DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 83


__ADS_3

"Gusti Patih, kami menghadap membawa berita penting." Ucap seorang prajurit kepada Patih Kinjiri.


"Silahkan. Berita penting apa yang kalian bawa?"


"Mohon maaf sebelumnya Gusti Patih."


Prajurit itu menunjukkan sebuah peta yang ia buat bersama salah seorang temannya.


"Kami mendengar kabar kalau Maha Patih Jogo Rogo, dari Kerajaan Mangkon Rogo, melarikan diri bersama dengan para bawahannya melewati beberapa desa dan juga jalur hutan."


".....Mereka juga melewati beberapa jalur yang sudah mereka siapkan sejak lama. Tapi jalur itu dijaga oleh pasukan Kerajaan Mangkon Rogo yang sudah membelot." Jelas prajurit itu.


"Lalu kemana mereka sekarang?"


"Itulah yang menjadi masalah kami Gusti Prabu. Jalur itu tidak bisa kita lewati dengan penjagaan yang sangat-sangat ketat."


Patih Kinjiri kemudian memerintahkan para prajurit itu untuk memberikan surat kepada para penjaga jalur tersebut. Patih Kinjiri ingin bernegosiasi dengan Maha Patih Jogo Rogo. Karena cepat atau lambat, Maha Patih Jogo Rogo juga pasti akan melakukan serangan.


Dengan pasukan dan para bawahan kerajaan yang sudah membelot, Maha Patih Jogo Rogo tentunya memiliki strategi sendiri untuk melakukan serangan.


"Mereka pasti sedang menyusun serangan untuk melawan Prabu Garan Darang. Lemparkan surat kepada mereka. Jangan buat kontak yang membahayakan diri kalian. Cukup lemparkan suratnya. Setelah itu kalian kembali ke tugas kalian masing-masing." Perintah Patih Kinjiri kepada dua prajurit itu.


"Baik Gusti Patih. Perintah Gusti Patih akan kami laksanakan sekarang."


"Laksanakan. Dan berhati-hatilah."


"Baik Gusti Patih."

__ADS_1


Dua prajurit itu langsung menemui Bamantara untuk menjalankan perintah dari Patih Kinjiri. Karena sekarang, Bamantara-lah yang menjadi pimpinan sementara dua prajurit itu. Bamantara langsung melaksanakan perintah tersebut.


Setelah suratnya selesai dibuat, Bamantara langsung memerintahkan dua prajurit itu untuk pergi bersama dengan beberapa teman mereka menuju jalur yang dimaksud. Dan meninggalkan suratnya kepada para pasukan Maha Patih Jogo Rogo.


Sembari menunggu kabar selanjutnya, Patih Kinjiri bersama dengan yang lainnya mulai mengadakan pelatihan untuk para pemuda warga desa yang ingin berjuang bersama mereka. Mereka semua nantinya akan ditempatkan di setiap desa yang sudah mereka taklukkan.


Patih Kinjiri ingin membuat kelompok-kelompok perlawanan di setiap desa. Agar jumlah kekuatan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela di tempat ini bisa bertambah banyak. Dan dia bisa menjalankan semua rencananya dengan jauh lebih mudah.


Prabu Jabang Wiyagra juga tidak bisa mengirimkan bantuan pasukan terlalu banyak, karena jalur pendaratan pasukan di wilayah perairan juga sedang tidak aman. Pasukan dari Kerajaan Gelap Ngampar juga sudah berjaga di wilayah perairan Kerajaan Mangkon Rogo.


Satu-satunya jalur aman pengiriman Kerajaan Wiyagra Malela sudah dipagari oleh pasukan dari Kerajaan Gelap Ngampar. Sehingga sekarang Prabu Jabang Wiyagra harus mencari jalur lain untuk mengirimkan bantuan pasukan dan juga logistik.


Untung saja, Patih Kinjiri dan pasukannya sudah terbiasa bercocok tanam dan mereka sudah diajari cara bertahan di pertempuran saat terjadi kendala pengiriman bantuan. Sehingga mereka semua sudah tidak kaget dengan masalah seperti ini.


Di tempat ini Patih Kinjiri dan pasukannya juga mendapatkan bantuan dari para warga desa, mulai dari pangan dan papan. Karena di tempat ini banyak sekali orang yang ahli dalam hal membuat bangunan. Termasuk membuat benteng pertahanan.


Beberapa desa yang awalnya hanya tempat kecil dan tidak tertata, sekarang sudah berubah seperti sebuah kerajaan yang megah. Benteng berukuran raksasa direncanakan akan dibangun oleh Patih Kinjiri beserta pasukannya.


Dalam pembuatan benteng raksasa ini, tentunya akan memakan waktu yang sangat lama. Karena mereka terbatas tenaga. Kalau soal sumber daya, kebanyakan desa yang ada dibawah kekuasaan Kerajaan Mangkon Rogo memiliki sumber daya melimpah ruah.


