
"Aku ingin kalian mengutamakan keamanan dan juga pertahanan wilayah-wilayah penaklukkan kita di Kerajaan Wesi Kuning. Karena cepat atau lambat, Prabu Gala Ganda dan Prabu Barajang akan mengirimkan pasukan mereka kesana." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Maha Patih Putra Candrasa.
Maha Patih Putra Candrasa kembali ke istana untuk memberikan kabar perkembangan pasukannya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Sejauh ini, pasukan Kerajaan Wiyagra Malela dan pasukan gabungan yang lainnya berhasil mempertahankan wilayah-wilayah penaklukkan mereka di Kerajaan Wesi Kuning.
Di sana rakyat Kerajaan Wesi Kuning juga sudah memberikan suara mereka untuk mendukung pergerakan Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya. Mereka mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Karena semenjak pasukan Prabu Jabang Wiyagra sampai ke Kerajaan Wesi Kuning, jarang sekali ada kejahatan yang terjadi.
Para bandit yang biasanya menghadang para pedagang, sekarang sudah mulai tidak terlihat. Entah mereka mengasingkan diri dan berpindah tempat, atau justru mereka sudah menjadi sasaran pasukan Prabu Jabang Wiyagra yang ada di sana. Karena angka kejahatan benar-benar turun drastis sekarang.
Para pekerja tambang juga mendapatkan upah yang semestinya. Mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak. Maha Patih Putra Candrasa dan Lare Damar juga membangun berbagai fasilitas, seperti rumah untuk para pekerja tambang, dan yang paling penting adalah fasilitas kesehatan.
Selama ini para pekerja tambang yang sakit atau pun cidera saat bekerja, selalu dibiarkan begitu saja, tanpa ditangani dengan baik. Ditambah lagi dengan banyaknya orang yang mulai terjangkit penyakit, karena setiap waktu mereka hanya bekerja dan bekerja tanpa henti. Hal ini yang menjadi fokus utama mereka sekarang.
Soal menaklukkan tambang emas, Prabu Jabang Wiyagra merasa kalau semuanya sudah lebih dari cukup. Prabu Jabang Wiyagra juga mengutus para abdinya yang ahli dalam membuat alat berat. Biasanya mereka ditugaskan untuk membuat senjata, tapi kebanyakan sekarang ditugaskan untuk membuat alat yang bisa memudahkan dalam pembangunan.
Persenjataan Kerajaan Wiyagra Malela juga sudah melampaui semua kerajaan-kerajaan besar yang ada di Tanah Jawa ini. Dan sejauh ini, masih belum ada yang bisa menyaingi. Karena Kerajaan Wiyagra Malela bisa dibilang terlalu maju. Banyak orang-orang cerdas di Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka dididik dengan sangat baik.
__ADS_1
Sangat jarang para pemuda di Kerajaan Wiyagra Malela yang bermalas-malasan. Setiap dari mereka memiliki keahliannya masing-masing. Dan mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang mereka miliki. Semuanya benar-benar teratur dan tidak ada yang acak-acakan.
Banyak para pemuda yang ditugaskan oleh Prabu Jabang Wiyagra ke Kerajaan Wesi Kuning hanya bisa geleng-geleng kepala, karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Kerajaan sebesar itu, dengan wilayahnya yang sangat luas, masih ada orang yang kelaparan dan bahkan kehausan.
Mereka tidak habis fikir dengan apa yang sudah dilakukan oleh Prabu Bawesi kepada rakyatnya sendiri. Padahal, hasil buminya sangat melimpah. Mereka tidak perlu jauh-jauh melakukan penukaran sampai ke kerajaan lain, hanya untuk mendapatkan beras dengan kualitas terbaik. Karena di sini tanahnya sangat subur untuk menanam padi.
Yang membuat mereka lebih heran lagi adalah, air. Air seharusnya ada di setiap negara. Tapi, di tempat ini masih banyak orang yang kekurangan air. Karena para pejabat istana tidak benar-benar serius mengolah semua yang ada di tempat ini. Mereka hanya mengalirkan air bersih ke kandang mereka sendiri.
