DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 351


__ADS_3

"Kenapa orang-orangku yang ada di luar masih belum menanggapi suratku?" Tanya Patri Asih kepada para pengikutnya.


Namun tidak ada satupun dari pengikutnya yang tahu, apa yang sedang terjadi. Mereka semua dia membisu tanpa bisa menjawab apapun. Sampai akhirnya Patri Asih kesal dan membentak mereka, mengurangi pertanyaannya.


"Hey! Kenapa orang-orangku yang ada di luar masih belum menanggapi suratku?! Ada apa dengan mereka semua?!" Tanya Patri Asih dengan tegas kepada para pengikutnya.


Sampai ada satu orang yang mulai memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Patri Asih.


"Mohon maaf Nyi. Kami sempat mendengar kabar yang kurang baik. Entah kabar ini benar ataupun tidak, tapi menurut kami, ini akan menjadi masalah untuk kita semua." Jawab orang itu.


"Kabar apa? Katakan."

__ADS_1


"Kami mendengar, kalau Prabu Jabang Wiyagra sedang melakukan pembersihan secara besar-besaran, kepada para pengkhianat istana. Namun, kabar tersebut tidak sampai ke muka umum. Hanya orang-orang tertentu saja yang tahu. Kami sudah berusaha mencari kebenaran berita tersebut. Tapi kami sudah tidak lagi memiliki jalan untuk masuk ke dalam istana Kerajaan Wiyagra Malela. Mohon maaf Nyi."


"Apa?! Bagaimana bisa semuanya menjadi seperti ini?! Apa saja yang sudah kalian lakukan?! Harusnya kalian memastikan keselamatan mereka! Mereka semua adalah orang-orang kita! Yang memberikan dukungan besar kepadaku! Semua hal yang ada di istana Kerajaan Wiyagra Malela, bisa aku ketahui dari mereka-mereka itu."


"Mohon maaf Nyi. Kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi keadaan kita sekarang benar-benar tidak memungkinkan. Kita sudah tidak bisa mengetahui lagi seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya. Kalau kita terus-menerus seperti ini, maka kita akan kalah sebelum berperang Nyi."


"Iya Nyi. Ada baiknya kita melakukan penyerangan sekarang, secara mendadak. Saya yakin, pasti para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela tidak akan siap menerima serangan kita."


Semua pengikut Patri Asih pun terdiam. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, kalau Patri Asih sudah memberikan keputusan. Sebenarnya, mereka sudah sangat muak dengan perilaku Patri Asih. Keberadaan mereka di tempat ini akan sudah tidak lagi dihargai. Setiap hari mereka berusaha untuk menyusun strategi penyerangan ke Kerajaan Wiyagra Malela. Tapi Patri Asih justru lebih memilih untuk menyerang Intan Senggani terlebih dahulu. Hal itu jelas akan merugikan mereka. Karena jumlah pasukan yang dimiliki oleh Patri Asih sangatlah sedikit. Tidak sebanding dengan pasukan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra. Ditambah lagi dengan para pendekar dari aliran putih, yang mendukung penuh Prabu Jabang Wiyagra.


"Kita lakukan semuanya sekarang. Siapkan seluruh pasukanku. Kita akan menyerang Intan Senggani." Perintah Patri Asih kepada para pengikutnya.

__ADS_1


"Baik Nyi."


Tak ada lagi yang bisa mereka lakukan, selain mengikuti perintah dari Patri Asih. Sekarang hanya Patri Asih-lah yang bisa mereka andalkan untuk menjadi pemimpin mereka. Tidak ada lagi pendekar yang jauh lebih sakti daripada mereka-mereka ini. Kalaupun ada, Prabu Jabang Wiyagra pasti sudah menangkapnya terlebih dahulu. Karena Prabu Jabang Wiyagra selalu bisa mengetahui bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh musuh-musuhnya. Di antara perkumpulan para pengikut setia Patri Asih, mereka mulai merencanakan sesuatu untuk bisa selamat dari hal tersebut. Apalagi menghadapi Intan Senggani bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena dia orang yang sangat sakti.


