DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 232


__ADS_3

Meskipun tubuh Nyi Dwi Sangkar sudah hancur lebur, tetapi ruhnya masih bergentayangan di area tersebut. Bahkan Prabu Jabang Wiyagra bisa mendengar dengan sangat jelas ucapan terakhir dari Nyi Dwi Sangkar. Samar-samar suara Nyi Dwi Sangkar masih terdengar di tempat tersebut. Dan bukan hanya Prabu Jabang Wiyagra saja yang mendengarnya, tetapi semua orang yang ada di sana pun bisa mendengar dengan jelas suara Nyi Dwi Sangkar.


"Kakang Jabang Wiyagra....."


"Aku akan selalu mencintaimu....."


Kalimat itu terdengar dengan sangat-sangat jelas oleh semua orang yang ada di sana. Prabu Jabang Wiyagra hanya bisa terdiam, dan menatap ke arah langit dengan mata yang berkaca-kaca. Sekejam apapun Prabu Jabang Wiyagra, dalam hatinya dia merasa sangat kasihan dengan nasib yang dijalani oleh Nyi Dwi Sangkar. Rasa sakit yang ia dapatkan selama masa hidupnya, membuatnya menjadi orang yang sangat jahat dan tidak peduli pada kebaikan.


Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat bersalah setelah ia tahu kalau Nyi Dwi Sangkar masih sangat mencintainya. Prabu Jabang Wiyagra tidak pernah menyangka kalau selama ini cinta Nyi Dwi Sangkar begitu besar kepadanya. Namun seperti yang diketahui, kalau Nyi Dwi Sangkar kita bertemu berbicara secara baik-baik dengan Prabu Jabang Wiyagra. Yang ia tunjukkan kepada Prabu Jabang Wiyagra selalu saja hal yang buruk dan merugikan banyak orang.


Prabu Jabang Wiyagra dan semua orang yang pernah menjadi korban kekejaman Nyi Dwi Sangkar jelas merasa geram dan sama-sama memiliki dendam.


"Kakang Prabu?" Maha Patih Lare Damar menepuk punggung Prabu Jabang Wiyagra.


"Ya?"

__ADS_1


"Bersabarlah Kakang. Semua ini sudah menjadi takdir Yang Maha Kuasa. Nyi Dwi Sangkar sudah memilih jalannya sendiri. Tidak ada yang perlu Kakang Prabu sesali."


"Benar Dimas Patih. Aku hanya kecewa kepada Nyi Dwi Sangkar. Kalau saja dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang aku berikan, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Mungkin dia bisa menjadi salah satu dari kita."


"Yah... Hidup memang tidak selalu terjadi seperti apa yang kita inginkan, Kakang Prabu. Tapi selalu ada hal yang jauh lebih baik, Yang Maha Kuasa siapkan untuk hamba-Nya."


"Yah. Kamu benar Dimas Patih. Aku ingin pulang sekarang. Kamu bereskan semua kekacauan ini."


"Baik Kakang Prabu."


Rasa bersalah yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra sangat besar. Hal yang selalu ia takutkan selama ini benar-benar terjadi sekarang. Membunuh seseorang yang mencintai dengan sangat tulus adalah sebuah ujian yang amat sangat berat. Kalau saja Prabu Jabang Wiyagra tidak memikirkan rakyatnya, mungkin dia sudah memilih untuk bergabung bersama dengan Nyi Dwi Sangkar dan yang lainnya. Tetapi rasa cinta Prabu Jabang Wiyagra kepada rakyatnya begitu besar.


Entahlah...


Entah Prabu Jabang Wiyagra ini juga mencintai Nyi Dwi Sangkar ataupun tidak. Panglima Galang Tantra, yang melihat rasa penyesalan Prabu Jabang Wiyagra yang begitu besar, seakan mengetahui sesuatu. Panglima Galang Tantra merasa kalau Prabu Jabang Wiyagra suka sama-sama mencintai Nyi Dwi Sangkar. Dan rasa cinta tersebut dimulai dari hari ini. Dimulai dari saat dia membunuh Nyi Dwi Sangkar.

