
Di istana Kerajaan Wiyagra Malela, Prabu Jabang Wiyagra mengadakan acara peresmian pengangkatan Pangeran Rawaja Pati sebagai raja baru Kerajaan Rawaja Pati. Dia diberi wewenang untuk memerintah Kerajaan Rawaja Pati yang diambil dari namanya sendiri.
Namun semua itu dengan syarat, Pangeran Rawaja Pati harus rela mengabdikan dirinya dan kerajaan besarnya dibawah kepemimpinan Prabu Jabang Wiyagra. Pangeran Rawaja Pati justru merasa senang dengan syarat yang diberikan oleh Prabu Jabang Wiyagra.
Sedari dulu dia ingin sekali lepas dari Prabu Suta Rawaja dan mengabdikan dirinya kepasa tuan yang baru. Pangeran Rawaja Pati sudah lama mengawasi Prabu Jabang Wiyagra, hanya saja sebelumnya dia masih belum yakin dengan Prabu Jabang Wiyagra. Tapi dia sekarang sudah bisa menilai seperti apa Prabu Jabang Wiyagra yang sebenarnya.
Pangeran Rawaja Pati bisa mengetahui isi pikiran dan isi hati seseorang. Dia tahu betul, kalau Prabu Jabang Wiyagra sebenarnya tidak pernah menginginkan perang ini terjadi. Dia selalu berusaha untuk menghindari peperangan. Sayangnya, musuh-musuhnya tidak berpikiran demikian.
"Hamba haturkan banyak-banyak terimakasih Gusti Prabu. Hamba akan menjalankan kewajiban hamba sebagai seorang raja. Dan hamba bersumpah untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan dan kekuatan yang hamba miliki." Ucap Pangeran Rawaja Pati.
"Ingat Prabu Rawaja Pati. Janji adalah janji. Sebuah janji harus ditepati." Kata Prabu Jabang Wiyagra.
Pangeran Rawaja Pati sekarang sudah resmi menjadi raja di Kerajaan Rawaja Pati. Setelah peresmian itu selesai, dia bersama pasukannya berangkat menuju Kerajaan Rawaja Pati. Semua orang di Kerajaan Rawaja Pati sudah bersiap untuk menyambut kedatangannya.
Karena sekarang daerah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra sudah semakin luas, Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan beberapa pelayan pejabat istana yang baru untuk ikut dengan Pangeran Rawaja Pati. Mereka diperintahkan untuk mengabdi kepada Pangeran Rawaja Pati selama masa hidup mereka.
__ADS_1
Semua orang yang berangkat bersama dengan Pangeran Rawaja Pati tidak ada yang berani menolak perintah dari Prabu Jabang Wiyagra. Walau pun sebenarnya, mereka semua takut dengan Pangeran Rawaja Pati yang memiliki fisik berbeda dengan mereka, karena Pangeran Rawaja Pati adalah bangsa siluman.
Namun perintah Prabu Jabang Wiyagra adalah perintah yang pantang untuk mereka bantah. Prabu Jabang Wiyagra juga memahami semua yang mereka rasakan. Tetapi Prabu Jabang Wiyagra mengatakan kepada para abdinya, kalau Pangeran Rawaja Pati adalah orang yang baik.
Dia tidak akan menyerang dan melahap orang-orang yang berjalan di jalan yang benar. Pangeran Rawaja Pati hanya menyerang orang-orang yang rakus dan gila kekuasaan. Sedangkan untuk para abdinya, Pangeran Rawaja Pati akan memperlakukan mereka dengan sangat baik.
Pangeran Rawaja Pati juga diberi bantuan pasukan yang baru dibentuk oleh Prabu Jabang Wiyagra, untuk mendukung kekuatan di Kerajaan Rawaja Pati yang sekarang sudah hancur berantakan. Semua pasukan Prabu Jabang Wiyagra juga sudah membersihkan istana Kerajaan Rawaja Pati.
Sekarang, istana itu sudah bersih. Tidak ada mayat yang berserakan. Dan tidak ada darah yang berceceran di tempat itu. Istana itu sudah seperti istana yang baru saja dibangun. Untuk membersihkan semua mayat yang menumpuk di Kerajaan Rawaja Pati, para utusan Prabu Jabang Wiyagra sampai menghabiskan waktu satu bulan lamanya.
Karena mayat-mayat itu juga harus dibakar dan baru bisa dimakamkan. Makam para prajurit Kerajaan Rawaja Pati yang gugur terletak tidak jauh dari istana Kerajaan Rawaja Pati. Mereka semua dikuburkan dalam satu liang yang sangat panjang dan dalam. Kemudian di atas tanah pemakaman itu dibangun sebuah tugu, untuk memperingati peristiwa paling berdarah itu.
