DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 320


__ADS_3

Banyak perselisihan yang terjadi di antara para prajurit Kerajaan Panca Warna. Mereka saling menyerang satu sama lain demi kepentingan pimpinan mereka masing-masing. Karena semenjak Intan Senggani pergi dari istana Kerajaan Panca Warna, banyak yang merebutkan tahta di kerajaan tersebut. Mereka akan menggunakan cara apa saja demi mendapatkan singgasana Ratu Mekar Senggani. Situasi kacau seperti sekarang ini, selalu saja dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk mewujudkan ambisi besar mereka.


Namun hal itu sepertinya tidak akan berlangsung lama. Karena Ratu Mekar Senggani sudah berjanji akan menduduki tahtanya kembali. Dan itu juga menyebar ke seluruh wilayah Kerajaan Panca Warna. Menjadi sebuah berita penting yang sering dibicarakan oleh orang-orang, dari mulut ke mulut. Mereka yang masih mendukung Ratu Mekar Senggani, jelas merasa sangat senang dengan kembalinya Ratu Mekar Senggani ke Kerajaan Panca Warna. Tetapi bagi orang-orang yang memiliki ambisi sendiri, tentunya Ratu Mekar Senggani akan menjadi rintangan besar untuk mereka. Karena dengan kembalinya Ratu Mekar Senggani, maka impian-impian mereka akan pupus.


Mereka hanya memiliki dua pilihan. Yaitu mempertanggungjawabkan semua kesalahan yang sudah mereka lakukan, atau memilih untuk melakukan pemberontakan. Mereka ingin berkuasa di tahta Kerajaan Panca Warna, sebenarnya jumlahnya tidak terlalu banyak. Bahkan tidak cukup kalaupun untuk melawan Ratu Mekar Senggani, sekalipun Ratu Mekar Senggani hanya sendirian. Apalagi banyak sekali persenjataan di Kerajaan Panca Warna yang tersimpan rapat-rapat di dalam gudang senjata istana, dan hanya Ratu Mekar Senggani saja yang bisa membuka ruang penyimpanan senjata itu. Bahkan Intan Senggani pun tidak pernah bisa membuka pintunya.


Pintu gudang senjata yang ada di istana Kerajaan Panca Warna memang dirancang untuk tidak bisa dibuka oleh siapapun. Kecuali oleh Ratu Mekar Senggani sendiri. Karena di sana tersimpan banyak sekali senjata-senjata yang sangat canggih, dan jauh lebih maju daripada senjata-senjata lainnya. Ratu Mekar Senggani sempat beberapa kali menggunakan senjata-senjata tersebut. Namun senjata itu masih kalah, dengan senjata yang digunakan oleh pasukan Prabu Jabang Wiyagra. Apalagi jumlah senjata tersebut tidaklah banyak. Kemungkinan, sekarang hanya beberapa unit saja yang masih bisa digunakan. Karena senjata-senjata itu tidak pernah dirawat.

__ADS_1


Ratu Mekar Senggani bahkan hampir melupakan senjata yang ada di dalam istananya sendiri. Karena sebenarnya, Ratu Mekar Senggani tidak pernah berniat untuk berperang dengan siapapun. Dia lebih mengutamakan perkembangan Kerajaan Panca Warna. Daripada harus ikut campur dalam perang yang terjadi di Tanah Jawa. Baginya, wilayah kekuasaan yang ia miliki sudah lebih dari cukup. Yang terpenting baginya adalah, Ratu Mekar Senggani bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang dari rakyatnya. Karena itulah yang akan membuatnya menjadi seseorang yang jauh lebih kuat dari apa yang ia pikirkan.


Dengan kekuatan dari rakyatnya, Ratu Mekar Senggani sudah mampu membuktikan, kalau dia memang pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Banyak sekali kemajuan yang terjadi di Kerajaan Panca Warna, selama masa kepemimpinannya. Dan tidak pernah sekalipun terjadi perang saudara. Dengan banyaknya perang saudara yang terjadi sekarang, itu menandakan kalau memang banyak orang yang menjadi penghianat, selama masa pemerintahan Intan Senggani. Sedangkan Intan Senggani sendiri sampai sekarang masih belum ditemukan keberadaannya. Dia seakan menghilang dari pandangan semua orang. Setelah dia dengan terpaksa harus turun dari tahtanya.


