DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 129


__ADS_3

Kebo Walik dan Aji Guruh dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah dengan kondisi yang terluka parah. Begitu juga dengan Maha Patih Jogo Rogo dan Ditya Kalana yang sekarang sama-sama sudah menjadi tahanan penting di Kerajaan Wiyagra Malela. Kondisi keempat orang tersebut sangat-sangatlah memprihatinkan.


Mereka dilempar penjara bawah tanah oleh para prajurit istana yang berjaga di sana. Tidak ada satupun dari mereka yang bisa melakukan perlawanan. Bahkan Ditya Kalana terus-menerus dihujam dengan pukulan dan tendangan dari Prabu Sura Kalana. Prabu Sura Kalana menumpahkan segala rasa kecewanya kepada adiknya itu.


Prabu Sura Kalana sudah menghajar Ditya Kalana berkali-kali, tapi Ditya Kalana masih terus saja mengoceh dan mengecek Prabu Sura Kalana. Saat Prabu Sura Kalana sudah sangat kesal, untungnya Pangeran Rawaja Pati datang ke sana untuk menghentikannya. Pangeran Rawaja Pati mengingatkan kembali tentang ilmu yang dimiliki oleh Ditya Kalana.


"Tenang Prabu Sura Kalana. Ingat apa yang dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepadamu. Ditya Kalana memiliki ilmu yang bisa membuat dirinya bertambah kuat, jika orang menyerangnya dalam keadaan marah." Ucap Pangeran Rawaja Pati kepada Prabu Sura Kalana.


Prabu Sura Kalana langsung menghentikan serangannya. Ditya Kalana merasa kesal karena dia sudah kehilangan kesempatan untuk bisa menggunakan ilmunya. Kalau saja Pangeran Rawaja Pati tidak datang, sudah pasti Ditya Kalana berhasil menjalankan rencananya. Dan dia bisa bebas dari rantai yang sekarang mengikatnya.


Pangeran Rawaja Pati mengajak Prabu Sura Kalana untuk keluar dari penjara bawah tanah ini. Di sana semua tahanan meneriakinya, termasuk Ditya Kalana sendiri. Disana ada Gabah Lanang, Prabu Suta Rawaja, dan juga beberapa tahanan penting lainnya. Mereka semua berteriak berusaha menantang Prabu Sura Kalana.


Tetapi, Prabu Sura Kalana sudah tidak lagi menggubrisnya. Dengan cepat dia langsung dibawa keluar oleh Pangeran Rawaja Pati. Ditya Kalana yang melihat Prabu Sura Kalana keluar dari penjara itu, lalu berteriak memanggil nama Prabu Sura Kalana dengan sangat kencang. Dia benar-benar sangat kesal karena sudah gagal.

__ADS_1


Sekarang dia tidak akan bisa lagi kabur dari istana ini. Apalagi, seperti yang semua orang tahu, kalau penjara bawah tanah istana Kerajaan Wiyagra Malela, adalah penjara paling kejam dan paling sadis. Bahkan seorang Prabu Suta Rawaja dan Gabah Lanang, sudah berhasil ditundukkan dan tidak memiliki daya apa-apa.


Mereka sama sekali tidak melakukan usaha apapun untuk bisa keluar dari tempat ini. Dan mereka bahkan lebih parah dari pada tahanan yang lainnya. Terutama dengan Gabah Lanang yang sudah semakin menggila. Dia sudah tidak bisa mengenali lagi siapa Ditya Kalana. Bahkan dia seperti tidak mengenali dirinya sendiri.


Gabah Lanang hanya tertawa saat mendengar mereka semua yang baru masuk ke dalam penjara ini. Ditya Kalana tahu kalau itu adalah suara tawa dari pamannya, Gabah Lanang. Ditya Kalana mencoba memanggil-manggil Gabah Lanang. Tetapi Gabah Lanang hanya tertawa cengengesan tidak jelas.


Gabah Lanang terus saja menyerocos tanpa henti, sembari memainkan tengkorak kepala gurunya sendiri, yang sudah sangat-sangat membusuk. Kepala gurunya itu ditendang ke sana kemari. Gabah Lanang juga berbicara sendiri, dan tidak menghiraukan teriakan dari Ditya Kalana.


