
"Aku ingin semua Panglima yang hadir di tempat ini untuk berperan dalam menghentikan pertikaian yang terjadi antara Padepokan Ageng Maja Lingga dan Padepokan Ageng Singo Negoro. Karena aku tidak mau, kalau sampai pertikaian ini berlanjut kepada peperangan besar." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada semua Panglima yang hadir di sana.
Para Panglima yang hadir di istana Kerajaan Wiyagra Malela adalah,
1). Panglima Cakra Murti.
2). Panglima Surya Karana.
3). Panglima Bayu Kusuma.
4). Panglima Dapa Samudra.
5). Panglima Gatot Malasa.
6). Panglima Rama Kumara.
__ADS_1
7). Panglima Lara Kencana. Dan juga,
8). Panglima Dala Bima.
Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima merasa tidak enak hati kepada Prabu Jabang Wiyagra, karena mereka berdua lah yang telah membawa Jiramani dan Mahendra, untuk ikut bersama mereka. Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima meminta maaf, sekaligus berjanji akan mendamaikan Padepokan Ageng Singo Negoro dan Padepokan Ageng Maja Lingga. Mereka akan memimpin langsung pasukan dari kedua belah pihak. Agar tidak ada kekacauan besar yang terjadi di antara kedua Padepokan besar tersebut.
Prabu Jabang Wiyagra sama sekali tidak menaruh amarah kepada Panglima Bayu Kusuma, ataupun Panglima Dala Bima. Karena mereka juga sama sekali tidak mengetahui hal itu. Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima hanya berusaha menjalankan tugas sebaik mungkin dari Prabu Jabang Wiyagra. Mereka berdua juga tidak pernah menyangka kalau semuanya akan menjadi seperti ini. Karena Mahendra dan Jiramani terlihat baik di depan mereka. Seperti orang yang tidak bermasalah.
Bahkan saat dalam menjalankan tugas tersebut, Jiramani dan Mahendra sangat antusias. Mereka berdua membunuh banyak sekali prajurit Kerajaan Panca Warna, yang kala itu berusaha menghalangi jalan mereka untuk masuk ke dalam istana. Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima berkali-kali meminta maaf kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan mereka berdua sudah siap, kalau Prabu Jabang Wiyagra ingin memberikan hukuman kepada mereka berdua. Sekalipun hukuman yang mereka dapat akan sangatlah berat.
"Aku ingin kita semua tetap bersama-sama, dalam keadaan apapun. Karena masih banyak orang-orang di luar sana yang menginginkan kehancuran Kerajaan Wiyagra Malela. Aku sudah membangun kerajaan ini selama bertahun-tahun. Dan tidak pernah sedikitpun aku melenceng dari tujuan utamaku. Yaitu mempersatukan daratan dan lautan Tanah Jawa." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Kami semua yang ada di sini sangat mempercayai Gusti Prabu. Kami percaya kalau suatu hari nanti Gusti Prabu bisa menyatukan seluruh daratan dan lautan Tanah Jawa, di bawah satu kepemimpinan. Hanya saja, sekarang ini memang banyak sekali musuh-musuh Kerajaan Wiyagra Malela yang masih berkeliaran di luar sana, Gusti Prabu. Dan kami semua juga terus berupaya untuk membersihkan mereka sedikit demi sedikit." Ucap Panglima Lara Kencana.
Prabu Jabang Wiyagra merasa bangga dengan kehadiran Panglima Lara Kencana di istananya. Karena sekarang, Panglima Lara Kencana adalah satu-satunya Panglima perempuan, di antara para Panglima yang lain, yang hadir di istana ini. Dengan adanya Panglima Lara Kencana, semua Panglima akan merasa terdorong untuk pekerja jauh lebih keras lagi daripada sebelumnya. Karena, kalau seorang perempuan saja mampu membuat sebuah pergerakan yang luar biasa, maka seorang laki-laki pun harus bisa lebih bersemangat lagi dalam menjalankan semua tugas yang sudah diberikan, oleh Sang Maha Raja, Prabu Jabang Wiyagra.
