
"Kalau memang ada sebuah jalur yang pernah kamu gunakan, itu artinya mereka juga mengetahui seluk beluk kerajaanmu dengan sangat baik, Nanda Prabu." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Prabu Sura Kalana.
"Benar Romo. Itu artinya mereka mengetahui semuanya. Mereka tahu tentang semua hal ada di Kerajaan Batih Reksa. Dan ini bisa menjadi ancaman paling berbahaya untuk kerajaanku Romo."
"Kalau begitu kamu cepatlah kembali ke kerajaanmu. Jangan sampai ada sesuatu yang terjadi, dan kamu tidak ada di sana."
"Baik Romo. Hamba dengan Maha Patih Kumbandha, izin pamit untuk kembali ke Kerajaan Batih Reksa."
"Pulanglah sekarang. Kalau ada apa-apa, cepat kabari aku."
"Nggih Romo."
Prabu Sura Kalana dan Maha Patih Kumbandha hanya terpaksa pulang, kembali ke Kerajaan Batih Reksa. Mereka berdua khawatir kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena dengan adanya para pasukan dari Kerajaan Panca Warna yang bisa lewat di wilayah mereka dengan aman, itu menandakan kalau akan ada bahaya yang mengancam keamanan Kerajaan Batih Reksa.
Prabu Sura Kalana dan Maha Patih Kumbandha pergi bersama pasukan berkuda yang mereka bawa. Mereka mengendarai kuda mereka dengan sangat cepat. Perasaan Prabu Sura Kalana sudah tidak karuan. Dia takut terjadi sesuatu kepada para abdinya yang masih belum mengetahui tentang masalah ini. Apalagi kalau sampai terjadi penyerangan di Kerajaan Batih Reksa, pasti para pasukannya akan kebingungan.
Sudah dua kali ini wilayah Kerajaan Batih Reksa hampir saja ditembus oleh musuh. Walaupun para pasukan dari Kerajaan Panca Warna tidak mendatangi istana Kerajaan Batih Reksa, tapi tetap saja mereka sudah menjadi sebuah ancaman besar untuk semua orang yang ada di Kerajaan Batih Reksa. Karena letak Kerajaan Batih Reksa berada di dekat wilayah perairan, yang bisa dibilang sangat rentan untuk dimasuki oleh musuh.
__ADS_1
Walaupun banyak sekali pasukan yang berjaga di wilayah perairan, dan juga di berbagai wilayah penting yang lainnya, tetapi hal itu masih belum bisa memperkuat pertahanan yang ada di Kerajaan Batih Reksa. Andaikan sajadah tempat lain untuk mendirikan kerajaannya, sudah pasti Prabu Sura Kalana akan lebih memilih untuk mendirikan istana Kerajaan Batih Reksa di tempat yang lain, yang jauh lebih aman.
Tapi itu adalah satu hal yang sangat mustahil, dikarenakan seluruh wilayah Kerajaan Batih Reksa sudah banyak mengalami pembangunan. Wilayah hutan-hutan yang masih tersisa juga tidak yang cocok untuk membangun istana Kerajaan Batih Reksa. Dan proses untuk pemindahan istana itu tidaklah mudah. Memerlukan waktu yang lama. Dan akan mengorbankan banyak sekali anggaran negara.
Kalau istana Kerajaan Batih Reksa dipindahkan, maka seluruh wilayahnya juga harus ditata ulang. Seperti memulai kembali pembangunan dari awal. Hal itu dia akan merepotkan semua orang yang ada di Kerajaan Batih Reksa. Yang paling berbahaya adalah, hal itu akan dimanfaatkan oleh musuh-musuh Kerajaan Batih Reksa untuk melakukan penyerangan secara besar-besaran, di saat pertahanan Kerajaan Batih Reksa sedang melemah.
Saat ini Prabu Sura Kalana diminta untuk fokus terhadap pembentukan pasukan. Sedangkan urusan pembangunan akan diurus oleh Prabu Jabang Wiyagra. Yang diharapkan hal tersebut bisa meringankan beban Prabu Sura Kalana. Walaupun Prabu Sura Kalana adalah seorang raja besar, tapi dia masih memerlukan banyak sekali bimbingan dari Prabu Jabang Wiyagra. Karena selama ini dia hanya disibukkan dengan peperangan.
