
Acara makan malam hari itu terlihat sangat formal, namun Suri tidak ikut makan malam bersama mereka, Angga tampak memandang Archie sesekali, mengamatinya.
"Aku dengar akan ada pertemuan lain malam ini," ujar Angga yang gagah dengan baju resmi kerjaannya yang tampak senada dengan gaun yang digunakan oleh Bella, Bella mengerutkan dahinya, tidak tahu akan ada acara lain selain pertunangan Suri dan Jared.
"Ya, kita akan melakukan pertemuan dengan gadis yang diakui oleh Archie adalah istrinya," kata Ibunda Ratu Ayana sedikit lebih tegas dari biasanya, bahkan suaranya tak renta terdengar.
"Benarkah? dimana dia sekarang?" tanya Bella dengan senyuman senang, setidaknya dia senang Archie sudah menambatkan hatinya pada wanita lain.
"Ada di istana pangeran, dia hanya belum mendapatkan izin untuk bergabung dengan kita," kata Nakesha menjelaskan pada kakak angkatnya ini.
"Tentu, dia belum boleh ada di sini, mereka belum dapat persetujuan untuk menikah, lagi pula, bagaimana kau menikahi wanita tanpa ada perbincangan sebelumnya, apa kau lupa dengan seluruh peraturan itu?" kata Ratu Ayana yang masih tidak bisa menerima bahwa cucu kesayangannya ini sudah memiliki seorang istri. Ibunda Ratu Ayana punya banyak harapan untuk cucunya ini, dia berharap Archie akan memilih seorang wanita yang sesuai bibit, bebet, dan bobotnya untuk dirinya, seseorang yang bukan hanya cantik di luar, namun juga di dalam, selain itu pastinya bisa menyesuaikan dan mengikuti semua peraturan mereka, semua itu ada dalam diri Suri, namun sayang mereka tidak bisa bersatu, jadi Ibunda Ratu Ayana berharap Archie memiliki seorang istri yang paling tidak mendekati kesempurnaan Suri, bukan wanita yang entah dari mana, bahkan asal dan usulnya tidak diketahui oleh mereka.
"Ehem, sepertinya bukankah itu lebih baik kita bahas saat kita bertemu nanti Ibunda Ratu, aku akan menjelaskan semuanya di sana, di sini bukannya saatnya kita mengurus pertunangan Suri," kata Archie yang tidak ingin mereka membahas dulu tentang pernikahannya, hal itu akan membuat masalah nantinya, biarkan mereka yang akan menilai sendiri siapa Ceyasa, lalu mereka bisa mengomentarinya nanti.
Ibunda Ratu Ayana sedikit memasang wajah kesalnya saat pertanyaannya disangrah oleh Archie, tapi yang dikatakan oleh Archie juga ada benarnya, Ibunda Ratu Ayana hanya masih terlalu emosi mendapatkan kabar ini semua.
"Baiklah, aku rasa kita akan memulainya, kita pindah ke ruang pertemuan," kata Angga yang tidak ingin suasana makin memanas sebelum acara penting untuk putrinya terselenggarakan.
"Ya, kami akan menjemput Suri dikamarnya," kata Bella yang langsung menarik Nekesha untuk ikut dengannya.
"Baiklah, kami semua akan menunggu di ruangan pertemuan, jangan terlalu lama, keluarga Jofan akan datang sebentar lagi," kata Angga lagi melihat Bella dan Nakesha.
"Ya, kami akan cepat kembali," kata Bella lagi.
__ADS_1
Angga dan anggota keluarga kerajaan yang lain segera berjalan meninggalkan tempat itu, Bella dan Nakesha juga pergi menuju ke kamar Suri.
"Katakan bagaimana istri Archie?" tanya Bella yang merasa sedikit penasaran dengan wanita yang bisa membuat Archie berpaling.
"Sangat manis, aku rasa dia bukan dari kalangan atas, namun dia sopan," ujar Nakesha menjelaskan sosok Ceyasa yang sebanarnya dia juga belum terlalu tahu.
"Dimana mereka bisa bertemu?" kata Bella mengerutkan dahinya, jika bukan dari kalangan atas, bagaimana Archie bisa bertemu dengan wanita itu?
"Entahlah, aku belum terlalu banyak berbicara dengannya, Archie sangat melindunginya," kata Nakesha senyum-senyum sendiri.
