DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 318


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kalau keadaannya akan separah ini, Gusti Prabu. Aku sudah mempercayakan semuanya kepada Intan Senggani. Tetapi mengapa dia malah merusak semua yang sudah aku bangun selama bertahun-tahun?" Ucap Ratu Mekar Senggani saat dia sampai di perbatasan Kerajaan Panca Warna.


Semua pasukan Kerajaan Wiyagra Malela menatap tajam ke arah Ratu Mekar Senggani. Mereka masih menyimpan dendam dan kebencian kepada Ratu Mekar Senggani. Karena akibat perbuatannya dulu, banyak sekali prajurit Kerajaan Wiyagra Malela yang mati sia-sia. Namun Prabu Jabang Wiyagra mengingatkan para pasukannya untuk tidak lagi membenci Ratu Mekar Senggani. Karena sekarang, Ratu Mekar Senggani telah mengabdikan dirinya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan akan berlindung di bawah pemerintahan Kerajaan Wiyagra Malela.


Para pasukan yang ada di sana pun merasa kurang nyaman dengan kehadiran Ratu Mekar Senggani. Tetapi mereka juga tidak mungkin membantah perintah Prabu Jabang Wiyagra. Bisa-bisa mereka dihukum pancung kalau sampai berbuat lancang di hadapan Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan kepada para pimpinan pasukan untuk tidak melakukan penyerangan kepada siapa saja yang ada di Kerajaan Panca Warna. Kecuali jika mereka mendapatkan serangan terlebih dahulu. Karena sekarang Ratu Mekar Senggani ingin memperbaiki semua yang telah terjadi.


Ratu Mekar Senggani berjanji akan bertanggung jawab penuh, atas kerugian yang dialami oleh para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, setelah nanti Kerajaan Panca Warna bangkit kembali dari keterpurukannya. Sekarang Ratu Mekar Senggani ingin mengutamakan perdamaian antara pasukannya, dengan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela terlebih dahulu. Dengan begitu, Ratu Mekar Senggani bisa fokus melakukan pembangunan di setiap wilayah Kerajaan Panca Warna, tanpa terganggu. Jika terus menerus berperang, maka kedua belah pihak juga akan mendapatkan kerugian.


Akhirnya dengan terpaksa, para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela hanya bisa melakukan penjagaan di seluruh wilayah yang ada di Kerajaan Panca Warna. Karena mereka tidak diizinkan untuk menyakiti siapa saja yang ada di Kerajaan Panca Warna. Banyak pasukan yang akhirnya kebingungan. Karena hari-hari mereka hanya dipenuhi dengan pertarungan dan pertarungan saja. Mereka tidak pernah sekalipun berbincang, ataupun bermusyawarah dengan masyarakat sekitar. Setiap kali mereka mencoba mendekati rakyat Kerajaan Panca Warna, pasti yang mereka dapatkan hanyalah sebuah penyerangan.

__ADS_1


Ratu Mekar Senggani merasa sangat tidak enak hati kepada Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya, atas perilaku rakyatnya yang semena-mena. Ratu Mekar Senggani tidak pernah menyangka kalau keadaannya akan menjadi sangat kacau seperti ini. Padahal dia sangat berharap kalau Intan Senggani bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Tapi sekarang, jangankan untuk menjalankan tanggung jawab, untuk sekedar memberi makanan kepada rakyatnya saja Intan Senggani tidak mau. Hanya karena dia takut, kalau sampai persediaan makanan di istana Kerajaan Panca Warna akan habis.


Sekejam-kejamnya Ratu Mekar Senggani, dia tidak pernah sekalipun melakukan hal itu. Bahkan tidak pernah terjadi wabah kelaparan satu kali pun, selama masa pemerintahannya. Karena Ratu Mekar Senggani selalu bisa mengatur semuanya dengan baik. Dia juga pintar dalam memprediksi berbagai keadaan, yang kemungkinan besar akan terjadi kepada Kerajaan Panca Warna. Sehingga dia bisa memperhitungkan semuanya dengan matang. Dan tidak menimbulkan kesalahan yang besar seperti sekarang. Masalah kecil tentu saja akan terjadi, tapi tidak sampai separah seperti sekarang ini. Itulah yang membuat Ratu Mekar Senggani merasa sangat kecewa kepada adik kandungnya.


