
Di tempatnya Ratna Malangi sedang mengadakan upacara persembahan untuk iblis yang ia sembah selama ini. Di upacara persembahan itu, ada tiga orang gadis belia yang akan ditumbalkan. Ratna Malangi komat-kamit membaca sebuah mantra yang tidak diketahui apa artinya. Para pengikutnya yang ada di sana hanya mengikuti setiap kata yang diucapkan oleh Ratna Malangi.
Mereka melakukan upacara persembahan itu untuk meminta diberikan sebuah kekuatan yang baru, untuk menghadapi Prabu Jabang Wiyagra dan juga para pendukungnya. Ratna Malangi dan kelompoknya juga sama-sama sedang berusaha untuk mencari keberadaan para mantan anggota kelompok Satrio Luhur, yang masih hidup sampai sekarang. Karena mereka akan menjadi masalah besar bagi Ratna Malangi dan para pengikutnya.
Dalam upacara tersebut, dengan tega Ratna Malangi melukai pergelangan tangan tiga gadis yang tidak bersalah itu. Ia juga menancapkan sebuah belati ke perut ketiga gadis itu. Ratna Malangi benar-benar kejam dan tidak berperasaan. Hanya untuk memanggil iblis sesembahannya itu, dia harus melakukan kekejaman yang tidak sepantasnya dilakukan. Apalagi oleh seorang perempuan cantik seperti dirinya.
Walaupun Ratna Malangi sudah berusia lanjut, tetapi kulit-kulit di tubuhnya masih sangat kencang. Kulitnya juga putih bersih, seperti seorang gadis remaja. Dan semua itu ia dapatkan dari iblis yang ia sembah. Begitu juga dengan semua kekuatan dan kekuasaan yang ia miliki sekarang. Dia melakukan semua ini atas dasar balas dendam, yang kakaknya secara tidak sengaja sudah terbunuh di tangan Panglima Galang Tantra.
Upacara persembahan tersebut berlangsung dengan sangat lancar, dikarenakan tiga gadis itu sangat mudah ditaklukan oleh Ratna Malangi. Setelah Ratna Malangi selesai membaca mantra, tiba-tiba muncul sosok iblis yang menghisap jiwa ketiga gadis tersebut. Sesuai yang telah dijanjikan, sosok iblis itu memberikan kekuatan lebih kepada Ratna Malangi dan para pengikutnya. Dan pada saat itu pula, tubuh Ratna Malangi langsung melayang, karena menerima kekuatan yang begitu dahsyat dari iblis yang ia sembah.
Setelah semuanya selesai, Ratna Malangi memerintahkan para pengikutnya untuk segera mencari para mantan anggota kelompok Satrio Luhur yang masih hidup. Karena ternyata, Ratna Malangi akan menggunakan mereka untuk memberi makan iblis yang ia sembah. Dengan memakan jiwa-jiwa orang yang suci, maka kekuatan iblis itu pun semakin besar. Begitu juga dengan Ratna Malangi sendiri. Ratna Malangi akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan orang mantan anggota kelompok Satrio Luhur yang masih hidup.
__ADS_1
Ratna Malangi tidak mau mengalami kegagalan sampai dua kali. Setelah sebelumnya dia gagal menangkap Mbah Kangkas. Ratna Malangi hanya bisa mendapatkan para pendekar, yang juga tidak bisa ia gunakan dalam upacara persembahan. Entah karena apa para pendekar tidak bisa ditumbalkan dalam upacara persembahan tersebut. Tetapi yang pasti, Ratna Malangi sudah mengalami banyak sekali kesulitan ketika ingin menumbalkan mereka. Jadi, para pendekar itu masih bertahan hidup sampai sekarang.
Puger Satriya dan Arya Panunggul juga berada di tempat persembunyian Ratna Malangi. Mereka berdua ditahan. Dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah, yang membuat mereka sangat menderita. Karena di dalam penjara itu, Puger Satriya dan Arya Panunggul sama sekali tidak diberi makan dan minum oleh Ratna Malangi. Mereka berdua juga kerap dipukuli, karena tidak mau memberikan informasi tentang kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra dan juga para pendukungnya.
