DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 256


__ADS_3

"Untuk kali ini aku tidak akan berkelas kasih lagi kepada dirimu, Ratna Malangi." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.


"Aku datang ke tempat ini untuk membunuhmu. Bukan untuk mengharapkan belas kasihanmu." Jawab Ratna Malangi.


Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah ada di sini, tidak ada seorang pun yang berani ikut campur dalam pertempuran itu. Para Panglima, para Patih, dan juga para prajurit yang ada di sana hanya berani melihat pertarungan Ratna Malangi dan Prabu Jabang Wiyagra, tanpa berani melakukan apa-apa. Sang Maha Guru yang sempat jatuh ke tanah pun kembali berdiri, lalu memperingati semua orang tentang apa yang sudah ia katakan sebelumnya.


Sang Maha Guru sudah pernah menyampaikan kepada semua orang, kalau Ratna Malangi tidak boleh dihadapi sendirian saja. karena jika Ratna Malangi dihadapi sendirian, maka Ratna Malangi akan jauh lebih tanggap dengan setiap serangan yang ia dapatkan. Dan benar, Ratna Malangi mampu menangkis dan membalas setiap serangan yang diberikan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepada dirinya. Prabu Jabang Wiyagra juga sempat beberapa kali terkena pukulan oleh Ratna Malangi.


"Dia tidak boleh dibiarkan sendirian. Serang Ratna Malangi sekarang. Bantu raja kalian!" Perintah Sang Maha Guru kepada semua orang yang ada di sana.


Barulah saat itu semua orang kembali menyerang Ratna Malangi. Dan di sini mulai terlihat, bagaimana kewalahannya seorang Ratna Malangi menghadapi para pasukan Prabu Jabang Wiyagra, yang menyerangnya secara bergiliran. walaupun mendapatkan serangan dari ribuan orang, Ratna Malangi masih tetap bisa menghalau setiap serangan yang ia dapatkan dari segala arah. Ratna Malangi bisa dengan cepat dan mudah menghindari setiap serangan yang menuju ke arahnya.

__ADS_1


Melihat keadaan yang sudah sangat memburuk seperti ini, Prabu Jabang Wiyagra tidak tahu lagi harus bagaimana. Pikirannya benar-benar sudah kacau karena terus-menerus memikirkan peperangan ini. Apalagi setelah dia melihat kenyataan, kalau musuh yang ia hadapi posisinya jauh lebih tinggi daripada dirinya. Prabu Jabang Wiyagra bisa saja tewas hari ini di tangan Ratna Malangi. Karena Ratna Malangi juga telah membunuh ratusan anggota pasukannya.


Sudah banyak sekali mayat bergelimpangan di tempat itu. Yang kebanyakan adalah para prajurit Prabu Jabang Wiyagra. Sedangkan para pasukan Ratna Malangi sendiri, sekarang sudah habis tanpa sisa. Karena dengan cepat, Pangeran Rawaja Pati sudah berhasil membunuh seluruh pasukan Ratna Malangi yang tersisa di Kota Maja Lingga. Mereka semua terbunuh dengan sangat mudah di tangan Pangeran Rawaja Pati dan bala tentaranya yang dikenal sangat sadis.


Setelah selesai menghabisi seluruh pasukan Ratna Malangi di Kota Maja Lingga, Pangeran Rawaja Pati langsung pergi menuju ke Ibu Kota Wiratirta, untuk membantu para pasukan penjaga nenteng pertahanan yang sedang melawan para pasukan Ratna Malangi, yang ada di luar gerbang benteng tersebut. Sekarang semuanya sudah habis tanpa sisa. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Ratna Malangi, selain berjuang sendiri di tempat ini.


Andaikan saja Ratna Malangi mau mengakui kesalahannya, dan tidak mau benar sendiri, sudah pasti semua kekacauan ini telah berakhir sedari tadi. Tidak harus menunggu sampai ratusan nyawa orang sampai melayang. Ratna Malangi menjadi semakin murka setelah ia juga menyadari kalau seluruh pasukannya telah mati. Kini dia sendirian, dan tidak akan ada bantuan apapun untuk dirinya menghadapi Prabu Jabang Wiyagra dan seluruh pasukannya.


