DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 267


__ADS_3

"Aku ingin kalian benar-benar mempersiapkan diri kalian untuk penyerangan malam nanti. Penyerangan kali ini akan dilakukan dengan cara yang sangat senyap. Tidak boleh ada satupun orang yang mati dalam tugas ini. Baik pihak musuh ataupun dari pihak kita. Tugas kalian hanyalah menyebarkan bubuk racun ke beberapa tempat kan sudah kita tandai dalam peta ini."


".... Aku berharap kalian bisa menahan diri untuk tidak membunuh siapapun. Jika sampai ada orang yang terbunuh, maka tugas ini akan dianggap gagal. Jadi kalian semua harus berhati-hati, agar tidak ketahuan oleh para pasukan yang berjaga di tempat-tempat yang menjadi sasaran kita. Kalian semua paham?"


"Paham Panglima."


Panglima Dara Gending dan bala tentaranya sedang mendiskusikan tentang penyerangan yang akan mereka lakukan nanti malam. Panglima Dara Gending tidak mau kalau sampai ada kematian dari kedua belah pihak. Baik pihak musuh maupun pihaknya sendiri. Jika sampai ada yang mati, maka misi tersebut akan dianggap gagal. Dan akan terjadi perang besar untuk kedua kalinya, antara Kerajaan Panca Warna dengan Kerajaan Wiyagra Malela.


Jika sampai peperangan besar itu terjadi kembali, maka akan banyak sekali rakyat tak bersalah yang menjadi korban. Terutama dari pihak Kerajaan Panca Warna sendiri, yang saat ini kekuatan utama mereka berpusat kepada seluruh rakyatnya, yang telah bersatu untuk melawan siapa saja, yang berusaha mengganggu Kerajaan Panca Warna. Dan hal tersebut akan semakin membuat Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya menderita.


Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra, dan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, jika terus-menerus digunakan untuk peperangan, maka lama-kelamaan akan melemah juga. Bahkan bisa saja akan banyak orang yang meragukan kepemimpinan Prabu Jabang Wiyagra. Rakyat Kerajaan Wiyagra Malela akan mudah diasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk memusuhi Prabu Jabang Wiyagra.


Karena selama hampir tiga tahun ini, banyak sekali peperangan yang terjadi antara Kerajaan Wiyagra Malela dengan kerajaan-kerajaan yang lainnya. Ditambah lagi dengan musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang terus berdatangan. Yang seakan tidak pernah ada habisnya. Memang saat ini masih banyak orang yang memberikan dukungan kepada Prabu Jabang Wiyagra, tapi beberapa tahun ke depan, hal itu bisa saja berubah.


"Lalu bagaimana jika ternyata kita ketahuan dalam penyusupan itu Panglima?" Tanya salah seorang pasukan Panglima Dara Gending.

__ADS_1


"Pokoknya perintahku sudah jelas. Berusahalah sekeras mungkin agar tidak ketahuan. Karena aku tidak memikirkan cara bagaimana kita menyelesaikan masalahnya, kalau sampai kita ketahuan. Dan kalau sampai penyerangan itu diketahui oleh para prajurit istana yang berjaga, maka akan semakin banyak lagi peperangan yang terjadi antara Kerajaan Wiyagra Malela dengan kerajaan yang lainnya."


"....Bahkan bisa saja Maha Raja Gusti Prabu Jabang Wiyagra mendapatkan perlawanan dari rakyatnya sendiri. Krena tidak ada orang lain yang mengetahui rencana ini, selain orang-orang penting yang ada di dalam istana Kerajaan Wiyagra Malela. Selain itu tidak boleh ada satupun orang yang tahu. Termasuk pasukanku yang lainnya."


"Baik Panglima. kami semua di sini akan berusaha semampu kami, agar bisa menjalankan tugas dari Maha Raja Gusti Prabu Jabang Wiyagra dengan sebaik-baiknya."


"Ya! Harus! Para baji-ngan itu harus segera ditaklukkan. Karena kalau sampai mereka melebarkan sayap mereka keluar, tamatlah semua orang yang ada di Tanah Jawa ini. Jawa akan menjadi tempat paling bobrok di dunia. Dan keturunan-keturunan kita semua akan menjadi penganut setia pemikiran yang diajarkan oleh Mekar Senggani."