Ditya Kalana menjadi sangat kesal dan semakin tidak karuan. Ditya Kalana merasa sangat ketakutan dan boleh mengalami kekhawatiran yang berlebihan, karena takut akan dijatuhi hukuman pancung atas apa yang sudah ia lakukan selama ini.


Semua ilmu yang Ditya Kalana miliki tidak akan bisa berguna di tempat ini, sama seperti dengan tahanan yang lainnya. Penjara bawah tanah adalah tempat terakhir untuk mereka yang gemar melakukan kejahatan. Dan sudah bisa dipastikan, kalau tempat ini memiliki peraturan dan penjagaan yang super ketat.


Sekalinya sudah masuk, maka takkan ada yang pernah bisa keluar. Begitu juga dengan Ditya Kalana. Ditya Kalana juga berusaha untuk memanggil Kebo Walik dan Aji Guruh, yang sama-sama ada di penjara ini. Namun sepertinya, Kebo Walik, Aji Guruh, ataupun Maha Patih Jogo Rogo, semuanya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Ditya Kalana jadi semakin kebingungan, dan tidak tahu lagi harus melakukan apa. Untuk sementara ini dia mungkin hanya bisa pasrah, sembari memikirkan bagaimana caranya agar bisa keluar dari tempat ini. Ditya Kalana menganggap kalau penjara ini sama seperti penjara pada umumnya, yang memiliki kelemahannya sendiri.


Dia belum tahu para penjara ini dirancang hampir mirip dengan liang lahat. Jadi sangat kecil kemungkinannya untuk orang yang sudah masuk, bisa bebas dengan tangannya sendiri. Kecuali jika orang itu dibantu oleh orang yang bisa memasuki pintu penjara ini. Dan sudah pasti itu adalah hal yang sangat sulit.


Istana Kerajaan Wiyagra Malela tidak pernah bisa disusupi oleh siapapun selama ini. Karena siapapun yang berusaha menyusup ke dalam, mereka pasti sudah terbunuh terlebih dahulu di halaman istana, oleh para prajurit istana dari Prabu Jabang Wiyagra yang tidak bisa dilihat oleh kedua mata biasa.


Para penjaga itu berjaga selama satu hari satu malam. Dan mereka bisa membedakan mana yang penyusup, dan mana yang bukan. Sekalipun para penyusup itu menggunakan pakaian keprajuritan istana Kerajaan Wiyagra Malela, mereka tetap saja bisa ketahuan. Kalau mereka menyerang secara langsung maka mereka akan diserang habis-habisan.


Prabu Jabang Wiyagra benar-benar memiliki penjagaan paling ketat untuk istananya. Prabu Jabang Wiyagra sudah mengantisipasi segala hal yang akan terjadi ke depannya. Itulah mengapa Istana Kerajaan Wiyagra Malela sangat sulit untuk ditembus oleh musuh. Prabu Jabang Wiyagra juga tidak pernah absen, untuk memeriksa para pasukannya.


Dia benar-benar memastikan keamanan istana secara penuh. Prabu Jabang Wiyagra juga akan berkeliling setiap hari mengitari seluruh tempat yang ada di istana dengan beberapa pengawalnya. Namun lebih sering Prabu Jabang Wiyagra akan pergi berkeliling bersama dengan Maha Patih Putra Candrasa.


Prabu Jabang Wiyagra ternyata sangat akrab dengan bangsa jin. Dan memiliki kehormatan tersendiri dalam bangsa mereka. Sehingga Prabu Jabang Wiyagra dapat meminta bantuan mereka untuk menjaga istana Kerajaan Wiyagra Malela, agar tetap aman. Dan tidak mudah disusupi oleh orang yang punya niat jahat.

__ADS_1


Dan para jin itu, sangat suka dengan jajanan pasar. Pada malam-malam tertentu, Prabu Jabang Wiyagra akan memberikan sesaji untuk mereka. Walaupun mereka tidak pernah memintanya, tetapi Prabu Jabang Wiyagra tetap saja memberikan itu kepada mereka, sebagai tanda terima kasih, karena sudah menjaga istananya dengan sangat baik.


Karena para penjaga dari bangsa jin tersebut, sangatlah berbeda dari bangsa jin yang lain. Mereka sangatlah sopan dan memiliki adab yang sangat baik. Dan mereka tidak pernah melakukan apapun tanpa perintah dari Prabu Jabang Wiyagra. Sehingga Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat senang dengan adanya mereka di tempat ini.


__ADS_2