
Kemenangan Prabu Jabang Wiyagra melawan Prabu Suta Rawaja dan seluruh pasukannya, telah berhasil menciptakan kedamaian dan ketentraman antara dua kerajaan. Bahkan sekarang, Kerajaan Wiyagra Malela dan Kerajaan Rawaja Pati yang saat ini sudah dipegang oleh Pangeran Rawaja Pati, mulai membuka jalur ekonomi.
Sebelumnya tidak pernah, karena dua kerajaan itu, baik Kerajaan Wiyagra Malela maupun Kerajaan Rawaja Pati, keduanya saling menutup diri dan tidak mau mencampuri urusan masing-masing. Karena Prabu Suta Rawaja tidak pernah mau menjalin hubungan ekonomi dengan Prabu Jabang Wiyagra.
Namun dibawah kepemimpinan Pangeran Rawaja Pati, Kerajaan Rawaja Pati juga mulai membangun kembali semua jalur perekonomian yang sebelumnya telah rusak. Pangeran Rawaja Pati juga membangun banyak sekali tempat-tempat wisata dan juga pabrik-pabrik, agar rakyat bisa berkontribusi dan tidak hanya mengandalkan pertanian sebagai profesi mereka.
Mereka juga diajari banyak hal untuk membangun masa depan menjadi lebih baik. Semua itu tidak lepas dari peran penting Prabu Jabang Wiyagra. Selama ini, rakyat hanya diperbolehkan untuk bertani dan menjadi pekerja kasar. Raja menjadi kaya raya, tapi rakyat semakin menderita dan sengsara.
Sehingga, orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, akan memilih jalan instan. Mereka akan membentuk perkumpulan para bandit. Mereka merampok, dan merampas apa saja yang bisa mereka bawa. Tidak jarang para bandit juga melalukan kekerasan saat korban mereka melakukan perlawanan.
Tapi setelah perekonomian berkembang, jarang sekali ada orang yang membentuk kelompok bandit. Bahkan para mantan-mantan bandit itu memilih untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dan meninggalkan dunia gelap mereka untuk selama-lamanya.
Hal itu sangat jarang dilakukan oleh para raja-raja yang lainnya, karena mereka berfikir, jika rakyat menjadi cerdas, maka rakyat akan berbalik memberontak kepada mereka. Padahal kenyataannya tidak. Buktinya, Prabu Jabang Wiyagra sudah bisa membuktikan semuanya. Dia dicintai dan dihormati oleh rakyatnya.
Bahkan seorang musuh pun bisa kagum kepadanya. Dan itulah yang membuat Prabu Jabang Wiyagra lebih berbahaya, dari pada ilmu kesaktiannya yang masih menjadi misteri. Karena selemah apa pun seseorang, jika banyak orang yang mencintainya dan mendukungnya, maka dia adalah orang yang berbahaya.
__ADS_1
Sekali pun jika Prabu Jabang Wiyagra kalah, dan Kerajaan Wiyagra Malela berhasil diduduki oleh musuh-musuhnya, itu sama sekali tidak akan berpengaruh apa pun. Karena kekuatan utama sebuah kerajaan adalah pada rakyatnya. Jika rakyatnya terpecah belah, maka kerajaannya pun akan terpecah belah.
Namun sebaliknya, jika rakyatnya bersatu padu, maka kerajaannya pun akan tetap utuh tidak akan mudah untuk dikalahkan. Maka dari itulah, kenapa banyak musuh Prabu Jabang Wiyagra yang menyerang rakyat Kerajaan Wiyagra Malela terlebih dahulu, dari pada menyerang istana secara langsung.
Karena jika mereka menyerang Kerajaan Wiyagra Malela secara langsung, maka mereka sudah bisa dipastikan akan kalah. Seperti apa yang dialami oleh Prabu Suta Rawaja. Dia kalah dan berhasil digulingkan dengan sangat mudah. Bahkan tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
Pangeran Rawaja Pati yang sekarang sudah resmi menjadi raja juga tidak tinggal diam begitu saja, sekali pun Kerajaan Rawaja Pati sudah aman. Dia masih terus melakukan pengembangan demi pengembangan. Terutama dari bidang keprajuritan dan kemiliteran.
Pangeran Rawaja Pati mulai membuat ide-ide baru bersama Prabu Jabang Wiyagra untuk memperkokoh pemerintahan mereka. Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah menceritakan semua tentang musuh-musuh masa lalunya yang ia khawatirkan tidak lama lagi akan datang.