Para pemuda yang bertugas sampai dibuat melongo, karena hal kecil saja banyak yang tidak bisa menanganinya. Padahal, kalau saja Prabu Bawesi tidak pelit, setiap keluarga yang ada di Kerajaan Wesi Kuning ini, sudah bisa membangun rumah mereka sendiri. Tapi kenyataannya, masih banyak orang yang menumpang.
Kalaupun mau, mereka harus dipaksa terlebih dahulu. Atau harus ada prajurit di dekat mereka, barulah mereka mau berbagi dengan orang-orang yang kesusahan. Sehingga mereka berbagi bukan karena benar-benar kasihan, tapi karena takut mendapatkan kecaman. Dan setiap prajurit yang berjaga di wilayah penaklukkan menerapkan beberapa aturan tegas.
Bagi siapa saja yang tidak mau membantu para warga yang sedang kesusahan, apalagi sampai menindas karena alasan yang tidak jelas, maka seluruh hartanya akan dirampas. Dan seluruh keluarga mereka akan dipekerjakan di pertambangan tanpa diberi bayaran. Supaya mereka jera dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Awalnya peraturan tegas itu dianggap remeh oleh orang-orang kaya yang ada di sana. Tapi setelah banyaknya orang-orang kaya yang mendadak miskin, dan menjadi pekerja di pertambangan, mereka akhirnya percaya. Memang, pasukan Prabu Jabang Wiyagra semuanya baik. Tapi bukan berarti mereka bisa diremehkan begitu saja.
__ADS_1
Mereka juga bertindak tegas jika ada yang berusaha membantah kepada perintah. Karena aturan yang diterapkan di setiap wilayah penaklukkan, bukanlah aturan yang dibuat-buat oleh para prajurit. Mereka juga menerapkan aturan sesuai dengan perintah dari pimpinan mereka.
Pimpinan mereka meneruskan dari Lare Damar. Dan Lare Damar meneruskan dari Prabu Jabang Wiyagra. Jadi mereka tidak membuat aturan secara sembarangan. Semuanya sudah melalui tahap yang panjang dan penuh dengan berbagai pertimbangan. Tidak seenak jidatnya sendiri, seperti kebanyakan orang di tempat Kerajaan Wesi Kuning.
Tetapi memang, orang-orang di Kerajaan Wesi Kuning kebanyakan sudah terbiasa membuat aturan sendiri, sesuai dengan keinginannya sendiri. Karena orang-orang kaya sendiri yang memulai semuanya. Hanya saja kebanyakan orang-orang yang ekonominya menengah ke bawah lebih mudah diatur, dari pada orang-orang yang ekonominya menengah ke atas.
Orang-orang yang menengah ke atas selalu merasa kalau diri mereka berkuasa atas segalanya. Sehingga mereka sulit untuk mengikuti aturan yang sudah diterapkan. Ditambah lagi kebanyakan dari mereka tidak mau bekerja keras. Karena mereka selalu berfikir, kalau semua hal di dunia ini bisa dibayar. Padahal tidak.
Semua orang pasti butuh uang, tapi tidak semua orang akan tergila-gila dengan uang. Hal itu bisa dibuktikan dengan para pasukan Prabu Jabang Wiyagra, yang tidak pernah sedikitpun mengambil jatah yang tidak diberikan oleh pimpinan mereka. Kalau mereka ingin menggunakannya untuk sesuatu, mereka akan meminta izin terlebih dahulu.
Selama pasukan Prabu Jabang Wiyagra ada di tempat itu, maka semuanya akan berjalan sesuai dengan aturan yang sudah diterapkan. Maha Patih Putra Candrasa membeberkan secara detail setiap peraturan yang sudah diterapkan oleh Lare Damar. Lare Damar semua arahan dari Prabu Jabang Wiyagra. Tidak ada satupun yang ia lewatkan.
"Aku menaruh harapan besar kepada Lare Damar, dan juga dirimu Maha Patih. Suatu hari nanti, mungkin bisa saja aku mengangkat kalian berdua ke posisi yang jauh lebih tinggi. Karena wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, sekarang sudah sangat luas." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Nggih Gusti Prabu. Hamba dan Lare Damar akan berusaha semampu yang kami bisa untuk menjalankan semua tugas dari Gusti Prabu Jabang Wiyagra."
__ADS_1