Kalau saja Prabu Suta Rawaja tidak mendeklarasikan peperangan, mungkin saja mereka masih hidup sampai sekarang, dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Namun kebencian rakyat kepada Prabu Suta Rawaja juga merambah kepada para prajurit dan para pejabat istana.
Banyak prajurit istana Kerajaan Rawaja Pati, semasa hidup mereka, mereka dibenci oleh keluarga mereka sendiri. Padahal para prajurit istana Kerajaan Rawaja Pati justru berusaha untuk melindungi keluarga mereka, karena kalau mereka membantah perintah, maka keluarga mereka juga akan terkena masalah.
__ADS_1
Sunggub para prajurit yang malang. Mereka semua rela dibenci dan dihina oleh orang-orang terdekat mereka sendiri. Mereka juga rela mengorbankan darah demi membuat semua anggota keluarga merek tetap aman dan tidak mendapatkan masalah. Tapi para prajurit yang malang itu tidak pernah menjelaskan apa pun kepada keluarga mereka.
Mereka semua bungkam atas apa yang terjadi di Kerajaan Rawaja Pati. Karena mereka tidak mau membuat suasana semakin rumit. Dan sebenarnya, sebelum mereka semua mati, mereka sudah berencana untuk membelot kepada Prabu Suta Rawaja. Tapi ada salah satu teman mereka sesama prajurit yang melaporkan hal tersebut kepada Prabu Suta Rawaja.
Sehingga, mereka yang dicurigai sebagai provokator pun ditangkap dan dijatuhi hukuman pancung oleh Prabu Suta Rawaja. Memang tidak semua prajurit itu jahat, tapi bukan berarti banyak yang menjadi orang baik. Dalam peperangan sekali pun, mereka bahkan bisa menebas teman mereka sendiri, hanya karena rasa iri.
Dalam dunia keprajuritan, setiap orang yang membunuh musuh paling banyak, akan diberi sebuah penghargaan berupa kenaikan pangkat. Sehingga banyak terjadi persaingan diantara para prajurit istana Kerajaan Rawaja Pati. Mereka akan saling berebut musuh antara satu sama lain. Dan kejamnya, mereka tidak peduli jika harus membunuh teman mereka sendiri.
Hal itu sudah menjadi hal yang lumrah di Kerajaan Rawaja Pati. Dan Prabu Suta Rawaja juga tidak mau ambil pusing soal masalah itu. Itulah kenapa Pangeran Rawaja Pati memilih untuk membelot kepada Prabu Suta Rawaja. Karena Prabu Suta Rawaja tidak pernah memikirkan nasib para abdinya.
Dalam aturan kehidupan Prabu Suta Rawaja, yang berguna yang akan dipertahankan. Sedangkan yang tidak berguna akan diasingkan dan disingkirkan. Aturan yang kejam itu sudah menciptakan duri dalam kerajaannya sendiri. Sehingga sering terjadi perang saudara di Kerajaan Rawaja Pati.
Tetapi semuanya sekarang hanya tinggal cerita saja. Pemerintahan Prabu Suta Rawaja sudah digulingkan. Dan Pangeran Rawaja Pati sudah resmi menjadi seorang raja, di kerajaan yang ia buat sendiri. Saat istana Kerajaan Rawaja Pati dibangun, Pangeran Rawaja Pati-lah yang menggerakkan pasukannya untuk menyelesaikan pembangunan.
Dan baru sekaranglah dia bisa menempati istana yang ia buat bersama pasukannya dengan susah payah. Semua siluman naga yang terlibat dalam pembangunan istana Kerajaan Rawaja Pati diikut sertakan dalam kepemimpinannya. Mereka juga diberi jabatan-jabatan penting.
__ADS_1
Dan kebanyakan dari mereka diangkat menjadi seorang Patih. Sebagian lagi diberi jabatan dalam perekrutan keprajuritan. Karena sekali pun sudah mendapatkan bantuan pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela, tapi Pangeran Rawaja Pati tetap harus berusaha sendiri, agar dia bisa mengembangkan pasukannya sendiri.
Semua kerajaan-kerajaan besar yang ada di Tanah Jawa juga turut membantu Pangeran Rawaja Pati untuk menata kembali Kerajaan Rawaja Pati. Semuanya dimulai lagi dari nol. Karena butuh waktu yang tidak sebentar bagi rakyat Kerajaan Rawaja Pati untuk mengenal Pangeran Rawaja Pati. Harus ada kontribusi besar yang dilakukan oleh Pangeran Rawaja Pati untuk mendapatkan hati rakyatnya.