Setelah berhasil mengumpulkan pasukan siluman yang ia miliki, Pangeran Rawaja Pati memerintahkan mereka semua untuk membangun benteng-benteng kokoh berukuran raksasa di seluruh wilayah besar Kerajaan Wiyagra Malela. Karena sekarang, Kerajaan Wiyagra Malela telah memegang penuh kekuasaan dua kerajaan besar. Yaitu Kerajaan Rawaja Pati dan Kerajaan Reksa Pati.
Kerajaan Reksa Pati sekarang dipegang oleh Patih Kinjiri. Awalnya Patih Kinjiri juga akan dinobatkan menjadi seorang raja di Kerajaan Reksa Pati. Tapi dia tidak mau. Patih Kinjiri lebih memilih untuk tetap menjadi seorang Patih. Akhirnya, Kerajaan Reksa Pati dijadikan sebagai tempat pelatihan militer oleh para pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela dan Kerajaan Rawaja Pati.
Hal itu bertujuan agar istana besar Kerajaan Reksa Pati tidak dikosongkan, dan bisa digunakan sebagai tempat untuk mengatur orang-orang yang akan masuk ke dalam akademi keprajuritan. Sehingga sekarang, Kerajaan Reksa Pati bukan lagi sebuah kerajaan, melainkan dikenal sebagai Padepokan Ageng Reksa Pati.
__ADS_1
Padepokan Ageng Reksa Pati diperluas, bahkan sampai merambah wilayah hutan, yang dimana hutan-hutan belantara tersebut dibuat menjadi tempat-tempat lapang yang sangat luas untuk tempat pelatihan para prajurit. Baik prajurit yang lama atau pun para prajurit yang baru masuk ke dalam jajaran keprajuritan Kerajaan Wiyagra Malela.
Di sana juga terdapat banyak sekali persenjataan yang dibuat. Kerajaan Wiyagra Malela sudah membuat banyak sekali senjata generasi baru, seperti busur panah yang dapat mengeluarkan lima anak panah sekaligus, ada juga meriam, busur panah raksasa, baju besi, dan juga berbagai persenjataan lainnya.
Dibawah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra, Kerajaan Wiyagra Malela dan kerajaan-kerajaan yang ada dibawah pemerintahannya banyak mengalami pertumbuhan. Mulai dari ekonomi, persenjataan, pertahanan, keprajuritan, akses jalan, juga benteng-benteng dan bangunan-bangunan penting kerajaan.
Dengan pembangunan yang semakin hari semakin maju, membuat Ditya Kalana dan juga musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra berfikir keras, bagaimana caranya untuk menyerang dan menggulingkan kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra. Sedangkan sekarang, Kerajaan Wiyagra Malela semakin berkembang semakin pesat dan semakin kuat.
Jumlah pasukan Kerajaan Wiyagra Malela sudah tembus sampai lima ratus ribu tentara yang tersebar di seluruh wilayah. Belum dengan pasukan khusus pribadi milik Prabu Jabang Wiyagra, para Patih, pasukan para pendekar, dan juga pasukan cadangan yang ada di Padepokan Ageng Reksa Pati. Ditambah juga dengan para pemuda yang terus berdatangan mendaftarkan diri mereka menjadi prajurit Kerajaan Wiyagra Malela.
Dengan pertumbuhan jumlah pasukannya yang semakin hari semakin banyak, musuh jelas akan berfikir berkali-kali. Jumlah bandit dan para pendekar jahat juga semakin tergerus. Banyak dari mereka yang mulai tinggal di hutan-hutan yang tidak bertuan. Karena mereka takut diburu dan ditangkap, lalu dimasukkan ke dalam penjara.
Dan kebanyakan mereka lebih memilih untuk menyerahkan diri sebelum ditangkap. Ada juga yang memilih untuk melakukan bunuh diri, dari pada harus dimasukkan ke dalam penjara. Namun itu hanya dilakukan oleh para penjahat kelas berat. Karena hukuman bagi penjahat adalah penjara seumur hidup di dalam penjara bawah tanah.
Semua orang pun sudah tahu bagaimana kengerian di penjara bawah tanah. Tidak ada satu pun orang yang bisa bertahan dalam waktu yang lama di penjara dengan aturan paling kejam itu. Para pelaku kejahatan tingkat berat jelas tidak akan mendapatkan kesempatan kedua. Sekali pun mereka sudah menyadari kesalahan mereka.
__ADS_1