
"Seharusnya kamu tidak bersikap seperti ini, Ratna Malangi. Kamu harusnya memahami, kalau semua yang terjadi adalah kesalahan Ganda Ruwo sendiri. Kalau saja dia tidak mengkhianati saudara-saudaranya, mungkin nasibnya akan berbeda." Ucap Panglima Galang Tantra kepad Ratna Malangi dalam pertempuran tersebut.
"Persetan kamu Galang Tantra! Semua ini terjadi karena kebodohanmu! Seharusnya kamu tidak menuruti perintah Wira Satya! Yang sekarang sudah berada di neraka!" Jawab Ratna Malangi dengan penuh amarah dalam dirinya.
Ratna Malangi dan Panglima Galang Tantra bertarung dengan sangat sengit. Tetapi seperti yang semua orang ketahui, kalau Ratna Malangi memiliki kesaktian yang sangat tinggi. Sehingga membuat Panglima Galang Tantra kewalahan menghadapinya. Bahkan para Panglima yang lain pun saat kesulitan untuk hanya untuk sekedar menyentuh tubuh Ratna Malangi. Kesaktiannya benar-benar sangat luar biasa.
Para Panglima dan para Patih yang menyerang, rata-rata sudah terkena pukulan dan tendangan. Tapi saat mereka mencoba untuk membalas serangan, Ratna Malangi selalu saja bisa menangkis serangan-serangan yang mereka berikan. Bahkan, Panglima Kinjiri dan Ki Singo Rogo merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi kekuatan yang dimiliki oleh Ratna Malangi. Mereka merasa tubuh mereka mulai melemah dan kehilangan tenaga.
Di antara para Panglima yang lain, hanya Panglima Galang Tantra yang masih terlihat baik-baik saja. Walaupun sama-sama sudah merasakan lelah, tetapi Panglima Galang Tantra Masih sanggup untuk menghindar dan bertahan dari serangan yang Ratna Malangi berikan. Dalam pertarungan tersebut, Panglima Galang Tantra masih mencoba untuk bernegosiasi dengan Ratna Malangi. Dia berharap, Ratna Malangi bisa menyadari apa yang sudah ia lakukan.
Apa yang dilakukan oleh Ratna Malangi ini hanyalah hal yang sia-sia belaka. Yang Ratna Malangi lakukan tidak bisa mengembalikan Ganda Ruwo ke dunia ini. Justru hanya akan menambah beban pikiran Ratna Malangi sendiri. Namun Ratna Malangi begitu keras kepala, dan tetap teguh kepada pendiriannya. Dia bersumpah untuk tidak mundur sedikitpun, sebelum membunuh semua orang yang terlibat dalam pembunuhan kakaknya.
"Aku tidak akan mundur sedikit Galang Tantra. Sekalipun Jabang Wiyagra memiliki ribuan pasukan, aku tidak akan takut untuk menghadapinya. Aku juga akan membunuh raja bodoh itu di hadapan kalian semua!" Ucap Ratna Malangi yang kembali menyerang semua orang yang ada di sana.
Walaupun Ratna Malangi seorang perempuan, tetapi Ratna Malangi tidak menunjukkan sedikitpun tanda-tanda kelelahan, apalagi kesakitan. Meskipun para Panglima dan para Patih sudah menghajarnya berkali-kali, tapi Ratna Malangi masih tetap berdiri dengan tegak. Bahkan tidak ada satupun ilmu kesaktian yang berhasil menembus tubuhnya. Semua orang yang ada di sana pun kebingungan, dan tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengalahkan Ratna Malangi.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya datanglah Prabu Jabang Wiyagra bersama dengan Mbah Kangkas dan juga Sang Maha Guru di tempat itu.
"Akhirnya! Kamu tiba di tempat ini juga Abdi Prawira! Aku tidak menyangka kalau kamu sudah semakin tua!" Ucap Ratna Malangi kepada Sang Maha Guru sembari tertawa.
"Ratna Malangi. Kamu benar-benar sudah tidak bisa diampuni lagi. Karena dendam dan kebencian, kamu rela korbankan segalanya. Bahkan harga dirimu sendiri." Jawab Sang Maha Guru.
"Harga diri? Orang sepertimu tidak pantas mengatakan soal harga diri. Di mana harga dirimu sebagai seseorang yang dianggap mulia oleh semua orang? Kamu tidak lebih buruk daripada orang-orang sepertiku." Kata Ratna Malangi.
