
"Kami semua siap untuk menjalankan perintah dari Gusti Prabu Jabang Wiyagra." Ucap salah satu bangsa lelembut dari Gunung Khayangan.
Pada malam itu, seluruh bangsa lelembut yang ada di Gunung Khayangan, turun menuju ke Kerajaan Wiyagra Malela. Untuk memenuhi panggilan dari tuan mereka, yaitu Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan mereka semua untuk membangun benteng-benteng pertahanan yang jauh lebih kuat di seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.
Prabu Jabang Wiyagra juga memberikan perintah untuk mereka, kalau mereka diharuskan menyelesaikan pekerjaan mereka sampai besok pagi. Membangun benteng-benteng di seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Membuat istana untuk Prabu Putra Candrasa. Dan juga membangun padepokan milik Zafir. Dan itu adalah pekerjaan yang sangat mudah untuk mereka semua.
"Sekarang kalian semua berangkatlah ke seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Menyebarlah, dan bagilah tugas kalian. Aku ingin semuanya dilakukan secara serempak, dan selesai dalam waktu yang bersamaan. Aku berharap kalian sanggup melakukan semua tugas yang aku berikan." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada pasukannya.
"Kami semua menyanggupinya Gusti Prabu. Kami berjanji, besok pagi semuanya sudah selesai, sesuai dengan perintah dari Gusti Prabu."
"Bagus. Silakan, lakukan."
"Baik Gusti Prabu."
Para pasukan lembut yang jumlahnya jutaan itu langsung menyebar ke seluruh wilayah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra. Mereka semua terbagi menjadi ratusan kelompok, dan setiap kelompok memiliki tugasnya sendiri-sendiri. Ada yang membangun benteng, ada yang membuat istana, dan ada yang membuat padepokan.
__ADS_1
Dan untuk menghindari kepanikan dari para rakyat Kerajaan Wiyagra Malela, para pasukan lembut ini membuat semua orang tertidur sangat nyenyak pada malam itu. Kecuali para abdi istana, ataupun para raja-raja yang ada di bawah pemerintahan Prabu Jabang Wiyagra. Malam itu benar-benar sangat ribut dan ramai.
Para abdi Prabu Jabang Wiyagra yang ada di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, semuanya terheran-heran melihat bagaimana bebatuan, pepohonan dan berbagai macam material lainnya, beterbangan di atas langit. Untuk yang memiliki mata batin tajam, jelas mereka tahu kalau itu adalah pasukan Prabu Jabang Wiyagra.
Namun untuk para prajurit, mereka hanya bisa menggaruk kepala karena tidak tahu apa yang terjadi pada malam itu. Mereka hanya heran karena banyak sekali benteng yang dibangun di seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Fenomena itu dibangun dengan kecepatan tinggi. Yang sangat-sangat tidak masuk akal.
Setiap orang yang melihat hal itu jelas kebingungan. Walaupun mereka sudah tahu kalau itu dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra, tapi mereka tetap saja masih tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini. Karena untuk membangun benteng, dan juga bangunan penting, dibutuhkan waktu selama bertahun-tahun.
Tetapi malam ini semuanya dilakukan dengan sangat-sangat singkat. Bahkan para pasukan lembut Prabu Jabang Wiyagra, sudah selesai dengan beberapa wilayah penting di dekat Kerajaan Wiyagra Malela. Setelah menyelesaikan satu benteng, maka mereka akan pindah ke tempat lain untuk membantu teman-teman mereka. Agar cepat selesai.
Tetapi Prabu Jabang Wiyagra tidak akan menggunakan kekuatannya untuk melakukan hal-hal yang masih bisa dilakukan oleh para abdinya. Kecuali pada malam ini. Prabu Jabang Wiyagra terpaksa mengerahkan para pasukannya karena keadaannya benar-benar sangat mendesak. Prabu Jabang Wiyagra tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu benteng pertahanan di seluruh wilayahnya cepat selesai.
