DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 85


__ADS_3

Prabu Jabang Wiyagra merasa bangga dengan kinerja Patih Kinjiri dan Utari Gita. Tidak terasa, mereka sudah enam bulan lamanya tidak pulang ke istana. Mereka hanya memberikan surat demi surat untuk memberikan kabar situasi di Kerajaan Mangkon Rogo.


Sesekali pasukan dari Kerajaan Mangkon Rogo melakukan serangan-serangan kecil kepada para pasukan Patih Kinjiri. Mereka semua masih bersikeras untuk mendapatkan kembali wilayah mereka yang dikuasai oleh pasukan Kerajaan Wiyagra Malela.


Namun serangan-serangan kecil yang mereka lakukan hampir setiap hari, tetap saja tidak membuahkan hasil. Justru banyak pasukan Kerajaan Mangkon Rogo yang mati sia-sia saat mencoba menerobos benteng pertahanan.


Benteng raksasa yang mengelilingi puluhan desa di tempat ini, membuat para pasukan Kerajaan Mangkon Rogo kesulitan. Pergerakan pasukan mereka juga semakin dipersempit dengan pasukan yang dipimpin oleh Maha Patih Jogo Rogo.


Maha Patih Jogo Rogo setuju untuk bekerja sama dengan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Tetapi dia memilih untuk tetap tinggal di wilayah persembunyiannya. Dia tidak mau keluar sebelum perang besar benar-benar terjadi.


Dengan bantuan pasukan dari Maha Patih Jogo Rogo, dalam menjalankan siasat pertempuran.


"Gusti Patih, apa tidak sebaiknya kita lakukan perluasan wilayah? Jumlah pasukan kita sudah lebih dari cukup untuk menaklukkan wilayah yang lain." Ucap Singo Rogo kepada Patih Kinjiri.


"Tahan dulu. Aku ingin mengulur waktu sebanyak mungkin. Karena aku masih penasaran dengan kekuatan musuh kita. Memang sudah banyak pasukan Prabu Garan Darang yang mati, tapi itu tidak menjamin kalau pasukan kita di tempat ini akan aman." Jawab Patih Kinjiri.


"Lalu apa rencana selanjutnya Gusti Patih? Para pasukan Prabu Garan Darang sudah semakin bertambah lagi jumlahnya." Ucap Bamantara.


"Benar Gusti Patih. Mereka mendapatkan banyak sekali bantuan dari raja-raja besar, secara rahasia. Sepertinya, tidak lama lagi mereka akan menggempur tempat ini." Tambah Joko Gondol.

__ADS_1


"Itulah yang aku inginkan. Dan itu juga yang diinginkan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Jabang Wiyagra ingin semua kerajaan yang mendukung pergerakan Prabu Garan Darang muncul ke permukaan."


"....Sehingga nantinya, kita memiliki satu alasan jelas untuk melakukan perlawanan. Karena masih banyak kerajaan yang tidak percaya dengan kesaksian warga desa, kalau mereka ditindas oleh raja mereka sendiri."


".....Aku pun sebenarnya ingin sekali menggempur mereka semua. Tapi jika kita menggempur semuanya, maka kita akan mengorbankan nama besar Kerajaan Wiyagra Malela."


"....Akan banyak kerajaan yang menuduh Kerajaan Wiyagra Malela melakukan invasi tanpa alasan yang kuat. Apalagi kesaksian dari para warga desa masih belum cukup untuk menguatkan argumen kita." Jawab Patih Kinjiri.


Semua orang yang ada disana mengerti apa yang dimaksud oleh Patih Kinjiri. Patih Kinjiri hanya menjalankan perintah dari Prabu Jabang Wiyagra. Dia tidak mau bermain dengan cara lama. Karena cara lama yang digunakan oleh Patih Kinjiri dulu, membuat Kerajaan Reksa Pati hancur.


Walau pun tidak sepenuhnya kesalahan Patih Kinjiri, tapi Patih Kinjiri tidak mau mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Dia tidak mau dibutakan oleh kekuasaan. Dia juga sudah bersumpah setia kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan tidak akan mengkhianati sumpahnya sampai kapan pun.


"Baik Gusti Patih."


Ketujuh pendekar itu pun kembali ke posisi mereka. Mereka semua kembali melakukan penjagaan ketat di setiap jengkal dari wilayah ini. Sudah banyak sekali desa yang sekarang berkembang dibawah kepemimpinan Patih Kinjiri. Dan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela di tempat ini semakin bertambah setiap harinya.