*


*

__ADS_1


Dia juga memerintahkan rakyat kecilnya, untuk membuat lahan pertanian. Prabu Jabang Wiyagra mengutus para pejabat istana Kerajaan Wiyagra Malela, agar mengirimkan benih-benih terbaik yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Sebagai bentuk dukungan kecil beliau kepada Ratu Mekar Senggani. Banyak orang yang mendukung pergerakan yang dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani. Karena, cara yang ia lakukan benar-benar mampu merubah keadaan orang-orang di sekitarnya. Para pasukan Prabu Jabang Wiyagra yang awalnya rasis kepada Ratu Mekar Senggani, sekarang sudah mulai luluh. Tanpa ragu mereka mulai membantu segala hal yang dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani dan pengikutnya.


Begitu juga sebaliknya, para pengikut Ratu Mekar Senggani mulai bersahabat dengan para pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka bergotong-royong untuk membantu satu sama lain. Mereka juga mulai saling berbagi cerita, tentang keseharian mereka di wilayah Kerajaan Panca Warna ini. Setiap kali berpapasan, mereka akan saling menyapa satu sama lain. Tidak seperti sebelumnya, yang sangat sinis ketika bertatap muka. Hal itu membuat Prabu Jabang Wiyagra sangat senang. Terutama dengan perkembangan yang terjadi di Kerajaan Panca Warna. Meskipun Ratu Mekar Senggani tidak memiliki istana, tapi dia mampu menjalankan pemerintahannya dengan sangat baik. Dalam waktu singkat, Ratu Mekar Senggani mampu mengembalikan keadaan seperti semula.


Sekarang, orang-orang yang ada di Kerajaan Panca Warna tidak akan merasakan kelaparan lagi. Karena mereka sudah bisa bercocok tanam sendiri. Semakin hari, perkembangan di wilayah perbatasan itu menjadi semakin baik. Para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela juga membantu Ratu Mekar Senggani untuk mencari pasukan yang baru. Para pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela mengambil beberapa orang murid dari Padepokan Ageng Reksa Pati, untuk menjadi pengawal pribadi Ratu Mekar Senggani. Hal itu juga sudah disetujui oleh Prabu Jabang Wiyagra. Beliau sangat senang dengan inisiatif para pasukannya. Yang tidak tanggung-tanggung dalam memberikan sebuah bantuan untuk Ratu Mekar Senggani dan para pengikutnya.


Karena perkembangan yang begitu pesat, berita itu pun berkembang hingga ke seluruh wilayah Kerajaan Panca Warna. Orang-orang yang sudah melepaskan diri dari Kerajaan Panca Warna, dan ingin menjadi penguasa, jelas merasa ketar-ketir. Mereka takut, kalau sampai Ratu Mekar Senggani membalas semua perbuatan yang sudah mereka lakukan. Apalagi banyak sekali kelompok-kelompok pemberontak, yang sedang berusaha untuk mengganggu pekerjaan yang dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani dan para pengikutnya. Ratu Mekar Senggani sendiri tidak mau ambil pusing soal para mantan pasukannya itu. Karena dia sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi mereka semua.

__ADS_1


Ditambah dengan ilmu kesaktian Ratu Mekar Senggani, yang makin hari makin bertambah hebat. Sudah bisa dipastikan, kalau Ratu Mekar Senggani akan menang dalam menghadapi musuh-musuhnya. Walaupun mereka adalah bekas abdi di istananya, tapi bagi Ratu Mekar Senggani, mereka semua sudah menjadi seorang pengkhianat. Seorang pengkhianat memang pantas mendapatkan hukuman yang berat. Ratu Mekar Senggani tidak akan segan untuk menghabisi mereka semua. Atau yang lebih mengerikannya, Ratu Mekar Senggani akan menyiksa mereka terlebih dahulu, sebelum mereka semua mati. Melihat apa yang sudah mereka lakukan, hanya penderitaanlah yang akan menjadi hakim yang adil untuk mereka semua.


__ADS_2