
"Aku tidak bisa menerima semua ini. Aku akan jatuhkan hukuman paling berat untuk para mantan anggota Satrio Luhur yang berani melakukan hal ini." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Mbah Kangkas dan Pangeran Rawaja Pati.
"Hamba sudah berusaha datang secepat mungkin menuju tempat itu Gusti Prabu. Tapi saat hamba sampai di sana, semuanya sudah dalam keadaan kacau. Semua pasukan Maha Patih Galangan juga dilumpuhkan. Hamba tidak yakin kalau banyak dari mereka yang masih bisa bertahan." Kata Pangeran Rawaja Pati.
"Aku tidak menyalahkanmu, Pangeran Rawaja Pati. Aku justru berterima kasih, karena kamu sudah mau datang ke sana. Cepat ataupun lambat, kamu sudah menyelamatkan banyak nyawa hari ini. Dan membuka lebar-lebar kedua mataku pada sebuah kenyataan, kalau tidak semua anggota Kelompok Satrio Luhur bisa berbuat jujur. Padahal aku sangat berharap, mereka mau bersatu denganku. Tapi melihat semua ini, aku jadi berubah pikiran. Sekarang mereka adalah musuhku."
"Hamba paham Gusti Prabu. Namun masih ada dua orang yang tidak sependapat dengan mereka."
"Siapa mereka Pangeran?"
"Kalau hamba tidak salah, namanya adalah Kencana Wangsa. Dan yang satu lagi adalah adiknya, namanya Rana Wangsa. Hanya mereka berdualah yang tidak sependapat dengan saudara-saudaranya. Sekarang mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke istana ini. Kita berdoa saja Gusti Prabu. Semoga mereka berdua masih bisa selamat. Karena saat tambah sampai di sana, mereka berdua sudah terluka parah."
__ADS_1
"Gila. Apa yang telah dilakukan orang-orang ini kepada saudaranya sendiri? Aku tidak habis pikir kenapa mereka melakukan semua ini. Aku mengkhawatirkan keadaan Ratna Malangi. Tubuhnya yang sudah tua renta, membuatnya rentan terhadap luka."
"Para tabib istana sedang mengupayakan segalanya Gusti Prabu. Hamba yakin, Ratna Malangi masih bisa diselamatkan. Meskipun dia mendapatkan banyak sekali luka di tubuhnya." Jawab Mbah Kangkas.
Dari yang diketahui oleh Mbah Kangkas, terdapat banyak luka pukulan dan tendangan yang ada di tubuh Ratna Malangi. Artinya, Ratna Malangi sempat dipukuli dan ditendang terlebih dahulu. Sebelum akhirnya dia dilempar dari atas tebing oleh Suma Gara dan teman-temannya. Dan luka yang paling parah ada di bagian punggungnya. Kemungkinan besar, tubuh Ratna Malangi terbentur bebatuan yang ada di tebing tersebut. Karena banyak sekali tulang punggungnya yang retak. Sekalipun Ratna Malangi mampu bertahan hidup, mungkin dia tidak akan hidup dalam waktu yang lama. Kalaupun bisa, maka Ratna Malangi akan mengalami kelumpuhan total, yang akan ia derita seumur hidupnya.
Tindakan kejam itu bukan lagi soal balas dendam. Dalam hal ini, ada unsur kepentingan pribadi, ataupun sekelompok orang tertentu. Yang memberikan bayaran dalam jumlah besar untuk membunuh Ratna Malangi. Prabu Jabang Wiyagra tetap pada pendapatnya. Beliau mencurigai, kalau Patri Asihlah yang telah merencanakan percobaan pembunuhan kepada Ratna Malangi. Karena hanya dia yang memiliki pendanaan besar, untuk membayar para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur. Dan sudah pasti, Patri Asih tidak memberikan dana yang sedikit. Dana itu pasti sangat lebih dari cuku, untuk kehidupan para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur, dalam beberapa tahun ke depan.
Itulah mengapa Prabu Jabang Wiyagra pernah mengatakan, kalau Ratna Malangi menyimpan banyak sekali rahasia penting, dari musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra. Hal itu juga menjadi salah satu alasan kuat, mengapa Prabu Jabang Wiyagra tidak membunuh Ratna Malangi. Karena Ratna Malangi adalah saksi kunci, dari semua kejahatan yang dilakukan oleh musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra. Kalau Ratna Malangi tetap hidup, maka itu akan membahayakan musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra. Sehingga mereka semua bersatu untuk bisa menghabisi Ratna Malangi. Tapi mereka tidak menggunakan tangan mereka sendiri, melainkan menggunakan tangan-tangan para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur.