Para pengikut setia Patri Asih berencana untuk melarikan diri, kalau sampai Patri Asih kalah di tangan Intan Senggani. Karena yang paling penting bagi mereka sekarang adalah, keselamatan mereka masing-masing. Mereka tidak mau terus-menerus dimanfaatkan kesetiaannya oleh Patri Asih, untuk kepentingan pribadinya. Mereka juga ingin bebas seperti orang lain. Apalagi mereka sudah cukup lama ikut dengan Patri Asih. Dan selama itu pula mereka tidak pernah mendapatkan sesuatu yang spesial. Semuanya berjalan biasa saja, tanpa adanya perkembangan yang pasti. Padahal mereka sudah mengikuti Patri Asih bertahun-tahun.


Selama bertahun-tahun, Patri Asih telah merencanakan penyerangannya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Namun rencana itu seringkali gagal, dikarenakan kecerobohan Patri Asih itu sendiri. Patri Asih memang orang yang cerdas. Tapi dia seringkali bertindak di luar batas. Sehingga musuh-musuhnya bisa dengan mudah menebak seberapa besar kekuatannya. Bertahun-tahun Patri Asih hanya bergerak di bawah tanah. Berlindung di balik punggung orang-orang yang serakah. Orang-orang yang serakah itu adalah musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang telah mati. Mereka semua adalah korban dari hasutan Patri Asih. Patri Asih-lah yang selama ini telah membuat mereka memusuhi Prabu Jabang Wiyagra.


Jadi, semua kekacauan yang ada di Tanah Jawa ini, dikendalikan oleh satu orang. Yang sebenarnya tidak lebih sakti dari musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang lainnya. Hanya saja, Patri Asih memiliki kecerdasan yang lebih baik daripada musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang telah mati. Sehingga dia memiliki kekuatan yang lebih untuk menghancurkan Kerajaan Wiyagra Malela. Tapi jelas hal itu bisa dihalangi oleh Prabu Jabang Wiyagra. Dengan kekuatan orang-orang yang mendukungnya, Prabu Jabang Wiyagra terbukti sudah mampu mempertahankan kekuasaannya hingga sekarang. Bahkan, wilayah kekuasaannya semakin hari semakin meluas.


Dan sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh Patri Asih adalah, dia hanya mengendalikan orang-orang bodoh. Padahal dia sendiri pun tahu, dan paham betul, kalau orang-orang yang ia kendalikan tidaklah mampu untuk mengalahkan Prabu Jabang Wiyagra. Tapi karena tidak ada lagi yang bisa ia kendalikan selain mereka, Patri Asih tidak memiliki pilihan lain. Dia berharap, kalau kekuatan Kerajaan Wiyagra Malela bisa melemah suatu hari nanti. Ditambah dengan perang yang terus berkecamuk. Dan tidak pernah henti-hentinya mendatangi Kerajaan Wiyagra Malela. Namun hal itu justru membuat kekuatan Kerajaan Wiyagra Malela semakin besar, dan jauh lebih kuat lagi.

__ADS_1


Secara perlahan, kekuatan yang dimiliki oleh Patri Asih pun semakin berkurang. Dia sudah tidak lagi memiliki kaki tangan, yang bisa ia manfaatkan. Sekarang, dia harus mengotori tangannya sendiri. Dia juga harus siap menerima segala rintangan dan jebakan, yang seharusnya ia tujukan untuk Prabu Jabang Wiyagra. Keadaan telah berbalik menjadi senjata makan tuan. Kekuatan yang dimiliki Patri Asih benar-benar sudah habis tanpa sisa. Dia hanya bisa mengandalkan para pengikutnya, yang tidak lama lagi juga akan meninggalkannya. Setelah semua yang dia alami pun, Patri Asih masih belum mau menyadari kesalahan-kesalahan yang sudah ia lakukan. Dia tetap ingin menghancurkan kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela. Apapun akan dia lakukan untuk bisa mewujudkannya.


__ADS_2