
Setelah mendapatkan berbagai macam informasi yang ia butuhkan, dari si pejabat itu, dan juga semua orang yang ada di sana, Panglima Dara Gending langsung melancarkan aksinya yang kedua. Meskipun aksi ini sangat-sangat brutal dan tidak manusiawi, tapi apa yang dilakukan oleh Panglima Dara Gending adalah sebuah upaya untuk menutup mulut semua orang yang menjadi saksi atas kejadian malam itu.
Panglima Dara Gending dan dua puluh orang pasukannya langsung membantai semua orang yang ada di sana secara membabi buta. Sebagian besar dari mereka memang dibiarkan selamat. Tapi hanya sebatas selamat dari sebilah pedang yang digunakan oleh Panglima Dara Gending dan pasukannya. Karena kejadian selanjutnya jauh lebih mengerikan daripada apa yang mereka semua bayangkan.
Panglima Dara Gending memerintahkan para pasukannya untuk membakar habis rumah tersebut. Tanpa peduli lagi di sana ada siapa. Bagi Panglima Dara Gending, mereka semua sama saja. Mereka semua diibaratkan seperti sampah-sampah berserakan, yang harus segera dibersihkan. Apalagi mereka semua yang ada di rumah itu adalah saksi mata yang kuat atas apa yang terjadi di tempat ini.
"Penyerangan yang kita lakukan malam ini tidak boleh diketahui oleh siapapun. Tutup mulut, tutup mata, dan tutup telinga. Hal ini tidak pernah terjadi. Meskipun para pejabat istana akan mencurigai kalau mereka semua dibantai oleh seseorang, tapi tidak akan ada satupun orang yang mampu membuktikan kalau yang melakukan hal itu adalah kita." Ucap Panglima Dara Gending kepada para pasukannya.
"Baik Panglima. Lalu apa rencana kita selanjutnya Panglima?"
"Kita sudah mengetahui apa saja yang ada di wilayah Kerajaan Panca Warna ini. Kita mulai merencanakan penyerangan kita besok malam. Aku sudah membuat pupuk racun yang akan merusak tanaman para petani yang ada di Kerajaan Panca Warna. Dan semuanya akan berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Maha Raja Gusti Prabu Jabang Wiyagra."
__ADS_1
Dengan cepat, Panglima Dara Gending dan seluruh pasukannya langsung pergi dari tempat itu, tanpa meninggalkan jejak apapun. Bahkan tidak akan ada satupun orang yang tahu, kalau yang melakukan hal itu adalah Panglima Dara Gending dan pasukannya, yang diutus oleh Prabu Jabang Wiyagra. Kurang satu hari satu malam lagi, semua kejadian mengerikan akan dimulai di seluruh penjuru wilayah Kerajaan Panca Warna.
Kerajaan Panca Warna akan menjadi tempat pembuangan mayat, bagi rakyatnya sendiri. Akan banyak orang yang mati kelaparan dan kehausan. Baik persediaan pangan ataupun sumber air, semuanya akan dicemari oleh racun yang mematikan. Sehingga akan banyak orang yang enggan untuk menggunakannya. Setelah semua itu terjadi, maka akan banyak kekacauan di seluruh wilayah Kerajaan Panca Warna.
Barulah saat itu Prabu Jabang Wiyagra akan mengutus Zafir Al-Hamzah untuk memberikan pertolongan kepada semua orang yang ada di sana. Prabu Jabang Wiyagra harus benar-benar bisa menarik simpati orang-orang yang tinggal di wilayah kekuasaan Kerajaan Panca Warna. Karena hanya dengan cara yang kejam itu, Prabu Jabang Wiyagra bisa merubah tabiat bobrok orang-orang Kerajaan Panca Warna.
Pemerintah merekam pasti akan kelimpungan menghadapi wabah penyakit ganas, dan juga kelaparan yang melanda negeri mereka. Ditambah lagi sekarang mereka tidak memiliki sekutu siapapun. Semua kerajaan-kerajaan yang bersekutu dengan mereka sudah di bumi hanguskan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan Kerajaan Putra Bathara juga sedang mengalami kekosongan kepemimpinan. Dikarenakan Prabu Gala Ganda dan Maha Patih Rangkat Sena sudah tidak ada lagi di istana.
