DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 174


__ADS_3

Ratu Mekar Senggani terus mengejek kekuatan pasukan Kerajaan Bala Bathara. Sehingga membuat Prabu Barajang kesal dan memilih untuk tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Ratu Mekar Senggani terhadap dirinya. Prabu Barajang kembali melanjutkan perkataannya. Dia menginginkan semua orang yang diundang di ruangan itu untuk memberikan dukungan kepadanya.


Tetapi seperti yang sudah mereka katakan sejak awal, kalau mereka semua ragu untuk melakukan penyerangan secara besar-besaran apalagi menyerang Prabu Jabang Wiyagra di kerajaannya sendiri. Bahkan Ratu Mekar Senggani tidak berani melakukannya, karena dia tidak mau mati sia-sia di tangan Prabu Jabang Wiyagra.


"Aku fikir kau adalah seorang ratu yang hebat, Ratu Mekar Senggani. Ternyata kau masih memiliki rasa takut juga ya?" Kata Prabu Barajang mengejek Ratu Mekar Senggani.


"Aku hanya tidak mau mati sia-sia di Kerajaan Wiyagra Malela. Coba kau lihat bagaimana nasib kerajaan-kerajaan yang sudah ditaklukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Mereka semua adalah kerajaan-kerajaan besar yang terkenal kuat dan sangat tangguh. Tapi apa hasilnya? Mereka semua kalah." Jawah Ratu Mekar Senggani.


"Karena itulah, kita harus menyerang Prabu Jabang Wiyagra di kerajaannya sendiri. Untuk membuat kalian semua percaya, aku akan mempersilahkan Maha Patih Salara menjelaskan semuanya." Ucap Prabu Barajang.


Maha Patih Salara lalu menjelaskan semuanya kepada para pemimpin yang ada di sana. Maha Patih Salara menunjukkan sebuah peta yang sangat besar kepada mereka semua. Dia mengaku kalau teks tersebut adalah peta jalur rahasia menuju Kerajaan Wiyagra Malela. Peta tersebutlah yang nantinya akan menjadi modal utama untuk kemenangan mereka.


Entah peta tersebut asli ataupun tidak, yang jelas semuanya terlihat sangat detail. Peta itu juga menunjukkan di mana lokasi Kerajaan Wiyagra Malela. Dan dalam pet tersebut, keberadaan istana Kerajaan Wiyagra Malela dengan jalur rahasia tersebut, tidak jauh dari wilayah pertanian, yang dikelola oleh para pejabat istana Kerajaan Wiyagra Malela.

__ADS_1


Kalau mereka berhasil melewati jalur tersebut, maka mereka bisa langsung melakukan penyerangan ke sasaran utama, yaitu istana Kerajaan Wiyagra Malela. Sehingga mereka memiliki banyak sekali kesempatan untuk memenangkan peperangan. Maha Patih Salara juga menjelaskan, kalau nantinya pasukan akan dibagi menjadi dua bagian.


Kelompok pertama akan menyerang dari arah depan. Sedangkan kelompok kedua akan menyerang melalui jalur rahasia tersebut. Dengan begitu, mereka bisa menghimpit kekuatan pasukan yang ada di istana. Para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela akan dibuat kebingungan dan keteteran, karena melawan pasukan mereka yang jumlahnya sangat banyak, jika digabungkan.


"Lihatlah. Apa kalian yakin sekarang? Kita memiliki kesempatan yang sangat-sangat besar untuk mengalahkan Prabu Jabang Wiyagra. Semakin lama Prabu Jabang Wiyagra dibiarkan hidup, maka akan semakin banyak pula masalah yang kita dapatkan." Ujar Prabu Barajang.


Semua orangnya ada di sana, termasuk Ratu Mekar Senggani, mulai memikirkan kembali keraguan mereka. Mereka mulai tertarik untuk menerima penawaran Prabu Barajang. lagi pula semua hal yang mereka takutkan belum tentu terjadi. Apalagi dengan bergabungnya mereka menjadi satu, maka pasukan Prabu Jabang Wiyagra akan terbagi-bagi ke seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.