Dengan menggunakan tangan pihak lain, mereka berharap kalau Prabu Jabang Wiyagra tidak akan curiga. Karena para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur juga memiliki alasan yang kuat, kenapa mereka ingin sekali membunuh Ratna Malangi. Namun bukan Sang Maha Raja namanya, kalau tidak bisa membaca pergerakan yang dilakukan oleh musuh-musuhnya. Prabu Jabang Wiyagra bisa dengan mudah membaca pergerakan yang dilakukan oleh Patri Asih dan sekutunya. Karena cara itu, juga cara yang biasa digunakan oleh musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang lainnya. Sehingga dengan mudahnya bisa terbaca oleh Sang Maha Raja.
__ADS_1
*
*
Istana Kerajaan Wiyagra Malela lalu di penuhi dengan para tabib-tabib terbaik. Karena banyak sekali orang terluka, yang dibawa oleh Maha Patih Lare Damar, ke dalam ruang pengobatan istana. Para tabib ini adalah lulusan terbaik dari Padepokan Ageng Reksa Pati. Mereka semua mendapatkan perintah secara langsung dari Prabu Jabang Wiyagra. Di sana mereka benar-benar dibuat keteteran. Karena banyak sekali pasukan Maha Patih Galangan, yang kehilangan banyak darah dari dalam tubuh mereka. Begitu juga dengan Maha Patih Galangan sendiri, yang sudah tidak sadarkan diri. Meskipun Maha Patih Lare Damar sudah berusaha untuk menyelamatkannya, tapi luka dalam di tubuh Maha Patih Galangan sudah sangat parah.
Sehingga tidak ada yang bisa dilakukan lagi okeh Maha Patih Lare Damar. Dia hanya bisa menangisi peristiwa yang terjadi hari ini. Untuk pertama kalinya, Maha Patih Lare Damar mengakui sendiri, kalau dirinya telah gagal menjalankan tugas dari Prabu Jabang Wiyagra. Dia meninggalkan semua orang, dan membuat mereka semua berada dalam bahaya. Maha Patih Lare Damar sama sekali tidak menyangka kalau para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur akan melakukan hal sekejam itu. Padahal, para pasukan Maha Patih Galangan sama sekali tidak bersalah, dan tidak tahu apa-apa. Mereka hanyalah prajurit biasa yang sedang menjalankan tugas mereka dari Prabu Putra Candrasa.
Maha Patih Lare Damar sudah salah mempercayakan semuanya kepada para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur. Hanya Rana Wangsa dan Kencana Wangsa saja yang berusaha melindungi Ratna Malangi. Sedangkan teman-temannya yang lain, justru malah mengikuti hasutan dari Suma Gara dan Arjuna Soma. Mereka tidak memikirkan bagaimana masalah yang akan ditimbulkan nantinya. Karena sekarang pun, Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan seluruh anggota Pasukan Bara Jaya. Prabu Jabang Wiyagra akan melakukan penyerangan besar-besaran, gelombang kedua. Yang lebih kejam dan lebih ganas. Daripada penyerangan yang sebelumnya.
Karena Prabu Jabang Wiyagra menargetkan istana Kerajaan Putra Bathara, yang dipimpin oleh Prabu Gala Ganda. Sebagai langkah awal untuk mendapatkan jejak Patri Asih dan kelompoknya. Jika Prabu Gala Ganda tidak mau memberitahukan di mana keberadaan Patri Asih, beserta para pengikutnya, maka Pasukan Bara Jaya diwajibkan untuk menyiksa Prabu Gala Ganda sampai mati. Dan seluruh pasukan Kerajaan Putra Bathara akan dikejar, ke manapun mereka pergi. Prabu Jabang Wiyagra tidak akan menyisakan satupun dari mereka. Tetapi jika Prabu Gala Ganda bisa diajak kerjasama, maka Pasukan Bara Jaya harus membawa Prabu Gala Ganda ke istana Kerajaan Wiyagra Malela.
__ADS_1