Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
102 - Tuan Rain Yang Memilihkan Gaun Ini.


__ADS_3

Ceyasa langsung mempercepat langkahnya karena ternyata Rain sudah cukup jauh meninggalkannya, dia segera menuju ke pintu utama, Rain sudah masuk duluan, ada 4 pelayan berjejer menyambutnya, mereka memberikan hormat pada Rain.


"Urus dia," ujar Rain tanpa berhenti dan hanya melambaikan tangannya, semacam kode untuk pada pelayannya untuk melakukan perintahnya, Ceyasa yang mendengar itu kaget, apa lagi melihat para pelayan yang ada di dekatnya langsung mengerumuninya.


"Mari Nona, kami antar Anda ke kamar," ujar pelayan itu.


"Kamar?" kata Ceyasa kaget, kenapa dia harus ke kamar, jangan-jangan pria itu ingin macam-macam padanya.


"Sudah Nona ikut kami saja, ikut dulu saja," ujar pelayan itu dengan senyum seperti boneka chucky, sungguh menyeramkan bagi Ceyasa, kedua pergelangan tangan Ceyasa di genggam masing-masing oleh satu pelayan, Ceyasa yang berusaha bertahan malah seperti terseret oleh mereka, belum lagi pelayan yang lain mendorongnya masuk ke sebuah kamar yang ada di lantai 2.


Ceyasa benar-benar merasa dipaksa, saat dia masuk ke dalam kamar yang luasnya saja hampir seperti ½ dari rumahnya, Ceyasa terdiam, mengamati ruangan itu yang cukup membuatnya kagum, dindingnya dilapisii oleh walpaper berwarna krem dengan sentuhan warna emas, ranjangnya luas, dengan dinding kaca di dekatnya, juga ada balkon yang pemandangannya tampak sangat indah jika melihatnya. Ceyasa menatap kesekeliling, untungnya pria aneh itu tidak ada di sana.


"Nona, silakan Anda mandi dulu, setelah itu kami sudah menyediakan gaun untuk Anda pakai," kata pelayan itu. Ceyasa yang tadinya mengamati kamar itu langsung memandang pelayan yang menunjukkan sebuah gaun putih dengan model tangan tembus pandang, sederhana namun tampak elegan, melihat gaun itu Ceyasa menggelengkan kepalanya, dia makin curiga pria itu akan melakukan sesuatu padanya.


"Aku tidak bisa," kata Ceyasa melihat para pelayan itu, para pelayan di sana mengerutkan dahi sambil menatap Ceyasa dengan tatapan bertanya.

__ADS_1


"Kenapa Nona? " tanya pelayan itu.


"Aku tidak bisa mandi, aku tidak membawa pakaian dalam," ujar Ceyasa seadaanya, dia tidak ingin mandi, lagi pula untuk apa dia mandi di sana? tidak! Ceyasa tak akan melakukan apa yang dia inginkan.


"Kami juga sudah menyiapkannya, Tuan Rain menyuruh kami menyiapkan dengan segala ukuran, saya rasa ukuran Anda standar," kata seorang pelayan lain membukakan lemari yang hampir penuh dengan baju dan di sana juga ada banyak pakaian dalam, Ceyasa memandang tubuhnya, apa memang terlihat sangat standar?


"Oh, aku tidak bisa sembarang memakai sabun, aku alergi," ujar Ceyasa lagi mencoba mencari alasan, dia melirik balkon kamar itu, jika setinggi itu, bisakah dia melompatinya untuk keluar?


"Semua bahan yang kami sediakan yang terbaik juga hipoalergenik, jadi tidak akan masalah Nona," ujar pelayan lain membukakan pintu lemari yang lain, berisi begitu banyak peralatan mandi sampai kosmetik papan atas yang harga sepaketnya saja bisa ratusan juta. Ceyasa kali ini terdiam, mau cari alasan apa lagi dia?


"Baiklah, boleh aku minta handuknya? " ujar Ceyasa yang mau tak mau mengikuti perintah mereka, Ceyasa berpikir biarkan mereka mengurusnya, setelah ini dia akan kabur jika si cowok aneh itu melakukan hal macam-macam padanya.