Bahkan banyak sekali keluarga yang berasal dari desa lain yang datang ke tempat ini. Mereka semua melarikan diri ke tempat ini, karena sudah tidak tahan dengan penindasan yang dilakukan oleh Prabu Garan Darang. Kabarnya semakin hari Prabu Garan Darang semakin menggila.


Dan sekarang situasi di Kerajaan Mangkon Rogo sedang sangat panas. Banyak pejabat istana yang mulai dibantai karena mereka membelot kepada perintah Prabu Garan Darang. Sehingga sekarang, Prabu Garan Darang kembali memiliki orang-orang setia yang siap mati untuknya.

__ADS_1


Hanya saja jabatan Maha Patih di Kerajaan Mangkon Rogo masih kosong. Karena tidak ada satu pun orang yang cocok mendapatkan jabatan tersebut. Para abdi istana tidak ada yang berani mengambil jabatan menjadi seorang Maha Patih.


Karena siapa saja yang ingin menjadi Maha Patih, maka mereka harus menghadapi Maha Patih Jogo Rogo, yang pernah memegang jabatan tersebut. Dan bagi mereka yang ingin memegang jabatan itu, harus membawa kepala Maha Patih Jogo Rogo sebagai pembuktian kepada Prabu Garan Darang.


Jelas saja tidak ada yang mau. Karena mereka tidak mungkin sanggup jika harus berhadapan dengan Maha Patih Jogo Rogo yang terkenal sakti mandraguna itu. Walau pun dia hampir kalah oleh Prabu Garan Darang, tapi bukan berarti dia adalah orang yang lemah.


Saat lari dari istana bersama para bawahannya, Maha Patih Jogo Rogo sebenarnya ingin sekali membunuh Prabu Garan Darang. Dan sudah pasti dia sanggup melakukan hal tersebut. Hanya saja dia lebih mengutamakan keselamatan orang-orang yang menjadi pengikutnya.


Prabu Garan Darang juga terus menerus mengerahkan pasukannya untuk mengacaukan wilayah yang sekarang dikuasai oleh Maha Patih Jogo Rogo. Dia sangat tidak rela kalau ada satu saja wilayahnya yang dikuasai oleh Maha Patih Jogo Rogo.


Dia benar-benar merasa sakit hati karena pengkhianatan yang Maha Patih Jogo Rogo lakukan kepadanya. Tapi sampai saat ini, dia sama sekali tidak mau mengakui kesalahannya. Padahal dialah yang sudah memulai semua kekacauan ini.


Kalau saja dia tidak menuruti hawa nafsunya, tentu nasibnya akan jauh lebih baik dari sekarang. Kalau saja dia tidak dibantu oleh Prabu Bambang Pura, sudah pasti pasukannya akan kalah dengan mudah. Karena jumlah pasukan Prabu Garan Darang tidaklah sebesar pasukan Kerajaan Wiyagra Malela.


Kalau terjadi perang besar, Kerajaan Mangkon Rogo bisa langsung hancur lebur menjadi abu. Dan Prabu Garan Darang bisa langsung dipanggang di istananya sendiri. Namun bukan itulah yang menjadi tujuan utama Prabu Jabang Wiyagra. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi orang-orang yang ditindas.


Sebagian besar rakyat Kerajaan Mangkon Rogo pun juga memiliki tujuan yang sama. mereka hanya ingin Prabu Garan Darang turun tahta. Dan bisa digantikan oleh orang yang lebih baik. Karena masalahnya adalah Prabu Garan Darang bukan Kerajaan Mangkon Rogo.


Sekali pun yang memegang bukanlah orang sakti mandraguna, rakyat akan tetap senang, asalkan raja mereka bisa berlaku adil dan bijaksana. Membawakan kedamaian dan kemakmuran yang merata tanpa pandang kasta.

__ADS_1


Semua rakyat Kerajaan Mangkon Rogo selalu berharap dan bahkan berdoa setiap malam kepada Yang Maha Kuasa untuk mengabulkan harapan-harapan mereka. Hanya saja, doa mereka belum terkabulkan. Karena sampai saat ini, mereka masih harus berperang dengan Prabu Garan Darang.


__ADS_2