DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 99


__ADS_3

Kepulangan Maha Patih Kana Raga dan juga para raja-raja pendukungnya, disambut dengan kemurungan semua orang yang ada di kerajaan mereka masing-masing. Semua orang, baik warga biasa maupun orang-orang kaya, semuanya hanya menunduk lesu saat raja mereka pulang dengan hanya dengan sedikit pasukan.


Maha Patih Kana Raga juga merasa sangat malu kepada keluarga istana, karena dia sudah gagal memenangkan pertempuran. Padahal dia sudah berjanji, kalau dia akan menghancurkan Kerajaan Wiyagra Malela, dan menghadiahkan kepala Prabu Jabang Wiyagra kepada keluarga Prabu Bambang Pura.


Namun semua janjinya hanyalah obat penenang, bukan obat penyembuh. Karena kenyataannya dia tidak mampu menaklukkan setengahnya saja dari wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Bahkan pasukan yang ia miliki tidak mampu menembus benteng pertahanan milik Patih Kinjiri.


Semua yang dikatakan oleh Maha Patih Kana Raga hanyalah omong kosong. Keluarga Prabu Bambang Pura tidak mau bertanya apa-apa saat melihat Maha Patih Kana Raga yang terduduk lesu di singgasananya. Begitu juga dengan para pejabat istana yang lain. Melihat Maha Patih Kana Raga, mereka sudah paham dengan apa yang terjadi.


Para pengawal Maha Patih Kana Raga langsung mendapatkan berbagai pertanyaan dari keluarga mendiang Prabu Bambang Pura. Mereka hanya menjelaskan seadanya, dan tidak mau berbicara banyak mengenai apa yang terjadi di medan peperangan. Karena para pengawal itu juga masih bersedih atas kematian teman-teman mereka.


Maha Patih Kana Raga hanya menatap kosong ke langit-langit istana yang megah itu. Pikirannya seakan pergi melayang-layang di udara. Dia memikirkan bagaimana nasib Kerajaan Gelap Ngampar selanjutnya. Sebagian besar pasukan Kerajaan Gelap Ngampar telah gugur.


Menyisakan jasad-jasad tidak utuh yang dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mau menguburkannya. Para pengawal Maha Patih Kana Raga jumlahnya sangat sedikit, begitu juga dengan para prajurit yang berjaga di istana ini. Jumlah mereka tidaklah cukup untuk mempertahankan istana sebesar ini.


Karena sekarang sudah tidak ada lagi yang namanya pasukan khusus. Semua pasukan-pasukan terbaik yang ada di Kerajaan Gelap Ngampar, dikirimkan ke medan peperangan. Dan tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil lolos. Kecuali beberapa prajurit dari raja-raja pendukungnya yang menyerang Kerajaan Wiyagra Malela.


Sedangkan yang menyerang wilayah benteng Patih Kinjiri tidak ada satu pun yang dibiarkan selamat. Mereka semua mati dalam keadaan mengenaskan. Maha Patih Kana Raga masih ingat bagaimana api berkobar di sekitar benteng raksasa itu. Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri, karena tidak memastikan keadaan dengan baik.

__ADS_1


Pada malam pembantaian itu, dia bahkan masih bisa tertidur lelap tanpa memikirkan apa pun. Karena dia sudah sangat percaya diri, kalau semua pasukannya akan memenangkan peperangan tersebut. Dia baru sadar, kalau sebuah peperangan tidak bisa dimenangkan hanya dengan jumlah pasukan.


Tetapi untuk memenangkan sebuah peperangan, memerlukan kecerdasan, kesabaran, ketabahan, dan juga ketelitian dalam mengawasi setiap pergerakan. Setiap keadaan bisa saja berbalik. Yang kuat tidak selalu menang. Dan yang lemah juga belum tentu bisa kalah.


Dengan keadaan yang sudah kecewa berat, Maha Patih Kana Raga mencoba tetap berdiri tegak dan tidak mau bersedih berlarut-larut. Dia memerintahkan salah seorang pengawal untuk mengumpulkan semua pejabat istana yang ada. Maha Patih Kana Raga akan berusaha melawan rasa malunya dihadapan semua orang.


Lagi dan lagi, Maha Patih Kana Raga akan berusaha meyakinkan kembali para pejabat dan juga keluarga istana, bahwa dia bisa menepati janjinya. Walau pun sekarang dia tidak lagi memiliki pasukan yang cukup untuk melakukan penyerangan, tapi dia berjanji akan mengembalikan kejayaan dan kekuatan Kerajaan Gelap Ngampar.