"....Aku yakin tidak ada satupun dari kita di tempat ini yang rela hal itu terjadi, bukan?"


"Bagus. Sekarang kita semua beristirahat dulu di tempat ini. Jangan ada yang keluar apalagi sampai bertemu dengan orang-orang sekitar. Lebih baik kita tetap berada di hutan ini. Kalian harus berjaga secara bergantian, agar kita tetap aman. Kalau sampai ada yang melihat kita, bunuh saja orangnya."


"Nggih Panglima."


*

__ADS_1


*


Panglima Dara Gending sudah sangat muat dengan apa yang terjadi di tempat ini. Bahkan dia sendiri sempat melihat dengan jelas dengan kedua matanya, bagaimana seorang ayah yang bersenang-senang dengan anaknya sendiri. Yang hal itu jelas sangat bertentangan dengan apa yang ia yakini. Ingin rasanya Panglima Dara Gending menebas batang leher kedua manusia setengah hewan itu. Lalu memotong-motong tubuh mereka menjadi beberapa bagian.


Namun Panglima Dara Gending adalah orang yang sangat loyal kepada Prabu Jabang Wiyagra. Ia benar-benar harus menahan dirinya untuk tidak membantai setiap orang yang ia temui. Entah apa yang membuat Panglima Dara Gending menjadi perempuan yang sangat kejam seperti itu. Memang, Panglima Dara Gending dulu pernah membantai ratusan orang saat berjuang bersama dengan Prabu Jabang Wiyagra.


Tapi itu bukanlah satu-satunya hal utama yang merubahnya menjadi perempuan kejam seperti sekarang. Ada sesuatu yang lain yang dia alami di masa lalunya, yang tidak pernah dia ceritakan kepada siapapun kecuali kepada Prabu Jabang Wiyagra. Namun sebagian besar orang berpendapat kalau Panglima Dara Gending pernah mengalami kekerasan dari kedua orang tuanya, yang membuatnya menjadi seorang perempuan yang kasar.


Meskipun tidak bisa dibuktikan kebenarannya, tapi kebanyakan orang lebih percaya dengan cerita itu. Keanggunan dan kecantikan yang dimiliki oleh Panglima Dara Gending tidak mencerminkan bagaimana dirinya yang yang sesungguhnya. Tidak pernah ada satupun orang yang menyangka, kalau perempuan cantik ini bisa bertindak kejam kepada siapa saja, yang menjadi musuh Kerajaan Wiyagra Malela. Yang bahkan bisa bertindak lebih kejam, dari apa yang orang lain bayangkan.


Ketika berada di depan orang banyak, terutama rakyatnya sendiri, Panglima Dara Gending akan bersikap sangat anggun, sopan, dan bersikap sangat manis seperti perempuan pada umumnya. Namun ketika bersama dengan para pasukannya, apalagi saat mendapatkan tugas dari Prabu Jabang Wiyagra, Panglima Dara Gending akan memunculkan sifat aslinya. Panglima Dara Gending akan berubah menjadi sangat tegas dan keras kepada pasukannya.


Kalau para anggota pasukannya ini sampai berbuat salah, Panglima Dara Gending tidak akan segan untuk memberikan hukuman berat kepada mereka semua. Terutama kepada para senior yang sudah sering menjalankan tugas bersama dengan dirinya. Para senior akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat daripada para pasukan biasa. Hukuman yang mereka terima akan jauh lebih menyakitkan dan lebih menderita.


Dan yang paling mengerikan adalah, saat ada orang yang berusaha mengkhianatinya, ataupun mengkhianati Prabu Jabang Wiyagra. Panglima Dara Gending akan memberikan penyiksaan pelan-pelan, yang membuat para korbannya jera, dan lebih memilih untuk langsung dieksekusi mati. Tidak ada yang tahu persis apa yang dilakukan oleh Panglima Dara Gending kepada para pengkhianat Kerajaan Wiyagra Malela. Tapi yang pasti, setiap korbannya akan berubah menjadi gila, dan mati dengan cara mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2