Prabu Jabang Wiyagra, Sang Maha Guru, beserta para Panglima dan juga para Patih, masih bersikeras untuk bisa menaklukkan Ratna Malangi, yang sekarang hanya tinggal seorang diri. Dan di sinilah Ratna Malangi sudah mulai mengeluarkan seluruh kemampuan yang ia miliki. Ratna Malangi mengeluarkan sebuah ilmu pukulan ganda dari kedua tangannya, yang kemudian mengenai tubuh Ki Singo Rogo. Tubuh Ki Singo Rogo yang sudah tua renta itu pun langsung ambruk ke tanah.


Ki Singo Rogo mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Dadanya terasa sangat-sangat sakit. Nafasnya terasa sangat berat. Saat itu pula, Ki Singo Rogo langsung tidak sadarkan diri. Panglima Kinjiri yang melihat hal itu berusaha untuk menolong. Tapi sayang sekali, Panglima Kinjiri juga terkena serangan dari Ratna Malangi. Karena setelah Ratna Malangi menggunakan tangan kirinya untuk melesatkan serangan kepada Ki Singo Rogo, Ratna Malangi langsung menggunakan tangan kanannya untuk melepaskan serangan ke arah Panglima Kinjiri.

__ADS_1


Na'as, tubuh Panglima Kinjiri tidaklah sekuat Ki Singo Rogo. Panglima Kinjiri tidak kuat menahan serangan dari Ratna Malangi, sehingga membuat terpental jauh dari posisi Ki Singo Rogo. Semua orang yang ada di sana pun semakin gencar menyerang Ratna Malangi. Begitu juga dengan Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru yang mulai menggabungkan kekuatan mereka berdua. Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru sama-sama mengeluarkan Ajian Rengkah Gunung, untuk menghantam tubuh Ratna Malangi yang tidak terlalu jauh dari mereka.


"Hyaaaatt!!!"


Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru menghantamkan tangan kanan mereka ke tanah, yang langsung membuat tubuh Ratna Malangi mundur ke belakang. Ratna Malangi sedikit merasakan getaran di tubuhnya karena akibat dari Ajian Rengkah Gunung. Prabu Jabang Wiyagra dan Sang Maha Guru hanya bisa geleng-geleng kepala melihat hal tersebut. karena kalau bukan Ratna Malangi, pasti sudah mati saat itu juga. Karena menggabungkan dua ajian yang sama, seharusnya bisa menghasilkan sebuah kekuatan yang sangat luar biasa.


Namun hal itu tidak berlaku bagi Ratna Malangi. Dia masih sangat bugar, dan masih bisa berdiri dengan tegak. Ratna Malangi tersenyum kepada mereka berdua dan berkata,


"Ilmu kalian tidak akan ada artinya apa-apa di hadapanku. Ilmu yang kalian gunakan terlalu dini, untuk menghadapi ilmu-ilmu ku yang sudah sangat tua. Sudahlah, menyerah sajalah kalian. Sampai mati pun kalian tidak akan mampu melukaiku." Ucap Ratna Malangi sembari tertawa terbahak-bahak.


Ratna Malangi tidak merasakan sakit sedikitpun di tubuhnya. Hanya getaran-getaran kecil, yang secara perlahan pun mulai hilang. Ratna Malangi benar-benar memiliki benteng tubuh yang sangat kuat dan sulit untuk ditembus, bahkan dengan Ajian Rengkah Gunung sekalipun. Padahal Ajian Rengkah Gunung bukanlah ilmu sembarangan yang bisa dimiliki oleh semua orang. Dan ilmu itu bisa menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya, termasuk tubuh manusia sakti sekalipun.

__ADS_1


Tetapi untuk Ratna Malangi, ilmu itu seakan tidak memiliki daya dan upaya apa-apa. Ratna Malangi masih dengan sangat gesit bisa melakukan perlawanan kepada semua orang yang menyerangnya. Seperti tidak ada rasa lelah sedikitpun dalam diri Ratna Malangi. Dan pada saat Ratna Malangi mengeluarkan Ajian Gelap Ngampar, ajian tersebut mampu membuat seluruh lapisan tanah yang ada di tempat itu menjadi bergetar. Padahal sebenarnya, tingkatan Ajian Gelap Ngampar berada jauh di bawah Ajian Rengkah Gunung. Tapi di tangan Ratna Malangi, kekuatan Ajian Gelap Ngampar menjadi puluhan kali lipat lebih kuat.


__ADS_2