Kekuatan istana akan melemah, begitu juga dengan Prabu Jabang Wiyagra. Akhirnya, Ratu Mekar Senggani setuju untuk memberikan bantuan pasukan dan persenjataan kepada Prabu Barajang. Dengan syarat, Prabu Barajang harus memberikan para pelayan cantiknya kepada Ratu Mekar Senggani. Semua orang paham dengan apa yang akan dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani kepada para perempuan tersebut.


Target Prabu Barajang yang awalnya ingin menyerang Kerajaan Putra Malela, sekarang kembali dirubah. Karena Prabu Barajang sudah tidak sabar untuk segera menaklukkan dan menguasai Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Barajang selalu merasa ketakutan setiap kali mendengar nama Prabu Jabang Wiyagra. Maka dari itu, dia ingin melenyapkan Prabu Jabang Wiyagra untuk selama-lamanya.


Dia tidak mau terus-menerus tersiksa hanya karena memikirkan Prabu Jabang Wiyagra seorang. Padahal, Prabu Barajang sendiri belum pernah sekalipun bertemu secara langsung, ataupun melihat wajah Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Barajang pernah memerintahkan para cenayang di kerajaannya untuk menerawang wajah Prabu Jabang Wiyagra. Tapi tidak pernah berhasil.

__ADS_1


Para cenayang itu justru mendapatkan serangan yang entah dari mana asalnya. Para cenayang mengatakan, kalau Prabu Jabang Wiyagra benar-benar sangat terlindungi dari orang-orang yang berniat buruk kepadanya. Tidak akan ada satu orang pun yang mampu menerawang wajah Prabu Jabang Wiyagra. Apalagi untuk mengetahui kelemahannya.


Itu adalah hal yang sangat sulit, dan sangat mustahil untuk dilakukan. Dan kalau dipaksakan, maka akan terjadi sesuatu yang mengerikan kepada mereka. Prabu Barajang sangat kecewa kepada para cenayangnya, karena tidak mampu menembus pagar kayu yang melindungi Prabu Jabang Wiyagra. Tetapi apa mau dikata, Prabu Barajang juga tidak mau ambil resiko.


Kalau sampai para cenayangnya mati, maka Prabu Barajang akan mendapatkan masalah yang jauh lebih besar lagi. Prabu Barajang bisa aman sampai sekarang, itu berkat para cenayang yang selalu melindunginya setiap saat. Para janda yang ini selalu menghalau setiap orang yang berusaha untuk menerawang keberadaan Prabu Barajang. Karena Prabu Barajang banyak sekali musuh. Terutama dari kalangan rakyatnya sendiri.


Banyak sekali orang yang menginginkan kematian Prabu Barajang. Prabu Barajang sering mendapatkan kiriman teluh, dari orang-orang yang menginginkan kematiannya. Hal itu sudah berlangsung sangat lama, karena Prabu Barajang sudah menjabat sebagai raja selama bertahun-tahun lamanya, bahkan sudah jauh sebelum Kerajaan Wiyagra Malela berdiri.


Walaupun kekuasaannya sangat luas dan begitu kuat, tapi tetap saja Prabu Barajang hanyalah manusia biasa, yang memiliki banyak sekali kekurangan dan kelemahan. Dan hingga saat ini, kelemahan Prabu Barajang selalu berhasil tertutupi. Para cenayang yang itulah yang berjasa besar untuk keselamatan Prabu Barajang.


Para cenayang kepercayaan Prabu Barajang memiliki ilmu kebatinan yang cukup tinggi. Dan jumlah mereka juga lebih dari lima orang. Sehingga mereka memiliki kekuatan yang besar untuk tetap melindungi raja mereka. Meskipun sebenarnya para cenayang ini cukup tersiksa, tetapi mereka sangat membutuhkan biaya hidup untuk keluarga mereka.


Sehingga dengan terpaksa mereka melakukan ini. Padahal mereka tahu, kalau yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan besar. Karena mereka menggunakan anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, untuk sesuatu hal yang sangat tidak baik.

__ADS_1


Walaupun mereka tidak melakukan kejahatan secara langsung, tapi mereka sudah melindungi pelaku kejahatannya. Yaitu Prabu Barajang. Mungkin kalau saja mereka tidak membela dan melindungi Prabu Barajang, sudah pasti Prabu Barajang mati di tangan rakyatnya sendiri.


__ADS_2