Melihat adanya pergerakan dari pasukan pribadi Prabu Jabang Wiyagra, Ki Singo Rogo berinisiatif untuk pembantu pasukan pribadi Prabu Jabang Wiyagra. Karena Ki Singo Rogo juga bisa memanggil para pasukan lembut. Apalagi sekarang Ki Singo Rogo sudah menjadi pimpinan dari benteng pertahanan, yang sebelumnya dipegang oleh Patih Kinjiri. Ki Singo Rogo ternyata berhasil menaklukkan seluruh bangsa lelembut yang ada di wilayah benteng pertahanan tersebut.
Namun pasukan lembut yang ditaklukan oleh Ki Singo Rogo, kebanyakan lebih diutamakan untuk pembangunan, bukan pertarungan. Kalau soal membangun sesuatu, para pasukan lelembut di wilayah benteng pertahanan inilah ahlinya. Mereka bekerja sama dengan pasukan lembut Prabu Jabang Wiyagra untuk memperkokoh semua benteng dan juga bangunan yang mereka buat.
__ADS_1
Prabu Jabang Wiyagra yang mengetahui kalau Ki Singo Rogo sedang berusaha membantunya, langsung menggunakan kemampuan telepatinya untuk mengucapkan terima kasih kepada Ki Singo Rogo. Ki Singo Rogo merasa sangat terhormat karena dia bisa membantu Prabu Jabang Wiyagra. Sehingga semua yang ia lakukan di benteng pertahanan ini tidaklah sia-sia.
Ki Singo Rogo mendapatkan kedudukan tinggi, dengan diangkat menjadi panglima perang di benteng pertahanan, oleh Patih Kinjiri, atas perintah Prabu Jabang Wiyagra. Sedangkan Patih Kinjiri diberi kehormatan untuk memimpin pasukan jauh lebih banyak lagi. Patih Kinjiri diberi tanggung jawab untuk menjadi pemimpin pasukan di Padepokan Ageng Reksa Pati.
Bukan hanya Ki Singo Rogo saja yang membantu Prabu Jabang Wiyagra. Tetapi Pangeran Rawaja Pati dan Mangku Cendrasih juga sama-sama memerahkan pasukan mereka masing-masing, untuk membantu pasukan pribadi Prabu Jabang Wiyagra. Melihat betapa besarnya antusiasme para abdinya, Prabu Jabang Wiyagra rasa sangat senang dan bangga, bisa memiliki mereka.
Dengan peran mereka semua dalam mengerahkan pasukan lelembut, maka pembuatan benteng dan juga bangunan yang lainnya akan jauh lebih cepat dari waktu yang sebelumnya telah ditentukan. Namun karena ketiga ras bangsa lembut yang berbeda bergabung menjadi satu, suasana di malam itu pun sedikit berubah. Langit maksud dari tadi cerah, tiba-tiba menjadi mendung.
Tetapi itu sama sekali tidak membahayakan siapapun. Hanya saja, malam itu menjadi lebih gelap dari malam-malam sebelumnya. Angin yang sedari tadi tenang, sekarang berubah menjadi angin kencang. Udara dingin juga sangat terasa di seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Efek dari penggabungan energi yang berbeda-beda.
Dan para pasukan lembut tersebut juga tidak akan berhenti melakukan pekerjaan mereka. Sebelum mereka mendapatkan perintah untuk mundur dari Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Jabang Wiyagra terus memantau mereka dari ruangan meditasi. Untuk mengawasi para pasar lembut ini, Prabu Jabang Wiyagra menggunakan ilmu Rogo Sukmo yang ia miliki.
Dengan melakukan Rogo Sukmo, Prabu Jabang Wiyagra akan semakin mudah untuk mengawasi para pasukannya, karena tidak akan ada satupun orang yang tahu kalau Prabu Jabang Wiyagra terus berpindah-pindah tempat. Prabu Jabang Wiyagra hanya memastikan kalau para pasukan lembut yang ia perintah, bisa menjalankan tugas mereka dengan baik.
Dan ternyata, para pasukan lelembut itu melakukan pekerjaan mereka dengan sangat-sangat baik. Bahkan beberapa saat kemudian, pembangunan sudah bisa diselesaikan. Para pasukan lelembut sudah menyelesaikan tugas mereka untuk membangun benteng dan juga membangun istana Kerajaan Putra Malela. Sekarang Prabu Putra Candrasa tidak perlu khawatir lagi kalau musuh-musuhnya datang menyerang.
__ADS_1