
Sekian lama Gabah Lanang dan Kelabang Jagad berada di tempat tinggal gurunya. Gabah Lanang diwarisi banyak sekali ilmu kanuragan. Dia sudah lebih sakti dari sebelumnya. Dan semua ilmu kesaktiannya yang hilang, sudah berhasil dikembalikan ke tubuhnya.
Ki Damar Ireng mengajari muridnya itu dengan sangat keras. Gabah Lanang diuji dengan berbagai ujian yang berat serta menyakitkan. Bahkan Kelabang Jagad sampai tidak berani ikut berguru kepada Ki Damar Ireng, karena didikannya sangat kejam dan tidak berperasaan.
Namun dengan didikan yang kejam itu, sekarang Gabah Lanang sudah kembali menjadi orang yang sakti. Dia bahkan berhasil mewarisi ilmu hitam tingkat tinggi, yang belum pernah ia miliki sebelumnya.
“Terimakasih banyak Romo, karena Romo sudah mewarisi banyak sekali ilmu kepada saya.” Ucap Gabah Lanang.
“Ilmu yang aku wariskan kepadamu itu adalah ilmu tingkat tinggi. Di zaman ini, jarang sekali orang yang masih memilikinya. Dan tidak sembarangan orang bisa mengalahkanmu, muridku.”
“.....Tapi kamu harus ingat satu hal, semua ilmu yang kamu miliki akan lenyap jika kamu meminum air yang diberi darah seorang gadis suci yang sedang kotor. Kamu paham maksudku?”
“Paham Romo.”
“Dan kamu akan merasakan sakit ditubuhmu, kalau orang yang bertarung denganmu menginjak bayanganmu. Ada baiknya kamu lakukan semuanya di malam hari. Agar kamu tidak mengalami hambatan dalam pertarungan.”
“Baik Romo.”
Gabah Lanang berambisi untuk membalas dendam kepada Mangku Cendrasih, karena dia orang yang sudah membuatnya menderita di dalam penjara. Dia juga ingin menaklukkan seluruh daratan Tanah Jawa dengan ilmu kesaktian yang ia miliki. Dan dia ingin membunuh Prabu Jabang Wiyagra untuk melemahkan kekuatan para pendukungnya.
__ADS_1
Satu tahun sudah ia berada di tempat itu. Sebuah tempat asing yang tidak ada satu orang pun yang berani datang kesana. Dan sekarang, sudah waktunya dia keluar untuk memulai membangun semuanya dari awal.
Untuk menjadi seorang penguasa, Gabah Lanang ingin menaklukkan daerah-daerah kecil terlebih dahulu. Supaya dia bisa membentuk pasukannya sendiri. Dengan begitu dia bisa menjalankan semua rencananya dengan lebih mudah.
Gabah Lanang berjalan bersama dengan Kelabang Jagad, menyusuri desa demi desa untuk menjalankan aksi mereka. Dan saat itu, Gabah Lanang sampai di sebuah desa yang masuk dalam wilayah Kerajaan Antasura. Disana semua orang sibuk dengan aktivitas mereka sehari-hari.
Ada beberapa pendekar yang sedang duduk di sebuah warung kecil. Gabah Lanang melihat kalau itu adalah permulaan yang bagus dan bisa menjadi langkah awal untuk membentuk kelompoknya sendiri.
Para pendekar itu tidak tahu kalau itu adalah Gabah Lanang, karena Gabah Lanang menggunakan baju dan celana serba hitam, dengan membawa sebuah tongkat kayu yang panjang.
“Hey pendekar bodoh.” Ucap Gabah Lanang di depan tujuh orang pendekar itu.
Para pendekar itu langsung menatap tajam ke arah Gabah Lanang. Dan seorang pemimpin dari kelompok itu langsung memerintahkan salah satu anak buahnya untuk adu kemampuan dengan Gabah Lanang.
“Ayo serang lagi.” Kata Gabah Lanang sembari tertawa keras mengejek pendekar itu.
Saat si pendekar akan menyerang Gabah Lanang, Gabah Lanang langsung mendorong si pendekar hingga terpental sangat jauh. Dan seketika pendekar itu tewas di tempat. Para warga desa yang melihat hal itu pun langsung masuk ke rumah mereka masing-masing karena mereka ketakutan.
Melihat teman mereka tewas, para pendekar yang lain pun berusaha menyerang Gabah Lanang. Tapi hanya dengan satu jentikan jari, mereka semua langsung terpental dan jatuh ke tanah. Mereka tidak berdaya menghadapi Gabah Lanang yang sudah lebih hebat dari sebelumnya.
__ADS_1
“Bagaimana? Apa kalian mau nasib kalian sama seperti teman kalian yang satu itu? Hah?” Tanya Gabah Lanang kepada mereka.
Si pimpinan yang berkepala pelontos dan bertubuh gemuk itu pun mencoba mengeluarkan ilmu kesaktiannya. Dia pasang kuda-kuda dan bersiap mengeluarkan sebuah ilmu pukulan yang sepertinya terlihat meyakinkan.
Sayang, kesaktian yang dimiliki oleh si pimpinan pendekar itu tidak ada apa-apanya dihadapan seorang Gabah Lanang. Setelah dia mengeluarkan ilmu pukulan jarak jauhnya itu, ilmu yang ia keluarkan justru berbalik. Dan membuat perutnya robek seketika karena efek dari ilmunya sendiri.
Si pimpinan pendekar itu pun juga ikut tewas disana. Sedangkan anak buahnya yang masih tersisa dibiarkan hidup karena akan Gabah Lanang jadikan kacung.
“Bagaimana? Bergabung denganku? Atau mati seperti kedua orang bodoh ini?”
Mereka semua pun dengan terpaksa memilih bergabung dan ikut dengan Gabah Lanang karena mereka takut dibunuh.
“Iya Ki, kami akan ikut. Tapi tolong jangan bunuh kami.”
“Ya. Bagus. Tapi panggillah aku Gusti Prabu. Karena sebentar lagi aku akan menjadi raja kalian. Dan menghamba-lah kalian kepadaku.”
“Baik. Baik Gusti Prabu. Kami semua akan menghamba, dan setia kepada Gusti Prabu.”
Gabah Lanang dan Kelabang Jagad pun senang mendengar jawaban itu. Dengan bergabungnya kelima pendekar itu, sekarang Gabah Lanang akan mulai membangun semuanya. Namun dia jelas membutuhkan dana yang besar untuk melakukan itu.
__ADS_1
Akhirnya, dia pun mengincar orang-orang kaya dan merampas semua yang mereka miliki. Termasuk nyawa mereka. Istri-istri dari orang-orang kaya itu juga dirampas dan dikawini oleh Gabah Lanang. Dia tidak mempedulikan apa status mereka. Bagi siapa pun yang berani menentangnya, akan langsung ia bunuh.
Tak hanya sampai disitu, Gabah Lanang juga mempengaruhi para warga desa untuk mendukungnya. Dengan kemampuannya memanipulasi pemikiran orang lain, dalam waktu singkat para warga desa yang tidak tahu apa-apa itu pun setuju untuk memberikan upeti kepada Gabah Lanang, dan mengakui Gabah Lanang sebagai seorang raja.