Karena dulu, waktu masih berperang dengan Ditya Kalana, Prabu Sura Kalana hanya memikirkan pemerintahan yang berjalan saat itu saja, tanpa memiliki persiapan untuk jangka panjang. Sehingga di saat-saat seperti ini, dia baru menyesali semuanya. Andaikan saja dari dulu dia sudah mempersiapkan segala hal, sudah pasti dia tidak akan pernah serepot ini mengurus pemerintahannya.
Dengan masa lalunya yang kelam, tidak menutup kemungkinan kalau Prabu Sura Kalana akan dikhianati oleh pasukannya sendiri. Orang yang sudah pernah mengalami peperangan, pasti akan memiliki banyak sekali musuh. Karena dulu Prabu Sura Kalana lebih sering memenangkan pertarungan. Dan kemungkinan besar masih ada sisa-sisa musuhnya yang menyimpan dendam kepadanya.
Kematian kesembilan orang-orang besar di Kerajaan Wiyagra Malela juga bisa menjadi pemicu utama munculnya musuh-musuh baru Prabu Sura Kalana, yang sudah pasti akan menghancurkan seluruh lapisan kekuatan yang ada di Kerajaan Batih Reksa. Semua orang juga tahu, baik pihak musuh maupun pihak sekutu, kalau kelemahan Kerajaan Batih Reksa ada di wilayah perairannya.
Wilayah perairan adalah wilayah yang sangat rentan untuk dimasuki oleh siapapun. Karena melalui wilayah perairan, para penjagakan kesulitan untuk menemukan jejak para penyusup yang datang ke Kerajaan Batih Reksa. Yang salah satunya adalah para pasukan penyerang dari Kerajaan Panca Warna, yang sudah membuktikan, kalau mereka bisa sampai ke tempat ini, tanpa diketahui oleh siapapun.
Kemungkinannya hanya dua,
__ADS_1
Kemungkinan yang pertama adalah, para pasukan penyerang ini dibantu oleh orang dalam, yang tidak menyukai kepemimpinan Prabu Sura Kalana. Karena sebelum bergabung dengan Prabu Jabang Wiyagra, Prabu Sura Kalana terkenal sebagai raja yang sadis dan kejam terhadap siapa saja.
Sedangkan kemungkinan yang kedua adalah, penjagaan di wilayah perairan Kerajaan Batih Reksa terlalu lemah dan terlalu mudah untuk dimasuki oleh para penyusup. Tapi kembali lagi, itu semua masih menjadi kemungkinan yang belum dibuktikan secara pasti kebenarannya.
*
*
*
Seorang mata-mata yang dikirimkan oleh Prabu Jabang Wiyagra untuk pergi ke Kerajaan Batin Reksa, tidak lain adalah Mangku Cendrasih. Mangku Cendrasih memiliki potensi besar untuk datang dan pulang dengan selamat. Karena Prabu Jabang Wiyagra ingin memastikan semuanya benar-benar aman. Dan yang paling ia harapkan, kecurigaannya tidaklah benar.
Kalau semua kecurigaan Prabu Jabang Wiyagra itu benar, maka Kerajaan Wiyagra Malela juga akan terkena imbasnya. Dan bisa dipastikan akan terjadi kembali peperangan besar antar Kerajaan Wiyagra Malela, Kerajaan Batih Reksa, dan juga kerajaan-kerajaan besar lainnya yang masih bertahan hingga sekarang.
Semakin banyak perang, maka akan semakin banyak korban berjatuhan. Semakin banyak korban berjatuhan, maka akan semakin banyak pihak yang dirugikan. Semakin banyak pihak yang dirugikan, maka akan semakin memperbesar skala kehancuran. Tanah Jawa sudah cukup rumit untuk dipertahankan. Dengan banyaknya peperangan yang terus-menerus terjadi, maka akan membuat Tanah Jawa semakin tidak karuan.
Prabu Jabang Wiyagra memutar otak, bagaimana caranya agar bisa mencegah semua hal itu tidak terjadi. Sekalipun itu belum menjadi hal yang pasti, tetapi Prabu Jabang Wiyagra tetap harus mempersiapkan segalanya kalau sampai semuanya terjadi. Dan Prabu Jabang Wiyagra harus mempersiapkan semua pasukannya untuk mempertahankan istana Kerajaan Wiyagra Malela dan juga istana Kerajaan Batih Reksa.
__ADS_1