Walaupun Ratna Malangi merasa sangat kesal, tetapi Ratna Malangi tidak bisa membunuh mereka berdua begitu saja. Ratna Malangi ingin menggunakan Puger Satriya dan Arya Panunggul untuk mengancam Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya agar tidak menyerang. Karena Ratna Malangi tahu, kalau sebenarnya perasaan Prabu Jabang Wiyagra begitu lemah, dan mudah iba kepada orang lain. Terutama dengan para abdinya sendiri. Kelemahan itulah yang akan digunakan oleh Ratna Malangi untuk membuat Prabu Jabang Wiyagra takluk di hadapannya.
Walaupun sejujurnya Ratna Malangi sendiri masih sangat meragukan hal itu, tetapi tidak ada pilihan lain, selain menggunakan Puger Satriya dan Arya Panunggul untuk mengancam para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela yang akan datang menyerang mereka. Tetapi tanpa Ratna Malangi ketahui, Prabu Jabang Wiyagra sudah memutuskan untuk menunggu Ratna Malangi dan pengikutnya, daripada menyerang terlebih dahulu. Prabu Jabang Wiyagra sudah memperhitungkan segala hal yang akan terjadi di Kerajaan Wiyagra Malela.
*
*
__ADS_1
*
Hari demi hari pun berganti. Ratna Malangi masih menunggu kabar dari para pengikutnya yang sedang melakukan pencarian ke berbagai wilayah, untuk menemukan para mantan anggota kelompok Satrio Luhur. Ratna Malangi merasa sudah sangat tidak sabar ingin sekali menghabisi mereka semua. Dia ingin melampiaskan semua kekecewaannya kepada orang-orang tersebut. Andaikan saja Wira Satya masih ada di sini, mungkin Ratna Malangi juga akan mencari keberadaannya.
Sangat disayangkan sekali, Wira Satya hanyalah tinggal cerita saja. Keberadaan tempat yang digunakan untuk menahannya juga tidak diketahui oleh siapapun. Ratna Malangi sampai sekarang belum mengetahui Di mana letak gunung berapi yang digunakan untuk memenjarakan Wira Satya. Sebenarnya Ratna Malangi ingin sekali berhadapan langsung dengan Wira Satya. Satu lawan satu. Karena kematian Ganda Ruwo diakibatkan oleh perintah dari Wira Satya. Sedangkan Panglima Galang Tantra hanya mengikuti perintah saja.
Semua kekacauan ini diakibatkan dari ambisi Wira Satya yang berubah, semenjak dia memiliki segalanya. Hingga akhirnya permusuhan ini harus diwariskan kepada Prabu Jabang Wiyagra yang pada dasarnya tidak tahu apa-apa. Prabu Jabang Wiyagra sama sekali tidak melihat secara langsung peristiwa itu. Prabu Jabang Wiyagra hanya mendengarnya dari Sang Maha Guru. Itu pun tidak diceritakan secara lengkap, apa yang sebenarnya terjadi.
Namun nasi sudah menjadi bubur. Apapun yang terjadi saat ini, Prabu Jabang Wiyagra harus bisa menerimanya dengan tabah. Pada saat-saat seperti inilah, semua orang akan menyaksikan secara langsung bagaimana kehebatan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru. Karena sebelum-sebelumnya, mereka berdua hanya menggunakan sebagian kecil dari kekuatan yang mereka berdua miliki.
Dan kalau mereka berdua sudah mengeluarkan kesaktian mereka sampai ke titik yang tertinggi, sudah bisa dipastikan sebuah kekacauan besar akan terjadi. Karena tingkatan ilmu yang dimiliki oleh Sang Maha Guru dan Prabu Jabang Wiyagra sangatlah jauh berbeda dengan orang-orang pada zaman ini. Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru sudah melewati banyak sekali halangan dan rintangan, untuk memiliki semua ilmu yang sekarang mereka kuasai.
__ADS_1