
Sekembalinya dari Kerajaan Kalarang, Maha Patih Putra Candrasa beristirahat selama beberapa hari, dan diberi rumah yang baru oleh Prabu Jabang Wiyagra. Rumah yang besar itu dibangun di samping istana oleh Prabu Jabang Wiyagra sendiri. Dan selesai dalam waktu satu hari.
Jadi, setelah Maha Patih Putra Candrasa kembali ke Wiyagra Malela, dia langsung menempati rumah tersebut bersama dengan istrinya. Suasana di istana Kerajaan Wiyagra Malela benar-benar tenang. Walau pun banyak orang yang berlalu lalang, tapi suasana tidak ribut seperti di pasar.
Para prajurit mengisi aktivitas mereka seperti biasa, bergantian jaga di setiap jengkal istana kerajaan besar ini. Sekarang istana Kerajaan Wiyagra Malela semakin ramai. Banyak murid-murid pilihan dari Padepokan Ageng Reksa Pati yang dimasukkan ke dalam jajaran keprajuritan.
Sebagian dari mereka yang tidak menyukai kekerasan, atau pun pertarungan, akan ditempatkan dalam jajaran pejabat-pejabat yang mengurus perekonomian yang ada di dalam istana. Ada juga yang dimasukkan sebagai tenaga pengajar bagi para anak-anak prajurit istana.
Bagi para prajurit yang sudah menikah dan sudah memiliki anak, maka anak-anak mereka diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran di dalam istana. Begitu juga dengan para prajurit yang ada di luar istana. Yaitu para prajurit yang menjaga daerah-daerah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela.
Semua anak mereka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan yang diterapkan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Baik itu pendidikan militer, atau pun pendidikan yang lainnya. Karena itu adalah salah satu strategi Prabu Jabang Wiyagra untuk memperkokoh kekuatan Kerajaan Wiyagra Malela.
Dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak bangsa secara merata, dan secara cuma-cuma, maka akan banyak orang yang semakin termotivasi untuk menjadi abdi di Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Jabang Wiyagra juga mengurangi pajak yang diterapkan kepada rakyat.
Sehingga banyak rakyatnya yang merasa senang, dan tidak merasa tertekan dengan adanya pajak tahunan yang wajib mereka setorkan. Prabu Jabang Wiyagra juga memberikan keringanan kepada rakyatnya yang ekonominya menengah ke bawah. Jadi, yang semakin kaya, maka pajaknya akan semakin besar.
__ADS_1
Sedangkan untuk yang ekonominya rendah, pajaknya akan dikurangi. Kekaguman dan kecintaan rakyat Kerajaan Wiyagra Malela kepada raja mereka semakin besar. Kalau mereka mendapatkan hasil panen yang melimpah, maka mereka tidak segan untuk mengantarkannya langsung ke istana Kerajaan Wiyagra Malela.
Sekaligus mereka juga ingin bertemu dan memuji kebijakan-kebijakan luar biasa yang Prabu Jabang Wiyagra berikan kepada mereka. Kebijakan yang diambil oleh Prabu Jabang Wiyagra tidak pernah sekali pun menyengsarakan rakyatnya. Karena Prabu Jabang Wiyagra selalu menghitung semuanya dengan baik.
Prabu Jabang Wiyagra juga tidak pernah takut mengambil keputusan apa pun. Prabu Jabang Wiyagra selalu berani dalam mengambil dan menanggung segala resiko yang akan dia dapatkan. Sekali pun harus berperang dengan saudara sendiri.
"Sudah beberapa hari ini aku tidak mendengar kabar terbaru tentang Maha Patih Kana Raga. Aku tidak mau kalau sampai kita semua kecolongan. Pasti Ditya Kalana juga sedang mempersiapkan para pasukannya yang baru." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Mohon maaf Gusti Prabu, saat ini para mata-mata kita sedang kesulitan mencari keberadaan mereka. Karena menurut mereka, Ditya Kalana dan yang lainnya juga melakukan penyamaran." Ucap Mangku Cendrasih.
