Prabu Jabang Wiyagra, sudah pasti dia akan mudah dikalahkan. Bamantara juga mengatakan, kalau saat ini Prabu Barajang sedang berusaha mengumpulkan para pendekar-pendekar ilmu hitam, untuk mencari kelemahan Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan Prabu Barajang menawarkan hadiah kepada siapa saja yang berhasil mengetahui kelemahan Prabu Jabang Wiyagra.
Karena sudah terlalu lama untuk bersabar, Prabu Jabang Wiyagra akhirnya mengambil satu keputusan lagi. Prabu Jabang Wiyagra ingin semua wilayah Kerajaan Wiyagra Malela dikelilingi benteng-benteng raksasa, yang sangat tebal. Kalau sampai musuh Prabu Barajang nekat melakukan penyerangan ke Kerajaan Wiyagra Malela, maka Kerajaan Wiyagra Malela sudah memiliki pertahanan yang kokoh.
"Cepat atau lambat, pasti Prabu Barajang akan menyerang ke kerajaan kita. Dan pada saat itu, kita harus sudah siap untuk menghadapi mereka semua. Karena sudah pasti, Prabu Barajang akan mengajak kerajaan-kerajaan yang lain untuk melakukan penyerangan."
__ADS_1
".....Dan aku juga tidak mungkin terus-menerus melakukan penyerangan dan juga penaklukkan. Semakin banyak wilayah yang ditaklukan, maka akan semakin banyak pula wilayah yang harus kita lindungi. Dan jumlah pasukan kita tidak akan cukup jika harus menaklukkan wilayah Kerajaan Bala Bathara." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Kalau begitu hamba akan langsung memerintahkan seluruh pasukan untuk membuat benteng-benteng yang Kakang Prabu inginkan." Ujar Maha Patih Lare Damar.
"Tidak Maha Patih. Aku memiliki pasukanku sendiri untuk membangun benteng-benteng itu. Kamu hanya perlu mengawasinya Maha Patih. Dan memastikan, semua pasukan kita sudah siap pada posisi mereka masing-masing. Karena aku tidak mau kalau sampai Prabu Barajang berhasil menembus wilayah yang sudah kita taklukkan."
"Baik Kakang Prabu. Sekarang juga hamba akan menjalankan perintah dari Kakang Prabu."
"Pergilah dan temui pasukanmu. Beritahu mereka untuk bersiap sekarang juga." Perintah Prabu Jabang Wiyagra kepada Maha Patih Lare Damar.
Maha Patih Lare Damar langsung menemui para Patih dan juga pimpinan pasukan yang ada di seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Termasuk menemui Prabu Putra Candrasa dan Maha Patih Galangan. Prabu Putra Candrasa yang mendengar kabar itu pun terkejut, karena saat ini dia masih harus mengurus kerajaannya yang belum dibangun.
"Gusti Prabu tidak perlu khawatir dengan hal itu. Karena Kakang Prabu Jabang Wiyagra memutuskan akan mengerahkan pasukannya sendiri, untuk membangun benteng-benteng raksasa dan juga istana Kerajaan Putra Malela." Ungkap Maha Patih Lare Damar.
"Pasukannya sendiri?"
"Ya. Pasukan yang berasal dari Gunung Khayangan. Merekalah yang akan membuat benteng-benteng raksasa dan juga istana Kerajaan Putra Malela."
__ADS_1
"Baiklah. Kalau itu keputusan Prabu Jabang Wiyagra, maka aku siap menjalankan perintahnya. Aku dan pasukan ku akan menjaga tempat ini sebaik mungkin yang kami bisa. Aku tidak akan pernah rela kalau sampai Prabu Barajang dan pasukannya berhasil menembus wilayah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra."
"Ya. Dan bagaimanapun caranya kita harus mempertahankannya, Gusti Prabu. Utari Gita dan Bamantara, jangan dibantu oleh Mbah Kangkas, sedang berusaha keras untuk melakukan perlawanan sedikit demi sedikit. Walaupun mereka kalah jumlah dan kalah kekuatan, tetapi Utari Gita dan Bamantara bisa sangat membantu kita semua, Gusti Prabu."
"Benar Maha Patih Lare Damar. Apalagi Prabu Barajang dibantu oleh kerajaan-kerajaan yang lain. Terutama dengan Kerajaan Putra Bathara. Prabu Gala Ganda sudah pasti akan membela adiknya. Jumlah pasukan di kerajaannya juga sangat besar dan tidak bisa diremehkan."
"Iya Gusti Prabu. Karena itulah, Prabu Jabang Wiyagra berpesan kepada hamba, untuk menyampaikannya kepada Gusti Prabu. Gusti Prabu diharapkan lebih berhati-hati lagi dalam melakukan setiap hal di wilayah kekuasaan Gusti Prabu sendiri. Karena dari yang hamba dengar, Prabu Gala Ganda memiliki banyak sekali mata-mata."
".....Pertahanan di Kerajaan Putra Malela ini masih sangat mudah untuk ditembus oleh musuh, Gusti Prabu. Dan kalau sampai pihak musuh menguasai kerajaan ini, maka seluruh tambang emas akan dikuasai oleh musuh juga."
Prabu Putra Candrasa akhirnya memerintahkan Maha Patih Galangan untuk mempersiapkan semua pasukan yang ada di kerajaannya. Karena sewaktu-waktu masih bisa saja datang untuk melakukan penyerangan. Pasukan dari Gunung Khayangan baru bisa melakukan pekerjaan mereka malam nanti. Siang ke malam adalah waktu yang renggang. Bisa saja Musuh datang secara tiba-tiba.
Musuh pasti sudah mengetahui kalau pertahanan di kerajaan ini masih mudah untuk ditembus. Kerajaan Putra Malela bisa saja sudah masuk ke dalam target utama. Tapi kalau pasukan dari Gunung Khayangan bisa melakukan pekerjaan mereka dengan cepat, maka setiap wilayah yang ada di Kerajaan Putra Malela bisa dipertahankan dengan mudah dari serangan musuh.
Pasukan Kerajaan Putra Malela juga sudah dilengkapi dengan senjata meriam yang dikirim dari Kerajaan Wiyagra Malela. Sehingga Prabu Putra Candrasa memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mempertahankan wilayah kerajaannya. Lagi pula di tempat ini sudah banyak sekali pendekar yang siap untuk membela Prabu Putra Candrasa.
Meskipun jumlah mereka tidak sebanyak pasukan yang dimiliki oleh Prabu Barajang, tapi setidaknya mereka akan sangat membantu pasukan Kerajaan Putra Malela. Maha Patih Galangan suka memberitahukan berita ini kepada seluruh rakyat Kerajaan Putra Malela. Agar mereka bisa bersiap, untuk saling bahu membahu membela Kerajaan Putra Malela.
__ADS_1