"Aku memang telah gagal. Dan banyak sekali pasukanku yang mati. Hanya tersisa beberapa pengawal yang pulang bersamaku. Tapi aku berjanji! Semua kegagalanku akan menjadi awal dari keberhasilanku!"


".....Bersama-sama kita buktikan! Kalau kita adalah orang-orang yang tidak akan pernah menyerah! Prabu Bambang Pura pun pernah mengalami kegagalan! Tapi lihatlah! Kerajaan Gelap Ngampar telah berdiri di tanah ini!" Ucap Maha Patih Kana Raga.


Namun kegagalan yang Prabu Bambang Pura alami berkali-kali, pada akhirnya menjadi sebuah keberhasilan besar. Dan berdirilah Kerajaan Gelap Ngampar, hingga menjadi salah satu kerajaan terbesar yang ada di Tanah Jawa ini. Pengaruh Maha Patih Kana Raga masih sangat kuat di Kerajaan Gelap Ngampar.


Walau pun sebenarnya ada saja orang yang di istana itu yang meragukan Maha Patih Kana Raga. Karena Maha Patih Kana Raga jarang sekali turun langsung ke dalam pertempuran. Dia lebih suka berada di barisan paling belakang untuk mengawasi para pasukannya.


Hari dimana dia melawan Patih Kinjiri dan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, adalah hari dimana dia benar-benar sangat lengah dan terlalu meremehkan kekuatan lawan. Sehingga dia harus menerima kekalahan.

__ADS_1


Dia mulai tanamkan pada dirinya sendiri, kalau tidak semua lawan yang kalah jumlah, akan kalah dalam peperangan. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu juga dengan dirinya.


Dia ingin lebih mengenal lagi siapa sebenarnya Prabu Jabang Wiyagra, sebelum dia kembali menyerang Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan begitu dia bisa mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki Prabu Jabang Wiyagra.


Semenjak perang besar itu, banyak sekali masalah yang terjadi di lingkaran Kerajaan Gelap Ngampar dan juga kerajaan-kerajaan yang sebelumnya sudah memberikan dukungan kepada Maha Patih Kana Raga.


Banyak sekali terjadi krisis pangan. Banyak juga perselisihan antar keluarga kerajaan. Bahkan banyak bandit-bandit yang muncul di setiap wilayah yang ada di kerajaan-kerajaan pendukung Maha Patih Kana Raga.


Para raja yang sebelumnya hanya diam dan fokus untuk membangun kembali kekuatan mereka, secara bersamaan mulai menuntut Maha Patih Kana Raga. Mereka ingin Maha Patih Kana Raga bertanggung jawab atas apa yang telah mereka semua alami.


Maha Patih Kana Raga jelas tidak bisa memberikan apa-apa kepada mereka. Karena Kerajaan Gelap Ngampar juga belum lama mengalami pertumbuhan ekonomi. Tidak cukup sumber daya kalau Kerajaan Gelap Ngampar harus menyalurkan bantuan ke kerajaan lain.


Jawaban itu juga jelas tidak diterima oleh raja-raja pendukung Kerajaan Gelap Ngampar. Mereka semua melampiaskan amarah mereka di istana Kerajaan Gelap Ngampar saat diadakan pertemuan. Ada yang membakar jubah mereka sendiri. Ada juga yang merusak segala bentuk benda apa saja yang ada di depan mereka.


Bahkan antar prajurit dan antar raja bisa saling serang satu sama lain. Maha Patih Kana Raga menjadi sangat murka, karena istana Kerajaan Gelap Ngampar menjadi acak-acakan akibat keributan itu. Disinilah Maha Patih Kana Raga menunjukkan kelebihannya.


Dia menyerang semua orang yang terlibat dalam perkelahian tersebut, kecuali pasukannya sendiri. Semua orang yang ada disana pun kalah ditangan Maha Patih Kana Raga.

__ADS_1


"Aku peringatkan kalian semua! Aku tidak akan melarang kalian, jika kalian ingin membunuh satu sama lain. Tapi jika kalian melakukannya di istana ini, aku tidak akan berfikir dua kali untuk mematahkan leher kalian." Ucap Maha Patih Kana Raga kepada mereka semua.


Para raja itu pun langsung pergi dari sana. Mereka semua pergi dengan membawa kekecewaan. Keluh kesah mereka tidak memberikan dampak apa pun, selain menambah masalah.


__ADS_2