Selama ini Ratu Mekar Senggani sudah bersusah payah membangun, dan mengembangkan perekonomian di Kerajaan Panca Warna, bersama dengan para abdi setianya. Sekarang dia harus membangun kembali semuanya dari awal. Apalagi dengan keadaan rakyat Kerajaan Panca Warna yang sekarang sudah sangat memperihatinkan. Karena banyak sekali orang yang mengalami kelaparan. Bahkan sampai ke tingkatan yang sudah sangat parah. Tidak jarang dari mereka sampai melakukan kejahatan agar bisa mendapatkan makanan. Terutama dengan mereka yang masih memiliki anak kecil di dalam rumah keluarga mereka. Mereka akan melakukan apa saja untuk keluarga mereka.


Sedangkan bagi mereka yang tidak mau mencuri ataupun merampas dari orang lain, memilih untuk bertahan dengan air. Karena hanya air minumlah yang masih mudah untuk mereka dapatkan. Untuk makanan sendiri, mereka akan berburu ke hutan. Mencari binatang apa saja, yang dagingnya bisa mereka makan. Tak jarang mereka juga menemukan binatang buas. Yang membuat mereka sangat kerepotan. Karena binatang buas sudah pasti akan mengganas jika merasa diri mereka terancam. Ada sebagian lagi yang memberanikan diri untuk mencuri dari prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Dan hal itu sudah dirasakan oleh sebagian besar orang yang berada di Kerajaan Panca Warna.


"Gusti Prabu Jabang Wiyagra. Aku memohon bantuan kepadamu. Aku ingin kembali menduduki tahtaku yang sudah aku tinggalkan. Aku tidak bisa melihat tanah kelahiranku bernasib seperti ini. Aku pastikan kalau Kerajaan Panca Warna akan mengabdi kepadamu." Ucap Ratu Mekar Senggani.

__ADS_1


"Aku pasti akan membantumu, Mekar Senggani. Selama kamu memiliki tujuan yang benar dan lurus. Aku berjanji akan membantumu membangun kembali istana Kerajaan Panca Warna yang sudah porak-poranda. Aku janji." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.


"Terima kasih Gusti Prabu. Hamba bersumpah akan selalu setia kepada Sang Maha Raja, Gusti Prabu Jabang Wiyagra."


"Terima kasih kembali Mekar Senggani. Sekarang, mari kita lanjutkan saja perjalanan kita. Aku yakin, banyak sekali orang yang sedang menunggu kedatanganmu di tempat ini."


"Mari Gusti Prabu."


Ratu Mekar Senggani dan Prabu Jabang Wiyagra hanya kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk berkeliling di seluruh wilayah Kerajaan Panca Warna. Sedangkan Mbah Kangkas diperintahkan untuk kembali ke istana oleh Prabu Jabang Wiyagra. Guna mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh Ratu Mekar Senggani untuk membangun kembali istananya, yang sudah hancur, dan tinggal menyisakan puing-puingnya saja. Semua itu dilakukan karena Prabu Jabang Wiyagra melihat ada sebuah potensi besar dalam diri Ratu Mekar Senggani. Bahkan, Prabu Jabang Wiyagra bisa melihat, kalau Ratu Mekar Senggani akan membawa kejayaan bagi semua orang.

__ADS_1


Setelah Kerajaan Panca Warna kembali dibangun, akan banyak orang yang melihat bagaimana baiknya seorang Ratu Mekar Senggani, yang selama ini hanya dianggap sebelah mata. Ratu Mekar Senggani mengetahui segala bentuk kejahatan yang ada di sebagian besar wilayah Tanah Jawa ini. Dia tahu di mana saja tempat persembunyian para kelompok bandit, dan juga orang-orang beraliran hitam. Yang suka berbuat kekacauan dan kejahatan. Karena Ratu Mekar Senggani pernah menjadi bagian dari mereka. Bahkan pernah menjadi orang yang menyumbangkan dana dalam jumlah besar, untuk kelompok-kelompok tersebut.


__ADS_2