__ADS_1


Terkadang rasa cinta datang karena sebuah pengorbanan yang besar. Mungkin, kematian Nyi Dwi Sangkar dan juga dendamnya yang tak pernah terbalaskan itu, menjadi satu hal yang bisa disebut dengan pengorbanan cinta. Cinta memang membingungkan. Mungkin dulu Prabu Jabang Wiyagra benar-benar sama sekali tidak memiliki rasa kepada Nyi Dwi Sangkar. Namun karena pengorbanan itu, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Prabu Jabang Wiyagra.


Mau dibantah dengan apapun, Panglima Galang Tantra tetap merasakan perasaan yang sangat kuat dari dalam hati Prabu Jabang Wiyagra. Panglima Galang Tantra merasakan bagaimana menderitanya menjadi seorang Prabu Jabang Wiyagra. Seorang raja besar yang selalu dihadapkan kepada masalah-masalah yang sangat besar, yang semakin hari seakan membelenggu seluruh jiwa dan raganya.


Namun Panglima Galang Tantra percaya, kalau Prabu Jabang Wiyagra adalah seorang raja yang sangat-sangat kuat. Bukan pada ilmu kanuragan yang ia miliki, tetapi lebih kepada pikiran dan hati. Yang tidak semua raja bisa memilikinya. Karena diharuskan mengesampingkan masalah pribadi dan mengutamakan masalah orang banyak. Panglima Galang Tantra memang orang yang sangat mengerti tentang Prabu Jabang Wiyagra dibandingkan dengan yang lain.


Apalagi Panglima Galang Tantra sudah hidup selama ratusan tahun. Dia sudah memahami betul apa yang dirasakan oleh Prabu Jabang Wiyagra sekarang. Setiap raja yang memiliki hati yang lurus, dan tujuan yang mulia, pasti akan selalu dihadapkan kepada masalah yang akan menyeret perasaannya. Sampai akhir hayatnya pun, Prabu Jabang Wiyagra akan tetap merasakan penderitaan batin seperti sekarang. Dan dia tidak akan pernah bisa lari dari takdirnya.


Prabu Jabang Wiyagra memang selalu terlihat kuat di depan semua orang, terutama rakyatnya. Tetapi hatinya begitu rapuh. Kecemasan dan kekhawatiran selalu menghantuinya setiap saat. Seakan tidak ada satu hari pun dia bisa hidup dengan tenang tanpa permasalahan. Walaupun Panglima Galang Tantra selalu disembunyikan oleh Prabu Jabang Wiyagra, di tempat yang cukup jauh, tapi bukan berarti dia tidak melihat apa-apa yang terjadi kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Prabu Jabang Wiyagra selalu diawasi oleh Panglima Galang Tantra. Panglima Galang Tantra selalu bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi kepada Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan sudah beberapa kali Panglima Galang Tantra meminta kepada Prabu Jabang Wiyagra untuk melibatkan dirinya dalam berbagai peperangan yang sebelumnya sudah pernah terjadi. Tetapi, Prabu Jabang Wiyagra selalu mengatakan kepada Panglima Galang Tantra kalau semuanya baik-baik saja.


Walaupun sebenarnya Panglima Galang Tantra tahu kalau keadaan tidak pernah baik di dalam lingkungan Kerajaan Wiyagra Malela. Karena setiap detik yang berlalu, selalu saja ada orang-orang yang berusaha untuk membunuh Prabu Jabang Wiyagra, ataupun menjatuhkan kekuasaannya. Hampir setiap malam Prabu Jabang Wiyagra kekurangan tidur, karena dia banyak melakukan meditasi, dan juga melakukan perjalanan ke setiap jengkal di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, dengan cara Ngerogo Sukmo.


Hal itu Prabu Jabang Wiyagra demi bisa menjaga situasi di Kerajaan Wiyagra Malela tetap dalam keadaan baik-baik saja. Dan semua itu hanya diketahui oleh Panglima Galang Tantra. Bahkan, Maha Patih Lare Damar yang memiliki mata batin tajam sekalipun, tidak bisa menembus keberadaan sukma dari Prabu Jabang Wiyagra yang berkeliling ke setiap jengkal wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, setiap malam. Dan tanpa Prabu Jabang Wiyagra ketahui, Panglima Galang Tantra selalu mengikutinya dari belakang, untuk memastikan keadaan Prabu Jabang Wiyagra baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2