"Artinya kita harus bergerak lebih cepat dari pada sebelumnya. Jangan sampai lengah. Kalau perlu kita kerahkan semua pasukan yang ada. Mereka semua adalah orang-orang yang sangat berbahaya."
"Tapi aku tidak memaksa kalian. Jaga kesehatan kalian semua dengan baik, karena cepat atau lambat, mereka pasti akan mendatangi kita. Bisa saja mereka menggunakan cara yang sama, yang kita lakukan kepada mereka." Tambah Prabu Jabang Wiyagra.
"Baik Gusti Prabu, Patih Kinjiri dan seluruh pasukannya juga sudah bersiap di posisi mereka masing-masing. Semua murid yang ada di Padepokan Agung Reksa Pati sudah hamba beritahu. Mereka semua sudah siap, kalau sewaktu-waktu Gusti Prabu membutuhkan mereka." Jawab Mangku Cendrasih.
__ADS_1
Pangeran Rawaja Pati juga menambahkan, kalau semua pasukan silumannya sudah disebar ke berbagai arah. Mereka bahkan tersebar sampai ke ujung Tanah Jawa untuk mencari keberadaan Ditya Kalana dan juga Maha Patih Kana Raga.
Dari pengakuan Pangeran Rawaja Pati, sekarang Ditya Kalana dengan para pengikutnya sedang berada di tempat yang terpencil dan sulit untuk ditemukan oleh para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka bersembunyi karena takut diburu.
Ditya Kalana dan pengikutnya juga terkenal sangat pintar menyembunyikan dirinya. Dia terus menerus berpindah-pindah tempat untuk mencari persembunyian yang aman. Banyak sekali hal yang Ditya Kalana lakukan, salah satunya adalah menyamar menjadi penduduk desa.
Mereka bisa dimana saja dan kapan saja. Apalagi semakin hari Ditya Kalana semakin sakti, karena dia terus menerus melatih ilmu kanuragannya. Sedikit demi sedikit Ditya Kalana juga membentuk pasukan bersama dengan para pengikutnya. Dan semua pasukannya itu tersebar di berbagai tempat.
Tapi kebanyakan ada di bekas wilayah kekuasaan Kerajaan Gelap Ngampar. Dan mereka terus berputar-putar di bekas wilayah kerajaan tersebut. Yang artinya, selama ini Ditya Kalana bersama dengan para pengikutnya masih terhimpit di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela, yang sekarang dipegang oleh Patih Kinjiri dan pasukannya.
Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan semua orang untuk terus mempersempit pergerakan mereka. Dengan cara, menempatkan pasukan-pasukan dalam jumlah besar di setiap wilayah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela. Dan hal tersebut juga harus dilakukan oleh kerajaan-kerajaan kecil yang ada di bawah kepemimpinan Prabu Jabang Wiyagra.
Dengan begitu, Ditya Kalana akan semakin kesulitan untuk mendapatkan bantuan pasukan. Untuk di wilayah asli Kerajaan Wiyagra Malela sendiri, sudah pasti semua rakyatnya setia kepada Prabu Jabang Wiyagra. Namun untuk di wilayah-wilayah penaklukan yang baru, Prabu Jabang Wiyagra masih ragu.
Karena pasti masih banyak orang yang ingin sekali menjatuhkan kekuasaannya. Masih banyak sisa-sisa pasukan musuh yang sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya. Lambat laun mereka juga pasti akan menyusun kekuatan mereka kembali, untuk menuntut balas kekalahan mereka dari pasukan Prabu Jabang Wiyagra.
__ADS_1
Dan setiap harinya, ada saja orang-orang yang ketahuan menghianati Prabu Jabang Wiyagra. Karena untuk wilayah-wilayah penaklukan yang baru, masih banyak juga yang sampai saat ini masih setia kepada para raja mereka yang sudah dipenjara oleh Prabu Jabang Wiyagra, di dalam penjara bawah tanah.
Walaupun para raja-raja yang telah ditangkap tidak akan pernah bebas, tapi bukan berarti para pengikutnya akan berhenti begitu saja. Mereka akan mencari segala cara untuk bisa melakukan pembalasan. Terutama untuk mendapatkan kepala Prabu Jabang Wiyagra.