__ADS_1
"Aku merasa sangat bangga dengan kehadiranmu di tempat ini, Panglima Lara Kencana. Karena sekarang, hanya kamulah satu-satunya Panglima perempuan, di antara para Panglima yang lainnya. Panglima Dara Gending masih belum diketahui keberadaannya sampai sekarang. Aku harap, Kalian juga bisa bekerja bersama-sama, untuk mencari keberadaan Panglima Dara Gending."
"....Aku percaya, kalian semua benar-benar setia kepadaku. Karena itulah aku membebankan tugas besar ini kepada kalian semua. Aku ingin, semua permasalahan yang ada di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela, bisa dengan cepat kita selesaikan. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, untuk mempersatukan seluruh lapisan Tanah Jawa. Aku yakin kalian semua bisa memahami apa yang aku katakan."
"Baik Gusti Prabu. Kami semua akan berusaha sebaik mungkin. Agar Gusti Prabu Jabang Wiyagra bisa dengan cepat mewujudkan impian, yang sudah dimimpi-mimpikan oleh semua orang. Hamba dengan para Panglima yang lainnya, akan selalu bersatu, di bawah kepemimpinan Gusti Prabu." Kata Panglima Cakra Murti.
"Terima kasih untuk semuanya. Mulai dari sekarang, jika kalian mendapatkan berita apapun, kabarkan langsung kepadaku. Ataupun kepada Mbah Kangkas. Pasukan yang aku miliki begitu banyak. Dan aku tidak tahu satu persatu apa yang ada di kepala mereka. Siapapun bisa menjadi apapun. Aku hanya ingin mengantisipasi, dalam situasi seperti ini, kita harus berhati-hati dalam berucap dan berperilaku."
"Nggih Gusti Prabu."
Para Panglima memahami apa yang sedang dipikirkan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Karena banyaknya peperangan yang terjadi di Kerajaan Wiyagra Malela, Prabu Jabang Wiyagra mulai menanamkan sikap curiga dalam dirinya sendiri. Bagi para Panglima, itu adalah suatu hal yang biasa. Prabu Jabang Wiyagra pernah melakukannya beberapa kali. Terutama saat ia masih menjadi seorang pejuang. Yang tujuannya adalah untuk memberikan rasa kehati-hatian yang tinggi. Karena dalam situasi genting seperti ini, akan sangat mudah bagi para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela dipengaruhi, oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Yang ingin menggulingkan Prabu Jabang Wiyagra.
Untuk itu, sangat penting bagi para Panglima tetap mengawasi pasukan mereka dengan sangat teliti. Lengah sedikit saja, mereka akan mendapatkan banyak permasalahan. Karena musuh-musuh Kerajaan Wiyagra Malela akan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mereka akan menggunakan situasi seperti ini untuk mempengaruhi pemikiran para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela, yang sedang kelelahan karena terus-menerus berperang. Dan orang-orang yang membenci Prabu Jabang Wiyagra, akan menghasut para prajurit ini satu persatu, agar saling membunuh satu sama lain. Sehingga tidak ada lagi yang namanya kesatuan dan persatuan di Kerajaan Wiyagra Malela.
Jika mereka telah berhasil memecahkan kekuatan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, maka dengan mudah mereka bisa menggulingkan kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra. Barulah setelahnya mereka akan merampas tahta Kerajaan Wiyagra Malela secara paksa. Mereka akan mengambil alih seluruh kekayaan milik Kerajaan Wiyagra Malela. Yang sudah tentu akan mereka gunakan untuk kepentingan pribadi mereka masing-masing. Tanpa mempedulikan lagi nasib rakyat Kerajaan Wiyagra Malela. Dan seluruh rakyat Kerajaan Wiyagra Malela akan ditelantarkan dalam penderitaan.
__ADS_1