Mereka bisa memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk membangun benteng yang direncanakan harus bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Setelah selesai, barulah mereka benar-benar siap menyambut kedatangan serbuan Kerajaan Mangkon Rogo.


Singo Rogo lalu berinisiatif untuk ikut dalam pembangunan benteng raksasa tersebut. Dia menemui Patih Kinjiri di markas utama. Yang ada di sebuah desa kecil, tempat pertama kali Patih Kinjiri dan Utari Gita tinggal di wilayah Kerajaan Mangkon Rogo.


"Ada kepentingan apa sampai datang kemari Ki Singo Rogo?" Tanya Patih Kinjiri.


"Saya memiliki ide bagus Gusti Patih. Untuk membangun benteng raksasa itu, saya hanya perlu menyelesaikannya dalam waktu tujuh hari tujuh malam. Dan tidak perlu melibatkan begitu banyak warga desa." Jawab Singo Rogo.

__ADS_1


Patih Kinjiri heran dengan ucapan Singo Rogo. Karena sangat mustahil membangun benteng yang besar dalam waktu tujuh hari tujuh malam. Kalau pun warga desa dan seluruh pasukannya dikerahkan, itu belum tentu mampu menyelesaikan semuanya.


"Tenang Gusti Patih. Saya memiliki pasukan lelembut yang bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu tujuh hari tujuh malam."


"Tapi..."


"Gusti Patih ragu? Saya akan buktikan semuanya. Saya hanya butuh sesaji untuk para pasukan lelembut itu."


Bukan maksud Patih Kinjiri meragukan kemampuan Singo Rogo, hanya saja semua itu jelas belum mampu ditampung oleh kepalanya. Karena sudah jelas, ilmu Patih Kinjiri dengan Singo Rogo sudah berbeda jauh.


Singo Rogo jauh lebih berpengalaman dari pada Patih Kinjiri. Tapi usulan dari Singo Rogo itu patut untuk dicoba. Kalau gagal, maka dia tidak perlu membahasnya lagi. Kalau berhasil, maka Patih Kinjiri bisa menyelesaikan tugasnya jauh lebih cepat dari perkiraannya.


"Bagaimana Gusti Patih?"


"Baiklah. Aku izinkan Ki Singo Rogo untuk melakukannya. Dan aku akan meminta bantuan kepada warga desa untuk membantu Ki Singo Rogo mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Ki Singo Rogo." Jawah Patih Kinjiri.


Singo Rogo merasa senang karena usulannya itu bisa diterima dengan baik oleh Patih Kinjiri. Dia hanya ingin membantu meringankan beban Patih Kinjiri yang rasanya sudah sangat menumpuk. Seorang Patih yang berperan seperti seorang raja.


Tugasnya sangat banyak, tapi waktunya sangat-sangat terbatas. Waktu terus berjalan dan terus berjalan dengan sangat cepat. Kalau Patih Kinjiri juga tidak cepat melakukan sebuah tindakan, maka bisa dipastikan pasukan mereka akan kalah dalam pertarungan.


Karena pertarungan ini bukan hanya soal siapa yang kuat dan memiliki ilmu tinggi, tapi juga siapa yang cerdas dalam menghadapi strategi lawan. Prabu Garan Darang adalah raja yang licik dan juga pintar dalam menyusun strategi perang.


Walau pun sekarang pasukannya sedang kacau, tapi dengan kepintarannya itu, tidak menutup kemungkinan kalau dia memiliki rencana kejutan. Bisa saja dia memiliki siasat yang sulit ditebak. Karena sekarang, mata-mata yang dikirimkan Patih Kinjiri mulai mengalami kesulitan.


Para pasukan Kerajaan Mangkon Rogo yang masih berpihak kepada Prabu Garan Darang sekarang jauh lebih waspada dari pada sebelumnya. Apalagi mereka juga mendapatkan tambahan pasukan dari Prabu Bambang Pura. Sehingga pasukan Prabu Garan Darang sekarang sudah bertambah.


Sedangkan para pasukan pembelot, mereka semua terpencar-pencar ke beberapa wilayah yang sulit dijangkau. Sehingga Patih Kinjiri tidak mudah untuk menghubungi mereka semua. Apalagi mereka juga sangat tertutup. Dan sangat tidak mungkin kalau mata-mata Patih Kinjiri bisa berada dekat dengan mereka.

__ADS_1


Satu-satunya kesempatan baiknya hanyalah Maha Patih Jogo Rogo. Walau pun Patih Kinjiri belum mengetahui lokasi persembunyian Maha Patih Jogo Rogo secara pasti, tapi setidaknya dia tahu kemana Maha Patih Jogo Rogo pergi.


Dan bisa dibilang, jumlah pasukan Maha Patih Jogo Rogo bisa sangat membantunya dalam menghadapi pasukan Prabu Garan Darang, kalau Maha Patih Jogo Rogo mau bergabung dengannya.


__ADS_2