"Benarkah?" tanya Bella kembali mengerutkan dahinya, merasa ada yang aneh, Archie bukanlah pangeran yang tidak tahu aturan, dia tahu bagaimana harus mencari istri, jika mendengarkan kata-kata Nakesha, kenapa perasaan Bella malah ragu akan pernikahan mereka, Bella jadi takut itu hanya sebagai perlarian Archie agar orang-orang tidak lagi berpikir dia sedih akan kehilangan Suri.
"Kak, ada apa denganmu?" tanya Nakesha yang melihat Bella dengan tampak terdiam.
---***---
Suasana di ruang pertemuan yang megah itu terlihat sedikit kaku, tempat duduk mereka sudah di tetapkan, Angga duduk di tengah paling atas dari ruangan itu di sebelahnya masih kosong, tempat Bella nanti akan duduk, di bawahnya 1 tingkat adalah tempat duduk Ibunda Ratu nantinya Suri akan duduk di sisi lainnya, sedangkan Archie akan duduk di samping neneknya, sebagai Putra Mahkota kerajaan, sedangkan keluarga Daihan duduk di sofa yang ada didepan singgasana mereka.
"Keluarga Dowson tiba," pemberitahuan dari penjaga itu menggema di ruangan pertemuan yang sangat luas namun hanya berisi beberapa orang saja, pintu besar ruangan itu terbuka, seolah menyambut keluarga Jofan untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Angga berdiri mendengar pemberitahuan itu, dia lalu turun dari singgasananya untuk menyambut keluarga yang akan menjadi keluarga barunya namun saat melihat Liam, wajah Angga sedikit berkerut.
__ADS_1
"Selamat datang di Istana Windsdor," kata Angga segera menyambut tamunya, dia menjulurkan tangan pada Liam, bagaimana pun dia tidak boleh bersalaman dengan Aurora.
"Terima kasih, aku di sini sebagai perwakilan keluarga Downson," ujar Liam pada Angga dengan senyuman ramah.
"Baiklah, silakan," kata Angga segera mempersilakan dan mereka segera duduk di tempat mereka masing-masing, berhadapan dengan tempat duduk keluarga Daihan.
Angga kembali ke tempat duduk di atas singgasananya menunggu Bella dan Nakesha untuk membawa Suri ke ruangan itu, suasana kembali kaku karenannya.
"Siapa pria itu?" tanya Ibunda Ratu Ayana pada Angga yang baru saja duduk di tempatnya.
"Perwakilan keluarga Jofan," kata Angga tidak ingin terlalu mempermasalahkannya, padahal dia tahu, Liam bukanlah keluarga mereka.
"Kemana Jofan? Seharusnya dia yang melakukannya?" kata Ibunda Ratu Ayana yang merasa aneh, kenapa malah pria yang tak dikenalnya ini yang melakukannya, bukankah pinangan ini atas permmintaan Jofan.
"Dia tidak bisa datang, ada sesuatu yang sangat penting yang harus dia lakukan, Ibu aku rasa aku bisa menerima hal ini," kata Angga yang ingin Ibunda Ratu Ayana untuk tidak mempermasalahkannya, Ibunda Ratu Ayana yang mendengar itu tampak sedikit mengerutkan dahinya.
"Baiklah," kata Ibunda Ratu Ayana mencoba tidak mempermasalahkannya lagi.
"Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putri tiba," teriak penjaga itu lagi memberitahukan kepada seluruh orang yang ada di sana bahwa Bella dan Suri sudah datang, semua orang di sana kecuali Angga dan Ibunda Ratu Ayana langsung berdiri menyambut mereka.
Pintu megah itu terbuka, perlahan memunculkan sosok yang bahkan tidak bisa membuat mata berpaling, Suri masuk dengan anggunnya, sangat cantik bak putri negeri dongeng, wajahnya yang putih tampak begitu mempesona bahkan hanya menggunakan riasan tipis, bibirnya yang tipis berwarna merah , rambut panjang sepinggangnya dibiarkan tergerai bergelombang sangat bercahaya, dengan gaun biru potongan shoulder off yang menampakkan bagian bahu Suri yang kecil dan putih itu telihat begitu indah, gaunnya yang bertaburkan permata itu tampak berkilau mengikuti lenggak lenggoknya dalam berjalan, begitu anggun hingga tak ada mata yang tak kagum akan kecantikannya.
__ADS_1