"Ratna. Apa yang kamu lakukan sekarang, tidak akan bisa mengembalikan kakakmu ke dunia ini lagi. Biarkanlah kakakmu tenang di alam sana. Doakanlah saja dia. Aku yakin, Ganda Ruwo juga pasti tidak rela kalau adik tercintanya berbuat jahat seperti ini." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Diam! Kamu tidak tahu bagaimana rasanya menjadi diriku, Jabang Wiyagra. Satu-satunya orang yang sangat menyayangi dan mencintaiku telah dirampas oleh orang-orang seperti gurumu ini! Merekalah yang seharusnya kamu perangi! Bukan aku!"
Untuk sesaat, Ratna Malangi pun terdiam mendengar ucapan Prabu Jabang Wiyagra. Apa yang dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra memang ada benarnya juga. Selama masa hidupnya, Ganda Ruwo selalu membuat keonaran dan kerusakan. Kalau itu, Ratna Malangi sering juga mengingatkan kakaknya untuk tidak berbuat jahat. Tetapi Ganda Ruwo selalu memiliki alasan yang menguatkan pendapatnya. Sehingga Ratna Malangi yang kala itu masih seorang gadis lugu, seringkali luluh oleh ucapan Ganda Ruwo.
Memang, sekalipun Ganda Ruwo adalah orang yang kejam dan serakah, Tetapi dia begitu menyayangi dan mencintai adiknya sepenuh hati. Ganda Ruwo bahkan tidak pernah sekalipun berbicara kasar, ataupun memarahi Ratna Malangi. Dia selalu bersikap baik di depan adiknya. Dan kita pernah sekalipun menunjukkan sikap yang menggambarkan kalau dia adalah orang yang jahat, dan terkenal sangat kejam. Walaupun kala itu Ratna Malangi sendiri juga mengetahui apa yang telah dilakukan oleh kakaknya, kepada saudara-saudaranya.
__ADS_1
"Bagaimana Ratna? Apakah kamu mulai memikirkan semuanya? Aku yakin masih ada kebaikan di dalam dirimu, Ratna. Kembalilah ke jalan yang benar." Kata Prabu Jabang Wiyagra.
Namun Sangat disayangkan, dendam dan kebencian yang Ratna Malangi miliki jauh lebih besar daripada kebaikan dan kesadaran yang ada di dalam dirinya. Ratna Malangi bahkan dengan berani menyerang Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru dengan sangat brutal. Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru menghindar ke sana kemari, seperti tidak mau membalas serangan yang diberikan oleh Ratna Malangi kepada mereka berdua. Jangan itu membuat Ratna Malangi menjadi semakin kesal.
"Serang aku!" Teriak Ratna Malangi sembari terus menyerang Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru.
Dan sebuah hal yang mengejutkan semua orang pun terjadi. Yang kala itu, untuk pertama kalinya semua orang melihat Sang Maha Guru terkena pukulan yang cukup dahsyat, hingga membuat tubuh Sang Maha Guru terpental. Semua orang yang ada di sana pun hanya bisa terdiam melihat hal tersebut. Begitu pula dengan Prabu Jabang Wiyagra. Karena baru kali ini ia melihat Sang Maha Guru bisa terkena pukulan. Apalagi sampai membuat tubuhnya terpelanting jauh.
"Ratna! Ternyata kebaikan tidaklah cukup untuk membuatmu sadar ya? Baiklah. Maafkan aku, kalau aku harus menggunakan cara yang kasar!" Ucap Prabu Jabang Wiyagra dengan membalas serangan Ratna Malangi.
Dan dengan sigap, Ratna Malangi langsung menghindari pukulan dari Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan Ratna Malangi juga membalas serangan Prabu Jabang Wiyagra, dan berhasil mengenai lengannya. Meskipun Prabu Jabang Wiyagra sudah menggunakan jubah perang yang sangat kuat, tapi tetap saja Prabu Jabang Wiyagra masih bisa merasakan sakit, akibat dari pukulan itu. Sekarang barulah Prabu Jabang Wiyagra merasakan sendiri bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Ratna Malangi.
Prabu Jabang Wiyagra sendiri tidak menyangka, kalau kekuatan yang dimiliki oleh Ratna Malangi ternyata sehebat ini.
"Pantas saja dia masih bisa bertahan sejauh ini. Ternyata dia benar-benar sangat sakti." Ucap Prabu Jabang Wiyagra dalam hati.
__ADS_1
"Bagaimana Jabang Wiyagra? Aku hebat bukan?" Kata Ratna Malangi.
Ratna Malangi merasa sangat senang, karena bisa memukul seorang raja. Ratna Malangi juga merasa sangat bangga, karena menganggap Prabu Jabang Wiyagra tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya. Meskipun Prabu Jabang Wiyagra sudah terkena pukulan, tapi pun berarti Prabu Jabang Wiyagra akan menyerah begitu saja. Prabu Jabang Wiyagra melepas seluruh jubah perangnya. Karena memang, jubah perang itu membuat gerakan Prabu Jabang Wiyagra menjadi lamban.