Kerajaan Putra Bathara memiliki lahan perburuan dan juga pertanian yang sangat-sangat luas. Semua itu adalah hasil rampasan Prabu Gala Ganda, yang ia dapatkan dari rakyatnya sendiri. Ada juga rumor yang mengatakan kalau Prabu Gala Ganda pergi bersama dengan orang-orang kepercayaannya, yang setia kepadanya, dengan membawa seluruh harta yang selama ini ia timbun di dalam istananya.
Kepergian Prabu Gala Ganda dan Maha Patih Rangkat Sena memang sangat mencurigakan bagi semua orang. Terutama dengan Prabu Jabang Wiyagra, yang sudah mulai mengirimkan mata-mata terbaiknya untuk mengawasi keadaan di seluruh wilayah Kerajaan Putra Bathara. juga memerintahkan Panglima Galang Tantra untuk mengirimkan Pasukan Bara Jaya, agar mencari keberadaan Mbah Gagang yang sudah lama menghilang.
__ADS_1
Mbah Gagang bisa saja menjadi seorang provokator, untuk musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang masih tersisa. Prabu Jabang Wiyagra sangat yakin, kalau musuh-musuhnya pasti sedang menyusun rencana baru untuk bisa mengalahkannya. Ditambah sekarang posisi Prabu Jabang Wiyagra sedang berada di bawah. Karena penyerangan yang dilakukan oleh Ratna Malangi, mengakibatkan banyak sekali prajurit Kerajaan Wiyagra Malela yang mati.
Meskipun Ratna Malangi kalah dalam pertempuran, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau Ratna Malangi akan kembali ke jalan yang sesat, jika dia mendapatkan rayuan dari orang-orang seperti Mbah Gagang, ataupun Prabu Gala Ganda. Kalau sampai hal itu terjadi, maka Ratna Malangi akan kembali menjadi musuh terbesar untuk semua orang. Karena sudah bisa dipastikan kalau Ratna Malangi akan kembali mempelajari ilmu kanuragan yang sudah hilang dari dirinya.
Dari sekian banyak alasan untuk memenjarakan Ratna Malangi, hal itulah yang juga menjadi ketakutan untuk Prabu Jabang Wiyagra dan semua orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Kalau Ratna Malangi dibunuh, maka Prabu Jabang Wiyagra tidak akan pernah mengetahui keberadaan musuh-musuhnya yang lain, yang sampai sekarang masih menyembunyikan diri mereka. Orang-orang seperti itu berperan seperti sebuah bubuk peledak, yang bisa meledak kapan saja dan di mana saja.
Karena dulunya adalah seorang pejuang yang sangat ditakuti, tentu saja Prabu Jabang Wiyagra memiliki banyak sekali musuh yang secara terus-menerus berusaha untuk menjatuhkannya. Sampai kapanpun, Prabu Jabang Wiyagra akan tetap dihantui oleh bayang-bayang orang-orang yang dulu pernah menjadi musuhnya. Hal utama yang menjadi masalah besar bagi Prabu Jabang Wiyagra di masa sekarang adalah, Prabu Jabang Wiyagra dulu terlalu baik kepada musuh-musuhnya.
Ketika Prabu Jabang Wiyagra sudah bisa mengalahkan seseorang, maka Prabu Jabang Wiyagra akan memberikan kesempatan hidup untuk mereka, dengan harapan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Memang, sebagian kecil benar-benar menyadari kesalahan mereka, dan berubah menjadi orang yang lebih baik. Tetapi kebanyakan dari mereka justru hanya sekedar mencari selamat saja, agar bisa membalas kekalahan mereka suatu hari nanti.
Meskipun tujuan Prabu Jabang Wiyagra benar, tetapi tidak seharusnya selamanya Prabu Jabang Wiyagra tetap bertindak benar. Ada kalanya bagi seorang pejuang seperti Prabu Jabang Wiyagra untuk memberi ketegasan, atau istilah lain adalah kekejaman, kepada orang-orang yang juga suka berbuat kejam dan merugikan banyak orang. Namun kembali lagi kepada manusianya itu sendiri. Karena tidak semua orang tega melakukan hal-hal kejam, sekalipun kepada orang-orang yang telah menjahati mereka.
__ADS_1