"Tentu Nona, semua sudah tersedia di kamar mandi Anda," ujar pelayan yang semangat dan ceria, suaranya bahkan seperti seorang presenter di TV yang sedang menawarkan barang-barang  dagangannya, dia membuka salah satu pintu yang ada di kamar itu, membukanya dan menunjukkan kamar mandi mewah dengan Bath up dan shower, bahkan tempat khusus westafelnya sangat indah, terbuat seperti semacam batu alam yang di bentuk sedemikian rupa agar bisa menjadi westafel, Ceyasa benar-benar terkesima, bahkan dengan kamar mandinya.


"Ini handuk Anda, ada handuk badan, handuk untuk rambut, handuk untuk wajah, dan handuk untuk mengelap tangan, semua sudah kami sediakan, oh, jas mandi Anda juga sudah tergantung di sana, kebutuhan Anda juga sudah ada, bath up Anda akan mengisi dengan cepat, ada air hangat, ada pula mode untuk pijatan, Anda bisa mencobanya, tapi sekarang Tuan Rain menginginkan Anda untuk secepatnya turun, maka kami rekomendasikan Anda untuk mandi mengunakan shower sekarang," ujar pelayan itu sangat cekatan, Ceyasa jadi curiga, ke empat orang ini sengaja diberikan Rain untuk melayaninya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mandi," kata Ceyasa


"Setelah Anda mandi, Anda  tinggal mengunakan jas mandi dan keluar dari pintu itu, pintu itu langsung terhubung dengan kamar ganti dan lemari Anda, kami akan menunggu di sana, " kata para pelayan itu lagi.


"Ha? Yang benar? " kata Ceyasa kaget.


"Ya, Anda mandi dulu saja," kata salah satu pelayan di sana dengan begitu ramah, dia segera keluar dan menutup pintunya.


Ceyasa mencoba mengamati kamar mandi itu, dia segera mengunci semua  pintu, takut tiba-tiba dia di serang pada saat dia mandi, setelah memastikan semua aman, dia mulai mandi, semerbak wangi vanilla tercium lembut sampai ke hidung Ceyasa, air hangat yang membuat seluruh ototnya melemas malah semakin membuai, rasanya setelah ini dia ingin tidur saja.


Ceyasa tak menghabiskan waktu lama untuk mandinya karena memang tidak terbiasa untuk mandi lama, yang penting dia sudah menggosok seluruh badan, menggosok gigi, mencuci muka, sudah, semua sudah bersih baginya, dia lalu mengeringkan tubuhnya dengan handuk tubuh, dan segera memakai jas mandi berwarna putih yang tebal itu, dia perlahan membuka pintu yang ditunjukan oleh pelayan tadi, dan saat dia mengintipnya, dia benar-benar terkejut, melihat ruang ganti ala butik dengan semua peralatan ada di sana, baju dan gaun, perlengkapan kosmetik, tas, hingga sepatu ada di sana, ternyata lemari tadi bisa di buka dengan dua sisi, bisa di buka di sini, maupun di ruang kamarnya. mereka akan berputar tergantung pintu mana yang di buka. 2 dari pelayan yang tadi terlihat sudah siap di sana.


"Nona, silakan, setelah mandi enaknya minum teh hangat, ini rasa strawberry, semoga Anda suka," ujar pelayan itu, Ceyasa mengerutkan dahi, bagaimana pelayan ini tahu dia sangat suka teh rasa strawberry. Ceyasa yang masih terheran dan kagum dengan ruangan ganti yang besarnya seruangan tidurnya di rumah, hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh pelayan itu, dia didudukkan di sebuah sofa empuk tanpa sandaran.


"Tuan Rain yang memilih gaun ini sendiri untuk Anda pakai, silakan Anda pakai setelah menikmati tehnya," kata pelayan itu kembali menunjukkan gaun yang tadi, Ceyasa sedikit kaget dan semakin curiga, ada apa sebenarnya? kenapa dia harus memakai gaun yang dipilih oleh pria aneh itu? dan kenapa pula pria itu harus repot-repot memilihkan gaun untuknya.

__ADS_1


__ADS_2